
[Chapter 92.]
[Harta karun.]
[Silahkan Dibaca.]
Timur Pegunungan Avrest, dalam sebuah gua yang dilindungi oleh Yeti. Terlihat sosok pemuda yang menuju ke arah dalam gua. Pemuda itu ialah Kohta, dia berjalan dengan keringat menetes di keningnya.
Kohta berkeringat karena gua tersebut, sangat panas. Kohta benar-benar heran dengan kejadian itu. Dia tidak menyangka akan ada gua yang panas di gunung yang sangat dingin. Hal itu membuat Kohta benar-benar berfikir bahwa hukum alam sama sekali tidak berlaku di Dunia yang dia tempati sekarang.
Kohta masuk sesuai arahan dari Oda. Dia terus berjalan masuk dan melihat dinding gua yang terdapat tulisan kuno berwarna merah. Pemuda itu Kemudian berkata kepada sistem.
“Clara, bisakah kau menyalin dan menerjemahkan kata-kata di gua ini?”
[Maaf, Tuan. Aku hanya bisa menyalin saja, tidak bisa menerjemahkan.]
“Kalau begitu, salin saja. Juga aku akan membuka fitur milikmu nanti, Clara. Juga aku minta maaf selama ini mengabaikanmu.”
[T-tidak ma-masalah, Tuan. Clara akan selalu ada di sisi, Tuan.]
Kohta tersenyum mendengar suara dari Clara tersebut. Dia sempat berfikir apakah Clara juga bisa memiliki perasaan seperti manusia. Namun, fikiran itu dia tepis terlebih dahulu. Bukannya tidak percaya akan hal itu, dia hanya perlu tahu akan hal itu di masa depan nanti.
Kohta melihat ujung dari jalan gua itu. Dia bisa melihat cahaya merah yang sangat membara di ujung. Pemuda itu benar-benar merasakan panas yang dalam, dia dengan cepat melapisi dirinya dengan Kin untuk melindungi dirinya dari panas itu.
Tiba di ujung gua, Kohta melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Terlihat lahar yang meletus di mana-mana, lahar terus bergerak karena panas yang dimiliki. Di lahar terdapat jalan yang terlihat mengarah ke tengah pusat lahar tersebut.
Kohta melihat pusat dari tempat tersebut. Dia melihat dua bunga yang berbeda, satu bunga berwarna merah darah. Bunga itu sangat aneh, karena terdapat sebuah pola api di setiap kelopak bunganya.
[Bunga api Abadi.]
__ADS_1
[Bunga yang memiliki esensi api merah. Bunga ini tumbuh dan matang selama 10.000.000 tahun. Tanda kematangan bunga ini ialah, terbentuknya sebuah tempat yang mirip dengan Gunung api.]
[Manfaat bunga ini adalah Api akan meningkat menuju ke api tingkat 10. Api yang sangat kuat, melebihi kuatnya Api pada umumnya.]
Kohta melihat seluruh penjelasan tersebut. Dia benar-benar terkejut selepas membaca penjelasan bunga itu, dia tidak bisa tidak tertarik dengan bunga itu. Namun, Kohta menahan diri terlebih dahulu. Kemudian, dia menatap ke arah bunga berwarna putih mirip seperti bulan.
[Bunga Sinar Bulan.]
[Bunga Sinar Bulan adalah bunga yang tumbuh di lingkungan yang terdapat energi imbang. Dia akan tumbuh selama 10.000 tahun. Bunga ini memiliki mengandung banyak energi Bulan.]
[Manfaat bunga ini ialah untuk membuat seseorang bisa menyerap energi Bulan di malam hari. Energi bulan sendiri adalah energi yang bersifat cahaya. Bunga ini akan memberikan elemen cahaya bagi seseorang yang menyerangnya.]
[Kedua bunga ini adalah bunga langka, karena kedua bunga ini tidak akan bisa habis selepas diserap. Mereka bisa menciptakan tempat lingkungan yang sesuai, tergantung energi yang ada.]
(Note : Kedua bunga itu mirip seperti wadah, ketika mereka matang. Selepas di serap seluruh energinya, kedua bunga itu akan menyerap energi spiritual luar dan mengubahnya menjadi energi mereka sendiri.)
Mendengar penjelasan Oda, Kohta benar-benar merasa dia beruntung. Kemudian, dia tersenyum dan berkata, “Ide yang bagus, pak tua.” Kohta benar-benar setuju dengan ide dari pria tua itu. Sementara Oda, dia berkata dengan serius, “Walaupun itu masih rencana, namun kesulitan yang kau harus hadapi adalah, menaklukan kedua bunga itu.”
