
[Chapter 12.]
[Misi pertama.]
[Silahkan Dibaca.]
Kohta selesai mandi, dia keluar dan memakai Kimononya. Beruntung, di penyimpanan apapun yang dimasukkan, akan menjadi bersih dari kotoran.
Lalu, Kohta keluar dari kamar. Di depan kamar sudah ada pelayan yang menunggunya. Kohta tersenyum, lalu berkata.
“Maaf, jika membuatmu menunggu. Apakah, kamu akan memanduku ke Ruang makan.” Ucap Kohta, sementara pelayan tersebut terkejut, lalu pelayan menjawab.
“Itu benar, Tuan. Mari saya antar ke ruang makan.” Ucap pelayan, lalu berjalan terlebih dahulu. Kohta hanya mengikuti saja.
Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di depan pintu ruang makan. Lalu, pelayan tersebut membukakan pintu.
“Silahkan, Tuan masuk.” Ucap pelayan, sambil sedikit menunduk. Kohta hanya mengangguk dan masuk ke dalam ruang makan.
Disana, Kohta melihat ada Raja, Ratu, Rina, Sean, Elli, Albert, dan Sinon. Kohta melihat Rina memerah melihat Kohta tiba.
“Kohta, segera duduk. Kita akan mulai makan.” Ucap Raja Theo dengan senyum lebarnya. Kohta pun menjawab.
“Baik, paman.” Ucap Kohta, lalu berjalan ke arah kursi di samping Rina. Lalu, duduk di kursi tersebut. Raja tersenyum melihat hal itu.
“Baiklah, mari makan.” Ucap Raja Theo, lalu mereka semua mulai makan makanan yang dihidangkan di meja. Aturan makan Kerajaan adalah tidak boleh berbicara sebelum selesai makan.
Beberapa saat, mereka semua selesai makan. Raja Theo memandang ke arah Kohta, dan bertanya kepada Kohta.
“Apa yang akan kamu lakukan hari ini, Kohta?.” Ucap Raja Theo, sedangkan Kohta yang mendapati pertanyaan tersebut, dia menjawab.
“Aku ingin mendaftar ke Guild petualang, setelah itu pergi menyewa penginapan untuk sementara, sebelum membeli rumah.” Ucap Kohta, sementara Raja benar-benar terkejut dengan cepatnya membuat rencana.
“Bagaimana kalau begini, sebagai hadiah karena membuatku senang dengan duel kemarin, aku ingin memberikan Kediaman.” Ucap Raja Theo, sementara Kohta mengerutkan keningnya.
“Kediaman, tapi apakah anda yakin, Paman?.” Ucap Kohta, sedangkan Raja Theo mengangguk dan berkata.
“Ada dua kediaman kosong sebenarnya. Satu, kediaman yang baru saja ditinggal oleh seorang Baron. Lalu, yang kedua adalah kediaman yang sudah lama tidak terpakai, tempat itu dirumorkan ada hantu didalamnya.” Ucap Raja Theo.
“Pasukan juga sudah menyelidiki tentang hantu tersebut. Namun, hasilnya nihil. Mereka tidak menemukan apapun, karena rumah itu benar-benar pekat dengan energi kegelapan.” Ucap Raja Theo.
__ADS_1
Sementara, Kohta sedang berfikir memilih mana. Namun, Kohta mendapatkan sebuah Notifikasi System.
[Misi awal.]
[Mari berburu Hantu?.]
[Hadiah : 5 emas.]
[Hukuman : Kehilangan pedang Serigala.]
“Aku pilih yang berhantu tersebut.” Ucap Kohta membuat semua dalam ruangan tersebut terdiam. Mereka semua berfikir bahwa Kohta akan memilih kediaman bekas Baron. Namun, ternyata memilih kediaman berhantu.
“Kohta, apakah kamu yakin dengan itu?.” Ucap Rina tiba-tiba sambil memegang tangan Kohta. Semuanya terkejut dengan yang dilakukan Rina.
“Aku yakin Rina. Tunggu, setelah aku menghilangkan hantu it-.” Ucap Kohta terpotong oleh ucapan tegas Rina.
“Aku akan ikut mengusir hantu itu. Bukankah, aku sudah bilang bahwa aku akan selalu bersamamu, dimanapun kamu berada.” Ucap Rina dengan tegas, tanpa tahu bahwa dia berada di ruang makan bersama dengan yang lainnya.
Raja Theo terkejut dan tersenyum. Grisela tertawa pelan sambil menutup mulutnya. Albert, Sean, Elli, dan Sinon terkejut, mereka benar-benar tercengang melihat Bibinya yang dingin berkata seperti itu.
