
[Chapter 71.]
[Chimera.]
[Silahkan Dibaca.]
Reruntuhan Artes.
Kohta dan ketiga istrinya memandang Monster di depannya tersebut, Monster yang paling mengerikan pada eranya, Chimera.
[Chimera.]
[Tingkat : Titan Puncak.]
[Hp : 98.000.000 / 98.000.000.]
[Str : 158.000.]
[Def : 168.000.]
[Spd : 235.000.]
Kohta memandang apa yang di depannya, yaitu label tentang Chimera tersebut, dia terkejut namun dia tidak peduli.
“Bersiap,” teriak Kohta, dia merasakan bahaya kembali, dengan cepat menarik ketiga istrinya menghindar ke samping.
Sringg.
Booooommmmm.
**
Sementara itu, Master jubah hitam bersama dengan keempat anak buahnya, berjalan menuju ke lorong yang sama dengan Kohta.
Boooommmmmm.
“Ledakan apa itu?” tanya Master dengan heran, kemudian JH1 mengerutkan keningnya dan berkata.
“Sepertinya di depan ada pertempuran, Master,” JH1 berkata dengan nada serius, kemudian Master mengangguk.
“Ayo kita bergerak dengan cepat,” Master mengeluarkan perintah tersebut, kemudian mereka berlima melesat dengan cepat menuju ke sumber ledakan.
**
Di sisi ruang reruntuhan Artes.
Kohta dan ketiga istrinya berhasil menghindari serangan laser tersebut, mereka tidak menyangka bahwa Chimera secepat itu.
Kohta dengan cepat mengeluarkan pedang Arshed miliknya dan mengayunkan ke arah depan.
Tinggggg.
Booommm.
Kohta menahan dan terpental ke belakang menabrak dinding di belakangnya, Rina, Tessa, dan Kansha terkejut.
Namun, mereka merasakan bahaya dari samping, mereka dengan cepat memasuki mode bertahan.
Booommmmm.
Ketiganya terpental dan melesat ke belakang, kemudian menabrak dinding dengan keras.
Boommm.
“Ughh,” ketiganya merasakan rasa sakit, mereka merasa sakit di kepala mereka, kemudian mereka mulai berdiri.
Kohta sendiri terkejut melihat tiga istrinya menabrak dinding, lalu dia merasakan bahwa Chimera akan menyerang istrinya.
Kohta dengan cepat melesat ke arah Chimera dan mengayunkan pedangnya ke arah Chimera dengan cepat.
Chimera menatap ke arah Kohta yang menyerang dirinya, dia dengan cepat mengayunkan kakinya ke arah Kohta.
__ADS_1
Tringgg.
Tidak seperti sebelumnya, Kohta tidak terpental. Dia menahan serangan Chimera tersebut dengan fokus tinggi.
Namun, dia segera merasakan bahaya di sampingnya, Kohta dengan cepat melakukan backflip berkali-kali.
Tap tap tap.
Booommm.
Kohta selesai mendarat, dia menatap ke arah apa yang membuat dirinya bahaya, Kohta melihat sosok ular, lebih tepatnya ekor Chimera.
“Kalian, apakah tidak apa-apa?” tanya Kohta, kepada ketiga istrinya yang berada tepat di belakangnya.
“Tak apa, hanya saja sedikit pusing tapi sudah hilang,” jawab Rina, kemudian pedang miliknya bercahaya kuning.
“Aku pun, kami sedikit lengah saat Chimera itu muncul,” Tessa berkata sambil kedua tangannya bercahaya kuning.
“Mari kita serang bersama,” Kansha segera menghilang dari tempat, dia benar-benar bersembunyi dari musuh.
(Note : Kansha menggunakan Stealth, kalau kalian tidak tahu Stealth, itu jurus Assasin berarti menghilangkan diri dan hawa keberadaan.)
Kohta mengalirkan Ken dan Kin ke dalam pedang Arshed miliknya, kemudian memakai Haori hitam di kepalanya.
“Ayo mulai,” ucap Kohta, kemudian dengan cepat ketiga orang tersebut melesat ke arah Chimera.
Groooaaarrr.
Tessa melompat, kemudian menghentakkan kakinya dengan keras, membuat tanah berbentuk kotak-kotak naik.
Boomm.
“Earth Fall.”
Wushhhh
Seketika tanah berbentuk kotak-kotak tersebut melesat dengan cepat, menuju ke arah Chimera.
Brushhhhh.
Tessa menambahkan api ke dalam tanah miliknya, membuat tanah terlihat seperti meteor menyerbu ke arah Chimera.
Chimera melihat hal tersebut, matanya bersinar, kemudian sinar laser mengarah ke bebatuan tersebut.
Sringg.
Booommm.
