Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 35


__ADS_3

[Chapter 35.]


[Perang 5.]


[Silahkan Dibaca.]


Theo menatap ke arah ketiga monster level Titan. Dia melesat maju ke depan dan disambut oleh Eagle.


Dinggg.


Cakar kaki milik Eagle bertemu dengan pedang milik Theo, Ape muncul di samping Theo dan mengayunkan pukulannya.


Theo menghilang dan muncul tepat di kaki Ape, lalu dia mengayunkan pedangnya ke arah kaki tersebut.


Slashhhh.


Pedang menggores kaki Ape, Theo kemudian menghilang saat melihat Slime mencair menuju ke arah kaki Ape.


“Urhh,” ucap Ape, dia merasakan sakit di kakinya, lalu merasakan hangat. Dia menatap ke arah Theo.


Ape dan Angel saling memandang, lalu Ape mengeluarkan Petirnya dan membentuknya menjadi bola.


Bzzzt Bzzzt.


Bola tersebut terus mengeluarkan kilatan petir berwarna biru, lalu Ape melemparkan bola tersebut.


Eagle yang melihat itu, dengan cepat mengepakkan sayapnya, Pusaran Angin besar terbentuk dan menyerbu ke arah Theo.


Pusaran bertabrakan dengan bola petir. Membuat badai yang hebat menuju ke arah Theo.


Blarr Blarr Blarr


“Oh, Kombinasi,” ucap Theo, kemudian melesat ke arah pusaran badai dan menebasnya secara vertikal.


Slashhh.


Bushhhhh.


Pusaran badai terbelah menjadi dua, sementara Ape dan Eagle benar-benar terkejut dengan hal tersebut.


“Sepertinya kita harus menggunakan itu,” ucap Eagle, sedangkan Ape dan Slime menggelengkan kepalanya.


“Nanti dulu,” ucap mereka berdua, Eagle pun mengangguk mengerti. Lalu, Eagle dan Ape melesat dengan cepat ke arah Theo.


Melihat keduanya melesat ke arahnya, Theo tersenyum dan mengayunkan pedangnya tersebut.


Swoshhh.


Proyektil tebasan pedang mengarah ke kedua monster level Titan tersebut. Eagle segera mengayunkan cakarnya, Ape segera mengayunkan kepalan tangannya.


Booommmm.


Proyektil hancur, kedua Monster level Titan mundur beberapa langkah, sebelum melesat kembali ke arah Theo.


Theo menatap itu, kemudian melesat ke arah kedua monster level Titan tersebut.


Tiba di depan satu sama lain, Theo mengarah ke Eagle terlebih dahulu, dia mengayunkan pedang, lalu bertemu dengan cakar Eagle.


Dinggg.


“Mati,” ucap Ape yang muncul tepat di samping Theo, namun Theo lebih cepat. Dia menahan pukulan dengan pedang.


Dinggg.

__ADS_1


Kedua serangan terus mengarah ke Theo, sedangkan Theo sendiri menahan dengan santai.


Boom Boom Boom Boom Boom.


Slime yang melihat hal tersebut, segera mencair dan mengalir di tanah menuju ke posisi Theo.


Eagle dan Ape, terus melayangkan serangan dan menggiring Theo menuju ke Slime.


Theo sudah mengetahui tujuan mereka, dia menahan serangan Ape. Kemudian, melompat ke atas kepala Ape.


Eagle yang merasa cakarannya tidak mengenai sesuatu, dia segera mengepakkan sayapnya. Ape yang melihat Theo di atasnya.


Dia ingin memukulnya, namun dia merasakan rasa sakit di kepala.


Boooommm.


Ape dipukul keras oleh Theo dengan ayunan pedangnya di kepala Ape. Eagle yang melihat hal tersebut terkejut.


Namun, sebelum bereaksi, dia mengalami rasa sakit di punggungnya.


Booommm.


Eagle tidak bisa mempertahankan terbangnya, dia meluncur dengan cepat ke tanah dan menabrak Ape.


Booommm.


Slime tanpa sadar juga di tabrak oleh Ape, ketiga Monster level Titan di pukuli dengan mudah oleh Theo.


Theo menatap ke arah ketiga monster yang tersungkur di tanah. Ketiganya tahu bahwa Theo meremehkan mereka.


“Si*lan, manusia,” teriak ketiganya tidak terima. Lalu, mereka bertiga saling memandang dan mengangguk.


