
[Chapter 68.]
[Berangkat ke Negara Elf.]
[Silahkan Dibaca.]
Di hutan.
Kohta, Rina, Tessa, dan Kansha melesat dengan melompat dari pohon satu ke pohon lain. Mereka melesat dengan cepat menuju ke Negara Elf.
Wush Wush Wush Wush.
Tap Tap Tap Tap.
Kohta mengangkat tangannya, kemudian mereka berempat turun dan berhenti di bawah rumput yang tinggi.
“Kita beristirahat di sini,” Kohta berkata dengan nada ringan, ketiganya tersenyum dan mengangguk.
Kohta mengeluarkan potongan pohon untuk tempat duduk mereka, kemudian mengeluarkan bekal yang di buat oleh para warga Kota Sina.
Kohta membuka bekal dan berisi roti dengan sebuah selai madu berwarna merah, Rina kemudian mengambil roti dan mulai mengoleskan selai ke dalam roti.
“Jadi, ceritakan tentang Negara mu, Kansha,” Kohta berkata sambil menatap ke arah Kansha yang juga sedang menatap ke arahnya.
Kansha yang menatap Kohta, dia mengangguk kemudian mulai bercerita tentang Negara Elf miliknya.
**
Negara Elf.
Negara yang sangat menyukai dengan lingkungan alam, mereka benar-benar menyatu dengan alam.
Rumah yang terbentuk, bukan seperti rumah pada umumnya, mereka membuat rumah dengan pohon sebagai dinding.
Rumah mereka berada pada dalam pohon, mereka mengubah pohon menjadi rumah, lalu membuat jalanan udara dengan sebuah jembatan terhubung satu pohon ke pohon lain.
Pohon yang digunakan untuk rumah bukan pohon sembarangan, pohon harus besar dan kuat, Negara Elf di dirikan oleh leluhur Elf dengan bantuan para spirit.
Leluhur Elf akhirnya menemukan tempat yang memiliki banyak pohon besar dan strategis, akhirnya leluhur Elf mula membuat Negara Elf tersebut.
Negara Elf perlahan-lahan mulai terbentuk, para Elf juga mulai berdatangan. Namun, manusia mulai menganggap Elf adalah langka.
Manusia busuk biasanya akan menculik anak-anak Elf, hal tersebut membuat perang Manusia dan Elf terjadi.
Sampai akhirnya, mereka berdamai. Namun, Iblis mulai ikut dalam perang tersebut, mereka menggunakan wujud manusia dan mulai menculik berbagai Elf.
Pemimpin Elf marah, dia meminta Manusia untuk mengembalikan anak-anak Elf, namun tidak ditanggapi.
__ADS_1
Alhasil Pemimpin Elf menggunakan kekuatan terkuat Elf, spirit of Leaf. Bentrokan kembali terjadi.
Manusia menderita banyak hal, mereka mundur dan muncul beberapa orang menghentikan perang tersebut.
Tiga orang tersebut menyebut dirinya adalah Makhluk atas, hal tersebut awalnya di sangkal sampai Elf dan Manusia menyerang tiga orang tersebut.
Namun, balasan oleh 3 orang tersebut, ialah jentikan jari dan Negara kedua makhluk tersebut hancur lebur.
Negara Elf dan Negara Manusia hancur, hal tersebut membuat mereka akhirnya percaya bahwa tiga orang tersebut ialah orang atas atau bisa dikatakan Dewa bagi mereka.
Tiga orang tersebut kemudian memberitahu kepada Manusia dan Elf, bahwa mereka sebenarnya diadu domba oleh Iblis.
Hal tersebut menyulut kemarahan kedua makhluk tersebut, dengan cepat keduanya bergabung dan menghancurkan Negara Iblis dalam 30 hari berturut-turut.
Banyak Iblis mati mengenaskan, namun ada beberapa Iblis yang berhasil kabur. Hal tersebut disebut Perang Deman pertama.
Selepas perang tersebut, kedua ras menjadi berteman, jika ada manusia yang menculik anggapan pertama, itu adalah Iblis.
Iblis bagi kedua ras tersebut adalah penyebab suatu perang suatu saat nanti, mereka menerapkan hal tersebut sampai generasi sekarang.
**
“Lalu, untuk kasus adikku. Itu karena Kurht mengirim beberapa orang berjubah hitam, dengan lambang sesuai dengan kemarin.”
Kansha terlihat marah saat mengucapkan nama Kurht, Kohta tahu bahwa ada konspirasi yang terjadi di Negara Elf.
