Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 75


__ADS_3

[Chapter 75.]


[Excalibur.]


[Silahkan Dibaca.]


Negeri Elf bagian barat.


Rina keluar dari gua, dia melihat ke depan dan menemukan Kohta yang sedang tersenyum menghadap dirinya.


Rina dengan cepat melesat ke arah Kohta dan memeluknya dengan senang dan erat, dia benar-benar senang selepas menemukan harta tersebut.


“Selamat sayang,” ucap Kohta, membuat Rina senang. Mereka saling berpelukan satu sama lain.


Mereka selesai berpelukan dan menatap satu sama lain, kemudian mendekat dan saling berciuman satu sama lain.


Cup.


“Sekarang giliran ke timur, tempat kau merasakan hal yang sama denganku, sayang,” ungkap Rina, Kohta mengangguk.


Mereka kemudian berjalan bersama menuju ke arah timur, mereka berjalan sambil memegang tangan satu sama lain.


“Bangunan disini memiliki tulisan yang sangat berbeda dari kota-kota yang pernah kita singgahi.”


Kohta melihat-lihat tulisan aneh dalam bangunan maupun pohon-pohon, Rina yang mendengar ucapan Kohta, dia tersenyum dan berkata.


“Kalau menurutku, itu adalah tulisan khas Elf sejak dulu, Elf itu bangsa yang terkenal diberkahi, baik itu mana maupun akal fikiran.”


Rina menjelaskan tentang Elf kepada Kohta, sementara Kohta mengangguk dan mencerna seluruh informasi tersebut.


“Artinya Elf unggul diberbagai bidang, dia seperti dua kali lebih kuat dari manusia,” Kohta berkata dengan nada ringan, Rina mengangguk dan melanjutkan ucapannya.


“Walaupun begitu, Elf memiliki kekurangan,” Rina menjeda ucapannya sebentar, Kohta menaikkan alisnya dan berkata.


“Yah, pasti setiap makhluk lebih pasti ada kekurangan sendiri,” Kohta berkata dengan nada sedikit serius.


Rina sendiri menunduk, bukan karena dia yang sakit, melainkan sesuatu dalam dirinya terlihat sakit.


Kohta menyadari tersebut, ketika tubuh Rina menjadi perlahan-lahan dingin, Kohta segera menatap ke arah Rina dengan khawatir.


“Kau tak apa, sayang?” tanya Kohta, kemudian Rina terduduk di tanah dengan satu kaki, sambil berkata.


“Tak apa, hanya saja ada sesuatu yang terjadi dalam alam bawah sadar ku,” Rina menjawab dengan senyum tipis.


Kohta menyadari sesuatu, dia memandang ke arah sekitar dan menemukan bahwa dirinya sudah tiba di tempat tujuan.


“Sayang, kau masuklah. Aku akan mencoba melihat alam bawah sadarku,” Rina berkata dengan nada serius, kemudian dia duduk lotus dan mulai memasuki alam bawah sadarnya.


Kohta yang mendengar hal tersebut mengangguk, kemudian dia melihat ke arah bangunan kuno.


Pintu terbuat batu besar persegi, disana terlihat ada gambar seorang Raja berdiri di sebuah batu dengan pedang berdiri dan menancap di batu.


Kohta merasa tidak asing dengan gambar tersebut, namun dia segera abaikan. Kohta segera memegang pintu tersebut.

__ADS_1


Drrrrr.


Pintu bergeser ke arah atas, kemudian Kohta masuk ke dalam, dia masuk dan merasakan kedamaian dan ketenangan.


Kohta merasakan perasaan aneh dalam dirinya, dia merasakan salah satu pintu di ruang bawah sadarnya sedikit bergejolak.


Kohta tidak merasakan rasa sakit sama sekali, dia merasakan tubuhnya hangat dan nyaman, Kohta mengabaikan terlebih dahulu alam bawah sadarnya.


Dia berjalan masuk dengan perasaan senang dan damai, dia menatap ke arah dinding yang memiliki tulisan aneh.


Dia bisa melihat tulisan tersebut, karena dalam lorong tersebut terdapat cahaya-cahaya yang berterbangan seperti kunang-kunang.


Kohta sedikit penasaran dengan tulisan-tulisan tersebut, dia kemudian meminta Clara untuk menyalin dan menerjemahkan tulisan tersebut.


“Clara, bisakah kau menyalin dan menerjemahkan tulisan-tulisan di dinding, entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang menarik dalam tulisan ini.’


[...]


Kohta terkejut, melihat Clara tidak merespon sama sekali, kemudian dia melihat sebuah panel sistem di depannya.


