Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 95


__ADS_3

[Chapter 95.]


[Pertempuran akhir.]


[Silahkan Dibaca.]


Pegunungan Avrest, tepatnya sebuah gua yang saling berbeda keadaan lingkungannya. Satu sisi menjadi Es, sisi lain menjadi lahar. Di sekeliling kedua sisi tersebut terdapat dua sosok yang berdiri saling berhadapan satu sama lain.


Sosok itu ialah Kohta dan Snow Ogre. Keduanya saling menatap dengan tajam. Kohta kemudian mengayunkan pedangnya ke depan. Kemudian, Proyektil api beku melesat ke arah Snow Ogre. Proyektil tebasan tersebut sangat besar.


Wushhhhh.


Ogre melihat hal itu, dia mengayunkan pemukul miliknya dengan keras ke Proyektil tebasan tersebut. Ayunan Ogre sangat kuat, bahkan pemukul yang besar itu terlihat sangat ringan bagi Ogre.


Booommmm.


Proyektil api hancur, namun api terlihat masih menyala di pemukul milik Ogre tersebut. Lalu, Kohta melesat ke arah depan dengan cepat. Dia melompat dan menebas Ogre secara vertikal, namun Ogre mundur beberapa langkah dan mengayunkan pemukul miliknya.


Wushhhh.


Kohta yang gagal melancarkan tebasan, merasakan bahaya dari samping kirinya. Dengan ringan, dia berputar dan mengarahkan pedang Arsta ke arah bahaya tersebut, yang tak lain ialah pemukul bulat milik Ogre.


Trinngggg.


Kedua senjata berbenturan dengan keras. Kohta merasakan bahaya kembali dari arah Ogre sebelumnya. “12 Step.” Pemuda itu menghilang dari tempat. Kemudian, muncul di depan Ogre. Lalu melihat ke arah bahaya tersebut.


Wushhhh.


Sebuah pukulan besar melesat ke arah tempat Kohta sebelumnya. Pukulan benar-benar kuat dan cepat. Pemuda itu beruntung bisa menghindari tepat waktu, kemudian menatap Ogre dan mulai melancarkan serangan kembali.


Ogre merasakan hawa kehadiran di bawahnya, kemudian menghilang kembali. Lalu, monster itu merasakan bahaya di belakangnya. “Dancing Flame.” Ogre mendengar suara itu, dengan cepat mengayunkan pemukul bola miliknya ke belakang.


Wushhhhh.


Boom Boom Boom Boom.


Ogre sedikit terlambat menahan seluruh serangan tersebut. Banyak tebasan api mengenai dirinya, sementara sebagian tebasan juga mengenai pemukul miliknya. Kohta mendarat ke tanah yang membeku.


 


Namun, saat dia berada di tanah beku tersebut, seketika tanah beku mencair. Bagaimanapun juga Kohta memakai pakaian Samurai Api. Pakaian yang akan membuat es yang berada di sekitarnya akan mencair dengan cepat.


Kohta memandang ke arah Ogre yang terlihat banyak luka. Kohta sendiri terlihat berkeringat. Dia benar-benar mengeluarkan banyak energi, terutama Kin, Ken, dan Ren. Pemuda itu belum bisa mengendalikan Qi sepenuhnya, jadi belum berani menggunakan terlebih dahulu.

__ADS_1


Ogre yang terluka menatap ke Kohta, dia menjadi terlihat bersemangat. Ogre yang terduduk, berdiri dan lingkaran sihir merah muncul tepat di bawah kakinya. Bukan hanya di bawah kakinya, melainkan di pemukulnya juga muncul 2 lingkaran sihir merah.


Kohta melihat hal itu sedikit terkejut, dia mundur beberapa langkah. Wajahnya menjadi serius, api miliknya menjadi lebih berkobar-kobar sekarang, menandakan dirinya sangat bersemangat. Pedang Arsta miliknya dia tempatkan di depannya dengan di pegang dua tangan miliknya.


Bushhhhhhh.


Api biru besar berkobar dengan liar. Lingkaran sihir merah menghilang. Kemudian, terlihat tanah bergetar dengan hebat. Namun, hal itu tidak berpengaruh bagi Kohta tersebut. Pemuda itu benar-benar fokus akan musuhnya.


Swosssshhhhh.


Ogre terlihat di kelilingi oleh asap dingin yang secara tiba-tiba muncul dari tanah. Awan es perlahan memadat dan menciptakan sebuah armor yang terpasang di tubuh Ogre. Bahkan pemukul miliknya juga terlapisi oleh es.


Grooooooo.


Ogre meraung dengan keras, seketika pemukul besar tersebut terangkat. Ogre memposisikan dirinya untuk memukul. Kohta menyadari bahwa Ogre meminta pertarungan terakhir, antara dirinya atau Ogre yang akan kalah dalam serangan terakhir tersebut, itulah yang akan menentukan berakhirnya pertempuran mereka.


