
[Chapter 104.]
[Kesetiaan Istri Kohta.]
[Silahkan Dibaca.]
Pegunungan Avrest Utara.
Riana menatap ke arah Tersa dengan penuh akan rasa penasaran. Dirinya ingin mendapatkan ingatan dan identitas tentang dirinya sepenuhnya. Bukan hanya Riana saja, melainkan Rina dan Kansha juga sama, mereka benar-benar memerlukan seluruh ingatan penuh.
“Putri, untuk mengembalikan seluruh ingatan penuh, Anda harus mencari tempat-tempat kepingan ingatan Anda berada.” Tersa berkata dengan serius.
“Keping ingatan?” Riana menundukkan kepalanya sambil memegang dagu dan mulai berfikir.
“Keping ingatan itu adalah sebuah pecahan-pecahan ingatan seseorang yang telah menggunakan pembalik waktu atau bisa dibilang Reinkarnasi.” Tersa menjelaskan tentang keping ingatan.
Riana mengangguk, dia benar-benar perlu untuk mengumpulkan keping ingatan tersebut. Namun, sekarang dia bingung dengan perasaan dirinya. Dia sekarang bersama dengan Kohta, tapi masa lalunya bersama dengan seorang laki-laki yang berubah menjadi Kurokami.
“Putri, jadikan aku roh milikmu.” Riana menatap ke arah Tersa dengan serius ketika mendengar ucapan dari Tersa.
Liliana yang mendengar ucapan dari Tersa, dengan cepat dia berkata kepada Riana. “Terima dia, karena dia sudah ikut dengan kita. Maka sekarang kita perlu bersama.”
Riana yang mendengar suara Liliana, menghela nafas. Kemudian, Riana menatap ke arah Tersa dan mengangguk setuju. Hal itu membuat Tersa senang, lalu keduanya melakukan penggabungan roh satu sama lain.
***
Kohta yang sedang mengisi energi miliknya, berhenti ketika seluruh energi miliknya sudah penuh. Kohta membuka matanya dan melihat ke arah gua yang masih dalam keadaan yang sama. Pemuda itu kemudian berdiri dan mengeluarkan pedang Tresta miliknya.
“Hufff....” Kohta mengatur nafasnya sebentar, kemudian mengayunkan pedangnya pelan ke bawah.
Bushhhh.
Salju yang menumpuk tepat garis lurus dari ayunan pedangnya menghilang dan membentuk sebuah garis di antara salju. Kohta melihat itu tersenyum, lalu dia memasukkan pedang miliknya ke dalam sarung pedang miliknya.
“Mereka benar-benar lama.” Kohta berkata sambil melihat ke arah gua yang terdapat dua tugu.
Oda dan Arthur keluar dalam bentuk roh, mereka berdua keluar hanya untuk mencari udara baru. Kohta tidak mempermasalahkan hal itu, karena dengan kehadiran keduanya dia tidak kesepian menunggu keempat istrinya.
__ADS_1
***
Rina selesai menggabungkan Naga Es dan Phoenix Es miliknya. Dia benar-benar terkejut melihat bentuk tubuh keduanya sekarang. Eika yang melihat itu benar-benar kagum dan merasa bahwa penggabungan keduanya menambahkan kesan buas.
Terlihat sosok Naga Timur panjang dengan tubuh yang terlihat mengeluarkan api biru. Kaki Naga tersebut besar dan tajam, kaki yang dimiliki ada 4. Ekor yang melebar besar mirip dengan ekor Phoenix es.
Api biru yang dikeluarkan benar-benar tidak panas melainkan sangat dingin. Rina dan Eika benar-benar senang dengan penggabungan tersebut. Lalu, Naga itu meraung dengan keras sebelum masuk ke dalam jiwa Rina.
“Baiklah, kita disini sudah selesai. Juga kerja bagus Eika, menghabiskan seluruh kristal es di gua dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.” Rina berkata sambil menepuk kepala Eika.
Eika senang dengan perlakuan tersebut, kemudian mereka berdua keluar dari gua tersebut. Rina juga memiliki konflik perasaan sebelumnya. Dimana apakah harus meninggalkan Kohta atau tidak, akan tetapi cintanya kepada Kohta benar-benar melebihi dari apapun.
‘Cih, itu hanya masa lalu. Aku hanya perlu balas dendam, tidak memerlukan bantuan kepada putra mahkota tersebut.’ Rina benar-benar tidak peduli dengan konflik perasaannya, dia sudah menjadi milik Kohta jadi tidak akan memilih yang lainnya.
***
Kansha selesai mengambil dua belati di peti, dia juga menggabungkan Hanzo dengan Ernast. Keduanya bergabung. Kansha benar-benar terkejut melihat penggabungan kedua roh tersebut. Dia tidak menyangka akan terlihat sangat liar rohnya.
Terlihat sosok kepala Elang dengan tubuh gagak, kaki depan gagak kaki belakang Elang. Bulu warna hitam kemerahan menambah kesan liar. Sayapnya menjadi lebih besar dari sebelumnya. Kansha melihat hal itu terkejut.