[Sistem sedang dalam perbaikan menuju ke evolusi selanjutnya.]


[Sistem akan aktif dalam 5 hari kemudian.]


[Fungsi yang aktif : Penyimpanan.]


Kohta terkejut dengan hal tersebut, dia tidak menyangka bahwa Sistem akan melakukan pembaharuan.


“Apakah sebelumnya belum benar-benar tingkat akhir?” Kohta benar-benar bingung dengan artefak tersebut, dia juga bertanya-tanya siapa yang membuat artefak sistem.


Kohta hanya menghela nafas saja, dia mengabaikan tulisan-tulisan tersebut terlebih dahulu.


Dia fokus dengan apa yang berada di ujung lorong tersebut, dia benar-benar merasa tubuhnya semakin santai dan nyaman.


”Sepertinya aku sudah sampai ujung dari lorong,” ungkap Kohta, ketika melihat sebuah pintu besar di depannya.


Pintu tersebut, terlihat seorang Raja dengan memegang pedang lurus tegap, pandangan ke depan dan beberapa orang tunduk terhadap Raja tersebut.


Kohta terfokus di gambar kemudian, dia melihat sebuah cetakan telapak tangan di pintu tersebut.


Dia paham maksud dari cetakan telapak tangan tersebut, kemudian dia mengarahkan telapak tangannya ke cetakan tersebut.


Sringggg.


Pintu bercahaya, kemudian pintu berubah menjadi butiran-butiran cahaya berwarna kuning.


Kohta terkejut, ketika seluruh butiran cahaya mulai mengarah ke dirinya dengan cepat, Kohta seketika tertutup oleh cahaya tersebut, kemudian menghilang dari tempat.


***


Kohta membuka matanya, apa yang dia lihat adalah hal yang benar-benar menakjubkan, dia baru pertama kali ini melihat pemandangan di depannya.


Sebuah padang rumput rendah, dengan sebuah batu persegi panjang tepat di depannya, dia merasakan kedamaian dalam tempat tersebut.

__ADS_1


“Ini, aku berada dimana?” tanya Kohta dengan penuh tanda tanya, dia benar-benar penasaran dengan tempat dia sekarang.


Kohta kemudian melihat ke sekeliling dan jatuh pada sebuah pedang yang memiliki warna emas tertancam di batu persegi panjang tersebut.


“Pedang ini,” Kohta sedikit terkejut, kemudian dia melihat tulisan di depan batu tersebut, dia bisa membaca tulisan tersebut.


{Excalibur.}


{Siapapun yang bisa mengambil pedang ini, dia adalah Kandidat Raja asli, Pedang ini bukan pedang sembarangan, Pedang ini pedang roh yang sangat kuat.}


{Arthur Pendragon : Raja Britania.}


Kohta akhirnya ingat tentang siapa pemilik pedang tersebut, dia segera mengalihkan pandangannya ke Pedang tersebut.


“Kau memanggilku kesini, kau memilih ku untuk menjadi Raja,” ungkap Kohta, dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Pedang Excalibur.


Kohta tersenyum senang, dia kemudian naik ke atas batu persegi panjang tersebut, dia berdiri tepat di depan pedang Excalibur.


Grep.


Sringggg.


Kohta memegang pedang tersebut, seketika pedang bercahaya dengan terang. Kohta mencabut pedang tersebut dengan mudah.


Excalibur kemudian berubah menjadi cahaya kuning dan menghilang dari tempat, tangan milik Kohta muncul simbol Raja.


Kohta tidak bergerak sama sekali, dia seperti menerima sesuatu yang sangat besar dan dia berdiri dengan tenang.


Perlahan-lahan Kohta membuka matanya, kemudian dia merasakan tubuhnya menjadi lebih tenang dan damai.


“Excalibur benar-benar pedang yang menarik, mohon bantuannya Partner,” ungkap Kohta, sambil melihat simbol bercahaya keemasan.


Kohta kemudian dikelilingi cahaya kembali, lalu menghilang dari tempat tersebut.


***


Kohta membuka matanya dan melihat dia kembali di lorong sebelumnya, kemudian dia melihat ke arah pintu sebelumnya dan hanya ada dinding tanah.


“Jadi pintu teleportasi,” ungkap Kohta, sambil mengangguk. Kemudian dia berbalik dan keluar dari lorong tersebut.


***


Alam bawah sadar Kohta.


Terlihat pintu tengah dari ketiga pintu, rantai yang mengikat pintu menghilang, di dalam pintu tersebut, sepasang mata berwarna hijau terbuka.


“Jadi sudah muncul, Raja baru.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2