Kohta sedikit terkejut, Tessa juga terkejut mendengar Ibunya masih hidup, Rina sendiri bersyukur bahwa Ibu kedua saudarinya baik-baik saja.
“Lalu, Ibumu di bawa kemana oleh Kakekmu?” tanya Kohta, dia ingin mengunjungi sebelum pergi ke alam atas.
“Akademi Kinhart, Akademi yang dibuat oleh kakekku, akademi tersebut adalah akademi terkenal,” ungkap Kansha.
Kohta tersenyum, kemudian dia menatap ke arah kedua istrinya, lalu dia berkata dengan nada tulus.
“Kita mengunjungi Ibu kalian selepas pergi ke Negara Elf,” ucap Kohta, membuat kedua istrinya senang.
Sementara itu, Rina ikut tersenyum namun dalam hatinya dia juga ingin bertemu dengan Ibunya.
Rina tersenyum, namun hatinya sedih. Tessa dan Kansha tahu akan hal tersebut, mereka mendekat dan memeluk Rina.
“Kita juga akan mengunjungi Ibumu nanti,” kedua saudari tersebut berkata dengan nada tulus. Kohta tersenyum dan berkata.
“Ya, kita akan mengunjungi Ibumu, kau beritahu lokasinya nanti dan kita akan mengunjunginya.”
Rina yang mendengar hal tersebut tidak bisa lagi menahan tangisannya, apalagi kehangatan yang diberikan kedua saudarinya.
Kohta tersenyum melihat hal tersebut, dia hanya berfikir, ‘Akhirnya dia melepaskan seluruh beban fikirannya.’
__ADS_1
Kohta benar-benar tahu kondisi hati para istrinya, walaupun dia maniak dalam bertarung, namun dia juga peka terhadap perasaan perempuan.
Kohta melihat bahwa hari juga sudah sore, diapun akhirnya memutuskan untuk berkemah di tempat.
“Kita akan bermalam disini, santai saja aku sudah memasang pelindung agar kita terlindungi,” ungkap Kohta.
Mereka mengangguk, mereka juga merasakan lelah, mereka lelah secara mental, bukan secara fisik.
Kohta kemudian mulai memasak untuk mereka, dia ingin membantu mengembalikan semangat ketiga istrinya.
Hari sudah malam, Kohta juga sudah selesai memasak, dia menghidangkan makanan dan meletakkan di depan ketiga istrinya.
“Makanlah, itu akan membuat kalian lebih baik,” ketiganya mengangguk mendengar hal tersebut, mereka mengmabil makanan tersebut dan mulai makan.
Kohta juga ikut makan, mereka berempat makan bersama di tengah hutan yang terdapat rumput setinggi pohon normal.
Selesai makan, Kohta mulai bersantai, dia menatap ke arah langit-langit dimana bintang-bintang bercahaya cerah.
Ketiga istrinya juga ikut memandang ke atas langit, mereka berempat berbaring di potongan pohon besar tersebut.
“Ingat ini dan tanamkan di hati kalian,” Kohta berkata dengan nada santai namun serius, ketiganya mendengarkan apa yang akan di ucapkan oleh Kohta.
“Apapun yang terjadi, kalian adalah istriku. Aku sebagai Suami kalian akan melindungi kalian, bahkan Dewa menghalangiku, akan kuhancurkan mereka.”
Kohta berkata dengan sangat serius dan bersungguh-sungguh, ketiganya tertegun dan benar-benar merasa senang.
“Jadi apapun masalah kalian, bicaralah. Aku akan membantu kalian menyelesaikannya,” ungkap Kohta, lalu melanjutkan.
“Karena aku adalah Suami kalian.”
Kohta mengakhiri dan mulai memeluk mereka bertiga dalam tidur, dan mencium kening mereka satu persatu.
Ketiganya merasa hangat, mereka tidak menangis melainkan memeluk Kohta dengan erat.
“Kami mencintaimu, Suami. Jadi apapun yang terjadi padamu, tetaplah hidup untuk kami,” ucap mereka bersama.
“Iya,” Kohta berjanji akan hal tersebut, dia juga paham bahwa selepas menembus alam atas mereka akan abadi secara umur, jadi tidak masalah.
Keempat orang tersebut akhirnya tertidur, hari ini akan menjadi hari yang damai sebelum bencana menyerang dan membuat mereka harus menjadi lebih kuat.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1