
[Chapter 33.]
[Perang 3.]
[Silahkan Dibaca.]
Boooommmm.
Gelombang kejut yang besar menyebar ke segala arah, para prajurit dan monster mundur ke tempat mereka masing-masing.
Asap menyebar menghalangi apa yang terjadi di tengah. Kemudian, beberapa saat asap menghilang menampilkan tombak es yang sudah setengah.
Api masih menyala di ujung tombak tersebut, air yang memadamkan menguap seketika. Goblin es, mengayunkan tombaknya.
Wushhhh.
Api pun menghilang, dia kemudian menatap ke arah Sean. Lalu, meraung dengan keras.
Roarrrrrrr.
Goblin es, marah dan dengan cepat berlari ke arah Sean. Saat berlari, Goblin es menciptakan 8 tombak es di udara.
Sean menatap Goblin es berlari ke arahnya, dia hanya tersenyum dan mengepakkan sayapnya.
“Baiklah, waktunya mengakhiri,” ucap Sean, kemudian pedang miliknya dilapisi oleh Kin yang lebih besar.
Muncul api, namun perlahan-lahan api berubah menjadi Magma. Logika darimana, hal tersebut, Author sendiri bingung.
Bushhhhh.
Sean dengan cepat terbang ke arah Goblin es. Kemudian, dia menyiapkan pedang seperti akan menusuk.
Wushhhh.
Goblin es berhenti dengan dadakan, lalu meluncurkan delapan tombak es yang dia buat.
Wush Wush Wush Wush.
Sean tetap tidak peduli, dia hanya semakin menambah kecepatan miliknya, kemudian Sean terlihat seperti meteor.
Bushhhhhh.
Boooommmmm.
Delapan tombak es tepat mengenai Sean tersebut, namun Sean tidak merasakan apapun.
Dia terus menerjang ke arah Goblin es, sedangkan Goblin es, mulai menyilangkan tangannya di depan.
Jlebbbb.
Terlihat lubang di tangan Goblin es, lalu tembus melubangi tempat jantung Goblin es berada.
Sean kemudian menghentikan lajunya, lalu berdiri sambil terbang. Dia tersenyum melihat serangan miliknya.
Brukkkkkkkk.
Goblin es mati dan jatuh di tempat. Sean kemudian, mengalihkan perhatian ke arah Monster yang lainnya. Lalu, dengan cepat menyerang mereka.
Di sisi ke lima Monster tingkat Titan.
Mereka berlima menatap ke arah Kohta dan Sean, lalu mereka memfokuskan tatapan ke arah Kohta.
“Abaikan saja, Naga kecil itu,” ucap salah satu monster titan, yaitu Flame Dragon.
“Ya, kau benar. Kita urus dia belakangan,” ucap salah satu monster Titan, yaitu Water Slime.
“Yang perlu kita perhatikan adalah manusia itu,” ucap salah satu monster Titan, yaitu Great Ape Lightning.
“Hmmm, ahli pedang? Serta dia tidakk memiliki mana, tapi bisa menumbangkan level Huge,” ucap salah satu monster Titan, yaitu Wind Sharp Eagle.
__ADS_1
“Aku akan melawannya,” ucap salah satu monster Titan, yaitu Nature King Wolf.
“Oh, lawan dia Wolf,” ucap Flame Dragon. Sementara Wolf, melesat dengan cepat ke arah Kohta.
Setiap tempat yang dia lewati, akan selalu menjadi rumput dimanapun.
Akhirnya salah satu dari Monster Titan mulai bergerak, target mereka ialah Kohta.
Di sisi Kohta.
Dia yang sedang menyerang berbagai Monster Big dan Huge, tanpa sadar menyadari sesuatu yang berbahaya datang ke arahnya.
Rawrrrrrrr.
Kohta mengalihkan perhatiannya ke arah suara tersebut, namun saat dia berbalik melihat bahaya tersebut.
Tanpa sadar, dia menyilangkan kedua pedangnya di depan.
Dingggg.
Kohta terpental ke belakang, lalu melakukan backflip dan mendarat dengan dorongan ke belakang.
Drrrrr.
Kohta berhenti mundur dan melihat seekor Serigala besar, melebihi dari tembok kerajaan Yunan sendiri.
Serigala tersebut memiliki warna hijau gelap, kemudian sekitar kedua matanya berwarna putih, kemudian di tubuhnya terdapat pola yang sangat aneh.
Kohta memperhatikan serigala tersebut, lalu melihat ke bawah dan menemukan tanaman di sekitar kakinya tumbuh dan menjadi hijau.
“Manusia, aku sedikit terkejut dengan kekuatan mu, walaupun tanpa mana kau bisa mengalahkan level Huge,” ucap Wolf.
“Namun, hidupmu akan berakhir di tanganku, Manusia,” ucap Wolf dengan seringai.
‘Clara, teknik ketiga Seni bunga apakah belum terbuka?,'
‘Oh, sebentar lagi,' batin Kohta, kemudian memandang ke arah Wolf dengan seringai miliknya.
