Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 109


__ADS_3

[Chapter 109.]


[Mulai bergerak.]


[Silahkan Dibaca.]


Akademi Xenoa, Kohta berjalan menyusuri setiap sisi Akademi. Dirinya benar-benar terlihat sangat ahli dalam menyusup, bagaimanapun juga banyak siswa tidak sadar akan Kohta yang memakai pakaian berbeda dari mereka.


Kohta berjalan dengan tenang, dirinya menganalisa satu persatu siswa. Kalau untuk Guru, dirinya tidak mengetahui apakah ada atau tidak. Para siswa yang ditugaskan oleh Kohta bergerak secara diam-diam, mereka ada sekitar 20 siswa.


Kohta membagi mereka menjadi 4 kelompok dengan masing-masing 5 orang. Kelompok 1 dipimpin oleh siswa bernama Arkta Rinmon. Kelompok 2 dipimpin oleh Elisa Sartgust. Kelompok 3 dipimpin oleh Alma Rikuro. Kelompok 4 dipimpin oleh Simon Mignolet.


Kohta menunjuk ke empat pemimpin tersebut, toh dirinya pasti tidak akan ingat kembali mereka. Kelompok 1 sampai 3 pergi menuju ke Ibukota Arslan, mereka akan melakukan penjagaan ketat disana, kelompok 4 sendiri pergi mencari Kepala Sekolah yaitu Rown Gilbert, Ayah dari Kiana.


Berjalan menyusuri tempat, sampai akhirnya menemukan tempat yang sepi, disana terdapat 5 iblis yang saling berbicara satu sama lain. Kohta berjalan dengan santai, akan tetapi ke-5 Iblis menyadari hal itu. Mereka ber-5 bertingkah selayaknya preman sekolah.


“Oi, berhenti. Beraninya kau memasuki wilayahku, hah?” Iblis1 berteriak, Kohta berhenti dan berbalik menatap ke arah ke-5 Iblis tersebut. Iblis2 melihat ke arah pedang Kohta, dia menyeringai karena melihat bahwa pedang tersebut terlihat sangat bagus.


“Jika kau ingin selamat, serahkan pedangmu itu?” Iblis2 benar-benar tidak bisa mengontrol diri mereka. Rasa keinginan dalam hati mereka benar-benar sudah menguasai. Kohta tersenyum, hanya tersenyum dan hal itu membuat ke-5 Iblis jengkel.


“Bajingan, serahkan pedangmu atau kau mati ditempat.” Ke-5 iblis diabaikan kembali. Mereka marah, dengan cepat Iblis1 mendekat ke arah Kohta dan mengarahkan tangannya untuk menarik kerah Kohta.


Namun, saat tangan Iblis1 akan mengenai kerah Kohta. Suatu cairan biru terlihat keluar dari tubuh Iblis1. Cairan itu muncul dari atas badan milik Iblis1. Ke-4 Iblis terkejut melihat kepala Iblis1 berputar meninggalkan badan dan jatuh ke lantai.


Brukkk.

__ADS_1


Kohta menatap ke arah empat Iblis yang masih terkejut. Dirinya melesat dengan cepat, memanfaatkan kelengahan dari empat Iblis tersebut. Dengan cepat pedang miliknya berayun, ke-4 Iblis terkejut ketika pandangan mereka berputar.


Kohta selesai menebas ke-4 Iblis tersebut. Dirinya memasukkan pedang ke arah sarung pedang, kemudian mayat 5 Iblis terbakar menjadi abu. Kohta benar-benar menyelesaikan tugasnya dengan rapi, dirinya akan membakar bukti agar para Iblis lain tidak curiga.


Kohta kembali berjalan menyusuri tempat-tempat lain, dia benar-benar harus cepat karena Kohta merasa bahwa para Iblis akan menyerang pada saat Malam hari nanti. Kohta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh sistem, dirinya meminta sistem untuk memindai lokasi para Iblis.


***


Kelompok satu sudah tiba di sekitar Ibukota Arslan. Mereka berada di sebelah utara dari pusat Kota Arslan yaitu Akademi Xenoa. Mereka menunggu kejadian yang akan terjadi dengan pergi memasuki restoran yang terdapat di daerah tersebut.


Kelompok dua juga sudah tiba di Ibukota Arslan tepatnya sebelah Selatan. Mereka memasuki area pasar dan masuk ke dalam sebuah restoran yang dimana itu adalah restoran biasa, mereka duduk dan memesan sebuah minuman sambil menunggu malam yang sebentar lagi akan dimulai.


