
[Chapter 60.]
[Bangkit.]
[Silahkan Dibaca.]
Depan gerbang Kota Sina.
Rina dan Tessa memandang ke arah Nightmare, bersama dengan para rohnya. Mereka memandang dengan tatapan tajam dan serius.
Guildmaster melihat hal tersebut terkejut, terutama roh yang dikeluarkan oleh Rina tersebut.
‘Dia benar-benar meningkat sejauh ini kah?’ batin Guildmaster, kemudian dia menatap ke arah Nightmare yang berdiri dengan marah.
Sigmarus dan Kugo bergerak, Sigmarus mengibaskan sayapnya, kemudian membentuk berbagai es berbentuk runcing dan tajam.
“Aku mulai, Kugo,” teriak Sigmarus, kemudian dia mengibaskan sayapnya menjadi lebih keras, seketika es runcing melesat ke arah Nightmare dengan cepat.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Wush Wush Wush Wush Wush Wush.
Nightmare melihat serangan meluncur ke arahnya, dia berdiri dan memegang pedang batu miliknya.
Roarrrrr.
Pedang batu tersebut diayunkan ke depan dengan cepat, proyektil tebasan transparan melesat ke arah es runcing tersebut.
Wushhhhhh.
Boooommmmm.
Es runcing dan proyektil saling bertemu, menimbulkan ledakan dan gelombang kejut yang besar, kemudian gelombang kejut tersebut menyebar ke segala arah.
Wushhh.
Namun, bukan hanya angin biasa, melainkan angin yang sangat dingin menyebar dalam jangkauan gelombang kejut tersebut.
Tessa dan Kugo tidak terlalu terpengaruh, mereka sudah melapisi tubuh mereka dengan Mana. Kugo juga melapisi energi baru kepada Tessa, memastikan agar Tessa juga aman.
Nightmare sendiri, dia merasa tubuhnya bergetar, kemudian api menyala di sekitarnya agar menghindari dingin yang menuju ke tempatnya.
“Kugo, kita mulai,” Tessa berkata sambil menyatukan tangannya ke Kugo. Kemudian mata Kugo menyala, lalu lahar yang berada di sela-sela tangan Kugo bersinar.
Kemudian, lahar perlahan muncul dan melapisi tangan batu milik Kugo, kemudian Kugo berlari ke arah Nightmare.
Nightmare yang melihat itu, dia menyiapkan pedangnya kembali, Nightmare menatap dengan tajam ke arah Tessa dan Kugo.
Roarrr.
Kugo tiba di dekat Nightmare, dia melayangkan pukulan lahar miliknya, sementara Nightmare mengayunkan pedangnya.
Booommmmm.
Kedua serangan bertabrakan, lahar jatuh dimana-mana, Kugo mundur begitu juga Nightmare, keduanya sama-sama imbang.
__ADS_1
Sigmarus tidak tinggal diam, dia mengepakkan sayapnya, lalu terbang ke atas langit tanpa sepengetahuan Nightmare.
Kugo mengayunkan kedua pukulannya kembali ke arah Nightmare, sementara Nightmare terus mengayunkan pedangnya untuk menahan pukulan dari Kugo.
Boom Boom Boom Boom Boom.
Kawah terbentuk di berbagai tempat mereka saling berbenturan serangan, Kugo mundur begitu juga Nightmare.
Nightmare terlihat terluka, karena percikan lahar mengenai dirinya terus menerus, walaupun dia memiliki regenerasi, dia tetap merasakan rasa sakit.
Rooooaaaarrrr.
Raung Nightmare dengan marah, namun raungan terhenti ketika terdengar suara Sigmarus dari atas.
Kyakkkkkkk.
Terlihat Phoenix melesat dengan cepat ke bawah, diikuti sebuah gumpalan es yang sangat besar, dibelakangnya.
“Kugo menyingkirlah,” teriak Sigmarus, kemudian Sigmarus menukik ke atas dan beralih ke belakang gumpalan es besar tersebut.
Sigmarus mendorong dengan kuat gumpalan es besar tersebut, membuat es tersebut melesat lebih cepat ke arah Nightmare.
Kugo yang melihat itu, segera menyingkir dari tempat dan berdiri jauh dari Nightmare, dia meninju ke arah tanah.
Booomm.
Seketika tanah melilit kaki dari Nightmare agar tidak kabur dari tempat, Nightmare meraung dengan marah, karena di jebak oleh Sigmarus dan Kugo.
Rooooaaaarrrr.
Nightmare meraung mengangkat pedang batu miliknya, kemudian memposisikan diri untuk menghancurkan gumpalan es yang besar tersebut.
