
[Chapter 26.]
[Pelatihan.]
[Silahkan Dibaca.]
Sebuah tempat di bukit, terdapat 4 orang yang yang berada disana. Bukit tersebut terdapat sebuah rumah kecil, namun bersih.
"Kita sampai," ucap Kakek tua, sementara Kohta, Rina, dan Elf yang dibawa Kakek tua tersebut, mereka bertiga terkejut. Lalu memandang ke arah sekitar.
Mereka melihat bahwa mereka berada di sebuah tempat yang tidak diketahui, sepanjang mata memandang mereka hanya melihat pohon hijau di bawah.
"Kita berada dimana?" ucap Rina dia benar-benar terpana dan terpesona dengan pemandangan yang dia lihat. Kakek tua yang mendengar itu, menjawab.
"Kalian berada di bukit Alra, bukit yang berada di perbatasan antara Yunan dan Alman," ucap Kakek tua tersebut. Kemudian, dia berjalan masuk ke dalam rumah.
Kohta, Rina, dan Elf masih memandang sekitar. Mereka melupakan emosi mereka saat dipaksa oleh Kakek tua tersebut.
"Baiklah, kalian pakai ini," ucap Kakek tua yang baru keluar dari rumahnya. Dia membawa semacam gelang, lalu dia memberikan kepada Kohta, Rina dan Elf.
Ketiganya terkejut saat memegang gelang tersebut, di dalam fikiran mereka 'gelang ini berat.'
'Clara, apakah gelang ini sama dengan milikmu,' ucap Kohta dalam hati.
[Menjawab, tidak. Gelang itu hanya memiliki satu ukuran, sementara gelang dari sistem bisa menentukan ukuran.]
'Jadi begitu, baiklah,' batin Kohta, kemudian memasang gelang tersebut ke dalam tangannya. Rina dan Elf juga memasang gelang tersebut.
"Ini adalah menu latihan kalian, setiap pagi. Kemudian, saat siang hari Kohta akan menebang pohon, sementara para gadis menata kayu yang sudah ditebang," ucap Kakek tua tersebut.
"Baik, guru," ucap mereka bertiga, entah kenapa mereka merasa bahwa Kakek tua tersebut, tidak buruk untuk menjadi guru.
Kakek tua tersebut mengangguk, lalu dia memperkenalkan dirinya, "Panggil aku Kakek Shi,"
Kohta, Rina, dan Elf tersebut mengangguk. Kohta dan Rina menatap ke arah Elf. Sementara itu, Elf yang menyadari tatapan keduanya, dia lupa bahwa belum memperkenalkan dirinya.
"Mohon maaf, Tuan dan Nyonya. Namaku adalah Tessa," ucap Elf tersebut yang bernama Tessa. Dia memperkenalkan diri sambil menunduk dengan tubuh gemetar dan takut.
Kohta dan Rina tersenyum, lalu Rina datang ke Tessa kemudian memeluknya. Tessa terkejut dengan Rina yang memeluknya. Kemudian, Tessa mendengar ucapan Rina.
"Kamu bukan budak, melainkan keluarga bagi kami, walaupun nanti kamu menjadi pelayan di rumah kami," ucap Rina.
Sementara itu, Tessa benar-benar terkejut, tanpa sadar air mata keluar dari matanya membasahi pipinya. Dia memeluk Rina dengan erat dan menangis dengan keras.
__ADS_1
"Huaaaa, terimakasih Nyonya," ucap Tessa, dia benar-benar bersyukur dibeli oleh Kohta dan Rina. Dia tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi padanya jika dibeli oleh orang lain.
Beberapa menit kemudian, Tessa telah pulih dan melepaskan pelukannya. Dia menunduk malu, karena sudah mengotori pakaian Rina.
Sementara itu, Rina yang melihat Tessa malu karena dia telah mengotori pakaiannya, Rina hanya membaca sihir.
"Clean," ucap Rina, seketika pakaian yang dia pakai bersih kembali. Itu adalah sihir dasar yang paling dibutuhkan oleh setiap orang. Kohta menatap mereka, lalu sudut mulutnya terangkat.
'Aku harus menjadi lebih kuat, agar bisa melindungi mereka berdua,' batin Kohta, dengan mata yang penuh tekad dan semangat yang tinggi.
[Kohta pasti bisa, segeralah tembus batasmu, agar Sistem benar-benar memiliki fungsi tinggi.]
'Tinggal satu, hari ini pasti bisa, Clara,'
[Akan kutunggu Kohta.]
