Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 45


__ADS_3

[Chapter 45.]


[Perjalanan Kota Sina.]


[Silahkan Dibaca.]


Di sebuah hutan.


Terlihat seorang pemuda dan dua perempuan cantik, mereka bertiga berjalan dengan santai menuju ke arah Barat.


Tiga orang tersebut ialah, Kohta, Rina, dan Tessa. Mereka berjalan dengan santai dan mengikuti jalan yang sudah ada.


“Sebelum ke Kota Sina, kita akan berhenti dimana?” tanya Kohta, kemudian Rina menjawab.


“Desa Rash, desa yang penuh dengan buah-buahan disana,” ucap Rina, kemudian melanjutkan ucapannya.


“Selepas itu, kita berjalan beberapa hari lagi, tiba di Kota Sina, perbatasan dari kerajaan Yunan dan Eld,” ucap Rina.


Kohta Mengangguk dan mulai berfikir kembali, dia berjalan sekalian berlatih dengan membawa beban di tangan dan kakinya.


[Tuan, apakah kau ingin melihat status anda?]


‘Iya, tunjukkan statusku,'


[Status.]


[Nama : Kohta Hideoki.]


[Umur : 18.]


[Job : Pendekar Pedang.]


[Peringkat : Senior tingkat 7.]


[Elemen : Kegelapan, Api, (?), (?), -]


[Roh : Oda Nobunaga, (?), (?) .]


[Str : 1250.]


[Def : 1200.]


[Agi : 1350.]


[Int : 1250.]


[Kin : 3720 / 3920.]


[Ken : 1200 / 1200.]


[Kenryu : Terkunci.]


[Poin : 100.000.]


‘Berubah tapi sedikit, Clara coba buka seni Pedang,'


[Seni Pedang.]


[Seni Pedang Original :]


[- Teknik Tebasan.]


[- Teknik 12 langkah.]


[Seni Pedang Bunga Mawar.]


[- Tebasan Mawar.]

__ADS_1


[- Langkah Mawar.]


[- Bilah Bunga.]


[Seni Pedang Bulan.]


[- Tebasan Bulan.]


[- Langkah Bulan.]


[Terkunci (50%)]


[Seni Pra]


[Seni Pedang Serigala (3/5).]


[Seni Pedang Iblis (7/10).]


‘Eh, seni Pra, kenapa bisa meningkat?’


[Itu meningkat, saat anda bertarung di gerbang waktu itu, Tuan.]


‘Oh, baiklah,' batin Kohta, kemudian dia mulai mengecek beberapa hal yang berada di sistem.


Selepas itu, Kohta mulai berjalan bersama dengan kedua istrinya, dia berjalan sampai akhirnya berhenti di sebuah pohon besar.


“Kita istirahat disini,” ucap Kohta, membuat Rina dan Tessa mengangguk bersama. Kemudian, ketiga orang tersebut duduk di bawah pohon besar tersebut.


“Nah Rina, bisakah kau ceritakan soal Kota Sina?” tanya Kohta, dia benar-benar penasaran.


“Kota Sina, Kota tersebut bisa dikenal Kota lebah,” ucap Rina, kemudian dia melanjutkan ucapannya.


“Setiap 1 tahun, Kota Sina akan di landa oleh sekelompok lebah madu,” ucap Rina.


“Namun, itu bukan madu biasa. Madu tersebut, mengandung semacam sihir yang hebat,” ucap Rina.


Mendengar hal tersebut, Kohta mengerutkan keningnya, dia masih sedikit bingung dengan penjelasan Rina.


“Madu menghasilkan kemampuan sihir bagi yang mengonsumsi?” ucap Kohta, sementara Rina mengangguk.


‘Oh, apakah kau akan pergi ke Kota lebah itu?’ ucap suara yang tak lain Oda, di dalam fikiran Kohta.


‘Pak tua, apakah kau tahu soal itu?’ ucap Kohta dalam fikirannya.


‘Itu hanya madu pembangkit kemampuan, hanya bisa mengonsumsi sekali, jika ada yang mengonsumsi dua kali, tidak akan menimbulkan pembangkitan lagi, namun...’ ucap Oda.


‘Jika kau mengumpulkan madu tersebut, lalu meneteskan darahmu, kau akan mendapatkan pembangkitan langka,' ucap Oda.


‘Pembangkitan langka?’ ucap Kohta, dia benar-benar bingung sekarang.


‘Hahhh, kau tahu. Elemen itu ada 3 jenis, normal, revive, transform.’ Ucap Oda, kemudian dia menjelaskan kembali.


‘normal, itu adalah elemen biasa yang kau miliki sekarang, itu kuat tapi di tingkat Dunia rendah seperti ini,' ucap Oda.


