Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 65


__ADS_3

[Chapter 65.]


[Pertarungan sengit.]


[Silahkan Dibaca.]


Depan gerbang Sina.


Kohta, Rina dan Tessa melesat ke arah Rashura Bee, mereka bertiga melesat dengan cara berbeda-beda.


Tessa menaikkan tanah membentuk persegi, kemudian dia melesatkan tanah ke depan, sambil dia berdiri di atas.


Rina sendiri menggunakan sayap miliknya, sayap berwarna biru transparan, terdapat motif Phoenix yang sangat indah, Rina melesat dan menampilkan cahaya-cahaya biru.


Sementara itu, Kohta menggunakan rantai miliknya, dia berayun dengan menancapkan rantai ke pohon-pohon.


Wush Wush Wush.


Rashura Bee melihat hal tersebut, dia memunculkan lingkaran sihir di mulutnya, kemudian lingkaran sihir berubah menjadi beberapa bola berwarna hijau.


Bushhhh.


Rashura Bee melesatkan bola tersebut ke arah Kohta, Rina, dan Tessa. Bola melesat sangat cepat. Namun, ketiganya bisa menghindarinya.


Boom Boom Boom Boom.


Bola meledak, kemudian terlihat tanah melapuk dan terkorosi, serangan tersebut benar-benar mengandung sifat korosi.


Ketiganya tiba di depan Rashura Bee, Rina mengayunkan pedangnya dengan cepat, kemudian proyektil tebasan muncul dan melesat ke arah Rashura Bee.


Slashhhhh.


Proyektil tebasan meninggalkan lingkaran sihir di jalur miliknya, Rashura melihat Proyektil tebasan mengarah ke dirinya. Rashura Bee hanya menatap Proyektil tebasan tersebut.


Seketika muncul lingkaran sihir besar di depan Rashura Bee, lingkaran sihir besar tersebut menghilang di gantikan gelombang air berwarna hijau.


Bushhhhh.


Proyektil tebasan tertelan oleh gelombang air tersebut, kemudian gelombang terus menerjang ke arah Kohta, Rina, dan Tessa.


Lingkaran sihir proyektil tebasan Rina hilang, kemudian muncul berbagai Stalagmit es. Gelombang air perlahan-lahan mulai berkurang.


(Note : Stalagmit tuh kek lancip-lancipan tanah di gua, tapi letaknya di tanah, kalau di atas itu namanya Stalaktit.)


Tessa dengan cepat menghentakkan kaki miliknya, tangan berayun berputar dan naik ke atas.


Seketika lingkaran sihir muncul di garis lurus tangan Tessa berputar, lingkaran hilang dan berbagai tanah naik membentuk seperti pillar.


(Note : lebih enak langsung daripada make lingkaran sihir atau sebaliknya.)


Gelombang air hijau hilang, terlihat seluruh hal yang dilalui gelomban air hijau melebur dan hilang tanpa sisa.


Kohta melesat dengan cepat ke arah depan, dia memegang pedang Arshed dan Treta, kemudian mengeluarkan tekniknya.


“Dragon art...”


Kohta muncul di bawah Rashura Bee, kemudian kedua pedang membentuk tanda silang.


“Dragon Buster.”


Dia muncul di belakang Rashura Bee, kemudian terlihat Rashura Bee tertebas secara silang.

__ADS_1


Jreessss.


Namun, bukan darah berwarna merah yang keluar. Melainkan, kobaran warna hitam keluar dari tubuh Rashura Bee.


Groaaarrr.


Rashura Bee berteriak, seketika dia mengarahkan sengatan ke arah Kohta. Sengatan sangat cepat, membuat Kohta hanya bisa menahan serangan tersebut.


Tringgg.


“Ku..at,” Kohta berkata sambil menahan sengatan dengan dua pedang miliknya, namun sengatan menjadi lebih kuat lagi.


Booommm.


Kohta terpental ke belakang dan terbang dengan cepat ke arah belakang, Rina melihat hal tersebut mengabaikan dia memunculkan lingkaran sihir biru di bawah Rashura Bee.


“Eternal Freeze.”


Rina menggunakan kekuatan penuh miliknya, lingkaran sihir menghilang, seketika area lingkaran sihir sebelumnya berubah menjadi bersalju dan seluruhnya membeku.


Rashura Bee membeku, namun es yang membekunya perlahan-lahan mulai meleleh, Rina kemudian berteriak.


“Serang, Tessa Kansha,” teriak Rina, seketika lingkaran sihir berwarna hijau muncul di atas Rashura Bee dan lingkaran sihir berwarna coklat muncul di bawah Rashura Bee.


Kedua lingkaran tersebut menghilang tepat seluruh es yang berada di Rashura Bee meleleh.


“Tornado.”


Kansha berteriak, seketika angin besar muncul dan memutari Rashura Bee tersebut. Kemudian, Rashura Bee terbawa pusaran angin.


“Mud oil.”


Lumpur tersebut bukan lumpur normal, karena lumpur tersebut adalah lumpur minyak.


