
[Chapter 34.]
[Perang 4.]
[Silahkan Dibaca.]
Kohta mendengar itu seketika tersenyum, Wolf yang melihat Kohta tersenyum, dia mengerutkan keningnya.
“Bilah bunga,” ucap Kohta, kemudian muncul berbagai kelopak bunga mawar yang terbang di sekitar Kohta.
Slash Slash Slash Slash Slash.
Kelopak mawar membebaskan Kohta dari lilitan tanaman beracun tersebut, kemudian Kohta mengayunkan pedangnya tepat mata Wolf.
Slashh Jlebbb.
Pedang Kohta menancap tepat di mata Wolf, Kohta tidak ragu menusuk dengan sangat dalam.
Roaaarrrrr.
Wolf meraung sakit, dia mengayunkan kepalanya ke kanan dan kiri dengan keras, Kohta melepaskan tusukan dan menghilang.
Jresssss.
Darah keluar dengan sangat deras dari mata, Serigala berteriak kesakitan sambil berguling di tanah.
Roar Roar Roar Roar.
Kohta benar-benar kejam, bukan hanya menusuk tapi juga membakar dalam organ tersebut.
“Hufff, akan kuakhiri,” ucap Kohta, kemudian berbagai bunga mawar tumbuh di bawahnya, kemudian Kohta berkata.
“Seni bunga - Bilah bunga,” ucap Kohta, lalu kelopak bunga perlahan terbang dan mengelilingi Kohta.
Kemudian, Kohta mengarahkan pedangnya menuju ke Wolf. Segera, berbagai kelopak bunga melesat ke arah Wolf.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Slash Slash Slash Slash Slash.
Seluruh bilah bunga melukai tubuh dari Wolf, semuanya terkejut. Karena, sebelumnya tubuh wolf sangat keras.
Namun, mereka melihat bahwa bulu di sekitar tempat luka Wolf menghitam. Akhirnya mereka tahu.
‘Bilah bunga dilapisi dengan Api biru,' batin semuanya, mereka sekarang mengerti seberapa kuatnya Kohta.
Roarrr.
Teriak wolf terus menerus, dia tidak berdaya. Dia berguling terus menerus di tanah. Sementara, Kohta jatuh berlutut dan terengah-engah.
“Benar-benar menguras banyak Aura dan tenaga,” ucap Kohta, lalu dia memandang ke arah Wolf.
Perlahan Wolf menjadi lamban. Nafas yang semula cepat, menjadi lamban. Kemudian, seluruh bunga yang diciptakan Wolf layu.
Keempat monster level Titan terkejut, mereka menatap teman mereka yang sudah mati dengan kosong.
“Dia dikalahkan,” ucap Dragon Flame, kemudian Ape meraung dan berlari ke arah Kohta yang sedang kelelahan.
“Beraninya kau, Manusia,” teriak Ape, dia melesat dengan cepat ke arah Kohta dengan marah.
Kohta menatap Ape sambil tersenyum, saat dia akan berdiri dan mengangkat tangan. Ape sudah tiba di depannya.
__ADS_1
“Mati,” ucap Ape tersebut, mengayunkan tangan besarnya tepat ke arah Kohta yang berjuang berdiri.
Boooommmm.
Gelombang kejut menyebar ke segala arah, kemudian asap bertaberan dimana-mana.
Beberapa saat kemudian.
Asap menghilang dan menampilkan sosok yang menahan pukulan Ape dengan tangan yang terbuka lebar.
Semuanya yang melihat hal tersebut, terkejut. Mereka melihat seseorang yang berotot dan besar.
Orang tersebut memakai armor dengan jubah berwarna merah. Orang tersebut ialah Raja Yunan, Theo El Yunan.
“Mundurlah, Nak. Sisanya serahkan padaku,” ucap Theo, kemudian mengayunkan kepalan tangan lainnya ke arah Ape.
Booommm.
Angin kencang menerpa Ape, lalu menerbangkan Ape mundur ke belakang.
Tap tap.
“Monster besar, lawanmu adalah aku,” ucap Theo, dia maju ke depan dengan berjalan santai.
Ape yang diterbangkan jatuh ke tanah. Lalu, dia menatap ke arah Theo dengan tajam. Ape pun meraung dengan marah.
“Beraninya kau menghentikanku, Manusia,” teriak Ape, lalu melapisi tubuhnya dengan elemen petir.
Bzzzt.
Sling.
Sementara itu, Theo mengepalkan tangannya. Lalu, dia mengayunkan kedua tangannya secara bergantian.
