Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 14


__ADS_3

[Chapter 14.]


[Pasangan - Prologue End.]


[Silahkan Dibaca.]


Rina membawa kembali Kohta menuju ke Istana. Prajurit yang melihat itu segera membantu Rina. Prajurit, kemudian membawa Kohta menuju ke kamarnya diikuti oleh Rina.


“Lapor Yang Mulia, Tuan Kohta dan Nona Rina telah kembali. Tuan Kohta mendapat banyak luka, berbeda dengan Nona Rina.” Ucap Shadow muncul di belakang Theo.


“Terimakasih informasinya, Shadow.” Ucap Theo, lalu Shadow menghilang kembali. Theo pun berdiri dan berjalan cepat menuju ke kamar istirahat Kohta.


Beberapa menit kemudian, Theo tiba di kamar Kohta. Dia melihat disana ada, Grisela, Elli, Sean, dan Sinon. Tabib pun juga ada disana.


“Salam Yang Mulia.” Ucap Prajurit yang melihat Theo tersebut. Sedangkan, Theo mengangkat tangannya dan berkata.


“Kerja bagus, kembalilah berjaga.” Ucap Theo, lalu Prajurit pun pergi dari kamar tersebut, dan tersisa anggota kerajaan dan tabib.


“Bagaimana keadaannya?.” Ucap Theo, sementara Grisela menatap Theo, lalu berkata sambil tersenyum tipisnya.


“Dia kelelahan, kata Rina setelah mendudukkan Kohta, dia melihat perlahan Kohta menutup matanya, dan jatuh kembali.” Ucap Grisela. Sedangkan Theo mengangguk.


“Lalu Rina, apa yang ada di sana?.” Ucap Theo, lalu seluruh ruangan menjadi sunyi, tabib juga sudah selesai dan meninggalkan tempat.


“Huff, kak. Itu lebih rumit.” Ucap Rina, lalu di saat tabib sudah keluar ruangan. Barulah Rina melanjutkan ucapannya.


“Di kediaman itu, ada Iblis yang dulu mengacau tempatku dulu.” Ucap Rina, sementara Theo, Grisela, Sean, Elli tahu siapa itu Iblis yang dimaksud.


“Bagaimana bisa, dia ada disana?.” Ucap Theo, dia benar-benar tidak tahu. Lalu, Sean berkata dengan serius.


“Bukankah kami berhasil membunuhnya?.” Ucap Sean, namun Rina menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Iblis itu memiliki pemulihan dengan cara menyerap energi manusia.” Ucap Rina, seketika Theo sadar bahwa setiap orang yang lewat rumah tersebut akan menghilang.


“Jadi, Iblis itu pelaku dari kasus penculikan di daerah tersebut.” Ucap Theo, sambil memegang dagunya dan mengangguk.


“Baiklah, kita keluar. Rina kamu jaga Kohta dan rawat dia. Kita keluar, agar Kohta bisa istirahat Dengan tenang.” Ucap Grisela.


Semuanya mengangguk dan keluar dari kamar tersebut. Di kamar tersebut, hanya ada Rina yang duduk dan Kohta yang terbaring di tempat tidur.


“Terimakasih telah melindungi dan membunuh Iblis tersebut, Kohta.” Ucap Rina, sambil membelai pipi dari Kohta.


“Hihihi, pipinya sangat imut. Serta, disaat dia tertidur benar-benar tampan.” Ucap Rina, tanpa sadar mendekat ke arah Kohta.


Saat sudah dekat, Kohta menarik Rina dan memeluknya di tempat tidur. Sedangkan, Rina yang ditarik terkejut.


“Kyaaa.” Teriak Rina, namun dia menjadi tenang karena yang menarik adalah Kohta. Lalu, dia melihat bahwa Kohta memeluknya, dia tidak bisa tidak memerah.

__ADS_1


“Biarkan begini, aku ingin memeluk seorang Wanita saat tidur.” Ucap Kohta pelan, Rina yang mendengar itu wajahnya menjadi lebih merah dan menjawab dengan anggukan. Mereka lalu tidur bersama.


Siang hari, Kohta terbangun dan merasakan sesuatu kenyamanan. Kohta pun melihat bahwa ada Rina yang juga tertidur memeluk dirinya.


Kohta tidak bergerak, dia hanya tersenyum dan menunggu Rina bangun. Tak lama kemudian, Rina bangun dan mendapati Kohta di sampingnya tengah tersenyum ke arahnya.


“Bagaimana tidurmu, tuan putri?.” Tanya Kohta dengan candaan, sementara Rina memerah dan menjawab.


“Nyaman, aku ingin tidur seperti ini, dipelukanmu Kohta.” Jawab Rina dengan memeluk Kohta tambah erat. Sedangkan, Kohta mencium keningnya dan berkata.


“Baiklah, aku sangat lapar. Nanti kita lanjut berpelukannya.” Ucap Kohta, saat akan bangun. Rina mendorong Kohta ke bawah.


“Tetap di tempat, biar aku membawakan makanan. Kamu tidak boleh kemana-mana seharian penuh ini, mengerti?.” Ucap Rina dengan tatapan yang tajam.


