
[Chapter 46.]
[Desa Rash.]
[Silahkan Dibaca.]
Desa Rash.
Kohta, Rina, dan Tessa bermalam di Desa tersebut. Mereka menginap di sebuah penginapan bernama Grape Inn.
“Desa ini, penuh hal yang menarik,” ucap Kohta, dia tidak berhenti-hentinya kagum dengan tata ruang dari penginapan tersebut.
“Hehehe, semua yang kau lihat bisa kau makan, nanti akan tumbuh kembali,” ucap Rina.
Kohta tanpa malu mencoba memetik anggur yang tergantung di dinding tersebut, dia mengambil dan memakannya.
Kohta membelalakkan matanya, dia merasakan rasa manis dalam anggur tersebut, Kohta benar-benar terhanyut rasa tersebut.
“Ini enak,” ucap Kohta, sementara Rina dan Tessa, mereka benar-benar terhibur oleh sikap Kohta yang terkejut.
“Baiklah, ayo kita masuk ke kamar,” ucap Rina, kemudian Tessa dan Kohta mengikuti Rina masuk ke dalam kamar.
Tiba di dalam kamar, Kohta dikejutkan dengan interior kamar tersebut. Rina dan Tessa duduk di tepi tempat tidur.
“Hemm,” ucap Kohta menstabilkan dirinya, untuk tenang. Dia merasa harus benar-benar tenang sekarang.
“Desa ini, pasti menyimpan semacam rahasia,” ucap Kohta, dia sudah tenang dan mulai mencoba salah satu buah di kamar.
“Itu benar, walaupun tempat ini terlihat bagus dan hebat. Tapi, tempat ini bukan sembarang orang boleh masuk,” ucap Rina.
“Orang yang memiliki hati yang baik dan tidak memiliki niat buruk terhadap desa, dapat masuk ke dalam desa ini,” ucap Tessa.
Kohta mendengarkan penjelasan kedua istrinya tersebut, kemudian dia menatap ke arah kaca.
“Apakah semua orang disini, baik semuanya?” tanya Kohta, sementara Rina dan Tessa mengangguk.
“Itu benar, mereka yang tinggal disini, semuanya baik. Aku pernah berkunjung, namun hanya beristirahat sehari,” ucap Rina.
Sementara itu, Tessa mengenang kenangan saat berada di sini bersama beberapa orang-orang miliknya.
‘Ada yang aneh, tapi apa?’ ucap Ryuto dalam hati, dia menyadari ada sesuatu yang terkandung di desa Rash.
‘Oh, kau sampai di desa terkutuk ini ya,' ucap Oda yang baru bangun, dia menaikkan alisnya saat melihat keluar.
‘Apakah kau tahu sesuatu tentang desa ini?' ucap Kohta dalam hati, bertanya kepada Oda.
‘Lebih baik, kau cari sendiri. Petualangan tidak akan menjadi seru, jika kau mendapatkan pengetahuan tempat dari ku,' ucap Oda.
Kohta tertegun, kemudian dia tersenyum dengan bodohnya, Kohta menghela nafas dan berkata.
‘Kau benar, aku yang berpetualang, seharusnya aku menikmati dan menemukan apa yang terjadi,' ucap Kohta.
__ADS_1
Oda yang berada di dalam Kohta, tersenyum mendengar hal tersebut. Dia pun kembali masuk dan mulai tidur.
Kohta berbalik dan melihat kedua istrinya yang sedang berbaring di tempat tidur, lalu Kohta berkata.
“Kalian berdua, ayo kita mandi dulu,” ucap Kohta, sementara Rina dan Tessa menatap ke arah Kohta sambil tersenyum.
“Tempat tidur ini, memiliki fungsi menghilangkan kotoran, membersihkan tubuh dari apapun,” ucap Rina.
“Jadi, saat berada di sini. Kita sama seperti habis mandi,” ucap Tessa, menambahi ucapan dari Rina.
“Baiklah,” ucap Kohta, kemudian dia ikut berbaring di tempat tidur tersebut. Rina dan Tessa, keduanya memeluk masing-masing tangan Kohta.
Mereka bertiga pun tertidur dengan pulas, mereka benar-benar terlihat lelah.
Pagi hari.
Kohta terbangun, dia mulai membuka matanya dan melihat ke arah Rina dan Tessa yang sedang tidur di sisinya.
Rina dan Tessa, merasakan gerakan. Mereka berdua membuka matanya perlahan-lahan, lalu mendapati Kohta yang sudah bangun.
“Pagi,” ucap mereka bertiga bersama, lalu mereka merasakan tubuh mereka sangat segar.