Lalu, Rina sadar bahwa dia masih berada di ruang makan. Lalu, dia menunduk sambil memerah karena malu.
“Fufufufu, tidak menyangka bahwa Rina yang dingin bisa seagresif itu.” Ucap Grisela menggoda Rina. Sedangkan, Rina menjawab.
“Kakak..” Ucap Rina dengan suara kecilnga yang imut. Kohta yang mendengar itu, memegang tangan Rina dan berkata.
“Baiklah, kalau kamu ingin ikut.” Ucap Kohta, lalu Kohta memandang ke arah Raja Theo. Lalu berkata dengan tenang.
“Paman, aku akan mengambil kediaman tersebut. Serta, aku ijin pergi ke kediaman tersebut.” Ucap Kohta, berdiri begitu juga Rina.
“Sampai jumpa, Raja, Ratu, serta Sean, Elli, Albert-san, dan Sinon-chan.” Ucap Kohta, lalu beranjak pergi dari ruang makan bersama Rina yang berjalan dengan cepat.
“Shadow, urus pemindahan kediaman hantu tersebut.” Ucap Theo, lalu Shadow muncul dan menundukan kepalanya.
“Baik, Yang mulia.” Ucap Shadow, lalu menghilang kembali. Lalu Sean dan Elli pergi. Sementara Albert masih di tempat.
“Ayah, siang ini aku akan pergi ke Kerajaan Kuri, untuk bertemu dengan Kina.” Ucap Albert, sementara Theo dan Grisela menatap ke arah Albert, Theo pun berkata.
“Baiklah, tapi tidak besok saja. Maksudku, tunggu sampai Kohta menjadi Hunter. Namun, kalau kamu ingin segera kesana, tidak apa-apa.” Ucap Theo.
__ADS_1
“Aku akan langsung kesana saja, Ayah. Siang ini, aku akan berangkat.” Ucap Albert, dia sudah rindu dengan tunangannya yaitu Kina.
“Kalau begitu, sebelum berangkat temui Ayah dulu. Karena, Ayah ingin mengirim surat sekalian.” Ucap Theo berdiri.
“Baik, Ayah.” Ucap Albert, lalu juga ikut berdiri. Mereka berdua pergi keluar dari ruang makan. Grisela dan Sinon juga keluar ruang makan, mereka pergi menuju ke taman Istana.
Di sisi Kohta, dia sekarang berjalan bersama dengan Rina menuju ke arah kediaman berhantu tersebut. Kohta dan Rina sudah keluar dari Istana tinggal jalan menuju ke barat.
(Mau kubuatkan Mapnya, tapi Hpku gak bisa mendukung. Selalu drop saja, doakan dan bantu supoort dua novel yang kujalankan, agar dapat penghasilan untuk beli Hp.)
“Jadi, Rina apa yang kamu sukai?.” Ucap Kohta, lalu Rina memandang ke arah Kohta, kemudian memandang ke arah depan.
“Berpetualang dengan bebas. Aku dulu, ikut Guild Hunter juga. Rank yang kumiliki adalah A.” Ucap Rina, sementara Kohta terkejut.
“Wow, pantas kamu ingin ikut denganku.” Ucap Kohta, sambil menatap ke arah depan. Sedangkan Rina, menunduk dan berkata.
“Apakah kamu tidak ingin aku ikut?.” Ucap Rina, sedangkan Kohta menggelengkan kepalanya. Lalu, berkata.
“Aku malah ingin kamu ikut. Karena berpetualang sendiri membosankan.” Ucap Kohta, sementara Rina tersenyum senang, lalu mendekat dan memeluk lengan Kohta.
“Entah kenapa, aku berada di dekatmu selalu aman dan nyaman.” Ucap Rina, mengeratkan pelukannya. Sedangkan Kohta tersenyum dan mengelus kepala Rina.
“Baiklah, kita sudah sampai di tempat.” Ucap Kohta, lalu memandang ke arah kediaman yang terlihat tidak terawat. Rina, melepaskan pelukannya dan memandang ke arah kediaman tersebut.
Terlihat samar Aura jahat yang keluar dari rumah tersebut. Kohta mengerutkan keningnya, lalu sebuah suara Notifikasi System muncul.
[Peringatan! Iblis tingkat Senior berada di dalam Rumah tersebut.]
“Jadi begitu, pantas saja banyak yang tidak berani mendekat.” Ucap Kohta, kemudian memandang ke arah Rina yang sudah mengeluarkan pedang berwarna merah.
“Rina, kau sudah siap.” Ucap Kohta, sedangkan Rina hanya menjawab dengan anggukan. Andy pun mengeluarkan pedang Mawar dan pedang Serigala.
“Baiklah ayo masuk.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.