Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 39


__ADS_3

[Chapter 39.]


[Perang 9 Akhir.]


[Silahkan Dibaca.]


Gerbang kerajaan Yunan.


Kohta menatap tajam ke arah Dragon, kemudian dia menatap ke arah Rina yang perlahan terbaring di tanah.


“Exchange,” ucap Kohta, seketika berpindah tepat dengan tangan hitam di dekat Rina tersebut.


Kohta dengan lembut, mengangkat Rina dan menggendongnya ala pengantin. Kemudian, dia berjalan santai menuju ke arah Tessa.


Namun, saat Kohta berjalan, seluruh tempat tersebut terlihat terhenti, tempat tersebut berubah menjadi warna putih.


Selepas meletakkan Rina di dekat Tessa, Kohta berbalik dan menatap ke arah Dragon, lalu warna putih kembali menjadi semula.


“Apa yang terjadi?” ucap Dragon, kemudian memandang ke arah tempat Kohta sebelumnya, namun yang dia lihat kosong.


Dragon pun mencari dan akhirnya menemukan Kohta, sedang berdiri di depan Tessa yang terkejut.


Tessa benar-benar terkejut, melihat seseorang muncul tepat di depannya, lalu dia mendapati Rina berbaring di dekatnya.


“Nyonya,” ucap Tessa, menghampiri Rina, dia menggunakan pahanya untuk bantalan Rina tidur.


Tessa menatap ke arah Kohta dengan penasaran, lalu dia dengan berani tanpa rasa gugup bertanya.


“Kau bukan Kohta, lantas siapa?” ucap Tessa, dia benar-benar harus sopan, karena dia pernah mendengar ucapan dari Guru Shi.


Flashback.


Terlihat Kohta, Rina, dan Tessa menatap ke arah Guru Shi, mereka memandang ke arah Guru mereka dengan fokus dan serius.


“Hari ini, kita akan berlatih tentang Roh atau bisa disebut wujud asli dari energi milik kalian sendiri,” ucap Guru Shi.


Ketiganya mengangguk paham, kemudian Guru Shi melanjutkan dengan nada tenang dan serius.


“Roh atau Spirit, terbentuk karena sebuah energi milik Manusia sendiri, emosi, fisik, perilaku, dan hal lainnya akan terkait dengan manusia itu sendiri,” ucap Guru Shi.


“Roh terbagi menjadi 3, Roh Yi, Roh Yu, dan Roh Ye,” ucap Guru Shi, kemudian dia melanjutkan kembali.


“Ketiga jenis Roh tersebut memiliki sifat berbeda, namun dalam hal kekuatan hampir sama,” ucap Guru Shi.


“Roh Yi, adalah perwujudan roh yang terbentuk dari energi dengan bantuan elemen dasar. Roh Yi bisa dianggap membuat elemen dasar mu meningkat lebih dari kata normal,” ucap Guru Shi.


“Roh Yu, adalah perwujudan roh yang terbentuk dari energi dan bantuan elemen ganda, Roh Yu melebihi kuatnya dari Roh Yi, karena memiliki kesadaran sendiri,” ucap Guru Shi.


“Roh Ye, adalah roh terkuat, bisa dibilang Roh ini bukan sembarang roh, karena perwujudan miliknya bukan hanya dari energi,” ucap Guru Shi.


Lalu, Guru Shi menunjuk ke arah Rina dan Tessa, lalu dia berkata.

__ADS_1


“Kalian berdua, memiliki Roh Yu, namun untuk Rina. Kau akan lambat dalam membangunkan kesadarannya,” ucap Guru Shi, kemudian dia menunjuk ke arah Ryuto.


“Roh mu adalah Roh Ye, aku tidak tahu jenisnya. Namun, roh milikmu sangat kuat. Bahkan, kau bisa menduduki suatu kerajaan dengan mudah,” ucap Kakek Shi.


“Dan juga roh mu memiliki kesadaran sejak awal, dia akan bekerjasama, jika dia mau saja dan dia bisa mengganti jiwamu, jika kau akan dalam bahaya,” ucap Kakek Shi.


Kohta, Rina, dan Tessa mendengar semua itu terkejut, terutama Kohta. Dia memandang ke arah tangannya yang mengepal.


Flashback end.


Kohta memandang ke arah Tessa, lalu dia berbalik menatap ke arah Dragon, dan berkata dengan senyuman seringai.


“Panggil saja aku Raja Iblis,” ucap Kohta, kemudian dia menatap tajam ke arah Dragon, lalu mengarahkan pedangnya ke Dragon.