Tok Tok Tok.
“Tuan, Nyonya, makanan sudah siap di bawah,” ucap pelayan penginapan, Rina menjawab.
“Ya, kami akan turun sebentar lagi,” ucap Rina, kemudian pelayan membalas.
“Kalau begitu, saya turun terlebih dahulu,” ucap pelayan, kemudian dia turun ke bawah.
Di luar, mereka turun ke bawah untuk makan di bawah. Sampai di bawah, mereka berjalan menuju tempat yang ada makanan.
Mereka bertiga duduk, lalu mulai memakan makanan yang berada di meja makan tersebut.
Beberapa menit kemudian.
Mereka selesai makan, lalu Kohta membayar makanan tersebut di resepsionis penginapan tersebut.
“Oh ya, apakah disini ada tempat untuk menyewa sebuah gerobak?” tanya Rina, kemudian resepsionis mengeluarkan peta.
“Kalian tinggal kesini, Tuan, Nyonya,” ucap resepsionis tersebut, kemudian menyerahkan peta tersebut.
“Apakah ini untuk kami?” tanya Rina, sementara resepsionis mengangguk sambil tersenyum.
“Setiap pelanggan akan mendapatkan sebuah peta desa ini, Nyonya,” ucap resepsionis tersebut.
“Baiklah, terimakasih,” ucap Rina, kemudian dia berbalik dan berjalan keluar bersama dengan Kohta dan Tessa.
Kemudian, mereka berjalan menuju ke tempat yang sesuai dari peta tersebut.
Tak lama kemudian.
__ADS_1
Mereka bertiga tiba di tempat, menyewa gerobak. Ketiganya masuk ke dalam tempat penyewa tersebut.
Mereka bertiga berjalan ke arah resepsionis penyewa gerobak tersebut, lalu Rina bertanya.
“Kami ingin memesan gerobak beserta kasir untuk pergi menuju ke Kota Sina,” ucap Rina, kemudian Resepsionis mengangguk.
“2 koin emas, gerobak yang akan kalian tumpangi berada di dua dari barat,” ucap resepsionis tersebut.
Rina pun mengeluarkan 2 Koin emas yang sudah diberikan oleh Kohta, kemudian mereka bertiga berjalan ke arah Gerobak.
“Halo, apakah kau yang akan mendampingi kami menuju ke Kota Sina,” ucap Rina, kemudian kasir yang terlihat tua tersebut mengangguk.
“Ya, Nona. Akan kuantar kalian kesana,” ucap Pria Tua tersebut, kemudian Rina dan Tessa masuk ke dalam gerobak.
Sementara itu, Kohta masih berdiri di samping Pria Tua tersebut, Rina yang melihat itu mengerutkan keningnya.
“Kohta, ayo masuk,” ucap Rina, namun Kohta tersenyum dan berkata kepada Rina.
“Aku akan berada di depan bersama dengan Pria Tua ini,” ucap Kohta, naik ke samping Pria Tua tersebut.
Pria Tua yang melihat itu, hanya menunjukkan senyuman berbeda, dalam fikirannya berkata.
‘Menarik.’
Kuda pun di pacu, lalu gerobak pun bergerak menuju ke Kota Sina.
Kohta masih menatap ke arah Desa Rash, dia masih penasaran dengan Desa tersebut, namun dia abaikan terlebih dahulu.
“Kau terlihat penasaran dengan sesuatu, anak muda?” ungkap Pria Tua tersebut, membuat Kohta sedikit terkejut.
“Ya, sedikit penasaran tentang Desa Rash ini,” ucap Kohta, sementara Pria Tua tersebut tersenyum dan berkata.
“Hati-hati, Nak. Rasa penasaran bisa membunuhmu,” ucap Pria Tua tersebut, membuat Kohta sedikit menaikkan alisnya.
Lalu, dia tersenyum dan berkata dengan senyum lebarnya.
“Aku tidak terlalu peduli, aku tidak takut dengan kematian, malah aku senang mati dengan mengetahui, daripada hidup dalam penasaran,” ucap Kohta.
Pria Tua tersebut, tertegun. Dia baru kali ini bertemu dengan seorang pemuda seperti Kohta.
“Namamu siapa, Nak?” tanya Pria Tua tersebut, kemudian Kohta menjawab dengan jujur.
“Kohta Hideoki,” ucap Kohta, dengan bangga. Sementara Pria Tua tersebut, terkejut dan tersenyum misterius.
‘Ternyata keturunan orang itu, Hahaha.’
Kereta pun melaju dengan cepat menuju ke Kota Sina.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.