Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 40


__ADS_3

[Chapter 40.]


[Oda Nobunaga.]


[Silahkan Dibaca.]


Alam bawah sadar Kohta.


Terlihat Kohta sangat bersemangat saat melihat orang yang berada di depannya tersebut.


“Pak tua, ceritakan pengalamanmu,” ucap Kohta, memandang ke arah orang tersebut yang mengedutkan keningnya.


“Aku Oda Nobunaga, panggil aku Paman Oda,” ucap Oda tersebut, dengan nada tinggi. Kohta mengangguk dan tidak merasa takut.


Oda Nobunaga, seorang Raja Iblis yang berasal dari Era Sengoku di Jepang. Orang tersebut, menghilang dari Kastil tanpa ada yang mengetahui.


Hal tersebut, menjadi misteri banyak orang sampai era modern pun, Oda menjadi perbincangan hangat.


Banyak yang bilang, Oda masuk Neraka, Oda telah disiksa, Oda pergi ke Isekai, dan lain-lainnya.


“Huh, baiklah. Akan ku ceritakan singkat, apa yang terjadi dulu,” ucap Oda, dia tidak keberatan menceritakan kisahnya.


Kohta matanya berubah berbinar-binar, membuat Oda tersenyum dengan senang.


“Dulu, selepas aku bertarung dengan Banteng Merah, aku kembali ke Kastil ku,” ucap Oda, kemudian mengingat kembali.


Flashback.


Kastil Oda.


Di dalam kastil, tepatnya aula singgasana. Disana hanya terdapat Oda yang sedang duduk, sendirian di Singgasana tersebut.


“Selepas ini, Era Sengoku akan kemenangkan,” ucap Oda, namun selepas itu sebuah retakan muncul di sampingnya.


Oda yang melihat hal tersebut menjadi waspada, dari retakan muncul lubang hitam yang sangat kuat.


“Apa ini?” ucap Oda, dia menahan agar tidak terhisap, namun seberapa Oda berjuang dia tidak bisa menahannya.


“Ahhh,” teriak Oda, dia pun terhisap oleh lubang hitam tersebut, setelah itu lubang hitam menghilang.


Oda yang sudah masuk ke dalam lubang hitam, membuka matanya. Dia melihat area sekitarnya yang berwarna putih.


Oda juga melihat seorang Kakek-kakek di depannya, dengan pakaian serba hitam, dengan sebuah teh di tangannya.


“Kau siapa, Pak Tua?” ucap Oda dengan nada garangnya, sementara Kakek tersebut masih santai dan menjawab.


“Aku adalah Dewa tertinggi, Dewa yang diutus oleh Tuhan untuk menjaga Triliunan Dunia dan Dimensi,” ucap Kakek tersebut.


Oda terkejut, namun dia segera menenangkan dirinya. Dewa menatap ke arah Oda dan mengetuk meja di depannya.


Oda paham, dia pun berjalan dengan gagah menuju ke tempat duduk di samping meja tersebut.


“Minum teh dulu, Oda,” ucap Dewa tersebut, Oda menurut. Dia tidak curiga, karena di depannya adalah Dewa.


Oda meminum teh tersebut, fikiran yang selalu mengganggu dirinya menghilang, digantikan kedamaian.


“Sungguh teh yang menyejukkan,” ucap Oda, membuat Dewa tertawa dengan santai.


“Hohoho, teh itu memang menjernihkan fikiran,” ucap Dewa tersebut, Oda mengangguk benar. Lalu, Dewa yang sudah melihat suasana damai, dia pun berkata.

__ADS_1


“Aku butuh bantuanmu, untuk mengatasi 1 Miliar orang yang lepas dari Neraka,” ucap Dewa tersebut.


Oda sedikit terkejut, kemudian dia memandang ke arah Dewa, lalu dia bertanya dengan serius.


“Jika anda Dewa, kenapa anda meminta saya dengan hal tersebut? Bukankah akan mudah bagi anda, mengatasi hal tersebut?” ucap Oda.


Dewa menggelengkan kepalanya, kemudian dia berkata dengan tenang, namun serius.


“Aku tidak bisa, karena jika aku turun ke berbagai Dunia tersebut, Dunia akan hancur sepenuhnya,” ucap Dewa.


Oda pun paham, dia mulai memegang dagunya dan berfikir, apakah dia menerimanya atau tidak.


Beberapa saat kemudian.


“Aku menerimanya,” ucap Oda, kemudian Dewa pun mengangguk dan berterimakasih kepada Dewa.


Flashback end.


“Jadi, selepas kau menghilang dari Kastil, kau diminta membersihkan 1 Miliar orang yang lepas dari Neraka?” ucap Kohta.


Dia benar-benar senang mendengar hal tersebut, kemudian Oda berkata dengan tenang dan santai.


“Kau benar, 1 Miliar orang selalu berpindah-pindah tempat, aku selalu berkeliling 1 Miliar Dimensi dan 1 Triliun lebih Dunia,” ucap Oda.


Kohta benar-benar terkejut dengan hal tersebut, dia lalu berfikir apakah dunia sebegitu luasnya.


“Kusarankan kau mulai melatih kekuatanmu, Nak, dan juga sekarang ada Dewa rendah yang ingin masuk ke dalam area ku,” ucap Oda.


