
[Chapter 93.]
[Kekuatan baru.]
[Silahkan Dibaca.]
Sosok pemuda menatap ke arah pusat gunung berapi, di pusat itu terdapat 2 jenis bunga langka. Pemuda itu perlahan-lahan, mulai berjalan ke arah pusat gunung berapi. Dia menginjakkan pertama kali jalan menuju ke arah pusat gunung berapi. Pemuda itu ialah Kohta Hideoki.
Drrrr.
Pemuda itu merasakan berat tubuhnya meningkat. Dia akhirnya paham, kenapa tubuhnya bisa menjadi berat. Kohta mengetahui hal itu, apa yang dia rasakan adalah tekanan gravitasi. Apapun yang mendekat ke arah dua bunga itu, akan merasakan hal yang dirasakan oleh Kohta.
“Jadi ini yang bernama tekanan gravitasi, namun ini masih kecil.” Kohta berjalan dengan normal, namun semakin dia menuju pusat, tekanan gravitasi menjadi lebih kuat. Menyadari hal itu, pemuda itu benar-benar tersenyum senang, dia senang dengan tantangan yang dia dapatkan.
Kohta terus berjalan, sampai akhirnya langkahnya terhenti karena tekanan gravitasi mulai terasa di tubuhnya. Pemuda itu berjalan maju perlahan-lahan, keringat menetes di tubuhnya. Api juga keluar untuk mendukung Kohta maju ke depan.
Beberapa menit kemudian, Kohta terduduk. Dia benar-benar merasakan tekanan yang melebihi dari tubuhnya. Pemuda itu benar-benar tidak menyerah, dia tetap maju walaupun harus merangkak sekalipun. Kegigihan dan tekad pemuda itu benar-benar kuat, tanpa mengenal menyerah agar mendapatkan hasil yang dia inginkan.
Kedua bunga seketika bercahaya, tekanan yang dirasakan oleh Kohta menghilang. Namun, terlihat lahar-lahar naik, membentuk ombak. Kohta melihat itu segera melapisi dirinya dengan Kin, dia belum sadar bahwa lahar itu tidak berpengaruh pada dirinya.
Brushhhh.
Kohta tidak merasakan panas sama sekali, dia berjalan dengan santai karena tidak merasakan rasa apapun saat berjalan. Pemuda itu akhirnya ingat bahwa dirinya memiliki Black Bone Fire di tubuhnya.
Kohta benar-benar bersyukur mengingat hal itu. Dia terus berjalan menuju ke pusat gunung berapi, lahar memperlambat pemuda itu. Bagaimanapun juga, Kohta terlihat berjalan di sebuah ombak air yang menerpa dirinya.
Tak butuh waktu lama, Kohta tiba di depan kedua bunga itu. Dia duduk di depan kedua bunga sesuai dengan arahan Oda. Pemuda itu memejamkan matanya, seketika bunga api abadi menyala dan mengeluarkan energi miliknya.
Sringgg.
Energi itu kemudian bergerak ke arah Kohta dan menyelimutinya. Selepas itu, api membuat garis melingkar dan menyala dengan sebuah pola aneh. Pemuda itu merasakan tubuhnya memanas dan keringat menetes dari tubuhnya.
Bushhhhh.
Lingkaran yang dibuat menyala dan naiklah api melapisi Kohta sepenuhnya. Kohta masih merasakan panas yang sangat kuat, dia menggertakkan giginya untuk bertahan. Terlihat tubuh dari pemuda itu seperti mencair.
__ADS_1
Kohta benar-benar terlihat seperti berganti tubuh dari sebelumnya. Oda melihat itu tersenyum dan berkata, “Waktunya mengganti tubuhmu yang buruk itu, nak.” Pria tua itu benar-benar mengharapkan Kohta sepenuhnya.
Tubuh Kohta bercahaya dan meredup seketika. Tubuh yang sangat sempurna terlihat, otot-otot tangan dan tubuhnya tidak besar namun terlihat kekar. Pemuda itu juga tidak merasakan panas, melainkan kehangatan dalam tubuhnya.
Wushhhhh.
Api yang menutup diri Kohta menghilang, lingkaran yang dibuat api itu juga menghilang. Perlahan-lahan Pemuda itu membuka matanya. Hal yang pertama dia lihat adalah sebuah panel sistem di depannya.
[Selamat, Tuan mendapatkan Tubuh Api Emas Abadi.]
[Tubuh Api Emas Abadi adalah tubuh yang terbuat dari Inti Api terdalam, tingkat dari tubuh ini adalah peringkat 10 dari seluruh Api Abadi.]