Rina yang melihat bahwa debu berterbangan, dia memanfaatkan situasi tersebut, dia dengan cepat mengayunkan pedangnya.
“Frozen Bird.”
Kyaaakkk
Es berbentuk burung besar muncul, kemudian melesat dengan cepat menuju ke arah Chimera.
Melihat serangan tersebut, Chimera tidak tinggal diam. Dia melesat ke arah es tersebut, kemudian mulutnya terlihat ada percikan api.
Brushhhhh.
Chimera menghembuskan api tersebut dengan besar, es yang dibuat oleh Rina menguap, Chimera ingin menyerang kembali, namun dia merasakan sebuah bahaya di bawahnya.
“Sekarang, Sayang,” teriak Rina, Chimera menatap ke bawah, dia melihat Kohta dengan pedang yang memiliki warna merah.
“Dragon art - Dragon Drive,” mata Kohta memunculkan siluet tajam, kemudian dia berdiri tepat di belakang Chimera.
Jressssss.
Groooaaarrr.
Chimera terkena tebasan tersebut, dia benar-benar tidak menyangka ada seseorang yang bisa melukainya.
__ADS_1
Brukkk.
Chimera terjatuh, lalu dia berdiri. Kohta sendiri terkejut melihat Chimera hanya terluka biasa, Kohta benar-benar terlalu meremehkan pertahan Chimera.
Rooooaaaarrrr.
Chimera meraung dengan marah, kemudian ekornya berayun dengan sangat cepat dan mengarah ke segala arah.
Boom Boom Boom Boom.
Kohta melihat hal tersebut, segera berkumpul dengan para istrinya. Mereka berkumpul dengan cepat, lalu memandang ke arah Chimera, sampai mendengar suara di belakang mereka.
“Akhirnya kau kutemukan, boca-“ ucap suara tersebut, namun terhenti saat sebuah sinar mengarah ke dirinya.
Sriiinggg.
Kohta, Rina, dan Tessa menghindari serangan tersebut, laser dengan cepat mengarah ke belakang Kohta dan dua istrinya
Booommmm.
Kansha yang bersembunyi, selesai mengumpulkan seluruh harta, kemudian dia menghilang dan muncul tepat di belakang Chimera.
Namun, saat dia mengayunkan belati ke arah leher Chimera, sebuah ekor ular menyerang dirinya.
Wushhh.
Kansha dengan cepat bereaksi dan menghilang dalam kehampaan lagi dan muncul di dekat Kohta dan kedua saudarinya.
“Sialan, kau,” raung marah seseorang yang berada di pintu, orang tersebut tak lain tak bukan ialah Master dari anggota jubah hitam.
Dia marah karena serangan Chimera membunuh anak buahnya, dia tidak sempat menghindari.
Kohta memanfaatkan hal tersebut, dia tidak peduli dengan Chimera maupun Master tersebut, dia menarik Rina, Tessa, dan Kansha keluar dari ruangan.
Beruntung, Master tersebut fokus ke arah Chimera, sehingga membuat keempat orang tersebut bisa kabur dari ruangan.
Tap tap tap tap.
“Kita harus kabur, biarkan mereka bertarung,” Kohta menghindari pertarungan, karena dia tidak yakin bisa menang.
Rina, Tessa, dan Kansha juga begitu, mereka hampir kehabisan mana dan Ohma milik mereka.
Mereka melesat dan Kohta segera berhenti di tempat, membuat ketiga istrinya juga berhenti.
“Maaf, kalian tidak akan bisa kabur,” ungkap seorang perempuan tepat di persimpangan tiga cabang tersebut.
“Kau,” Kohta merasa kesal sekarang, dia melihat ada lima orang termasuk perempuan di depannya, yaitu Alexa.
“Kalian, aku minta kalian kabur dan segera pergi ke Negeri Elf terlebih dahulu,” Kohta berkata dengan serius.
Kohta memunculkan pedang Tresta miliknya, Alexa mengerutkan keningnya melihat hal tersebut.
“Percuma saja, kalian tidak akan bisa kabur, karena kalian akan mati disini,” ungkap Alexa dengan nada sombong.
Rina, Tessa, dan Kansha menggertakkan gigi mereka, kemudian mereka menuruti perintah dari Kohta.
“Sekarang,” teriak Kohta, melepaskan serangan kuat ke arah lima orang berjubah hitam tersebut.
Rina, Tessa, dan Kansha melesat keluar, lalu berteriak dengan keras.
“Hati-hatilah Kohta, kami akan tunggu di Negeri Elf.”
Kohta mendengar hal tersebut, tersenyum dan mengacungkan jempol miliknya, kedua pedangnya bersinar, tatapannya menjadi tajam.
“Ayo kita mulai,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.