Bushhhhhhhh.


Kohta dengan cepat menaikkan suhu dari dirinya. Armor api miliknya menjadi lebih besar dan menyelimuti seluruh tubuhnya, kecuali wajah. Dia sekarang mencoba menggunakan Qi api miliknya, dia menggunakan sedikit agar bisa dikendalikan.


Kohta dan Ogre selesai bersiap-siap, keduanya melesat ke depan dengan sangat cepat. Kohta berkata, “Hideoki art....” Mata pemuda itu, seketika menyala. Ogre dan Kohta tiba di tengah medan pertempuran.


Wussshhhhhhhh


Boooooommmmmm.


Kedua serangan berbenturan sangat keras. Jalan masuk ke gua terlihat terkena efek pertempuran, bahkan luar gua juga terkena efek benturan tersebut. Asap tebal keluar dari gua, menandakan benturan serangan sangat kuat.


Area medan pertempuran terlihat perlahan-lahan, asap menghilang. Kemudian perlahan-lahan terlihat siluet hitam dengan perbedaan penampilan. Satu berdiri dengan tangan memegang pedang yang masuk ke dalam sarungnya. Sementara sosok satunya, besar dan berdiri tanpa bergerak sama sekali.


Krakkkkkk.


Pyarrrr.


Terdengar suara benda hancur, benda itu adalah pemukul milik sosok besar tersebut. Asap menghilang sepenuhnya. Sosok hitam kecil itu ialah Kohta. Api yang menyelimutinya menghilang seketika.


Brukk.


Kohta terduduk dengan satu kaki, dia terengah-engah. Sementara sosok hitam besar yang tak lain Ogre, terlihat terdapat tebasan lurus dari kepala sampai kakinya. Pemukul miliknya tertebas dengan halus.


Brukkkkkkk.


Ogre terjatuh tak bernyawa di tanah, dia benar-benar kalah. Namun, senyum senang tercetak di wajahnya. Kohta benar-benar menaruh rasa hormat kepada Ogre tersebut. Pemuda itu kemudian duduk lotus mengisi seluruh energi miliknya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Kohta selesai mengisi energi miliknya. Namun tidak penuh, karena dirinya harus segera kembali ke dalam gunung berapi kembali untuk memindahkan seluruh isi gunung berapi tersebut.


Sebelum Kohta kembali ke dalam, dia menatap ke arah Ogre yang terbaring tanpa nyawa disana. Kemudian muncul notifikasi sistem yang membuatnya terkejut.


[Selamat, Tuan telah mengalahkan Snow Ogre.]


[Selamat, Tuan mendapatkan elemen Snow.]


[Selamat, Tuan mendapatkan 50 Poin Pedang.]


[Selamat, Tuan mendapatkan 100 Poin Tingkatan.]


[Selamat, Tuan mendapatkan skill Devour.]


[Devour.]


[Skill ini berfungsi untuk melahap makhluk yang telah mati. Pengguna skill ini, hanya akan mendapatkan tingkat fisik hal yang dilahap.]


[Skill ini hanya bisa digunakan 5x sehari.]


[Skill ini juga dapat ditingkatkan.]


Kohta terkejut dengan hal itu. Namun, dia akan melihat sistem nanti selepas memindahkan Area dalam gunung berapi. Dia semakin penasaran dengan perubahan sistem miliknya sekarang. Pemuda itu menatap ke arah Ogre.


Tangan Kohta memegang tubuh Ogre, lalu menggunakan skill Devour miliknya. Seketika tubuh Ogre bergetar dan terdistorsi masuk ke dalam telapak tangan Kohta. Pemuda itu seketika merasakan perubahan yang terjadi pada dirinya.


Kohta duduk lotus, dia bisa merasakan kekuatan besar mengalir dan menguatkan setiap sisi tubuh miliknya. Otot-otot miliknya menjadi lebih kencang dari awalnya, ototnya tidK membesar namun menjadi lebih keras dari sebelumnya.


Kohta melihat kembali tubuhnya, dia benar-benar merasa sedikit terkejut ketika melihat tubuhnya semakin keras. Tenaga miliknya juga kembali pulih dengan cepat. “Skill yang cocok untuk petarung tangan kosong.”


Boom.


Kohta mengayunkan tangannya ke dinding gua, lalu terlihat dinding tersebut membentuk retakan jaring laba-laba. “Sungguh kuat. Dengan begini, aku bisa mendorong pedangku lebih jauh kembali.” Kohta berkata dengan senang.


Selepas itu, Kohta berdiri dan menatap ke arah gunung berapi. “Waktunya memindahkan seluruh gunung berapi, agar ketiga istriku dapat menjadi lebih kuat.” Kemudian Kohta berjalan menuju ke arah dalam gunung berapi kembali.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2