Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 84


__ADS_3

[Chapter 84.]


[Menuju akhir.]


[Silahkan Dibaca.]


Negeri Elf.


Kohta, Rina, dan Liliana memposisikan diri mereka, para Elf yang dikendalikan tersebut tiba di dekat mereka.


Wushh.


Mereka melesat dan memunculkan lingkaran sihir putih ditangan mereka, seketika tangan mereka terlapisi oleh elemen mereka masing-masing.


Kohta melihat hal tersebut, di depannya ada 10 Elf masing-masing memiliki elemen petir dan api.


Brushhhh.


5 elemen api menyembur dengan ganas menuju ke arah Kohta, sementara Kohta memasukkan Kin ke dalam Tresta miliknya.


Sringgg.


Slashhhh.


Api terbelah menjadi dua, kemudian dia melesat maju dan dengan mudah memotong kepala mereka.


Slash Slash Slash Slash.


Namun, ketika akan memenggal kepala Elf5, sebuah pedang berwarna putih dengan kilatan petir muncul di depannya.


Tringgg.


Krakkkkk.


Kohta mundur, dia melakukan Backflip. Namun, disambut oleh Elf7 dan Elf8 yang memakai sebuah tombak listrik.


Bzzzt Bzzzt.


Wushhh.


Keduanya meluncurkan dua tombak petir tersebut, sifat petir ialah cepat, membuat tombak tersebut terlihat seperti melesat.


Tringgg.


Kohta dengan ringan menahan kedua tombak tersebut, kemudian dia menggunakan skill miliknya.


“Moon Slash.”


Slashhhh.


Kedua kepala Elf melayang, mereka tertebas dengan mudah oleh Kohta, kemudian saat Kohta mendarat 2 Elf muncul dengan pedang petir milik mereka.


Tapp.


Swishhh.


Kohta menyadari hal tersebut, dia kemudian mengayunkan pedangnya ke depan, berhadapan dengan 2 pedang petir Elf tersebut.


Tringggg.


Kohta menahan kedua pedang tersebut, dia tersenyum. Kemudian dia menghilang dan muncul di belakang dua Elf tersebut.


Slashhhh.


Kedua Elf tersebut tertebas tepat perutnya, namun darah tidak keluar sama sekali, Kohta sudah tahu akan hal tersebut.


“Mereka benar-benar sudah menjadi mayat,” ungkap Kohta, kemudian dia melihat masih tersisa banyak Elf.


Selepas menebas 8 Elf, 20 Elf muncul. Kali ini mereka memiliki Elemen tanah dan Angin. Kohta bertempur dengan mereka kembali.

__ADS_1


**


Di sisi Rina.


Dia menggunakan Bluzen miliknya, Kurht yang melihat itu terkejut, bagaimanapun juga dia tahu pedang yang di bawa Rina.


“Hati-hati dengan perempuan itu,” teriak Kurht, dia memperingatkan para Elf untuk berhati-hati kepada Rina.


Namun, sebelum mereka menjaga jarak dengan Rina, mereka seketika tidak bisa bergerak.


Krakk krakkk.


“Ice Field.”


Wushhhhhh.


Seketika tanah yang berjarak 100M menjadi Es, para Elf tidak bisa menghindari pembekuan es tersebut, mereka akhirnya membeku.


Rina benar-benar menatap dengan datar ke arah 100 Elf yang sudah dia bekukan, kemudian dia melesat menuju ke arah Elf yang tersisa.


Wushhhh.


Para Elf yang didatangi oleh Rina, seketika mempersiapkan diri mereka, berbagai lingkaran sihir muncul di depan mereka.


Namun, sebelum mereka mengeksekusi, Rina sudah mengeksekusi sihirnya, lingkaran sihir ungu di depan Rina menghilang.


“Thousand Ice Bird.”


Wush Wush Wush Wush Wush Wush.


Seketika, es berbentuk burung melesat ke arah para Elf, es tersebut bukan hanya satu, melainkan ada banyak.


Boom Boom Boom Boom Boom.


Banyak Elf terkena serangan tersebut, lalu membeku dengan cepat. Bahkan tanah yang terkena serangan tersebut berubah menjadi es.


**


Di sisi Kohta.


Dia juga bergerak dengan santai, bahkan tidak perlu menggunakan Ken maupun Ren, dia hanya menggunakan Kin saja.


Namun, hanya dengan Kin saja dia sudah membantai sisa-sisa dari Elf yang belum dibekukan oleh Rina.


“Rina benar-benar menjadi lebih kuat, mungkin sebentar lagi, dia akan menjadi Master puncak.”


Kohta menyarungkan pedangnya, dia benar-benar selesai membunuh seluruh Elf tersebut.


