
[Chapter 72.]
[Ren.]
[Silahkan Dibaca.]
Reruntuhan Artes.
Kohta menatap ke arah 5 orang yang sedang berada di depannya, perempuan di depannya mendecih.
“Cih, kalian kejar tiga perempuan itu, aku akan melawan orang ini,” Alexa memerintahkan JH5-8, kemudian dia mengeluarkan rantai birunya.
JH5-8 mengangguk, Kohta menatap ke arah 4 orang tersebut dan menghela nafas, saat melihat mereka masih di bawah ketiga istrinya.
JH5-8 dengan cepat mereka pergi dari lorong cabang tersebut, Alexa melayang kemudian 7 rantai berayun dengan cepat ke arah Kohta.
Kohta melihat hal tersebut, dia memposisikan kedua pedang miliknya, kemudian sorot matanya menajam.
Wushh Wushh.
Ting Ting Ting Ting.
Kohta dengan cepat menahan serangan rantai tersebut, kemudian rantai hitam miliknya perlahan keluar dan mulai bertarung dengan rantai biru milik Alexa.
Ting Ting Ting Ting Ting Ting.
Tringggg.
Kedua rantai mundur, Alexa menyipitkan matanya saat melihat ke arah Kohta, dia kemudian bertanya dengan dingin.
“Siapa yang telah kau bunuh?” tanya Alexa, dia sudah menduga bahwa Kohta pasti membunuh salah satu Master.
Kohta terkejut, namun segera kembali sadar. Alexa sudah mengkonfirmasi bahwa Kohta membunuh salah satu dari mereka, hanya dengan melihat Kohta terkejut.
“Kau membunuh salah satu dari kami, jadi kau harus mati,” ucap Alexa dengan dingin, dia melesat ke arah Kohta.
Belati hitam dengan tepian putih, lalu terdapat simbol aneh di belati tersebut, Kohta segera memposisikan dirinya untuk bertahan.
Tringggg.
Kohta menahan belati tersebut dengan Tresta miliknya, kemudian dia mengayunkan Arshed miliknya ke arah Alexa.
Wushh.
Dinggg.
Alexa melakukan Backflip, kemudian menghilang dari kehampaan dan menggunakan skill miliknya.
“Stealth Moon.”
Wushhhh.
Kohta terkejut, kemudian dia menjadi lebih waspada melihat dirinya tidak bisa merasakan kehadiran Alexa.
‘Stealh ini lebih kuat daripada milik Kansha, aku sama sekali tidak bisa merasakan berada di mana dia,' batin Kohta, dia mengerutkan keningnya.
Jress Jress Jress.
Kohta benar-benar terkejut melihat dirinya tidak berkutik melawan Alexa, dia sudah menaikkan persepsi miliknya.
Jress Jress Jress Jress.
Kaki Kohta tersayat, tangan dia juga tersayat, perutnya juga terlihat tertusuk, Kohta benar-benar tak berdaya sekarang.
__ADS_1
‘Sialan, perempuan ini benar-benar membuatku marah,' batin Kohta, kemudian dia mengingat sesuatu.
“Beritahu aku, siapa yang telah kau bunuh?” tanya Alexa sekali lagi, Kohta mengerutkan keningnya dan menjawab sambil tersenyum.
“Apa perlu aku jawab,” Alexa tertegun dengan ucapan Kohta, dia menatap Kohta dengan rumit.
“Kuakui kau kuat, tapi aku lebih kuat, juga kau tidak akan bisa lepas dari sini, jadi matilah dengan tenang,” Alexa berkata dengan nada dingin.
Kohta mengerutkan keningnya, dia tidak peduli dengan ucapan perempuan di depannya.
‘Apa yang kurang dariku, kenapa aku macet di Senior tingkat puncak, apa yang kurang?’ Kohta benar-benar bingung sampai sistem bersuara.
[Tuan, apakah anda perlu bantuanku?]
Kohta sedikit terkejut, dia lalu sedikit bimbang apakah menerimanya atau tidak, namun dia segera memilih Ya.
‘Apa yang kurang dariku, Clara?’
[Menjawab, anda kurang tekad dan energi spiritual.]
‘Bukankah Kin dan Ke..jangan bilang.’
Kohta segera memejamkan matanya, Alexa melihat hal tersebut berfikir bahwa Kohta sudah menyerah.
Kohta masuk ke dalam alam bawah sadar miliknya, ada 6 pintu melingkar dan ada 9 tempat obor di depan seluruh pintu, kemudian di obor tersebut terdapat 3 yang mengeluarkan sebuah api transparan dengan warna berbeda.
Kohta menyentuh Api putih, kemudian dia merasakan energi Ken di api tersebut, kemudian dia menyentuh api biru, lalu dia merasakan energi Kin.
Kohta mengalihkan pandangannya ke api berwarna ungu, Kohta bisa merasakan sesuatu dalam dirinya diminta untuk menyentuh api tersebut.
