Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 08


__ADS_3

[Chapter 8.]


[Sampai di Kerajaan Yunan.]


[Silahkan Dibaca.]


Kohta tersenyum melihat, hadiah yang dia dapatkan. Lalu, dia menatap ke arah Boss Bandit dan berkata.


“Kau adalah lawan yang lumayan. Namun, karena kau memiliki sifat buruk. Hal itulah, menuntunmu ke dalam keburukan. Selamat tinggal, jika kamu dihidupkan kembali, jadilah orang yang baik.” Ucap Kohta berjalan melewati Boss Bandit yang sudah mati.


Para Prajurit yang melihat Kohta. Segera menunjukkan rasa hormatnya, mereka tidak bisa menganggap remeh Kohta.


“Kita bisa lanjut kembali, Pak.” Ucap Kohta, lalu duduk di samping kusir. Sean dan Elli yang keluar melihat pertarungan sudah selesai.


“Pertarungan sudah selesai, Ketua. Namun, dimana Kohta?.” Ucap Sean, sementara itu Ketua terkejut bahwa pertarungan telah selesai. Lalu, salah satu Prajurit masuk.


“Pangeran, Tuan Kohta berada di sebelah kusir. Dia sedang berganti pakaian.” Ucap Prajurit tersebut. Sementara Sean berjalan ke depan.


“Kohta, kau tidak ke dalam?.” Ucap Sean, melihat Kohta memakai pakaian bermotif Sakura. Dia benar-benar tertarik dengan Pakaian yang digunakan Kohta.


“Oh, Sean. Aku disini saja, sekalian menikmati udara. Serta, kau bisa berbicara denganku juga lewat tirai belakangku ini.” Ucap Kohta, sementara Sean menjawab sambil bercanda.


“Oh, karena kamu tidak memiliki pasangan, ya?.” Ucap Sean, sementara Kohta malu dan berkata.


“Ti-tidak bukan begitu. Aku hanya, ya ingin menikmati udara saja. Ya, menikmati udara saja.” Ucap Kohta dengan gugup dan sedikit panik.


“Hahahaha, baiklah. Aku akan ke dalam.” Ucap Sean, sambil tertawa melihat tingkah Kohta. Lalu, Sean kembali ke dalam Kereta.


“Dimana Kohta?.” Ucap Elli, yang melihat Sean masuk ke kereta sendirian. Sementara, Sean mendapati pertanyaan tersebut, segera menjawab.


“Dia di depan, bersama dengan kusir.” Ucap Sean, sedangkan Elli mengangguk. Lalu, kereta pun melaju kembali menuju ke Kerajaan Yunan.


Di sisi Kohta.


“Sudah berapa lama, Pak?. Jadi Kusir Kerajaan.” Ucap Kohta, sementara orang yang menjadi kusir tersebut menjawab.


“Baru 3 Tahun, Tuan.” Ucap Orang tersebut. Sedangkan Kohta berkata sambil menyandarkan tubuhnya di ujung Kereta.


“Santai saja, Pak. Panggil saja aku, Kohta atau Nak Kohta.” Ucap Kohta, sementara Orang tersebut tersenyum dan mengangguk.


“Baiklah, Nak Kohta. Namaku adalah Gilbert. Biasanya banyak yang memanggilku, Paman Gilbert.” Ucap Gilbert tersebut.


“Baiklah, Paman Gilbert. Aku akan tidur sebentar. Bangunkan saat hampir sampai, Paman.” Ucap Kohta, tanpa menunggu jawaban dia tertidur terlebih dahulu.


Beberapa jam kemudian, tepat jam 13.21. Rombongan tersebut sampai di dekat Kerajaan Yunan. Gilbert, membangunkan Kohta.

__ADS_1


“Bangunlah Nak, kita sudah sampai di Kerajaan Yunan.” Ucap Gilbert sambil menepuk punggung Kohta.


Lalu, Kohta terbangun dari tidurnya. Lalu duduk dan melihat sekitar. Lalu, melihat sebuah gerbang besar di depannya.


“Apakah ini, Kerajaan Yunan?.” Ucap Kohta. Sedikit terkejut melihat begitu besarnya tembok yang mengelilingi Ibukota Kerajaan Yunan.


“Kau benar nak. Ini adalah Ibukota Kerajaan Yunan, atau biasa tempat Raja tinggal.” Ucap Gilbert, lalu melajukan kereta masuk ke dalam Ibukota.


Para Penjaga tidak menghentikan. Karena, mereka melihat terdapat lambang khusus Kerajaan. Mereka menundukkan kepala mereka.


Kereta pun melaju dengan cepat menuju ke arah Istana Kerajaan Yunan. Kohta melihat, bahwa ada jalan khusus Kerajaan sendiri.


‘Jalan terbagi dua kah. Khusus Kerajaan dan Publik.’ Batin Kohta, melihat jalan yang sepi, hanya ada orang di pinggir jalan saja.


Tak lama kemudian, mereka tiba di Istana Kerajaan. Penasihat Raja, menyambut kedatangan Kereta tersebut. Dia melihat ke arah Kohta terlebih dahulu, lalu mengerutkan keningnya saat melihat Kohta tidak ada mana.


Lalu, Penasihat Raja tersebut, mengabaikan terlebih dahulu. Karena, Sean dan Elli keluar dari Kereta. Penasihat Raja tersebut menyambut keduanya.


“Salam Pangeran dan Tuan Putri, setelah ini anda diminta menghadap ke Yang Mulia.” Ucap Penasihat Raja tersebut.