**


Kurht yang melihat hal tersebut, dia terkejut. Sekarang hanya tersisa dirinya saja, namun dia tidak panik.


“Khehehehe, aku tidak menyangka bahwa Pion milikku bisa terbunuh oleh kalian berdua.”


“Karena kalian berdua sangat menghalangiku untuk mendapatkan Elf Goddess, maka maaf jika aku bertingkah kasar.”


Kurht kemudian memunculkan lingkaran sihir biru, Kohta dan Rina tiba di dekat Liliana, mereka bertiga menatap ke arah Kurht.


Mereka penasaran apa yang akan dilakukan oleh Kurht, mereka tidak bertindak terlebih dahulu, karena mereka belum puas.


**


Di sisi Tessa dan Kansha.


Mereka berdua masih duduk lotus, namun sekarang terlihat mereka sudah benar-benar akan selesai menyerap kekuatan tersebut.


Kugo dan Hanzo menjaga mereka berdua, Kugo dan Hanzo juga merasakan kehadiran Kurht dan banyak Elf tersebut.


“Sepertinya ada penyusup, namun sudah diatasi oleh Kohta,” ungkap Kugo, dia lebih memahami situasi, karena dirinya adalah Golem.

__ADS_1


Wushhh Wushhh.


Golem dan Hanzo tersentak, mereka berdua merasakan mana yang meluap-luap, mereka berdua segera mengalihkan pandangannya ke arah Tessa dan Kansha.


Terlihat Tessa diselimuti oleh Energi berwarna merah cerah, perasaan energi tersebut sangat panas seperti Matahari.


Sementara itu, Kansha diselimuti oleh Energi berwarna hijau cerah, perasaan energi tersebut benar-benar sejuk.


Lantai yang mereka duduki mengeluarkan pola aneh, kemudian sebuah kristal muncul tepat di depan mereka berdua.


Tessa memunculkan Kristal merah dengan Pohon yang terselimuti oleh terik matahari, kristal tersebut ialah Bloodline Elf Summer.


Sementara Kansha memunculkan Kristal hijau dengan Pohon rindang dan bunga bermekaran dimana-mana, kristal yang berada di depan Kansha ialah, Bloodline Elf Spring.


Dua kristal masuk ke dalam tubuh mereka masing-masing, kemudian energi yang menyelimuti mereka menghilang.


Bushhhhh.


Gelombang panas dan nyaman menyebar, telinga Tessa dan Kansha terlihat menambah panjang dan runcing.


Rambut mereka menjadi lebih panjang, rambut Tessa hitam kemerahan, rambut Kansha hijau cerah.


Keduanya membuka matanya, terlihat iris mata mereka menjadi lebih cerah, keduanya benar-benar mengalami transformasi.


Keduanya berdiri, Tessa kemudian mengulurkan tangannya dan terlihat tangannya mulai berubah menjadi merah.


“Benar-benar garis darah yang sangat kuat,” ungkap Tessa, dia benar-benar terkejut, ketika merasakan kekuatan barunya.


Kansha mengangguk, dia masih memperhatikan kekuatannya, kemudian dia mendapati bahwa tubuhnya semakin ringan.


Keduanya tersenyum senang, namun dalam sekejap berubah menjadi ganas, tatapan mereka menajam ketika mereka menyebarkan persepsi.


“Kita harus kesana, Kak,” ucap Tessa, dia benar-benar merasa senang akhirnya bisa membalaskan dendam.


“Kau benar,” Kansha menjawab, kemudian Kugo dan Hanzo masuk ke dalam tubuh mereka tanpa diperintahkan.


Keduanya menghilang dari tempat tersebut.


**


Lingkaran sihir biru menghilang, kemudian muncul Monster dengan tulang belulang, monster tersebut terus tumbuh dan akhirnya terlihat sosok monster tersebut.


Monster tersebut ialah Dragon bone, sosok Naga tanpa ada kulit dan daging, hanya ada tulang saja.


[Bone Dragon.]


[Tingkat : Beast 3.]


Kohta dan Rina menatap hal tersebut dengan senang, akhirnya mereka bisa bertarung dengan sungguh-sungguh.


Namun, sebelum mereka mulai bertarung, keduanya mendengar suara familiar, suaranya tersebut terdengar marah.


“Kurht, kau akan mati disini.”


Ya, kedua suara tersebut ialah milik Tessa dan Kansha. Keduanya tiba di jalur lain, mereka menatap ke arah Kurht dengan marah.


“Kalian berdua lawan Kurht, kami akan melawan monster ini,” perintah Kohta, bagaimanapun juga dia adalah orang yang memimpin mereka.


Tessa dan Kansha tersenyum senang, kemudian mereka menatap marah kearah Kurht.


“Mari kita mulai.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2