
[Chapter 7.]
[Bandit Serigala.]
[Silahkan Dibaca.]
“Jadi, kalian Pangeran dan Putri?.” Ucap Kohta sambil tersenyum. Sedangkan Sean dan Elli tersenyum canggung. Lalu, Sean menjawab.
“Yah, begitulah. Nanti akan kujelaskan di Kereta.” Ucap Sean, kemudian mereka bertiga berjalan menuju ke Kereta dan masuk ke dalam Kereta.
Sedangkan, para Prajurit mengangguk. Lalu, mereka segera menuju ke kuda masing-masing. Sedangkan kusir kuda, mulai menjalankan kuda.
Di dalam Kereta, Kohta menatap ke arah Sean dan Elli. Mereka canggung, karena mereka tidak memberitahu identitas asli mereka, kepada Kohta.
“Ehem, jadi akan kuberitahu identitas ku. Namaku adalah Sean El Yunan, sedangkan Elli adalah Elli De Smith. Maaf, kalau kami menyembunyikan identitas kami.” Ucap Sean.
Sedangkan Kohta menatap ke arah Sean. Dia mengangguk, lalu tersenyum dan menjawab dengan santai.
“Jadi, apakah aku harus memanggilmu, Pangeran Sean?.” Ucap Kohta. Sementara Sean menggelengkan kepalanya dan menjawab.
“Tidak perlu, kamu adalah temanku. Aku tidak terlalu suka formalitas.” Ucap Sean. Sedangkan Kohta tersenyum dan menjawab.
“Baiklah, serta kenapa kalian, hari ini memutuskan untuk kembali ke Kerajaan?.” Ucap Kohta, sedikit penasaran dengan Sean dan Elli.
“Sebenarnya, kami mengalahkan Iblis di Kerajaan. Namun, itu hanya diketahui oleh para orang Kerajaan.” Ucap Sean. Kemudian, Elli menambahkan.
“Kami pergi ke pondok di dalam hutan, karena kami ingin istirahat saja. Tapi, Ayah atau Raja selalu datang ke rumah kami.” Ucap Elli. Sementara Kohta mengangguk.
Kereta melaju dengan normal. Kohta duduk sambil bersandar dan melihat ke arah luar. Elli dan Sean, mereka melihat Kohta yang memandang arah luar.
“Ada apa, Kohta?.” Ucap Sean penasaran melihat Kohta memandang ke arah luar dengan serius. Kohta bukan fokus luar, melainkan Clara.
[Kohta, di depan akan ada Bandit Serigala. Mereka sedang menunggu, kereta yang Kohta tempati.]
‘Apa kau yakin, Clara?.’
[Benar, Kohta. Sebentar lagi, kereta akan di hentikan.]
Sean memandang Kohta dengan khawatir, begitu juga Elli. Lalu, mereka terkejut saat Kereta berhenti tiba-tiba.
“Apa yang terjadi?.” Ucap Sean bingung, kenapa kereta berhenti tiba-tiba. Elli sendiri menggelengkan kepalanya.
Lalu, Ketua Prajurit datang ke samping Kereta, lalu Ketua Prajurit berkata dengan serius.
“Pangeran, ada yang menghadang kita di depan.” Ucap Ketua Prajurit. Sean sedikit terkejut dengan hal tersebut. Namun, sebelum Sean ingin keluar mengatasinya. Kohta berkata.
“Biar aku saja yang mengatasi mereka, Sean.” Ucap Kohta, sementara Ketua Prajurit sedikit terkejut. Dia terkejut bahwa Pemuda yang tidak memiliki Mana ingin maju.
“Kalau begitu, aku serahkan kepadamu, Kohta.” Ucap Sean. Lalu, Kohta mengangguk dan keluar dari kereta.
‘Apakah Pangeran yakin mengirim Pemuda ini.’ Batin Ketua Prajurit tersebut. Lalu, mengikuti Kohta dari belakang.
__ADS_1
Para Bandit Serigala yang melihat Kohta turun. Mereka tersenyum dengan remeh, bahkan ada yang memandang Kohta dengan jijik.
“Apakah bocah ini, yang kalian bawa?. Betapa buruknya Tuan kalian. Seorang Pemuda yang tidak memiliki mana, Hahahaha.” Ucap Boss Bandit Serigala sambil tertawa diikuti seluruhnya.
“Apakah kalian sudah selesai bicara?.” Ucap Kohta, memandang ke arah para Bandit Serigala dengan datar. Kohta tidak ingin melepaskan gelang miliknya, dia ingin terbiasa bertarung dengan beban.
“Bunuh, bocah itu semuanya.” Ucap Boss Bandit, lalu 10 Bandit Serigala melesat ke arah Kohta. Mereka menggunakan Sihir kecepatan agar mempercepat langkah mereka.
Wuuussshhhhh.
Ke 10 Bandit Serigala, muncul tepat di depan Kohta. Mereka melayangkan Pedang dan kapak ke arah Kohta. Sementara, Kohta yang mengetahui itu, segera mundur dengan tekniknya.
“Original teknik : Sebelas langkah.” Ucap Kohta, mundur 6 langkah jauh. Lalu, melihat Pedang dan Kapak Bandit Serigala sudah dilayangkan.
Kohta dengan cepat menggunakan sisa langkat teknik miliknya untuk maju ke depan. Pedang turun ke bawah, lalu berkata.