Kohta tersenyum dan mengangguk. Rina juga tersenyum dan turun dari tempat tidur, lalu pergi keluar dari kamar.


[Selamat, Kohta mendapatkan Elemen Kegelapan.]


[Selamat, Kohta mendapatkan Pra-seni Elemen pedang.]


[Selamat, Kohta mendapatkan Pedang Iblis.]


[Selamat, Kohta telah resmi membuka fitur : Misi.]


[Selamat, Kohta mendapatkan Uang 10 Emas.]


[5 Emas lagi, karena Kohta mengalahkan Iblis Senior.]


“Lalu, apa maksudnya Elemen? Bukankah aku tidak memiliki mana?.”


[Elemen aktif bukan karena mana saja, Kohta. Di berbagai Dunia, Elemen dikendalikan dan dihasilkan oleh Aura misterius.]


[Tapi, Kohta belum bisa mempunyai Aura Misterius tersebut. Karena, tubuh Kohta belum melampaui batasan.]


“Lalu, bagaimana caraku melampaui batasanku?.”


[Sejak awal, Kohta sudah melampaui batasan. Kohta setiap bertarung akan selalu jatuh pingsan di tempat.]


[Karena, Kohta sebenarnya sejak awal dibatasi oleh tingkat Bumi, saat berpindah di Dunia Pedang dan Sihir. Otomatis Kohta harus melampaui batasan untuk menyesuaikan tingkat di Dunia ini.]


[Karena tingkat Bumi lebih rendah dari tingkat Dunia Pedang dan Sihir, atau bisa disebut Dunia Deus.]


“Jadi, nama Dunia pedang dan sihir ini, Deus kah?.” Ucap Kohta, lalu pintu terbuka, menampilkan Rina membawa nampan dengan piring yang terdapat makanan.


“Kohta, ayo makan. Agar tubuhmu cepat pulih.” Ucap Rina, sedangkan Kohta mengangguk dan berkata.


“Hmm Rina, tanganku susah digerakkan. Bisakah kamu menyuapiku?.” Ucap Kohta sambil tersenyum, sementara Rina memerah dan mengangguk.

__ADS_1


Lalu, Rina mulai menyuapi Kohta. Mereka berdua sangat mesra satu sama lain. Akhirnya, makanan pun habis.


Kemudian Rina duduk di sebelah Kohta, Rina bertanya kepada Kohta dengan apa yang akan Kohta besok lakukan.


“Besok, kita kemana?.” Ucap Rina, sementara Kohta berfikir, lalu menatap ke arah Rina dan menjawab.


“Kita pergi mendaftar dulu ke Guild petualang. Kamu kan sudah mendapatkan Rank A, sementara aku belum.” Ucap Kohta, sedangkan Rina menggelengkan kepalanya.


“Aku akan mulai awal bersamamu.” Ucap Rina, sedangkan Kohta terkejut. Lalu, dia tersenyum dan mengarahkan tangannya ke kepala Rina.


Kohta menepuk dan membelai rambut Rina, sedangkan Rina yang diperlukan seperti itu memerah karena malu.


“Terimakasih, kamu selalu ada untukku. Serta, kamu boleh meminta apapun dariku. Terpenting aku bisa memenuhi hal tersebut.” Ucap Kohta, sedangkan Rina terpana.


“Kalau begitu, aku ingin dirimu. Aku ingin menjadi yang pertama, aku ingin menjadi Istri pertamamu.” Ucap Rina, sedangkan Kohta terkejut.


“Apakah kamu yakin, kamu tahu aku lebih lemah darimu, tapi aku akan menjadi kuat dan melindungimu jika kamu yakin ingin bersamaku?.” Ucap Kohta, sedangkan Rina mengangguk.


“Aku yakin.” Ucap Rina dengan wajah serius. Lalu, Kohta menerima sebuah Notifikasi System.


[Selamat, Kohta mendapatkan 100% hati dari Rina.]


[Selamat, Kohta mendapatkan Istri pertamanya.]


[Cincin sudah masuk ke dalam penyimpanan.]


‘Terimakasih, Clara. Dengan begini, aku akan benar-benar melindunginya, dan sepenuhnya percaya kepadanya.’ Batin Kohta.


Lalu, mengeluarkan sebuah cincin dari System dan memasangkan cincin tersebut ke jari manis tangan kanan Rina.


“Dengan begini, Rina El Yunan kamu sekarang menjadi Istri pertama dari Kohta Hideoki.” Ucap Kohta dengan serius. Rina mengangguk dan tersenyum dengan berlinang air mata.


Mereka lalu berpelukan dan menunggu malam, dengan bercerita berbagai hal. Tak lama kemudian, malam pun tiba. Mereka berdua saling berpegangan tangan dan melakukan hal pertama di malam tersebut.


Selanjutnya, kehidupan mereka akan penuh rintangan dan halangan. Petualangan yang sebenarnya akan menanti mereka, Wanita / Perempuan akan bertambah seiring perjalanan.


Prologue : Pendekar Pedang Dunia lain End.


Arc 1 : Invasi Monster dimulai.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2