[Manfaat dari Tubuh Api Emas Abadi adalah kaya akan Mana, tubuh yang tidak bisa disentuh oleh musuh di bawahnya. Tubuh ini akan membuat Tuan menjadi Elementalis sepenuhnya.]
[Selamat, Tuan membuka energi terbaru dalam jiwa Tuan. Energi itu adalah Mana.]
[Selamat, Tuan membuka energi terbaru dalam jiwa Tuan. Energi itu adalah Qi Api.]
“Aku mendapatkan mana,” ungkap Kohta dengan senang. Kemudian, dia melihat energi yang lain dan mengerutkan keningnya. “Qi Api? Apa itu?” Kohta benar-benar bingung dengan hal itu.
“Eh, jadi aku mendapatkan energi dari Dunia Pejuang?”
[Itu benar, Tuan.]
Kohta senang, lalu dia memandang ke arah Bunga Sinar Bulan. Lalu, dia memejamkan matanya kembali. Pemuda itu mulai menyerap Bunga Sinar Bulan itu, dia menyerap seperti saat menyerap Bunga Api Abadi.
Bunga Sinar Bulan bersinar, lalu energi berwarna putih kekuningan muncul dari Bunga Sinar Bulan. Energi itu mulai bergerak menuju ke arah Kohta dengan pelan. Kohta merasakan ada perasaan dingin datang ke arahnya.
Kohta tetap tenang, lalu dia merasakan rasa dingin itu mulai menyentuh dirinya. Pemuda itu benar-benar tidak gelisah maupun khawatir, perlahan-lahan dia merasakan perasaan dingin menyelimuti dirinya.
Garis kotak terbentuk di dekat Kohta, pola aneh juga muncul, semuanya dibuat oleh energi Bunga Sinar Bulan itu. Garis dan pola bersinar lalu menutup Kohta sepenuhnya. Kohta yang berada di dalam merasa dingin, tubuhnya gemetar dengan hebat.
Kohta merasakan seluruh indranya mati. Energi Sinar Bulan mulai membekukan telinga, mata, dan hidung Kohta. Selepas itu ketiga organ itu terlihat terlepas dari tubuh Kohta, kemudian tiga organ itu muncul kembali di tubuh Kohta.
Telinga, mata, hidung Kohta yang jatuh membeku, sekarang terlihat retak dan hancur berkeping-keping. Kohta merasakan dirinya sudah bisa merasakan indranya kembali. Dia tidak merasakan apapun selain nyaman dan sejuk di tubuhnya.
__ADS_1
Wushhhhh.
Energi yang menutupi diri Kohta mulai menghilang dan menyebar ke segala arah. Kemudian Kohta perlahan-lahan membuka matanya, dia memiliki pandangan yang berbeda dari sebelumnya. Pemuda itu juga mendapati ada panel di depannya.
[Selamat, Tuan mendapatkan Organ Utama Bulan.]
[Organ Utama Bulan adalah tiga organ yang terdapat di inti Bulan. Organ ini mewakili penglihatan, pendengaran, dan Penciuman.]
[Mata bulan dapat melihat sejauh 10Km dan melihat seluruh energi yang terdapat di alam.]
[Telinga bulan dapat mendengar sejauh 10Km, bukan hanya suara yang terdengar normal. Suara fikiran orang akan terdengar.]
[Hidung bulan dapat mencium aroma sejauh 10Km, aroma yang dicium tidak akan terlalu menyengat, aroma yang dicium bisa ditentukan lokasinya dengan sendirinya.]
Kohta melihat itu benar-benar terkejut, namun dia segera pusing karena mendengar, mencium aroma, dan melihat hal yang sangat tidak normal. Pemuda itu perlu benar-benar membiasakan tubuh barunya itu.
“Nonaktifkan terlebih dahulu organmu itu.” Oda memberikan instruksi kepada Kohta dengan serius. Pemuda itu mengangguk dan menonaktifkan ketiga organ miliknya, dia berhasil dalam sekali percobaan.
“Hah...hah..hah, benar-benar sangat hebat.” Kohta terengah-engah, bagaimanapun juga Kohta benar-benar terkejut menerima semua hal itu. Pemuda itu kemudian menstabilkan nafas dan fikirannya.
Oda mengangguk senang dengan hasil yang didapatkan Kohta, dia kemudian menatap ke arah jalan masuk dan keluar. Sudut mulut pria tua itu terangkat, sambil bergumam, “Bahan untuk ujicoba ternyata sudah datang.”
**
Di jalan menuju ke Gunung berapi. Terdapat sosok monster besar dan kekar, tingginya setengah dari tinggi Yeti. Sosok monster itu memiliki gigi taring yang panjang dan runcing, tangan miliknya memegang sebuah pemukul besi berduri.
Drr Drr.
Monster itu ialah .....
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.