Kohta yang melihat hal tersebut, seketika mengalirkan kin ke dalam Arshed miliknya, Tresta dia sarungkan kembali.


“Semuanya mundur,” teriak Kohta, kemudian Kohta mengayunkan pedangnya dan muncul proyektil tebasan api.


Rina, Tessa, dan Kansha segera mundur ke belakang, mereka mundur sangat jauh hampir sampai di dekat gerbang kota.


Tap.


Kohta muncul, dia menggunakan segala kekuatannya untuk kabur dari tempat tersebut.


Tepat mereka mengatur nafas, mereka segera mendengar suara ledakan yang sangat besar di belakang mereka.


Booooooommmmmm.


Tanah naik ke atas, Tessa menggunakan sihir tanah untuk melindungi dari gelombang angin yang disebabkan oleh ledakan tersebut.


Drrrrr.


Tanah bergetar hebat, bahkan tembok Sina bergetar dan seakan-akan ingin jatuh, rumah-rumah warga yang sebelumnya masih berdiri, sekarang hancur.


***


Mereka semua yang merasakan getaran gempa tersebut segera berlindung di balik para petualang.


Mereka benar-benar ketakutan dengan gempa tersebut, para petualang juga dengan cepat mengambil tindakan.


“Semoga ketua baik-baik saja,” ucap seorang petualang, seluruh petualang juga berdoa keselamatan Guildmaster mereka.

__ADS_1


***


Ledakan berakhir, terlihat kawah yang sangat besar tepat di depan gerbang Sina. Kawah tersebut sangat besar, seperti kawah yang tercipta akibat batu meteor yang sangat besar.


Brrrr.


Tanah turun, menampilkan Kohta, Rina, Tessa, Kansha, dan Guildmaster yang sudah terkapar pingsan sejak tadi.


“Beruntung kita masih sempat membawanya ke dalam,” Kohta menatap ke arah Guildmaster, kemudian dia menatap ke arah Kawah.


Asap yang masih membumbung tinggi, seketika menghilang dan menampilkan Rashura Bee yang hanya terluka biasa.


Kohta terkejut, lalu dia berkata. “Dia masih hidup dan hanya terluka biasa,” Rina, Tessa, dan Kansha mendengar hal tersebut membelalakkan matanya.


Ketiganya dengan cepat menatap ke arah kawah besar tersebut, mereka juga melihat Rashura Bee yang masih berdiri kokoh tanpa ada luka yang besar.


“Kita sudah kehabisan mana dan tenaga,” Kansha menatap ke arah Rina dan Tessa, mereka bertiga benar-benar kehabisan tenaga mereka.


Kohta sendiri juga tersisa sedikit Kin dan Ken, mereka benar-benar serasa kehilangan harapan sama sekali.


‘Bocah, apakah kau melupakanku?’ ucap suara dalam diri Ryuto, suara tersebut tak lain ialah suara Oda.


Kohta membelalakkan matanya, dia benar-benar lupa dengan Oda, Kohta kemudian berkata.


‘Pak tua, apakah kau bisa mengalahkannya?’ Kohta benar-benar berharap Oda bisa mengalahkan Rashura Bee.


‘Bisa, tapi aku akan tertidur lama, paling 1 bulan. Kau harus bertahan selama 1 bulan tanpa ada masalah besar, bisa?’ Oda berkata dengan serius.


Kohta merenung sebentar, kemudian dia menatap ke arah Rashura Bee yang mulai menyiapkan serangan, dia akhirnya memutuskan.


‘Lakukan, akan kuusahakan dalam 1 bulan tidak membuat masalah besar’


Seketika Kohta ditarik ke dalam dirinya, dia kehilangan kendali dalam tubuhnya dan dia tahu bahwa Oda mengendalikan dirinya.


Layar muncul di depannya, menampilkan tubuhnya yang dirasuki oleh Oda. Kohta tidak bisa tidak bersemangat.


***


Selepas Kohta ditarik ke dalam ruang jiwa, Oda mengambil alih tubuh Kohta. Seketika aura meletus dari tubuh Kohta.


Rina, Tessa, Kansha tersentak, mereka segera menatap ke arah Kohta yang berbeda dari biasanya.


“Kohta... Tidak, kau adalah Raja Iblis,” ucap Tessa, mengejutkan Rina dan Kansha, mereka berdua menatap ke arah Tessa seolah-olah minta penjelasan.


Tessa mengisyaratkan bahwa nanti akan dia ceritakan, sementara Kohta yang dirasuki oleh Oda menyeringai.


“Lama aku tidak bertarung dengan sedikit kekuatan,” Oda berdiri dan menatap ke arah Rashura Bee.


“Lebah rendahan sepertimu, bisa-bisanya membuat Raja Iblis ini bangun,” Kedua pedang muncul, Arshed dan Tresta muncul.


Keduanya seketika berwarna hitam dan aura menakutkan keluar dari kedua pedang tersebut.


“Nah, waktunya kau menerima hukuman, Lebah rendahan,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2