Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 80


__ADS_3

[Chapter 80.]


[Ain.]


[Silahkan Dibaca.]


Pohon Abadi, lantai 2.


Tessa dan Kansha terbawa arus ke belakang oleh gelombang kejut yang sangat dahsyat tersebut.


Wushhhhhhh.


Tessa dan Kansha melakukan pendaratan, kemudian mereka menatap ke arah Golem besar tersebut.


Terlihat Golem besar terkikis dan kehilangan separuh wajah dan dua tangannya, Tessa dan Kansha melihat ada kristal berwarna hijau di kepala Golem tersebut.


“Itu adalah inti Golem,” Tessa berkata, sementara Kansha paham. Dia dengan cepat menghilang dan berganti tempat dengan bayangan miliknya yang berada di leher Golem.


Wushhh.


Kansha muncul tepat di leher Golem, dia melihat Kristal hijau tersebut, dia juga melihat perlahan-lahan kepala Golem terbentuk.


Kansha dengan cepat mengayunkan serangan miliknya tepat ke arah Kristal hijau tersebut.


Slashhhh.


Krakkkkk.


Kristal tersebut perlahan-lahan mulai retak, kemudian Golem berhenti beregenerasi dan Kristal hancur seketika.


Pyarrrr.


Brukkkkk.


Seketika tubuh Golem jatuh dan tidak bergerak sama sekali, kemudian Kansha muncul kembali di dekat Tessa.


Keduanya saling memandang dan tersenyum, lalu mereka terduduk ke tanah, mereka benar-benar kelelahan melawan Golem tersebut.


Brakk.


“Hah...Hah...Hah, beruntung kita bisa menemukan intinya,” Tessa berkata dengan nafas yang terengah-engah.


Kansha mengangguk, lalu dia menjawab, “Kau benar, jika kita bertarung kembali. Kita tidak memiliki kesempatan lagi.”


Keduanya berbaring di lantai, mereka kehabisan mana dan Ohma, mereka menggunakan kekuatan penuh, juga habis-habisan.


Selepas itu, keduanya mendengar suara yang sangat mereka kenal.


“Selamat telah menyelesaikan lantai 2, karena kalian menyelesaikan dengan cepat, maka kalian tidak perlu naik ke lantai 3-8, kalian akan naik langsung lantai 9.”


Keduanya terkejut dengan ucapan dari suara tersebut, mereka benar-benar harus merasa beruntung atau malah dirugikan.


Bagaimanapun lantai 9 pasti akan sangat kuat, mereka berdua sedikit waspada, namun mereka segera sadar ketika mereka mengingat tujuan mereka.


Setelah itu, mereka berdua bercahaya, hal tersebut membuat keduanya terkejut, mereka mengira itu adalah serangan musuh, namun segera menghilangkan dugaan tersebut, selepas mendengar suara Pohon Abadi.


“Ini adalah hadiah utama kedua kalian, sebuah energi baru yang bernama, Ain.”


“Energi tersebut terbentuk oleh spirit kalian masing-masing, mereka akan terbentuk sesuai dengan Elemen kalian.”

__ADS_1


“Earth : Gnome, Fire : Salamander, Wind : Sylph, Water : Undine, Lightning : Jolt, Darkness : Wisp, Light : Luna.”


“Itu adalah nama-nama dari spirit yang ada, itu akan di tentukan berdasarkan sifat elemen kalian utama, selamat mencoba.”


“Juga Energi tersebut bisa di ajarkan, namun syaratnya hanya, kau harus dekat dengan mana.”


Suara tersebut berhenti, Tessa dan Kansha saling memandang, mereka mengangguk. Kemudian, mereka duduk lotus mencoba memahami Ain tersebut.


Bagaimanapun mereka harus bersiap-siap untuk melawan musuh yang berada di lantai 9 nanti.


**


Di sisi Kohta dan Rina.


Keduanya berjalan menyusuri Negeri Elf bersama, mereka tiba di tempat Raja Elf tinggal.


Mereka berdua benar-benar menatap ke arah Pohon yang digunakan untuk tempat Raja, mereka menatap pohon tersebut dengan rasa kasihan.


Terlihat pohon terbelah dan terbakar dengan hebat, sampai hanya menyisakan tempat gosong di pohon.


“Benar-benar mengerikan, apakah seluruhnya di hancurkan oleh Kurht?” tanya Kohta, dia benar-benar terkejut dan merasa bahwa Kurht terlalu bersembunyi.


“Sepertinya, dia dikendalikan melihat tebasan dan ada cakar di beberapa pohon, kemungkinan besar dikendalikan dan dibuat menghancurkan Negeri Elf sendiri,” Rina mengungkapkan analisis miliknya.


