Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 61


__ADS_3

[Chapter 61.]


[Pertempuran Nightmare Lord.]


[Silahkan Dibaca.]


Medan Perang.


Kugo melesat ke arah Nightmare Lord, dia memunculkan lingkaran sihir dalam tangan miliknya.


Kemudian, lingkaran sihir menghilang, magma terbentuk di tangan Kugo, dia tiba di depan Nightmare Lord.


Kugo mengayunkan tangan Magma miliknya tersebut ke arah Nightmare Lord, sementara Nightmare Lord mengangkat tangannya untuk menahan pukulan tersebut.


Booommmm.


Sigmarus menjadi tajam, Guildmaster melebarkan matanya, sementara Kugo dia meraung.


Grooarr.


Nightmare Lord dengan mudahnya menerima pukulan tersebut, dia tidak peduli pukulan magma tersebut, kemudian Nightmare Lord mengangkat Kugo dan melemparkannya ke arah belakangnya.


Boooommmm.


Kugo terkejut, lalu dia merasakan rasa sakit di perutnya, hutan yang berada di bawah Kugo hancur tertelan oleh lahar yang terus keluar dari tubuh Kugo.


Nightmare Lord menatap ke arah Kugo, kemudian siluet mata bercahaya muncul, lingkaran sihir terbentuk di tangan kanannya.


Selepas itu, tangannya berubah menjadi warna hitam dan lingkaran sihir menghilang. Nightmare Lord mengayunkan kepalan tangan ke arah Kugo dengan keras.


Boooommmm.


Kugo tidak bisa apa-apa, dia terkena pukulan tersebut dengan telak, perutnya berlubang. Lahar yang muncul dari perut tersebut, tertelan kegelapan.


Nightmare Lord dengan cepat menangkap kedua kaki Kugo, kemudian dia melempar ke atas.


Wushhhh.


Kugo terkejut, dia terbang ke atas. Kemudian, Nightmare Lord mengambil pemukul duri miliknya.


Kemudian, Nightmare Lord melompat dengan cepat, dia sudah melewati Kugo yang terlempar ke atas.


Berbagai lingkaran sihir menyelimuti pemukul berduri milik Nightmare Lord, kemudian Nightmare Lord tepat sudah berada di puncak lompatan miliknya.


Dia menatap ke arah Kugo yang sudah sampai di puncak terbangnya, Nightmare Lord terjun cepat ke arah Kugo dengan berposisi siap untuk memukul dengan pemukul berduri.


Kugo melihat hal tersebut, dia menggerakkan kedua tangannya ke depan dan menyilangkan tangannya untuk menahan serangan tersebut.


Nightmare Lord menyeringai, lalu dia tiba di atas tepat Kugo, dengan keras dia mengayunkan pemukulnya tersebut.


Booooommmmm.


Kugo tersentak, dia merasakan tangannya hancur dan meluncur dengan sangat cepat ke arah bawah.


Wushhhhhh.


Booooooommmmmm.


Kugo jatuh dan membentuk kawah yang sangat besar, hampir setengah hutan menjadi kawah tersebut.

__ADS_1


Kondisi Kugo sangat parah, tangan kaki tubuhnya hancur, tidak ada yang utuh kecuali kepala yang sudah benar-benar hancur.


“Sepertinya waktuku selesai,” ucap Kugo, kemudian berubah menjadi butiran-butiran cahaya, lalu melesat ke arah Tessa.


Tessa merasakan Kugo masuk ke dalam tubuhnya, dia berkata dengan khawatir, “ Istirahatlah, Kugo.”


Booommm.


Nightmare mendarat dengan keras, lalu menatap tajam ke arah Sigmarus dan Guildmaster yang berdiri tidak jauh darinya.


Sigmarus menatap juga dengan tajam, sementara Guildmaster mulai menjadi lebih serius.


Guildmaster melesat lebih dahulu ke Nightmare Lord, dia memunculkan lingkaran sihir di kapaknya.


Lingkaran sihir menghilang, api menyala di kapaknya. Nightmare Lord melihat hal tersebut, dia memandang rendah Guildmaster.


Nightmare Lord dengan ringan mengangkat pemukul miliknya, kemudian dia memposisikan tubuhnya kembali.


Lingkaran sihir terbentuk di pemukul tersebut, namun itu hanya satu lingkaran sihir saja, kemudian lingkaran sihir menghilang dan api hitam muncul.


Nightmare lord dan Guildmaster mengayunkan senjata mereka, kedua senjata bertemu satu sama lain.


Booooooommmmmm.


Gelombang kejut besar menyebar ke segala arah, api hitam api normal berkobar di berbagai hutan tersebut.


Sigmarus dengan ringan membekukan seluruh medan, dia memastikan Rina, Tessa, dan Kansha selamat.