Kohta tau konsekuensi hal itu, dia juga paham. Pemuda itu benar-benar sudah mengetahui, barang berharga pasti mengorbankan sesuatu yang berharga. Namun, Kohta sudah siap menerima konsekuensi tersebut.
“Aku akan mengatasi konsekuensinya.” Kohta berjalan menuju ke tepi jalan menuju ke pusat gunung berapi. Namun, Oda menghentikan dengan cepat, “Berhentilah, nak.” Kohta berhenti sebelum melangkah ke jalan bebatuan. Oda yang melihat pemuda itu berhenti, dia melanjutkan, “Berendamlah di lahar ini.”
“Hah.” Kohta tidak bisa tidak bingung dengan perintah itu, dia ingin membantah namun disela oleh Oda, “Jangan membantah, lahar itu akan membantumu kuat. Gunakan kin pada tubuhmu, lalu masuk ke lahar itu.” Kohta ketika mendengar membantu kuat, dia tidak bisa tidak patuh. Dengan cepat dia mengalirkan kin ke tubuhnya, Oda juga memberitahu bahwa hanya memaka celana saja.
Kohta menuruti ucapan dari Oda. Dia melepas kimono miliknya dan hanya memakai celana pendek. Kemudian dia masuk ke dalam lahar. Pemuda itu merasakan rasa panas yang sangat tinggi, hal itu membuatnya tersentak. Namun, Oda memintanya untuk menahan panas itu.
Arhhhhhh.
Kohta benar-benar berteriak kesakitan, dia merasa tulang miliknya meleleh. Oda melihat itu tetap memperhatikan dengan fokus yang penuh. Pria tua itu melihat lahar perlahan-lahan masuk ke sela-sela tubuh Kohta.
__ADS_1
Kohta menggertakkan giginya, dia tidak berteriak kembali. Oda mengangguk senang melihat Kohta yang gigih, dia tetap fokus ke lahar yang perlahan mengeluarkan cairan putih dari kulit Kohta. Cairan tersebut ialah cairan tulang yang telah meleleh.
Kohta juga melihat hal itu, dia benar-benar terkejut dengan cairan putih yang keluar dari kulitnya, namun perlahan cairan putih berubah menjadi hitam kemerahan. Kohta merasakan sesuatu dalam tubuhnya berubah, dia merasakan ada yang mengalir di tubuhnya.
[Proses pergantian tulang telah selesai.]
[Selamat, Tuan telah menyelesaikan pergantian tulang dari tulang biasa menjadi Black Bone Fire.]
[Black Bone Fire.]
[Black Bone Fire adalah tulang yang memiliki warna hitam kemerahan. Tulang ini membuat tubuh menjadi kebal akan lahar maupun api, kecuali api abadi. Tulang ini sendiri membuat pengguna yang memilikinya menjadi bisa menggunakan api sesukanya, api tersebut tidak memakai mana sama sekali. Api itu adalah bagian tubuh pengguna sendiri.]
Kohta terkejut dengan penjelasan dari sistem. Oda yang melihat Kohta terkejut, dia paham bahwa Kohta mendapatkan penjelasan dari artefak yang dia miliki. Kohta sendiri melebarkan tangannya dan api keluar dan berkobar dengan sesuka hatinya.
Kohta tersenyum melihat hal itu, dia mencoba memperbesar apinya dan api membesar. Kohta tidak merasa ada yang berkurang. Baik energi maupun stamina miliknya. Dia benar-benar senang dengan hal itu. Kohta memandang ke arah Oda dan berkata, “Terimakasih, pak tua.”
Oda mengangguk, lalu masuk ke dalam jiwa Kohta kembali. Namun, sebelum dia masuk, Oda memberitahu untuk istrinya Tessa juga mengganti tulangnya sama dengan miliknya. Kohta mengangguk dan bertanya, “Lalu, bagaimana dengan Rina dan Kansha.”
“Biarkan mereka mendapatkan elemen Api terlebih dahulu, kau pindahkan saja tempat ini ke Dunia jiwamu, selepas mengambil kedua bunga itu.” Oda memberi Kohta penjelasan, lalu masuk ke dalam jiwa Kohta.
Kohta mengangguk paham. Kemudian dia menatap ke arah kedua bunga yang begitu menggoda. Kohta tersenyum dan berkata, “Waktunya mengambil kalian berdua.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1