Kohta segera menyentuh api ungu tersebut, kemudian dia merasakan energi baru memasuki dirinya.
Luar bawah sadar.
“Matilah dengan tenang,” Alexa mengayunkan rantai miliknya dalam keadaan skill miliknya.
Alexa merasa bahwa Kohta akan mati, namun dia segera terkejut saat mendengar sebuah suara benturan.
Tringgg.
Alexa melihat bahwa rantai miliknya di tangkis, dia benar-benar terkejut dan menekan keterkejutan miliknya.
“Pasti kebetulan,” gumam Alexa, kemudian mengayunkan rantainya dengan cepat, bukan hanya satu melainkan 8 rantai secara bersamaan.
Wushhhhh.
Tringggg.
Mendengar suara benturan tersebut, wajah Alexa menunjukkan keseriusan, dia menatap ke arah Kohta yang masih memejamkan matanya.
Kohta kemudian perlahan membuka matanya, dia sudah menguasai energi baru miliknya, dia menamai Kenryu menjadi Ren.
Kohta mengalirkan Ren menjadi sesuka hatinya, berbeda dengan Kin dan Ken memiliki batasan.
Kohta mengalirkan ke dalam persepsi miliknya, dia akhirnya melihat dengan jelas lokasi dari Alexa.
“Mari kita memasuki, pertempuran kedua,” Kohta memasukkan Tresta miliknya, kemudian mengalirkan Ren ke arah Arshed.
Arshed bersinar seakan menemukan energi baru, Kohta mengerutkan keningnya dan mulai mengayunkan pedangnya.
Wushhhhhh.
Alexa tersentak, dia dengan cepat menyatukan seluruh rantainya dan menghalangi serangan dari Kohta.
__ADS_1
Terlihat sebuah proyektil tebasan yang sangat besar dan lebar melesat ke arah Alexa, tanah bahkan dinding atap tertebas.
Slashhhh.
Boooooommmmm.
Alexa terpental ke belakang, dia mengeluarkan darah di sudut mulutnya, kemudian menyeimbangkan dirinya untuk berdiri.
Dia menatap ke sekeliling dan terkejut, dia melihat dirinya berada di luar. Dia menatap ke arah depan dimana, dia terkejut.
“Apa-ap...” Alexa terkejut, namun segera berhenti dan mulai memposisikan dirinya untuk bertahan.
Tringggg.
Wushhhh.
“Kau lengah,” Kohta muncul dan menerbangkan Alexa ke arah samping dan menabrak dinding Labirin.
Boommm.
“Flower Blade.”
Swushhh.
Berbagai bunga bermekaran di bawah, kemudian kelopak terbang ke arah Kohta dan kelopak tersebut sedikit aneh.
Kelopak tersebut sedikit lebih besar dari biasanya, hal tersebut terjadi karena Kohta memasukkan Ren ke dalam kelopak bunga tersebut.
Kohta mengarahkan pedangnya ke Alexa, seketika kelopak dengan cepat melesat ke arah Alexa.
Swish Swish Swish Swish Swish Swish.
Alexa menyadari hal tersebut, dia mengayunkan 10 rantai miliknya ke arah kelopak-kelopak tersebut.
Tring Tring Tring Tring Tring.
Jress Jress Jress Jress Jress Jress.
Alexa benar-benar kualahan. Dia menatap ke arah kelopak yang masih menyerangnya terus-menerus.
“Apakah ini akhirnya kah?” ungkap Alexa, dia sudah siap mati. Namun, kelopak berhenti dan Alexa tidak merasakan rasa sakit kembali.
1 detik... 2 detik, dia menunggu dan tidak merasakan rasa sakit kecuali luka sebelumnya. Alexa membuka matanya, dia terkejut melihat kelopak bunga menghilang.
Dia lalu melihat Kohta yang ingin pergi dari reruntuhan, Alexa menggertakkan giginya dan berteriak.
“Kenapa kau tidak membunuhku?” teriak Alexa, dia merasa bahwa Kohta mempermainkan dirinya.
Kohta yang beranjak pergi, berhenti dan menatap ke arah Alexa, kemudian dengan ringan berkata.
“Aku masih memegang janji seseorang, untuk apa aku membunuhmu, aku bukan seorang pendekar pedang yang menebas setiap orang dengan gila.”
Kohta memiliki prinsip sendiri, walaupun terdengar naif, namun Kakeknya selalu berkata dengan serius.
‘Berjanjilah nak, Apapun yang terjadi pendekar pedang bukanlah orang yang mencari musuh dan membunuhnya, jika lawanmu perempuan cukup buat mereka panas atau tidak berdaya saja, kau jangan sampai membunuh tanpa alasan yang pasti, bahkan perempuan itu mengancam kau maupun orang terdekatmu.’
‘Buat perempuan tunduk dan menurut, jika dia melukai keluargamu.’
Kohta kemudian melanjutkan perjalanan mengabaikan Alexa yang terdiam di tempat.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.