Boom Boom Boom Boom Boom Boom.
Semuanya berhenti, mereka menatap ke arah pertarungan Theo dan Ape. Mereka benar-benar takut dan terpikat.
“Apa segini, kemampuanmu?” ucap Theo mengejek Ape.
Ape yang diejek, dia meraung marah. Lalu, menambahkan kekuatan petir. Tangan semula hanya diselimuti biasa, sekarang berubah menjadi biru.
Theo sendiri hanya membalas dengan kepalan yang diselimuti oleh Aura merah.
Boom Boom Boom Boom Boom.
Ketiga monster level Titan terkejut melihat hal tersebut, mereka benar-benar tidak percaya melihat ada manusia yang bisa membuat Ape mengeluarkan elemen sebegitu besarnya.
“Orang itu, semuanya menyebutnya Raja,” ucap Dragon. Slime dan Eagle mengangguk benar.
“Apakah dia penguasa kerajaan ini?” ucap Dragon, kemudian Eagle pun menjawab dengan serius
“Itu benar, dia Raja kerajaan ini,” ucap Eagle, lalu melanjutkan, “Dia bisa melampaui Ape, kekuatannya tidak kecil,”
Mereka bertiga menatap dengan tajam ke arah pertarungan Ape dan Theo.
Di sisi pertarungan.
Booommm.
Theo dan Ape meluncurkan pukulan dan mundur beberapa langkah. Lalu, mereka saling memandang.
__ADS_1
Ape memandang Theo penuh dengan benci. Dia juga melihat bahwa Kohta sudah tiba di dekat gerbang untuk memulai pemulihan.
Theo menatap Ape, lalu dia berdiri dengan tegak, tangan dia luruskan ke samping.
“Sepertinya aku sudah selesai pemanasan, ayo kita serius, Gorilla,” ucap Theo, dia benar-benar memprovokasi Ape.
Urat di dahi Ape dan seluruh tubuhnya bergerak. Lalu, dia Menatap ke arah Theo sambil meraung.
“Beraninya kau menyebutku Gorilla,” teriak Ape, kemudian petir menutup dirinya dengan intens.
Petir yang semula biru berubah menjadi putih, Theo menatap hal tersebut dengan penuh minat.
Ape menghilang dan muncul tepat di depan Theo, dia mengayunkan tangannya dengan cepat ke arah Theo.
Booommm.
Theo sudah menyilangkan tangannya, dia hanya bergumam pelan, “Oh, Cuma menambah sedikit.”
Ape muncul kembali tepat di atas Theo. Ape mengayunkan tangannya ke bawah. Namun, Theo menghilang.
“Kau tahu, kecepatanmu masih kurang,” ucap Theo, di belakang Ape. Theo menatap ke arah Ape dengan serius.
“Terima ini,” ucap Theo, lalu tangan yang hanya diselimuti Aura merah. Segera berubah menjadi merah yang sangat cerah.
Theo mengayunkan tangan yang dilapisi oleh Api. Lalu, menghilang tepat di depan tubuh Ape.
Boooommmm.
Theo memukul Ape dengan cepat, lalu terlihat Ape di terbangkan sampai menghancurkan banyak pohon.
Brukkkkk.
Ketiga monster level Titan, terkejut. Lalu, mereka menjadi biasa kembali. Dragon pun memerintahkan keduanya.
“Bantu Ape, kalahkan orang itu,” ucap Dragon.
Eagle dan Slime dengan cepat melesat ke arah Theo. Kemudian, mereka melihat bahwa Ape sudah berdiri.
“Ape, kita akan bertarung bersama,” ucap Slime, kemudian Ape mengangguk. Lalu, mereka menatap ke arah Theo.
Mereka bertiga menatap dalam ke arah Theo, mencari celah yang bisa membuat Theo kalah.
“Oh, sekarang ada 3 monster level Titan,” ucap Theo, kemudian muncul pedang berwarna merah.
Pedang tersebut bersinar, lalu meredup kembali. Theo tersenyum melihat respon dari pedang miliknya.
“Sepertinya aku harus serius,” ucap Theo, namun dia bukan panik melainkan dia tersenyum senang.
Theo memejamkan matanya, kemudian membuka dan menatap ke arah 3 monster level Titan dengan serius dan tajam.
Banyak pasukan, mereka sekarang berfikir, ‘ Suhunya menurun, apa yang akan dilakukan oleh Raja.’
“Mari kita mulai, 1vs 3 nya,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1