Kohta terkejut mendengar ucapan dari Oda, kemudian dia mengingat ucapan orang tuanya.


“Ya, kau benar. Dewa kecil ini adalah Ayahmu, Yuuya Hideoki,” ucap Oda, sementara Kohta terkejut.


“Aku sudah bertemu dengan banyak orang, sebenarnya selepas aku menyelesaikan misi dari Dewa itu, aku ingin dinaikkan menjadi Dewa,” ucap Oda.


“Namun, aku menolak hal tersebut. Lalu, dikirimlah aku disini,” ucap Oda, kemudian meminum Sake yang berada di tangannya.


Gluk Gluk Gluk.


“Fyuhhh, Sake dari Dunia Spirit Elite benar-benar enak,” ucap Oda, sementara Kohta masih mencerna ucapan dari Oda.


“Oh ya, kau harus tingkatkan segera Artifak yang diberikan Ayahmu itu,” ucap Oda, membuat Kohta memiringkan wajahnya.


“Artefak Sistem itu, yang melekat dalam dirimu. Itu adalah Artefak tingkat Legend Elite,” ucap Oda.


“Artefak itu akan menjadi rebutan, jika belum digunakan,” ucap Oda, kemudian terlihat Kohta terkejut kembali.


“Sudahlah, segeralah menjadi kuat. Kau belum bisa menggunakan kekuatanku, bahkan belum siap menerima kekuatanku yang sekecil Nano,” ucap Oda.


Kohta mengedutkan keningnya, dia benar-benar merasa seperti semut. Tidak bahkan lebih lemah dari semut.


“Aku akan,” ucap Kohta, kemudian matanya bertekad untuk menjadi kuat. Oda melemparkan Sake yang kosong ke arah Kohta.


“Keluarlah,” teriak Oda, kemudian Kohta menghilang dari tempat Oda. Melihat bahwa tempat sudah kosong, Oda menaikkan sudut mulutnya.


“Akhirnya aku menemukan orang yang menggantikan tugas merepotkan dari Dewa tertinggi, yaitu mencari penggantinya,” ucap Oda.


Kohta tidak tahu apa yang di ucapkan Oda, karena sekarang dia menatap ke arah sebuah langit-langit atap kamar.


“Itu kah? Roh yang berada di dalam diriku?” ucap Kohta, lalu mengangkat tangannya yang terkepal.

__ADS_1


“Oda Nobunaga, seorang Raja Iblis yang terkenal kuat, orang yang mendengar namanya akan bergetar dan jatuh tanpa daya,” ucap Kohta.


Kriekkk.


Kohta mendengar suara pintu terbuka, kemudian terdengar suara barang yang jatuh.


Pranggg.


“Kohta,” ucap sebuah suara perempuan yang tak lain Rina, Kohta yang mendengar itu, segera menatap ke arah Rina yang menangis.


“Hallo, Rina,” ucap Kohta, dengan senyuman. Namun, bukan jawaban yang diterima, Rina segera berlari dan memeluk Kohta.


“Syukurlah, kau baik-baik saja,” ucap Rina, melihat Rina seperti itu, Kohta mengelus rambut Rina.


“Baiklah, baiklah, aku baik-baik saja,” ucap Kohta, sementara Rina mengangguk. Mereka berpelukan dengan erat.


Beberapa menit kemudian.


Mereka sudah melepaskan pelukan masing-masing, terlihat Rina dengan wajah seperti orang yang habis menangis.


“Jadi, aku sudah tertidur berapa hari?“ ucap Kohta, kemudian Rina menjawab pertanyaan Kohta.


“Kau tertidur selama 3 hari,” ucap Rina, kemudian wajahnya yang sedih, berubah menjadi murung.


“Apa yang terjadi?” ucap Kohta, membuat Rina menatap ke arah Kohta dengan gelisah dan khawatir.


Kohta yang melihat itu mengangkat alisnya. Lalu, Rina mulai menjelaskan apa yang terjadi di kerajaan.


“Aku akan dihukum, oleh petinggi kerajaan?” ucap Kohta, kemudian dia melanjutkan ucapannya.


“Apakah itu perintah Raja?” ucap Kohta, sementara Rina menggelengkan kepalanya.


“Lalu, Ratu tidak menghentikan hal tersebut?” ucap Kohta, kemudian Rina berkata dengan sedih.


“Ratu tidak bisa membantu, karena dia entah bagaimana jatuh sakit,” ucap Rina, mendengar hal tersebut wajah Kohta menjadi gelap.


Lalu, mereka mendengar sebuah suara dari seorang prajurit.


“Kohta Hideoki, keluar dan segera menuju ke Aula hukum,” teriak seorang Prajurit. Kohta yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


“Bagaimana mereka bisa tahu, kau sudah sadar?” ucap Rina, dia benar-benar terkejut akan hal tersebut.


Kohta melemparkan sebuah potongan tajam kayu ke arah sudut lemari.


Wushhh.


Jlebbbb.


“Assasin,” ucap Kohta, membuat Rina melebarkan matanya, dia benar-benar terkejut dengan hal tersebut.


Seketika Kohta menyeringai, dia kemudian berkata dengan nada tenang dan tajam.


“Rina, apakah tidak masalah jika kubunuh para petinggi itu?”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2