
[Chapter 18.]
[Pingsan.]
[Silahkan Dibaca.]
Di arena Guild.
“Seni iblis – Tebasan kegelapan.” Ucap Kohta, kemudian mengayunkan pedangnya dengan cepat. Lalu, muncul sebuah proyektil tebasan berwarna hitam.
Booommm.
Wushhh.
Proyektil tebasan tersebut menghancurkan pusaran milik Guildmaster, angin berpencar ke seluruh arah, Nana yang melihat hal tersebut, segera berteriak.
“Semuanya, menunduk.” Ucap Nana dengan keras, mereka semua segera menunduk dan bersembunyi di balik kursi penonton.
Wushhh Wushhh Wushhh Wushhh.
Perlahan-lahan, angin mulai menghilang. Saat, angin menghilang, semua orang berdiri dan melihat ke arah arena pertandingan.
“Tidak mungkin, bukan.” Ucap orang Guild acak.
“Guildmaster kalah.” Ucap orang Guild acak lainnya. Sementara, Nana dia benar-benar terkejut melihat Guildmaster terduduk penuh luka di tempat.
Sementara itu, Kohta berdiri pingsan di tempat. Semuanya terkejut melihat hal tersebut, mereka benar-benar terpana dengan Kohta.
“Dia pingsan sambil berdiri.” Ucap orang Guild acak.
“Orang ini, benar-benar tidak normal.” Ucap orang Guild acak lainnya. Rina, yang melihat itu, segera menggunakan sihir angin agar dia bisa cepat sampai di dekat Kohta.
Wushhh.
“Kohta.” Ucap Rina, lalu memegang Kohta dan membaringkan tubuhnya di bawah. Kepala Kohta di taruh di Paha miliknya.
“Syukurlah, kau hanya pingsan.” Ucap Rina, memeriksa keadaan Kohta sembari mengelus rambut milik Kohta tersebut.
Rina tersenyum, melihat Kohta tertidur dengan senyum senangnya. Lalu, Guildmaster berjalan ke arah mereka berdua dengan luka tebasan dimana-mana.
“Bocah ini, sungguh kuat. Hahahaha, Nana berikan dia peringkat D. Dia tidak cocok untuk peringkat F maupun E.” Ucap Guildmaster. Semuanya juga mengangguk setuju.
Mereka berfikir, Kohta sebenarnya cocok di peringkat C maupun B, namun pasti akan rasa iri. Jadi mereka paham maksud Guildmaster memberikan peringkat D untuk awalan, mereka menjadi semakin mengagumi Guildmaster.
Namun, di sisi Guildmaster. Dia memberikan Kohta Peringkat D karena Kohta melukainya. Dia merasa harga dirinya telah dijatuhkan oleh tanpa mana, namun dia juga senang dengan kehadiran Kohta.
Sungguh Guild yang aneh, anggota dan Guildmasternya sendiri tidak bisa satu arah. Author sendiri tidak tahu bagaimana bisa Guild tersebut menjadi aneh.
__ADS_1
“Oi, kalian bawa Kohta ke rumah sakit.” Ucap Grandmaster menatap ke arah para anggota guild, lalu para Hunter pun turun dan mengambil tandu, kemudian mengangkat Kohta menuju ke rumah sakit Guild.
Rina mengikuti Kohta yang di bawa menuju ke Rumah sakit. Guildmaster juga pergi ke rumah sakit, dengan bantuan Nana.
Lalu, disisi lain.
Di sebuah jalan yang sepi, terdapat sosok Iblis yang membawa sebuah tubuh manusia. Tubuh tersebut, terlihat familiar. Tubuh tersebut, tak lain tak bukan adalah Thomas.
“Kahahahaha, akhirnya aku mendapatkan subjek untuk percobaan.” Ucap sosok berbentuk Iblis tersebut. Kemudian, terbang ke atas langit sambil membawa tubuh Thomas tersebut.
Lalu, jalan yang sepi tersebut berubah menjadi jalan yang terdapat 5 mayat pasukan disana.
Di sisi Iblis, dia terbang sambil membawa Thomas yang terlihat tidak sadarkan diri, entah dia mati atau pingsan.
“Aku akan mengambil darah orang ini, kemudian persiapan selesai, Ahhh aku tidak sabar untuk menunggu kebangkitannya.” Ucap Iblis tersebut dengan wajah yang tidak sabar.
Lalu, Iblis tersebut melesat dengan cepat menuju ke pusat hutan, yaitu gua tempat dia dulu tinggal.
Di sisi sebuah Mansion.