“Tarian Pedang.” Ucap Kohta, lalu melayangkan tebasan tepat kepala ke enam Bandit Serigala. Kohta muncul di belakang mereka, sementara ke enam kepala Bandit lepas dari tubuhnya.
Brukkkk.
Boss Bandit dan Keempat Bandit sisanya terkejut, melihat Enam Bandit terbunuh dengan mudah. Ke empat Bandit seketika menjadi takut.
Namun, sebelum mereka ingin meminta ampun, Kohta melesat kembali dan menebas Kepala ke empat Bandit tersebut.
Kohta, menahan rasa mualnya karena ini adalah pertama kalinya dia melakukan pembunuhan. Sedangkan, Boss Bandit yang melihat hal tersebut tersenyum.
“Heh, hanya bocah yang baru membunuh manusia.” Ucap Boss Bandit. Sedangkan, Para Prajurit dan ketua Prajurit terkejut melihat Kohta bisa membunuh 10 Orang. Serta, mereka terkejut bahwa ini pertama kalinya Kohta membunuh manusia.
Lalu, Kohta menenangkan dirinya sebentar. Kemudian, berbalik dan menatap ke arah Boss Bandit yang membawa sebuah Kapak besar dengan motif bunga.
“Sepertinya, Boss terakhir terlihat sulit.” Ucap Kohta merasakan Aura Peringkat Senior tingkat 2. Sementara Kohta baru naik ke Junior tingkat 8.
Kohta menutup matanya, lalu mengambil Haramaki hitam miliknya, kemudian dia ikatkan di keningnya.
“Sepertinya, aku harus serius.” Ucap Kohta. Kemudian membuka matanya dan menatap tajam ke arah Boss Bandit tersebut.
Boss Bandit yang melihat tatapan tajam Kohta, seketika melihat sosok Ungu hitam di belakang Kohta. Boss Bandit sedikit terkejut dan ketakutan muncul dalam hatinya.
“Mari kita mulai.” Ucap Kohta, menyadarkan Boss Bandit tersebut. Lalu, Kohta melesat ke arah Boss Bandit tersebut.
Boss Bandit sadar dan dia melihat Kohta melesat ke arahnya. Boss Bandit, dengan cepat berposisi mengayunkan Kapaknya di belakang.
Saat, Kohta dekat dengan Boss Bandit tersebut. Boss Bandit mengayunkan Kapaknya ke depan dengan cepat dan kuat.
Kohta bisa melihat, hal tersebut. Namun, dia tidak bisa menghindari, hanya bisa menahan Serangan tersebut.
Dingggggg.
Wusshhhh.
Keduanya mundur beberapa langkah. Boss Bandit segera mengayunkan kapaknya kembali secara vertikal. Kohta melihat hal tersebut, menahannya dengan Pedang Serigala miliknya.
__ADS_1
Dinggggggg.
Kohta menahan dan mengembalikan Boss Bandit ke tempat awal dia berdiri. Kohta, tanpa fikir panjang, menggunakan Tekniknya.
“Tarian Pedang.” Ucap Kohta, lalu melayangkan tusukan ke arah Boss Bandit. Sementara Boss Bandit, menahan dengan Kapaknya.
Ding Ding.. Ding Dingg.. Ding.. Srattt.
Namun, Kapak tersebut hanya bisa menahan ke lima serangan saja. Serangan ke enam dari Kohta, tepat mengenai lengan dari Boss Bandit.
Melihat dia terkena tusukan. Boss Bandit memerah marah. Lalu, Boss Bandit mundur beberapa langkah.
“Bocah Sia*an, rasakan kemarahanku. Jack si Serigala.” Ucap Boss Bandit. Lalu, dari Kapaknya muncul sebuah Api.
“Rasakan ini, Bocah.” Raung Boss Bandit. Kemudian, dia berputar dengan kapaknya. Boss Bandit tersebut berputar terus menerus. Sampai terlihat ada Angin topan Api.
Kohta melihat itu sambil tersenyum. Para Prajurit dan Ketua Prajurit, semakin ketakutan. Ketua segera menuju ke Kereta.
“Oh, kita akan mengakhirinya kah.” Ucap Kohta, lalu mengambil nafas dalam, kemudian membuangnya.
Kohta mengangkat pedangnya lurus ke atas. Kemudian, perlahan-lahan Pedang turun lurus kanan. Lalu, kembali ke atas, dengan lurus kiri.
“Keterampilan Lembut : Tarian Bulan.” Ucap Kohta, lalu terlihat siluet banyak pedang melingkar seperti Bulan.
Kohta memegang Pedang dengan kedua tangannya. Lalu, melihat Pusaran Api berjalan ke arahnya. Kohta mengeluarkan nafas dan masuk ke dalam Mode nafasnya.
Dia bisa melihat Nafas api yang menyala-nyala. Lalu, Pusaran tersebut sudah tepat di depan Kohta. Segera, Kohta mengayunkan pedangnya secara Vertikal.
Sringggg.
Slasssshhh.
Pusaran api tersebut hilang dan terlihat Boss Bandit tertebas lurus atas dan bawah. Sementara, Kohta berada di belakangnya dengan baju yang hangus terbakar.
“Ugh.” Ucap Kohta, mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. Sementara Boss Bandit terjatuh tak bernyawa di tanah.
[Selamat, Tuan mengalahkan Senior Tingkat 2.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Pedang Rose.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Pra-keterampilan Bunga.]
[Selamat, Tuan mendapatkan 5 Perak.]
[To be Continued.]
Info : Keterampilan kuubah jadi Seni guys.
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.