Kemudian, dia menatap tajam ke arah pertempuran Guildmaster dengan Nightmare Lord tersebut.


Medan Pertempuran.


Kemudian, keduanya saling menatap satu sama lain, Guildmaster mulai mengayunkan kembali kapaknya tanpa lingkaran sihir.


Nightmare Lord melihat hal tersebut, dia mengira itu terlihat seru, jadi dia mengikuti apa yang di lakukan Guildmaster.


Boom Boom Boom Boom Boom Boom Boom.


Mereka berdua terus saling bertukar serangan senjata, keduanya mundur selangkah dan mengayunkan senjata lebih kuat lagi.


Booommmm.


Keduanya mundur terdorong oleh benturan kedua senjata mereka masing-masing, Guildmaster memandang Nightmare Lord sambil tersenyum.


“I..tu m...en..ye...na..ngk..an,” ucap Nightmare Lord, dia terlihat berusaha berbicara, Guildmaster terkejut dengan hal tersebut.


“Apakah Nightmare Lord belum sepenuhnya bangkit?” gumam Guildmaster, kemudian dia menjadi serius, ketika melihat Nightmare Lord mengangkat tangan kirinya.


Lalu, muncullah 6 lingkaran sihir dengan ukuran yang berbeda, lingkaran sihir kemudian menghilang.


Terlihat bola hitam perlahan-lahan muncul dan membesar, kemudian memadat menjadi sangat gelap.


Guildmaster menyipitkan matanya, melihat hal tersebut, dia memunculkan 5 lingkaran sihir dengan ukuran sama di Kapak miliknya.


(Note : Lingkaran sihir berbeda ukurannya, tergantung formula sebenarnya, mau kujelaskan tapi next time saja.)


Lingkaran sihir menghilang, kapak Guildmaster terlihat membesar dan mulai berubah warna menjadi merah.


Sementara itu, Sigmarus melihat hal tersebut dengan tatapan serius, dia membuat lingkaran sihir besar di depannya.

__ADS_1


Kemudian, muncul sebuah perisai transparan di depannya, perisai tersebut besar dan tinggi melebihi dari tingginya.


“Ledakan ini akan lebih kuat,” ucap Sigmarus, kemudian dia melirik ke arah Rina, Tessa, dan Kansha.


Matanya bersinar ketika melihat lingkaran sihir besar sudah ada 18. Kemudian, Sigmarus menatap ke arah pertempuran kembali dengan senang dan serius.


“Kurang 2 lingkaran dan itu yang paling sulit, semoga saja aku cukup,” ucap Sigmarus, kemudian dia fokus ke depan.


Medan Pertempuran.


Nightmare Lord menatap ke arah Guildmaster dengan seringai, lalu dia melemparkan Bola hitam ke atas.


Wushhh.


Nightmare Lord memegang pemukul miliknya dengan kedua tangannya, lingkaran sihir muncul di bawahnya.


Kemudian, lingkaran sihir menghilang, kilatan-kilatan petir terlihat di kaki, Nightmare Lord, kemudian dia mencengkram pemukul dengan erat.


Bola turun, tepat lurus di depannya, Nightmare Lord mengayunkan pemukulnya dengan keras dan mengenai bola hitam tersebut.


Boooomm.


Guildmaster melihat hal tersebut, dengan cepat dia mengayunkan kapak miliknya ke arah Bola hitam yang melesat cepat ke arahnya.


Wushhhhh


Boooooommmmmmmmmm.


Ledakan besar terjadi, kota Sina bergetar dengan hebat, para pengungsi bahkan para petualang terkejut dengan getaran tersebut.


“Semuanya berlindung di tempat yang terbuka,” teriak para petualang memperingati para warga.


Semuanya berkumpul di tempat terbuka, kemudian angin besar menerpa mereka, namun para petualang dengan cepat membuat pelindung transparan.


Bushhhhh.


Krakkkk.


Para petualang terkejut, melihat pelindung yang retak, kemudian mereka melihat bahwa gelombang angin sudah selesai, ketika getaran selesai.


Di sisi tembok kota Sina.


Berdiri seseorang dengan pakaian kimono hitam, dengan dua pedang tergantung di pinggangnya.


Haori hitam terpasang di kepalanya, rantai-rantai muncul di dekatnya, tatapannya menjadi dingin melihat medan pertempuran raksasa tersebut.


“Baru kutinggal sebentar, mereka sudah bermain dengan menyenangkan,”


Ungkap orang tersebut, kemudian rantai-rantai meluncur ke berbagai pohon yang berdiri kokoh.


Lalu, orang tersebut dengan cepat melesat di tarik oleh dua rantai miliknya, dia terlihat berayun-ayun menuju ke arah medan pertempuran.


“Sekarang, waktunya aku ikut bermain,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2