Gumpalan es besar melesat dan tiba di atas Nightmare, sementara Nightmare sendiri mulai mengayunkan pedangnya.
Namun, Pedangnya tidak bisa digerakkan, Nightmare terkejut, dia menatap ke belakang dan menyadari bahwa Pedangnya di tahan oleh tanah.
Nightmare ingin meraung, namun Gumpalan es besar sudah mengenai dirinya.
Boooooommmmm.
Sebagian hutan seketika berubah menjadi es, begitu juga tanah di dekat tembok dari Kota Sina juga membeku.
Benar-benar pemandangan yang mengerikan, separuh hutan sudah berubah es separuhnya normal.
Kedua roh pun mulai berkumpul bersama, begitu juga Rina dan Tessa. Mereka menatap ke arah Gumpalan es besar tersebut.
“Apakah sudah selesai?” tanya Rina, dia benar-benar terkejut dengan efek yang mereka lakukan.
Tessa juga tidak berharap bahwa efek sebesar itu, sementara Sigma dan Kugo, mereka menatap tajam dan serius ke arah gumpalan es besar tersebut.
“Belum,” ucap keduanya, membuat Rina dan Tessa terkejut, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Nightmare bisa bertahan oleh serangan tersebut.
Sebelum keduanya mau menyangkal, gumpalan es besar perlahan retak, mereka berempat mulai fokus ke retakan.
Krak krak krak krak.
__ADS_1
Retakan semakin menjalar dan terus menerus terjadi, Rina dan Tessa mulai menjadi serius kembali.
Blarrrrr.
Roaaaaaarrrrrr.
Terlihat Nightmare berdiri kembali, namun wujudnya terlihat berbeda dari sebelumnya, Guildmaster yang melihat itu terkejut dan mulai menjadi serius.
“Dia muncul,” ucap Guildmaster, walaupun kecil itu terdengar oleh Sigmarus, Kugo, Rina, dan Tessa.
“Ya, akhirnya terbangkitkan sepenuhnya,” ucap Sigmarus, kemudian dia melihat ke arah Kansha yang masih merapal mantra sihir.
“Tessa, Rina, kalian bantu Kansha dalam merapal mantra sihir tersebut, biar kami yang menahan Nightmare, tidak Nightmare Lord,” ucap Kugo.
Rina dan Tessa terkejut, mereka menatap ke arah Nightmare yang berubah menjadi Nightmare Lord tersebut.
Nightmare Lord, tanduk melebar dan terlihat seperti rambut ke belakang, 3 matanya memunculkan lambang mantra di pupilnya.
Tubuhnya menjadi lebih keras, senjata miliknya bukan lagi pedang batu, melainkan terlihat pemukul dengan duri dimana-mana.
Rina dan Tessa yang melihat itu segera pergi menuju ke tempat Kansha, mereka benar-benar harus menyegel Nightmare Lord tersebut.
“Sigma, biarkan aku terlebih dahulu,” ucap Kugo, Sigmarus mengangguk, kemudian terbang dan mendarat di dekat Guildmaster.
Mata Kugo seketika bersinar, kemudian tubuhnya membengkak, lahar menutupi seluruh tubuhnya.
Tessa melihat itu dan berdoa agar Kugo selamat, namun walaupun Kugo mati, dia akan kembali menjadi roh dan tidur sebentar di tubuh Tessa.
(Note : Roh yang sudah dibentuk oleh pengguna, tidak akan menghilang kecuali pengguna sendiri yang mati.)
Kugo menatap Nightmare Lord, begitu juga Nightmare Lord, dia menatap ke arah Kugo dengan tatapan merendahkan.
Nightmare Lord matanya menyala, lalu dia menyalakan lingkaran sihir di pemukul miliknya, kemudian lingkaran sihir menghilang saat Nightmare Lord mengayunkan pemukul tersebut.
Boooooommmmm.
Gelombang kejut melesat ke arah Kugo, apapun yang dilalui menghilang dalam sekejap.
Kugo melihat hal tersebut, dia tersenyum. Kemudian, lingkaran sihir muncul di tangannya yang sudah berubah menjadi lahar.
Lingkaran sihir menghilang, Kugo mengayunkan tangannya ke arah Gelombang kejut tersebut.
Boooooommmmmm.
Pukulan lahar mengenai gelombang kejut tersebut, mengakibatkan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.
Kugo dengan cepat menelan gelombang kejut tersebut dengan lahar miliknya, dia menatap ke arah Nightmare Lord dengan senyuman.
“Salam yang bagus,” ucap Kugo, kemudian tangannya mulai bercahaya dan lahar semakin memanas.
“Mari beralih ke sesi Pertempuran,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.