“Baik, Paman Alfred. Serta, kenalkan dia adalah temanku, namanya adalah Kohta.” Ucap Sean, sementara Alfred sedikit terkejut mendengar kata ‘teman.’


Alfred kemudian melihat ke arah Kohta, lalu saat ingin menundukkan kepalanya. Kohta berkata dengan tegas.


“Jangan sopan kepadaku, Paman. Aku hanya menumpang untuk pergi ke Kerajaan Yunan, bersama Pangeran.” Ucap Kohta sambil tersenyum.


Banggg.


“Kau ikut dengan ku, masuk ke dalam.” Ucap Sean, dia tahu kenapa Kohta berkata seperti itu. Sean tahu Kohta ingin pergi keluar dari Istana.


Elli tertawa pelan melihat kelakuan Kohta dan Sean. Sementara, Alfred sedikit terkejut dengan sifat Sean tersebut.


“Baiklah, mari Paman Alfred. Kita ke tempat Ayah.” Ucap Elli, kemudian berjalan terlebih dahulu tanpa mendengar jawaban Alfred.


“Baik, Tuan Putri.” Ucap Alfred mengikuti Elli menuju ke ruang Raja. Sampai di pintu ruang Raja, mereka melihat Kohta dan Sean.


“Ayo masuk.” Ucap Sean, lalu Kohta, Elli, dan Alfred masuk ke ruangan. Terlihat disana hanya ada 4 orang, 1 Pria memakai Mahkota, 1 Wanita yang duduk di sebelah Pria tersebut, 1 Pemuda dan 1 Perempuan.


“Akhirmya kau pulang, nak.” Ucap Pria yang memakai Mahkota tersebut, yang tak lain Raja Kerajaan Yunan, Theodor El Yunan.


“Begitulah Ayah, serta perkenalkan dia temanku, namanya adalah Kohta.” Ucap Sean, lalu Raja memandang ke arah Kohta, dan mengerutkan keningnya.


“Kau tidak memiliki mana, Nak.” Ucap Raja tersebut. Sementara Sean maju dan membisikkan sesuatu ke Raja, yang membuatnya membelalakkan matanya, lalu tertawa.


“Hahahaha, Nak bagaimana kalau kita duel?.” Ucap Raja, membuat seisi ruangan hening. Alfred, Ratu, Kakak Sean, dan Adik Sean terkejut.

__ADS_1


“Eh, apakah anda yakin, Raja?.” Ucap Kohta, sedikit senang karena akhirnya mendapatkan lawan untuk mencoba Pedang Bunganya.


“Oh, kau yakin, Nak?.” Ucap Raja, sedikit terkejut mendengar jawaban dari Kohta. Sementara Kohta mengangguk.


“Ya, aku yakin Raja.” Ucap Kohta, sedangkan Raja tersenyum lalu berdiri dan berkata.


“Panggil aku Paman Theo. Kamu tunggu di tempat latihan Kerajaan, Kohta.” Ucap Raja, pergi untuk berganti Pakaian. Ratu mengikuti Raja yang pergi, sementara Kakak Sean dan adik Sean menghampiri Kohta.


“Apakah kamu yakin melawan Ayah?.” Ucap Kakak Sean tersebut. Kohta ingin menjawab, namun Sean mendahuluinya.


“Biarkan, kak Albert. Dia pasti bisa.” Ucap Sean, lalu Albert mengangguk, lalu mengulurkan tangannya.


“Namaku Albert El Yunan, Pangeran Pertama Kerajaan Yunan.” Ucap Albert, sementara Kohta menerima uluran tersebut dan berkata.


“Salam kenal, Albert-san. Namaku adalah Kohta.” Ucap Kohta, lalu mereka melepaskan jabat tangan mereka. Lalu, Adik Sean berkata.


“Namaku Sinon El Yunan, aku adik Kak Albert dan Kak Sean.” Ucap Sinon, sementara Kohta mengangguk dan berkata.


“Salam kenal, Sinon-chan. Namaku Kohta.” Ucap Kohta sambil tersenyum. Lalu, melihat ke arah Sean.


“Dimana, lokasi tempat pelatihan Kerajaan?.” Ucap Kohta, sedangkan Sean mengangguk lalu berkata.


“Ikuti kami, karena kami juga kesana.” Ucap Sean, lalu mereka pergi menuju ke tempat pelatihan Kerajaan.


Pelatihan Kerajaan.


Sebuah lapangan yang terlihat seperti Arena. Memiliki bentuk Persegi panjang. Terdapat garis Putih untuk area berlari dan pembatas.


Kohta, yang sudah sampai. Dia berjalan ke arah tengah lapangan. Lalu, Kohta melihat Raja keluar dari lorong tepat depannya.


Raja melihat Kohta, sudah berada di tengah lapangan, dia tersenyum. Sedangkan, seluruh Prajurit yang melihat pertandingan tersebut penasaran, bagaimana Kohta melawan Raja.


“Kau sudah siap, nak.” Ucap Raja mengeluarkan Pedang berwarna merah dengan Motif Naga. Sementara Kohta mengeluarkan Pedang berwarna Hitam dengan 3 lambang Sakura di sarung pedang nya.


“Aku siap, Raja.” Ucap Kohta, lalu menarik Pedangnya. Terlihat Pedang berwarna Hitam dengan motif Sakura berterbangan.


“Koin ini saat jatuh kita mulai.” Ucap Raja, lalu melempar Koin ke atas. Kedua orang tersebut bersiap dengan pedang mereka, tatapan mereka juga menjadi tajam.


Koin perlahan turun secara berputar. Lalu, Koin jatuh dengan suara.


Ting.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2