“Hehh, Kau meremehkanku ya,” ucap Kohta, kemudian dia mengubah pedangnya dari Iblis menjadi Serigala.
Sekarang, Kohta memakai pedang bunga dan pedang Serigala. Kenapa dia memilih pedang Serigala, jawabannya adalah Skill pasifnya.
[Wolf Slayer.]
[Kekuatan serangan meningkat 10x. Di saat melawan Serigala.]
Lalu, Kohta melapisi kedua pedangnya dengan Ken dan Kin, kekuatan kedua pedang menjadi lebih karena gabungan keduanya.
Wolf yang melihat itu, menjadi menajam. Sebab, dia bisa merasakan bahaya dari pedang serigala yang di pakai Kohta.
Kemudian, dia akhirnya tahu. Lalu, dia meraung dengan marah.
“Manusia tercela, beraninya kau membunuh banyak serigala, matilah,” teriak marah dari Wolf.
Dia melesat dengan cepat ke arah Kohta, sementara Kohta tenang seperti air. Dia benar-benar memasuki kondisi fokusnya.
Kohta menatap ke arah Wolf, lalu dia menyilangkan kedua pedangnya ke samping.
Dingggggg.
Kali ini, Kohta tidak terpental. Melainkan dia berdiri kokoh tanpa bergeming sama sekali.
Wolf melihat itu terkejut, lalu dia menyeringai. Kemudian, Wolf mundur dan menyerang kembali.
Namun, Kohta sudah mengeksekusi teknik miliknya, “12 langkah.”
Boommm.
Serangan cakar Wolf mengenai tanah tempat Kohta sebelumnya.
__ADS_1
Kohta muncul tepat di bawah Wolf, kemudian dia mengayunkan pedang serigala ke arah perut Wolf.
“Tebasan,” ucap Kohta. Kemudian, dia menebas dan menghilang kembali. Lalu, muncul di punggung Wolf.
Wolf yang merasakan tubuhnya di gores, dia memandang ke bawah, namun dia merasakan waspada pada punggungnya.
Wolf pun berguling ke arah samping, dia mendapati Kohta yang sedang terbang di tempat Wolf sebelumnya.
Kohta menghilang kembali, dan muncul tepat kaki depan dari Wolf.
“Tebasan mawar,” ucap Kohta, kemudian dia menebas kaki dari Wolf.
Tringgg.
‘Keras,' batin Kohta, lalu dia menghilang dan muncul sedikit jauh dari Wolf. Sementara itu, Wolf menatap ke arahnya dan berkata.
“Kau melakukan apa sebenarnya, Manusia,” teriak Wolf, dia hanya merasa seperti di gigit semut di tubuhnya.
Wolf memandang sengit ke arah Kohta, kemudian dia menggetarkan tanah di kakinya.
Boom.
Berbagai tanaman merambat dengan cepat ke arah Kohta.
Sementara itu, Kohta berlari sambil mengayunkan pedangnya, terus-menerus.
Boom Boom Boom Boom Boom Boom.
Kedua serangan tidak berhenti, tanaman yang sudah terkoyak akan terganti dengan tanaman lain, sementara proyektil tebasan akan terus berdatangan menghalangi tanaman tersebut.
‘Musuh ini, sebenarnya kurang cocok. Karena aku tidak memiliki api, tunggu api,' batin Kohta, akhirnya dia sadar bahwa memiliki Elemen Api.
Kohta lalu mengubah elemen Ken menjadi Api, kedua pedangnya berkobar api yang berwarna biru.
‘Heh, jadi Aura mempengaruhi Elemen,' batin Kohta, lalu berhenti dan berbalik maju menerjang tanaman tersebut.
Kohta melesat maju dan terus mengayunkan pedangnya, kobaran api biru membakar seluruh tanaman tersebut.
Wolf yang melihat itu, menjadi kesal. Lalu, dia memusatkan energi di dalam mulutnya. Kemudian, dia membuka mulutnya.
“Terima ini,” ucap Wolf, kemudian sebuah sinar berwarna hijau melesat ke arah Kohta.
Bushhhhh.
Kohta yang melihat itu, segera berhenti lalu mengayunkan kedua pedangnya ke atas.
Boommm.
Sinar cahaya lurus tersebut berbelok menuju ke atas dan meledak di atas.
Wolf menatap ke arah Kohta, lalu dia menyeringai yang membuat Kohta sedikit terkejut dan waspada.
Namun, Kohta terlambat. Dia dililit oleh berbagai tanaman dan menutupi tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya.
“Kena kau,”
Wolf mendekat, sementara Kohta merasakan tubuhnya semakin lemah, dia akhirnya paham bahwa tanaman mengandung racun pelumpuh.
Kohta menatap ke Wolf dengan tegas dan tajam, sebelum mendengar suara notifikasi sistem.
[Selamat, Teknik Bilah Bunga didapatkan.]
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1