
[Chapter 58.]
[Z.]
[Silahkan Dibaca.]
Luar kota Sina.
Kohta memandang ke arah depan, yaitu orang yang disebut Master bagi orang-orang berjubah hitam tersebut.
“Yah, sebelum kau mati, aku disebut Master-Z,” ucap orang tersebut, Kohta mengangguk dan menjawab.
“Sama, sebelum kematianmu, ketahuilah namaku adalah Pendekar Pedang terkuat, Kohta,” ucap Kohta.
Sementara itu, Z melebarkan matanya dan ekspresi wajahnya menjadi terkejut, dia menyeringai dan berkata.
“Jadi itu kau, orang yang menggagalkan rencana kami untuk menguras mana Ratu Yunan,” ucap Z.
Kohta mengerutkan keningnya, akhirnya dia paham dan mengerti, mereka menginginkan mana besar.
“Yah, walaupun begitu tujuan kami sudah tercapai, membangkitkan Nightmare agar Dunia mengalami perang kembali,” ucap Z.
Z benar-benar tersenyum dengan sangat liar, kemudian dia mengeluarkan lingkaran sihir di sekitarnya, lalu sebuah senjata yaitu rantai dengan ujung lancip muncul.
“Mari kita hentikan pembicaraan dan mulai bertarung,” ucap Z, kemudian rantai melesat ke arah Kohta.
Sementara itu, Kohta menatap dengan tajam ke arah 4 rantai melesat ke arahnya dengan sangat cepat.
Ting Ting Ting Ting Ting.
Kohta mengayunkan pedangnya menahan keempat rantai tersebut, dia benar-benar fokus, sampai dia merasakan bahaya di belakangnya.
Kohta dengan cepat menghindari, lalu terlihat sebuah rantai ujung runcing melesat dari belakangnya.
‘5 rantai, mungkin ada lagi,' batin Kohta, dia meningkatkan kewaspadaan, kemudian dia menghindari setiap serangan dari rantai.
Ting Ting Ting Ting.
“Hahaha, hindari terus, lalu matilah di rantai milikku,” ucap Z, dengan tawa gilanya.
Kohta yang mendengar hal tersebut, dia benar-benar sedikit mengerutkan keningnya, lalu dia menebas ujung rantai tersebut.
Slashh.
Duk Duk Duk Duk.
Rantai melayang tersisa satu, namun ke 4 rantai pulih kembali, lalu terlihat rantai menambah kembali.
“9 rantai, sedikit merepotkan,” ucap Kohta, kemudian dia meletakkan pedang Tresta di sarung pedangnya.
Kohta menggunakan satu pedang miliknya, kemudian dia menggunakan teknik langkah miliknya.
“24 Steps,” ucap Kohta, kemudian dia menghilang dari tempat, dia melewati seluruh rantai tersebut.
“12...” ucap Kohta, muncul tepat di depan Z yang terkejut, kemudian dia mendengar suara Kohta kembali.
__ADS_1
“Flower Art...” ucap Kohta, kemudian berbagai bunga bermekaran dan kelopak bertebaran mengelilingi Kohta.
“Flower fire blade,” ucap Kohta, seketika seluruh kelopak bunga bersinar, kemudian melesat ke arah Z.
Z ingin melindungi dirinya, namun dia terlambat, seluruh Kelopak bunga mengenai dirinya dengan cepat.
Jress Jress Jress Jress Jress.
Z terkejut merasakan rasa sakit dan terbakar hebat, dia meraung dengan keras karena rasa sakit tersebut.
“Ahhhhhhhhh,” teriak Z, dia menerima serangan terus-menerus, kemudian kelopak bunga menghilang.
Brukkk.
Z terduduk, dia benar-benar merasa akan kehilangan kesadaran, Z bertahan sambil menggertakkan giginya.
“Ba*ingan, beraninya kau melukai ku,” raung Z, sampai ke 8 orang berjubah hitam terdengar, walaupun mereka ditekan oleh Rina, Tessa, dan Kansha.
Z mengeluarkan seluruh kemampuan miliknya, Kohta menatap hal tersebut dengan datar, dia mengambil pedang miliknya.
Rantai berjumlah 9 berayun, kemudian bertambah kembali menjadi 18, masih terus berlanjut sampai akhirnya berhenti 99.
Namun, Kohta juga melihat efek sampingnya, yaitu Z terlihat kering tidak bersisa sama sekali, sampai dia terlihat tulangnya, bahkan jantung berdetak terlihat.
Ke 8 orang berjubah hitam tersebut terkejut melihat hal tersebut, mereka memukul mundur Rina, Tessa, dan Kansha terlebih dahulu.
“Ada yang aneh dari, Master,” ucap Arges, kemudian mereka ber 8 melesat turun ke bawah.
“Sial, mereka ternyata masih menahan seperti kita,” ucap Tessa, sementara Kansha menatap Tessa dengan malu.