Kansha sendiri juga merasakan konflik dalam hatinya, tapi dia mirip Rina. Tidak terlalu peduli dengan masa lalu dan hanya peduli dengan yang sekarang. Entah siapa putra mahkota itu dia tidak peduli, jika dia ingin balas dendam, dia akan membalaskan dendamnya sendiri.
***
Riana selesai menjadikan Tersa rohnya. Dia sekarang menatap ke arah peti berwarna emas di samping dari tempat cahaya sebelumnya berada. Riana berjalan ke arah peti tersebut dengan arahan dari Tersa.
Riana tiba di depan peti tersebut, dia membuka peti dan melihat sebuah panah berwarna emas dengan corak dan pola aneh di sekeliling panah tersebut. Panah itu tidak ada tempat untuk menarik anak panah.
Riana memegang panah tersebut dan beberapa informasi masuk ke dalam fikirannya. Riana mencerna informasi tersebut, ternyata informasi itu adalah pengalaman penggunaan panah tersebut.
“Tersa, kemungkinan aku tidak akan mencari putra mahkota atau orang Kurokami tersebut. Bagaimanapun juga, aku sudah mencintai seseorang dan hanya orang itu saja yang kucintai.” Riana berkata dengan tegas.
Tersa yang berada di dalam jiwa Riana mengangguk, bagaimanapun juga dia tidak peduli persis seperti tuannya. Dia hanya ingin bersama dengan tuannya dimanapun medan perang ada. Liliana yang berada di dekat Tersa tersenyum.
‘Kemungkinan dia akan terkejut ketika melihat siapa yang dicintai oleh Riana, hihihi. Ini akan menjadi menarik nantinya,' batin Liliana sambil tertawa kecil dalam hatinya.
Riana selesai mengambil panah tersebut. Kemudian, dia melihat ke sekeliling dan mengambil seluruh harta yang berada di ruangan tersebut. Selepas itu, Riana keluar dari ruangan dan berjalan di lorong dengan santai.
__ADS_1
***
Riana dan Kansha berjalan dari lorong sebelumnya. Mereka berjalan sampai tembok berubah warna kembali. Mereka berjalan dan saling mendengar langkah kaki satu sama lain. Keduanya bertemu di cabang tiga tersebut.
Riana menatap Kansha sambil tersenyum, begitu sebaliknya. Keduanya mendekat dan saling berpelukan satu sama lain. Mereka tidak berbicara biarkan pelukan mewakili pembicaraan keduanya itu.
“Ayo kita kembali, sepertinya Kohta menunggu kita lama.” Riana berkata dengan senang.
“Baik, kak. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kohta kembali.” Kansha berkata sambil tersenyum senang.
Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan bersama. Para Roh di dalam mereka berdua benar-benar terkejut karena terlihat keduanya saling terhubung. Shisui, nama dari roh Kansha menatap ke arah dalam roh Riana yang tak lain Tersa.
Satu berasal dari Neraka, satu berasal dari Surga. Entah bagaimana keduanya saling bertemu dengan tuan yang saling berhubungan satu sama lain. Kedua roh itu tersenyum dan semakin penasaran dengan orang yang dicintai tuan mereka.
***
Kohta yang berada di luar masih mengayunkan pedangnya, dia juga membuka tubuh bagian atasnya. Tubuh yang terlihat berotot rapi dan kuat membuat perempuan akan memerah dan merasa gatal di bagian bawah mereka.
“1000..” Kohta berkata sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal ke depan. Kemudian, dia merasakan kehadiran dari gua tempat para istrinya berada sebelumnya. Kohta menatap ke arah gua tersebut dengan tatapan ringan.
Empat kehadiran dapat dirasakan oleh Kohta, dia tahu bahwa itu para istrinya. Dia menyarungkan pedangnya kembali dan berjalan ke arah ujung jalan menuju ke gua tersebut. Pemuda itu berjalan tanpa memakai atasan miliknya.
Rina, Eika, Kansha, dan Riana tiba bersamaan. Ke-4 perempuan itu samar-samar melihat sosok pemuda yang berjalan ke arah mereka. Namun, yang paling bergejolak adalah roh yang berada di dalam jiwa Rina, Kansha, dan Riana.
Ketiga roh ke-3 perempuan itu keluar dengan sendirinya. Rina, Kansha, dan Riana terkejut melihat hal itu. Naga panjang mengeluarkan api biru yang dinamai Senryu, Burung Elang gelap yang dinamai Shisui, dan terakhir Serigala berbulu Emas yang dinamai Tersa.
Ke-3 roh itu melesat dan berhenti tepat di depan Kohta yang berhenti berjalan. Rina, Eika, Kansha, dan Riana ingin membantu Kohta, akan tetapi ucapan tegas ke-3 roh mereka menghentikan ke-3 perempuan tersebut untuk membantu Kohta.
“Salam, Yang Mulia Raja.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1