Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 112


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Kohta memandang ke arah Iblis yang tengah berdiri di kejauhan. Hatinya sedikit gelisah ketika melihat Iblis tersebut bangkit.


Pedang miliknya keluar dan berposisi tepat di depannya. Kuda-kuda pertarungan sudah disiapkan oleh Kohta sendiri.


Dia tidak bisa menganggap lawannya lemah. Hal ini terbukti ketika dirinya meluncurkan serangan kuat, Iblis masihlah tetap berdiri dengan tegak.


Angin berembus ringan menerpa rambutnya. Jantungnya berdetak sedikit lebih kencang dan nafasnya mulai berangsur stabil.


Iblis memandang ke arah manusia yang menyerangnya. Dalam hatinya mencibir, ‘Seorang manusia belaka berani menyerangku!’


Tangan kanan yang terkepal mulai terbuka lebar. Tepat di telapak tangannya bola hitam perlahan-lahan terbentuk.


Kuat dan ngeri!


Itu adalah gambaran dari bola hitam tersebut.


Kohta tidak bisa mengabaikan begitu saja, auranya mengembun dan perlahan mulai menyelimuti pedangnya. Dirinya sangat siap jika hal buruk akan terjadi nantinya.


“Matilah, Makhluk Rendahan!” Iblis berkata dengan nada dingin.


Bola hitam melesat ke arah Kohta dengan cepat. Tidak ada yang menghalangi sama sekali, bahkan angin yang dilewati bola tersebut pecah dan menyebar ke segala arah.


Pupil mata Kohta mengecil ketika melihat bola hitam yang ganas mendekat ke arahnya. Nafasnya segera memburu dan pedang di tangan seketika melambai ke depan.


Ayunan indah dan momentum api meledak, bola hitam dan tebasan pedang saling berbenturan satu sama lain.


Kohta mengerutkan keningnya, tangannya memegang pedang dengan erat. Bola hitam di depan memaksa dirinya untuk mundur. Namun, tekad Kohta tetaplah kuat.


Siluet cahaya dingin melintas di mata Kohta, berikutnya dia menguatkan tangannya kembali dan aura hitam meletus, bergabung dengan pedang yang memiliki nyala api tersebut.


Boom!


Bola hitam terbelah menjadi dua, tepat selepas melewati Kohta. Bola itu meledak dengan keras, mendorong Kohta maju lebih dekat dengan Iblis di depan.


Iblis sedikit terkejut, akan tetapi rasa terkejut itu sama sekali tidak tampak di permukaan.


Dia tidak menyangka bahwa bola hitam yang mengandung energi negatif terbelah menjadi dua oleh pedang yang di pegang manusia tersebut.


Iblis tidak mengagumi Kohta melainkan pedangnya. Dia bisa melihat pedang tersebut sangatlah kuat bahkan lebih kuat dari pedang pada umumnya.

__ADS_1


“Beruntung kamu memiliki pedang itu, Makhluk Rendahan. Selanjutnya, kamu tidak akan bisa menebas dan menghindar kembali!” kata Iblis dengan suara yang sangat dalam.


Kedua tangan iblis terentang lebar. Jari-jarinya terbuka, menampilkan telapak tangannya yang sedikit cerah.


Berikutnya berbagai bola kecil hitam terbentuk di udara kosong. Secercah sinar dingin melintas di matanya.


“Comos!”


Suara iblis jatuh, di bawah tatapan waspada Kohta. Berbagai bola kecil melintas dengan cepat ke arahnya. Indra miliknya sama sekali tidak bisa menangkap kecepatan tersebut.


Kohta sedikit bingung, berikutnya dia merasakan rasa sakit di perutnya. Kohta segera memandang perutnya dan terlihat darah segar keluar dari lubang di pakaiannya.


Berikutnya, pipi kanan Kohta tergores. Tangan kanan kiri, semuanya terkena serangan bola hitam tersebut. Kohta tidak bisa bergerak, hal ini karena dirinya tidak bisa merasakan serangan lawan sama ssekali


Namun, di bawah bombardir serangan. Kohta masihlah tenang, ia memejamkan matanya dan mulai mencoba merasakan serangan lawan itu.


Iblis mengerutkan keningnya ketika melihat tindakan Kohta. Namun, ia tidak berhenti, bahkan serangan semakin cepat dan luka di tubuh Kohta semakin bertambah.