“Apa kau bilang, Thomas menghilang. Selidiki apa yang terjadi.” Teriak orang tersebut, kemudian duduk dan menatap ke arah Kerajaan dengan ekspresi marah.
“Pasti, karena J*lang itu penyebabnya. Sebentar lagi, Kerajaan ini akan hancur oleh serbuan Monster. Kemudian, aku akan memperbudak Ratu dan J*lang itu, hahaha.” Tawa orang tersebut.
Sementara, pelayan di Mansion tersebut mereka benar-benar takut dengan Tuan mereka. Kecuali, satu pelayan yang tersenyum saat mendengar tawa Tuannya.
‘Sebentar lagi, kau akan binasa Higurd.’ Batin pelayan tersebut, kemudian keluar dari dapur dan melemparkan sebuah kertas ke langit.
Lalu, pelayan tersebut melepas seragamnya dan berganti dengan pakaian serba hitam dengan sebuah pedang pendek di pundaknya. Kemudian, pelayan tersebut menghilang dari tempat.
Di sisi lain, tepat malam hari.
Guild Hunter.
Di rumah sakit, Kohta yang sedang terbaring perlahan-lahan membuka matanya. Lalu, melirik ke arah kanan dan kiri.
Lalu, pandangan Kohta berhenti dan tertuju terhadap Rina yang tertidur di dekatnya. Kohta tersenyum, lalu mengangkat Rina yang tertidur, dan membaringkan di sampingnya.
Kemudian, Kohta mencium kening Rina. Lalu, Kohta menutup matanya kembali dan memeluk Rina dengan senang.
Pagi hari.
Kohta terbangun terlebih dahulu, kemudian melihat ke arah Rina yang masih tidur. Namun, perlahan-lahan Rina membuka matanya.
“Selamat pagi.” Ucap Kohta, sambil tersenyum. Sementara Rina, dia benar-benar terkejut lalu segera duduk, kemudian melihat bahwa dia tidur di kasur.
“Kenapa aku berada disini, bukankah aku duduk disana.” Ucap Rina, sambil menunjuk ke arah tempat duduknya semula. Kohta tidak menjawab melainkan menarik dan memeluk Rina.
__ADS_1
“Kyaaa.” Teriak Rina terkejut, saat ditarik oleh Kohta. Namun, dia akhirnya sadar sepenuhnya bahwa Kohta sudah sembuh.
“Hangat, entah kenapa aku suka memelukmu Rina.” Ucap Kohta, membuat Rina sadar bahwa dia dipeluk oleh Kohta, wajahnya sekarang benar-benar memerah.
Kemudian, sebelum Rina menjawab. Pintu terbuka dengan keras.
Brakk.
“Apa yang terjadi, Rina?.” Ucap Nana, yang masuk ke dalam ruang rawat Kohta tersebut. Kemudian, dia melihat Kohta memeluk Rina. Lalu, Nana tersenyum canggung, kemudian berkata.
“Maaf, telah menganggu.” Ucap Nana, lalu menutup pintunya kembali. Kemudian, di luar Nana berteriak dengan kencang.
“Kyaaa, Rina-chan sungguh berani.” Teriak Nana, sambil berlari keluar dari tempat tersebut. Sementara Rina, dia benar-benar malu dan wajahnya memerah seperti tomat.
Blushh.
Asap putih keluar dari atas kepalanya, kemudian menatap ke arah Kohta untuk cemberut, namun dia tanpa sadar saat berbalik, Kohta dengan cepat mencium bibir Rina.
Cup.
“Selamat pagi, kau belum membalas salamku, Rina.” Ucap Kohta, sedangkan Rina tertegun, dia benar-benar lengah sekarang. Kemudian, dia membalas dengan malu.
“Selamat pagi, sayang.” Ucap Rina, wajahnya memerah dan itu terlihat imut bagi Kohta. Lalu, Kohta duduk dan turun dari tempat tidur.
“Ayo, hari ini kita ambil misi.” Ucap Kohta, sementara Rina dengan semangat mengangguk, namun langsung khawatir.
“Kamu sudah benar-benar sembuh?” ucap Rina, sedangkan Kohta mengangguk. Lalu, menatap ke arah Rina dan menjawab.
“Aku sembuh, jangan lupa fisikku lebih kuat dari orang lain.” Ucap Kohta, kemudian memasukkan pedang Iblis ke penyimpanan.
‘Clara, apa kabar.’
[Baik, Kohta. Hari ini ada misi aktif Kohta.]
‘Hmm, misi. Buka, misi tersebut Clara.’
[Misi dipicu.]
[Ambil 1 quest di Guild.]
[Hadiah : kenaikan System + penyempurnaan System.]
[Hukum : System akan menghilang.]
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.