“Kau ada benarnya juga,” Kohta setuju dengan ucapan dari Rina, dia paham bahwa Rina pintar, jadi dia yakin Rina bisa membatasi situasinya.


Kohta menutup matanya, kemudian dia menstabilkan nafasnya, seketika pandangan Kohta menjadi lebih luas dan bisa melihat seluruh tempat tanpa terhalang apapun.


Kohta membuka matanya, dia memandang ke arah Pohon tempat Raja Elf berada dulu, dia kemudian berjalan masuk ke dalam.


Rina mengikuti Kohta, keduanya masuk kemudian Kohta berjalan ke arah sebuah perpustakaan kecil.


“Ya, ini adalah perpustakaan. Juga aku butuh bantuanmu, Sayang. Tolong bantu aku mengurutkan buku ini ke dalam rak itu.”


Rina mengangguk dan mulai melakukan apa yang diminta oleh Kohta, dia mengeluarkan seluruh buku yang berada di rak tersebut.


Kohta dan Rina selesai menurunkan seluruh buku, mereka kemudian membawa satu persatu menuju ke rak yang kosong.


Tiba di depan rak kosong tersebut, dia tidak memasukkan buku tersebut, melainkan mengecek buku nomor berapa tersebut.


Kohta dan Rina, mulai menyusun buku-buku tersebut, mereka berdua benar-benar teliti, sampai sekarang.


Tak butuh waktu lama, buku tersusun dengan rapi, terlihat ada sedikit hal aneh, rak tersebut bersinar.


Srinnngggg.


Drrt Drrt Drrt Drrt.


Getaran hebat terjadi karena rak buku seketika terbuka dengan lebar, Rina sendiri terkejut, dia tidak menyangka bahwa ada teka-teki yang merepotkan.


Brakkkk.


Pintu terbuka, mereka berdua berjalan masuk ke dalam pintu rak buku tersebut, mereka berdua kemudian melihat ke arah tangga yang mengarah kebawah.


“Ini, apa-apaan?” tanya Kohta, dia melihat hal tersebut, dia benar-benar terkejut melihat tangga yang besar dan panjang.


Kohta memandang ke arah Rina, keduanya saling memandang lalu mengangguk bersama, keduanya kemudian melompat dan terjun ke bawah dengan cepat.


Wushh Wushh Wushh.

__ADS_1


Tap tap tap.


Meeeka mendarat dengan santai,kemudian mereka  melihat ke aura membunuh ke dalam  sebuah pintu yang sangat besar.


Kohta dan Rina mengerti, dia mendorong pintu tersebut, kemudian Kohta merasakan adanya kehidupan di depan.


Kohta menatap ke arah depan dengan penasaran, Rina juga merasakan adanya hal tersebut.


Keduanya kemudian melihat seorang Elf dengan rambut emas, perempuan Elf tersebut di rantai dan diborgol.


Perempuan Elf emas tersebut, perlahan membuka matanya, dia melihat ke arah Kohta dan Rina.


“Tolong,” ungkap perempuan Elf emas tersebut, dia benar-benar terlihat sangat lemas.


Kohta yang melihat hal tersebut terkejut, dia pun memunculkan pedang Tresta miliknya dan memotong seluruh rantai tersebut


Slash Slash Slash Slash.


Trinnnggg.


Seluruh rantai yang melilit Elf emas menghilang. Kohta dengan cepat menangkap Elf emas yang jatuh.


Kohta dengan cepat membaringkan Elf emas tersebut, dia membiarkan Elf emas tersebut beristirahat terlebih dahulu.


“Sayang, sepertinya aku tahu siapa Elf emas ini.”


**


Di sisi Tessa dan Kansha.


Keduanya masih fokus dalam mencerna informasi energi mereka, kemudian perlahan-lahan mereka membuka matanya.


Ekspresi senang dan senyum muncul di kedua istri Kohta tersebut, mereka kemudian mengayunkan tangannya.


Seketika tanah retal meluncur dengan cepat menuju ke arah dinding di sisi ruangan.


Mereka berdua berdiri dan saling memandang satu sama lain, Tessa berkata terlebih dahulu sebelum Kansha berkata.


“Kita akan melatih energi ini terlebih dahulu, konsumsi Ohma dan Manaku mulai mengurang, berarti Ain benar-benar sangat berguna.”


Kansha yang mendengar hal tersebut mengangguk, keduanya mulai melakukan sparring, mereka sparring agar lebih mengetahui Ain sepenuhnya.


**


50 menit kemudian.


Keduanya sudah melakukan pemanasan, mereka menatap ke arah pintu menuju ke arah lantai 9, mereka benar-benar terlihat sudah siap.


“Ayo kita naik.”


[To be Continued.]


Note : jika ada yang kaga jelas tiba-tiba, abaikan dulu. Aku buatnya dengan menahan rasa kantuk ini.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2