“Mari kita lakukan,” ucap mereka bertiga, kemudian ketiganya memancarkan cahaya dan perlahan mendekat satu sama lain.


Cahaya terus memanjang sampai melebihi dinding pertahanan kerajaan Yunan, kemudian cahaya mulai membentuk sosok monster baru.


Semua prajurit dan monster berhenti bertarung, mereka kembali ke kubu mereka masing-masing tanpa sadar.


Panggung pertempuran, sekarang hanya ada Theo dan monster baru tersebut. Sedangkan, Kohta hanya fokus di pemulihan.


Perlahan, tangan dan kaki besar muncul dengan warna biru, kemudian sayap besar muncul di punggung monster tersebut.


Tangan dan kaki terlihat muncul kuku tajam, lalu wajah terlihat.


Tatapan mata elang, dengan tampilan keras seperti Ape, Aura yang keluar sangat besar.


Theo yang merasakan itu, matanya memancarkan keseriusan, tanpa sadar dia memegang pedang miliknya.


Roarrrrrr.


Raung monster tersebut, Dragon yang melihat itu hanya tersenyum menyeringai. Monster yang muncul tepat berada di bawah levelnya.


Theo mengayunkan pedangnya, namun segera muncul monster tersebut, di depannya.


“Kau lambat,” ucap monster tersebut, kemudian Kepalan tangan menyerang Theo dengan cepat.


Booommm.


Theo terpental sampai menabrak dinding dari kerajaan Yunan. Dia benar-benar terkejut saat melihat Monster tersebut muncul.


Brukk.


Theo menabrak dinding dan dengan cepat berdiri, lalu menatap ke arah monster dengan tatapan tajam dan serius.

__ADS_1


Sedetik kemudian, monster muncul di samping Theo, lalu memukulnya kembali menuju ke hutan.


Booommm.


“Sial, sangat cepat,” ucap Theo, kemudian Monster muncul di atasnya dan memukulnya ke tanah.


Boooommmmm.


Asap menutupi pemandangan tersebut, kemudian perlahan menghilang.


Terlihat Theo terbaring tertanam di tanah, Monster tersebut berbalik dan menatap ke arah kerajaan Yunan.


“Raja, kalian sudah ka-“ ucap monster tersebut, namun dia merasakan bahwa Theo berdiri.


“Siapa yang kalah?, aih, Grisela yang melihat penampilanku seperti ini pasti akan marah besar,” ucap Theo.


Kemudian, dia menatap ke arah Monster tersebut, lalu menancapkan pedangnya ke tanah.


“Sepertinya, aku harus menggunakan seluruh kekuatanku,” ucap Theo, kemudian kilatan cahaya merah melintas di iris matanya.


Bushhh.


Seluruh tubuh Theo terbakar, Monster yang melihat hal tersebut, segera melesat ke arah Theo.


Monster mengayunkan pukulan ke arah Theo dengan sangat cepat.


Booommmmm.


Gelombang kejut menyebar ke segala arah, asap debu menutupi kembali.


Beberapa detik kemudian.


Asap perlahan menghilang dan mulai terlihat pukulan monster tersebut di hentikan oleh sesosok dua pria tua.


“Hahahaha, Theo. Aku tidak menyangka kau dipukuli,” ucap Pria tua tersebut.


“Aku tidak menyangka, kau akan dipukuli seperti ini,” ucap Pria tua lainnya.


Seluruh pasukan kerajaan Yunan melebarkan matanya saat melihat kedua pria tua tersebut, Sean yang ingin membantu Ayahnya terhenti.


Dia kehabisan mana serta tenaga, namun saat melihat kedua pria tua tersebut, dia terduduk dan segera melakukan pemulihan.


Dragon yang melihat pukulan temannya di tahan, dia menaikkan alisnya. Dia menatap tajam ke arah dua Pria Tua tersebut.


Booommm.


Kedua Pria Tua tersebut, menaikkan kekuatannya dan memukul mundur monster tersebut.


Tap tap.


Kedua pria tua tersebut, berdiri di depan Theo. Sementara para pasukan kerajaan Yunan kembali sadar.


“Mereka...” ucap para pasukan dengan bergetar. Mereka terkejut melihat kedua pria tua memukul mundur sebentar monster tersebut.


Sedangkan Theo, tersenyum penuh arti dan berkata dengan santai.


“Akhirnya, kalian muncul, Elric, Eldor,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2