Kelompok tiga juga sudah tiba di barat Ibukota Arslan. Mereka duduk di taman sambil mengamati sekitar, mereka juga membeli makanan di sekitar tempat tersebut. Menunggu malam yang akan sebentar lagi akan datang.


Kelompok empat sendiri masih berpencar di Akademi Xenoa, mereka berpencar hanya untuk mencari keberadaan kepala sekolah. Dengan cepat mereka menyusuri setiap tempat disana, sampai akhirnya bertemu dengan kepala sekolah yang berada di perpustakaan.


“Ada apa, nak? Kenapa kau terlihat tergesa-gesa?” Kepala sekolah benar-benar penasaran dengan Simon tersebut. Dirinya bertanya dengan jelas, membuat Simon menatap dirinya. Simon mengatur nafasnya sebelum mengucapkan sepatah kata apapun.


“Kepala Sekolah, bisakah aku mengucapkan hal itu sambil berbisik? Ini sangat penting, karena ini perintah dari seorang pemuda yang memakai pedang.” Kepala sekolah terkejut, dirinya tahu siapa pemuda itu. Dia menatap ke arah Simon dan mengangguk.


Simon bersyukur, dirinya hanya bisa membisikkan kata tersebut agar tidak membuat seluruh siswa di perpustakaan panik. Simon mendekat ke telinga kepala sekolah. Dirinya dengan cepat berkata, “Iblis menyusup di Akademi dan malam ini akan terjadi penyerangan Iblis.”


Kepala sekolah membelalakkan matanya, dirinya benar-benar terkejut atas informasi tersebut. Dengan cepat, kepala sekolah menatap Simon dengan tajam. Dirinya berkata dengan nada serius. “Apakah itu benar, diucapkan oleh pemuda itu?”


Simon mengangguk, kepala sekolah dengan cepat berdiri. Dia menatap Simon dan memberikan isyarat untuk mengikuti rencana Kohta selanjutnya. Simon paham dan pergi dari ruang perpustakaan. Kepala sekolah dengan cepat berjalan menuju ruangan miliknya.

__ADS_1


“Jika itu benar, ini akan menjadi gawat. Sebentar lagi, malam akan tiba. Aku perlu menginformasikan kepada seluruh guru.” Kepala sekolah dengan cepat bergerak, akan tetapi ketika dirinya akan berbelok menuju ke tempat ruang guru. Dia melihat Kohta yang sedang berjalan menuju ke ruang guru.


“Nak?”


***


Kohta sudah membasmi 99 Iblis di Akademi. Dirinya benar-benar rapi dalam membunuh, hanya dengan kertas dan selipkan ke tangan Iblis membuat dirinya mudah mengumpulkan para Iblis tersebut. Kohta benar-benar pintar, dirinya ditanya pada Iblis tentang kertas tersebut, akan tetapi jawabannya mudah, itu dari siswa dengan nama Iblis lain.


Kohta sekarang berjalan menuju ke arah Iblis terakhir, dimana dirinya merasakan Iblis ini memiliki Mana dan Energi lain yang sangat kuat. Dia dapat merasakan hal itu berkat persepsi yang dibangun dengan kin dan ken miliknya.


Di saat dirinya berjalan, dia menyadari ada seseorang di belakangnya. Namun, dia tidak berhenti dan akan masuk ke dalam ruang guru. Namun, orang dibelakangnya memanggil. “Nak?”


Kohta berhenti, dirinya menatap ke belakang dan melihat bahwa yang memanggilnya adalah kepala sekolah. Kohta tidak menyangka akan bertemu kepala sekolah disini. Dengan cepat Kohta berjalan ke arah kepala sekolah tersebut.


“Apakah benar dengan ucapanmu kepada siswa itu?” kepala sekolah bertanya dengan serius. Ini bukan menyangkut nyawa Akademi Xenoa saja, melainkan seluruh Ibukota Arslan. Dia benar-benar serius sekarang.


“Itu benar, Kepala Sekolah. Juga aku sudah mengirim beberapa murid untuk menjaga setiap sisi Ibukota, agar bisa dengan cepat mengatasi.” Kohta menjawab dan menjelaskan dengan serius. Kepala sekolah benar-benar terkejut.


“Jadi, begitu. Iblis sudah mau memberontak dan ingin naik ke Alam Pejuang.” Kepala sekolah paham sekarang, waktunya sudah tiba. Kemudian dia menatap ke arah Kohta, dia mengerutkan keningnya dan membelalakkan matanya.


“Nak, tujuanmu ke ruang guru jangan bilang....”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2