[Ding.]


[Entitas asing memasuki Tu-.]


‘Berhentilah bicara, Artefak. Kau harus segera memulihkan energimu, agar Tuan rumahmu bisa kuat,' batin Kohta, membuat Clara berhenti bicara.


Kemudian, Kohta memusatkan sebuah energi di ujung dari pedangnya, energi tersebut menjadi berbentuk bulat dan padat, energi tersebut berwarna hitam.


“Dark Impulse,” ucap Kohta, kemudian melesatkan bola tersebut dengan cepat ke arah Dragon.


Wushhh.


Dragon merasakan bahaya dari serangan bola tersebut, namun dia tidak bisa menghindari serangan tersebut.


Boommm.


Teriak Dragon merasakan sakit yang luar biasa, banyak pasang mata yang memandang ke arah Dragon dengan ngeri.


Roarrrr.


Terlihat Dragon tubuhnya terselimuti oleh Api hitam, Dragon benar-benar kesakitan dan merasakan tubuhnya seakan-akan terbakar.


“Kau tidak akan bisa menghilangkan Api Neraka, Kadal bodoh. Api itu adalah Api yang sangat ditakuti di Era Sengoku,” ucap Kohta.


Roarrr.


Dragon terus berjuang, akhirnya dia bisa menghilangkan Api hitam dari tubuhnya, namun dia harus mengorbankan kedua sayapnya.


“Si-“ raung Dragon terhenti, saat melihat sebuah proyektil tebasan berwarna hitam melesat ke arah dirinya.


Dragon terkejut, dengan cepat dia mengayunkan cakarnya ke arah proyektil tebasan tersebut.


Melihat hal tersebut, Kohta mengangkat sudut mulutnya dan berkata dengan nada mengejek, “Bodoh.”


Booommmm.


Asap bertebaran dimana-mana, pasukan kerajaan Yunan melihat hal tersebut segera berlindung, karena merasakan gelombang angin menerpa ke arah mereka.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


Asap menghilang, menampilkan sosok Dragon yang terjatuh dan kehilangan satu kakinya, dia memandang ke arah Kohta dengan benci.


“Terkutuk kau Manusia,” ucap Dragon lemah, dia benar-benar sudah kehabisan segalanya.


Kohta menatap dengan tajam dan datar, dia berjalan ke arah Dragon, lalu berkata.


“Ada kata-kata terakhir?” ucap Kohta, kemudian sebelum Dragon berkata. Dengan kejam Kohta menebas kepala Dragon menjadi 2.


Slashhhh.


“Kau menyedihkan, waktunya kembali,” ucap Kohta, kemudian dia berubah menjadi tampilan sebelumnya.


Kohta jatuh tak sadarkan diri di tanah, Tessa dengan cepat berlari ke arah Kohta.


Di alam bawah sadar Kohta.


Terlihat tempat tersebut berwarna putih keseluruhan. Lalu, terdapat 2 pintu yang terkunci dengan sebuah rantai.


Di tengah dua pintu tersebut terdapat pintu yang sudah terbuka, lalu menampilkan sebuah latar padang rumput.


Di Padang rumput tersebut terdapat satu pohon yang berdiri dengan kokoh, Pohon tersebut menghasilkan sebuah bunga berwarna merah muda, yang dikenal Sakura.


Di balik pohon tersebut, terdapat dua orang. Satu terbaring dan satunya sedang minum minuman keras.


Sisi Kohta.


Kohta terbangun dan melihat langit yang berwarna biru, kemudian dia duduk dan mendengar sebuah suara.


“Oh, kau sudah bangun, Nak,” ucap suara tersebut, Kohta menatap ke arah suara tersebut.


Dia melebarkan matanya saat melihat orang tersebut, terlihat seseorang dengan tampang garang.


Di sampingnya terlihat sebuah helm bekas perang, helm berwarna silver dengan lambang tertentu.


Orang tersebut memakai sebuah Armor dengan jubah berwarna hitam, lalu terlihat dua pedang dan satu senjata Api di pinggangnya.


Di Armor terdapat sebuah lambang dengan ciri khas bunga Sakura, lambang tersebut memiliki Warna Merah dan Hitam.


“Bocah sekarang tidak sopan sangat, dengan leluhurnya,” ucap orang tersebut, duduk dengan posisi lotus.


Gluk Gluk Gluk.


Kohta benar-benar tidak bisa tidak terkejut melihat orang tersebut, lalu dia berkata dengan gemetar.


“Anda...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2