Oda dan Arthur sama sekali tidak khawatir, mereka tahu apa yang sedang dilakukan oleh Kohta tersebut. Mereka tetap diam dan yakin bahwa Kohta dapat mengalahkan lawannya.


Kohta yang memejamkan matanya, merasakan aliran udara dan waktu di luar semakin memperlambat. Ia dapat melihat jelas lintasan dari serangan beruntun Iblis.


Cahaya dingin seketika melintas ketika Kohta membuka matanya. Pedang bergerak dengan cepat dan menebas seluruh bola hitam kecil tersebut. Meski ia tidak bergerak, seluruh bola hitam terpotong menjadi dua.


‘Manusia ini ....’


Iblis menunduk, wajahnya menggelap dan tubuhnya gemetar. Ia terlihat menggertakkan giginya, lalu saat mengangkat kepalanya, tatapan membunuh terlihat jelas di matanya.


“Harus mati!”


Pedang hitam seketika terbentuk di telapak tangan Iblis. Selanjutnya, ia melesat ke arah Kohta dengan cepat.


Kohta yang sudah selesai menghancurkan bola hitam. Terkejut dengan momentum kuat yang tiba di depannya.


Kohta mengangkat kepalanya dan melihat sosok iblis tengah melambaikan pedangnya secara vertikal.


Pedang melintas ke bawah, aura penindasan gelap terus meluap keluar.


Kohta yang merasakan penindasan tersebut. Seketika mengatupkan bibirnya dan melambaikan pedangnya dari bawah menuju ke atas.


Boom!

__ADS_1


Dua pedang berbenturan satu sama lain, ledakan kuat terjadi dalam sekejap.


Tanah retak, pepohonan terbang, langit yang semula gelap kini tertebas lurus dan menggulung seluruh awan hitam di tempat keduanya beradu.


Beberapa menit kemudian, dua sosok hitam mundur ke belakang. Mereka ialah Kohta dan Iblis, keduanya menstabilkan tubuhnya.


Pedang masih terarah ke bawah, lalu mereka saling menatap satu sama lain. Sinar permusuhan terlihat di mata mereka. Kohta tetaplah tenang, sementara Iblis menyeringai.


Keduanya menginjak tanah di bawahnya kuat-kuat. Mereka terbang ke depan sambil mengayunkan pedang dengan cepat.


Dentang!


Pedang berbenturan kembali, namun tidak ada ledakan lagi. Karena mereka berdua mengendalikan kekuatannya agar tetap seimbang sehingga tidak menghancurkan lingkungan.


Keduanya terus saling tukar tebasan satu sama lain. Tidak ada luka, kecuali luka sebelumnya. Tak butuh waktu lama, mereka menguatkan tebasan masing-masing.


Bang!


Ledakan kecil terjadi, mendorong mundur keduanya beberapa langkah.


Di saat Iblis menstabilkan dirinya. Kohta tiba dalam sekejap, di depan Iblis. Pedang di sarungnya dan saat ia menarik pedangnya, sebuah teknik mulai terucap.


“Lima Rasa Sakit Mendalam!”


Kohta seketika muncul di belakang Iblis. Kemudian, lima lintasan pedang mulai terlihat, memotong bagian-bagian tubuh Iblis menjadi lima.


Kohta tidak mengendurkan kewaspadaannya. Karena ia merasakan bahwa Iblis masihlah hidup dan tidak melemah sedikit pun.


“Menarik ... Sungguh Menarik! Aku tidak menyangka ada manusia yang dapat memberikanku luka!”


Iblis itu seketika berubah menjadi cairan hitam. Kemudian, di balik pohon jauh, muncul kembali sosok Iblis tersebut.


Namun, kali ini tidak hanya satu. Melainkan ada sepuluh Iblis yang keluar dari balik pohon.


Kohta yang melihat hal itu, sedikit tertarik. ‘Apakah ia menggunakan klon bayangan. Atau klon jenis lainnya?’


“Kohta, itu bukan klon. Melainkan iblis nyata. Tampilan mereka sama, itu normal. Namun, kekuatan mereka hampir setara dengan iblis sebelumnya.”


Mendengar pernyataan Oda, Kohta mengangguk diam-diam. Entah mengapa dirinya akhirnya paham, bahwa yang di depan bukanlah klon.


Kohta menghela nafas, kemudian nafas api semakin menguat. Seluruh tubuh Kohta terbakar hebat. Pedangnya mulai melambai ke bawah.

__ADS_1


“Majulah, Iblis ...”


To be Continued.


__ADS_2