‘Revive, jenis elemen tingkat 2, Api bisa berubah menjadi Lava, Api biru, Api putih, dll. Kekuatan ini, berada di Dunia tingkat menengah,' ucap Oda.


‘Transform, jenis elemen tingkat 3, kekuatan di atas dari Revive, selepas kebangkitan kau harus melatih dan menerima ujian elemen masing-masing,' ucap Oda mengakhiri penjelasan.


‘Hmm, aku mengerti. Lalu, lebah madu tersebut?’ ucap Kohta, dia bingung manfaat lebah madu.


‘Itu, tergantung lebah madu tersebut, elemen apa yang mereka miliki,' ucap Oda, kemudian dia melanjutkan.


‘Beruntungnya jika kau mendapatkan pembangkitan langka,' ucap Oda.


‘dua elemen jadi satu, elemen yang mendominasi akan menjadi lebih kuat,' ucap Oda.


Kohta paham dengan ucapan dari Oda, dia kemudian menatap ke arah Rina dan Tessa.

__ADS_1


‘Apakah salah satu dari mereka, memiliki level kebangkitan?’ ucap Kohta kepada Oda.


‘Hanya Rina, elemen Es miliknya menjadi lebih kuat, Api biasa bisa dibekukan,' ucap Oda, membuat Kohta mengerti.


‘Oh, baiklah. Terimakasih, Pak tua,' ucap Kohta, lalu Oda kembali ke dalam ruangnya, melanjutkan tidurnya.


“Kohta, ini untukmu,” ucap Rina, menyerahkan bekal yang dia buat bersama dengan Tessa.


Kohta melihat bekal tersebut, lalu melihat bahwa Rina dan Tessa memegang bekal masing-masing.


“Terimakasih, Rina, Tessa,” ucap Kohta, menerima bekal tersebut, kemudian ketiganya mulai makan bekal tersebut.


Beberapa menit kemudian.


Mereka selesai makan, kotak bekal dijadikan satu dan dimasukkan ke cincin penyimpanan.


“Benar-benar enak,” ucap Kohta, membuat Rina dan Tessa terkikik, lalu Rina berkata.


“Hihihi, kau lucu, Kohta,” ucap Rina, Tessa mengangguk setuju. Sementara Kohta hanya tersenyum.


Ketiganya bercanda bersama di bawah pohon besar tersebut, mereka benar-benar terlihat rukun satu sama lain.


“Nah, Rina, Tessa, kalian sudah sampai mana pelatihan rohnya?” tanya Kohta, dia penasaran dengan peningkatan kedua istrinya.


“Aku membangkitkan elemen es absolute, Phoenix es ku meningkat, sekarang aku bisa berkomunikasi dengan normal,” ucap Rina.


“Golemku, masih tidur. Dia benar-benar terkuras energinya waktu invasi monster,” ucap Tessa.


“Baguslah, kita harus menjadi lebih kuat lagi,” ucap Kohta, kedua istrinya mengangguk. Mereka berdua tidak ingin kehilangan Kohta lagi.


“Baiklah, ayo kita berangkat lagi,” ucap Kohta, keduanya mengangguk. Mereka bertiga berdiri dan mulai berjalan kembali.


Mereka berjalan dengan santai, karena jarak antara mereka dengan Desa Rash dekat.


Beberapa jam kemudian.


Kohta, Rina, dan Tessa mulai melihat pohon yang berbeda, tanah yang mulai terlihat berwarna kuning.


“Apakah ini nyata?” ucap Kohta, dia benar-benar terkejut, melihat perubahan wilayah tersebut.


Rina dan Tessa tersenyum melihat reaksi dari Kohta, mereka pun berjalan dan mulai melihat sebuah desa.


“Sungguh, desa yang dipenuhi buah,” ucap Kohta, dia terkejut melihat desa tersebut. Rina dan Tessa sudah tau akan hal tersebut.


Desa Rash.


Sepanjang perjalanan, di sisi jalan akan selalu tumbuh sebuah anggur berwarna ungu, jika ada yang memetik satu, akan tumbuh lagi.


Desa tersebut, bangunan rata-rata berbentuk seperti buah, jika kau memakan rumah tersebut. Rumah tersebut akan tumbuh kembali.


Desa ini adalah desa yang memiliki keunikan dimanapun tempatnya, selama masih lingkup Desa tersebut, akan selalu tumbuh dengan buah.


Air yang mengalir pun juga memiliki rasa seperti buah, seluruhnya aman untuk dikonsumsi.


Namun, jika ada yang menyerang Desa Rash, orang tersebut akan tenggelam ke dalam tanah.


Wilayah Desa Rash, bisa merasakan bahaya maupun niat buruk, terhadap wilayahnya, maka dari itu, semua orang serakah lenyap tanpa sisa.


"Benar-benar wilayah yang menarik,"


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2