“Kita turun bantu Kohta,” ucap Rina, kemudian dia turun dengan melompat ke arah Kohta, lalu diikuti Tessa menarik Kansha.
Wushhhhh.
Sisi 8 berjubah hitam.
8 orang berjubah hitam tersebut tiba di dekat Master mereka, namun mereka terkejut melihat Master menggunakan Rantai.
“Master, apakah kau tak apa?” teriak orang berjubah hitam1, kemudian Master tersebut menatap ke arah ke 8 orang berjubah hitam.
8 orang berjubah hitam terkejut, melihat mata Master mereka berwarna merah bersinar dengan cerah.
Arges segera melesat pergi, namun tidak untuk 7 orang berjubah hitam tersebut, mereka ber 7 tertusuk oleh rantai.
Rantai terus bertambah banyak, 7 orang tersebut perlahan mengering sampai mereka menjadi debu.
Arges melihat itu terkejut, namun karena dia berhenti alhasil dia dikelilingi oleh rantai Masternya tersebut.
“Si-“ belum sempat Arges berteriak, dia tertusuk 18 rantai, kemudian Arges perlahan mulai mengering.
Rantai pun semakin bertambah banyak, Arges pun menjadi debu, saat rantai berhasil sampai di jumlah 1000.
“Khahahaha, akhirnya aku akan membunuhmu, Kohta,” raung Z, membuat Kohta mengerutkan keningnya.
‘Sepertinya kau menghadapi masalah rumit, musuhmu pengguna rantai kehidupan,' ucap Oda.
__ADS_1
‘Rantai kehidupan?’ ucap Kohta dengan penasaran, lalu Oda melanjutkan ucapan miliknya.
‘Rantai kehidupan, rantai itu akan tumbuh setelah mengambil vitalitas makhluk atau bisa dibilang dia menyerap kehidupan setiap makhluk,' ucap Oda.
‘Dalam sejarah, rantai kehidupan hanya dimiliki oleh satu garis darah, yaitu garis darah Chain, garis darah yang memiliki kekuatan terkuat di antara 1000 garis darah,' ucap Oda.
‘Garis darah Chain ini berada di urutan 892, yah walaupun rendah tapi itu sudah cukup untuk menghancurkan dimensi rendah dan dimensi menengah normal,' ucap Oda.
‘Oke, lalu cara mengalahkannya kau tahu?’ ucap Kohta, dia tidak ingin penjelasan panjang lebar.
‘Mata, dia mempertahankan tubuh agar tidak menjadi debu bukan, incar matanya,' ucap Oda.
‘Juga, rantai itu tidak bisa tumbuh lagi, karena jika dia menumbuhkan lagi, orang itu akan mati,' ucap Oda.
‘Jadi, intinya aku harus menghancurkan seluruh rantai bukan,' ucap Kohta, dengan senyum khas miliknya.
‘Terserahmu, kau selalu begitu, dan juga dari warnanya rantai tersebut sudah cukup untuk menyerap kehidupan,' ucap Oda.
‘Juga, mintalah bantuan ke artefakmu, dapatkan garis keturunan itu, kau akan membutuhkan nantinya,' ucap Oda.
‘Yah, nanti akan kufikirkan,' ucap Kohta dalam hati, kemudian dia menatap tajam ke arah Z, seringai miliknya terlihat.
Rina, Tessa, dan Kansha tiba di dekat Kohta, mereka ingin membantu, namun Kohta berkata.
“Aku akan menyelesaikan ini sendiri, kalian bantu Pak tua itu melawan Nightmare,” ucap Kohta.
Ketiganya mengangguk dan berkata, “Jaga dirimu,” kemudian mereka melesat ke arah Nightmare.
Kohta kemudian melepaskan Kin dan Ken secara bersamaan, jumlah yang dikeluarkan bukan main-main.
Kohta terlihat memakai pakaian Samurai dengan kobaran api hitam di setiap sisi pakaian tersebut.
“Pada akhirnya aku harus memakai ini untuk melawanmu,” ucap Kohta, kemudian kedua pedang Kohta menghitam dan berkobar.
“Nah, mari kita selesaikan pertarungan kita,”
[Ilustrasi Kohta.]
Pemuda berumur 18 tahun, dengan rambut berwarna hitam sebahu, dia selalu mengikat rambutnya.
Pemuda tersebut memiliki iris mata berwarna coklat, lalu pakaian yang dipakai adalah kimono berwarna hitam, intinya gelap.
Haori hitam selalu terpasang di lengan kirinya agar mirip dengan seseorang yang dia anggap seorang yang paling dia favorit kan.
Sifatnya lugas, dia tidak mau lama berfikir, serius, lucu, dia akan marah jika keluarganya terluka.
Dia tidak bodoh dalam hal apapun, hanya saja malas, karena prinsipnya yang kuat yang berkuasa.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1