Kohta, segera memulai sesi pelatihan yang diberikan kakek Shi tersebut. Dia melihat daftar pelatihan miliknya, lalu mulai berlatih.
Begitu pula dengan Rina dan Tessa, mereka berdua juga melihat daftar pelatihan mereka, kemudian keduanya mulai berlatih.
Kohta memiliki pelatihan fisik, yaitu berlari keliling halaman depan rumah Kakek Shi tersebut, halaman depan milik Kakek Shi lumayan luas.
Kohta berlari dengan penuh tekad, walaupun dia terlihat begitu banyak keringat keluar dari tubuhnya, baju yang dia pakai basah.
Di sisi Rina dan Tessa, mereka berdua duduk lotus dan menyerap energi Kin, namun sedikit berbeda.
Mereka berdua, memiliki pelatihan yang mengharuskan mereka untuk membentuk sebuah roh dalam diri mereka.
Rina harus bisa membentuk roh Phoenix es, sementara Tessa harus bisa membentuk roh Tipe tanah.
Mereka berdua terus membentuk roh di dalam tubuhnya, menurut pelatihan dari Kakek Shi, dengan membentuk roh, maka mereka bisa naik ke tingkat Aura kedua Ohma.
Dijelaskan bahwa, Ohma memiliki kekuatan mirip dengan Ken, namun perbedaan dari keduanya adalah Ken harus menggunakan pedang sementara Ohma harus memiliki mana, walaupun sedikit.
Sore hari, Kohta selesai melakukan latihan fisik, kemudian dia duduk lotus dan ikut menyerap Kin.
Namun, Kohta menyerap bukan untuk membentuk roh, melainkan membantu roh miliknya yang sekarat.
Mereka terus berlatih sampai 2 minggu berlalu, Rina dan Tessa sudah membuat roh walaupun terlihat masih bayi, sementara Kohta hanya bisa menyembuhkan sedikit.
"Aku berhasil, roh Phoenix es terbentuk," ucap Rina, karena tubuhnya memiliki essense Phoenix es tersebut, jadi paling cocok untuk rohnya adalah Phoenix es tersebut.
"Aku juga, serta roh ku adalah Golem," ucap Tessa, roh yang dia miliki adalah Golem. Sebuah monster batu yang besar dan kuat, baik itu pertahanan maupun serangan.
__ADS_1
"Aku hanya menyembuhkan sedikit," ucap Kohta, walaupun dia menyembuhkan sedikit, tapi dampaknya besar.
Kohta terlihat bisa mengendalikan Kin dengan leluasa, berat yang dia bawa juga sudah terbiasa.
Kemudian, Kakek Shi keluar dan melihat mereka bertiga, lalu dia tersenyum dan berkata.
"Sepertinya, waktunya untuk kalian belajar apa itu, Ohma dan Ken," ucap Kakek Shi, kemudian dia berjalan ke sebuah batu yang berada di depan rumahnya.
Kakek Shi hanya mengayunkan tangannya, kemudian batu tersebut terpotong rapi.
Slashh.
Boommm.
Kakek Shi kemudian duduk di batu yang sudah halus tersebut, sambil memandang ke arah ketiga muridnya.
Kohta, Rina, dan Tessa, mereka benar-benar terkejut dan tertarik. Terutama Kohta, dia memiliki bintang di matanya.
Kakek Shi tertawa melihat ekspresi ke tiga muridnya, kemudian dia mengulurkan kedua tangannya, lalu memunculkan sebuah energi berwarna putih dan hijau.
Kohta, Rina, dan Tessa benar-benar penasaran dengan kedua energi tersebut.
Saat mereka dekat dengan putih, mereka merasakan kenyaman, namun saat mereka mendekati hijau, mereka merasakan kedamaian.
Mereka benar-benar penasaran, bagaimana energi bisa mempengaruhi sifat. Lalu, Kakek Shi berkata dengan tenang.
"Akan ku jelaskan apa itu kedua Energi ini," ucap Kakek Shi. Mereka bertiga mengangguk.
"Yang berwarna putih ini bernama dengan Ken, sementara yang Hijau ini bernama Ohma," ucap Kakek Shi.
Ketiganya mengangguk dan mendengarkan dengan serius. Kakek Shi tersenyum, lalu dia melanjutkan.
"Ohma adalah energi yang dimiliki setiap pengguna mana, namun itu tidak banyak orang yang tahu," ucap Kakek Shi.
"Sementara Ken dimiliki oleh pengguna fisik dan pedang, jika mereka membuka tingkat pedang selanjutnya, mereka akan membuka Aura Kenryu,"
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1