Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 64


__ADS_3

[Chapter 64.]


[Pertarungan dengan Ashura Bee.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan.


Kohta, Rina, Tessa dan Kansha memandang ke arah depan, tepatnya ke arah Ashura Bee yang sedang menatap mereka dengan tajam.


“Ayo kita mulai,” Kohta berkata dan melesat ke arah depan dengan cepat, Rina juga melesat dengan cepat.


Tessa melesat menyusuk Kohta dan Rina, sementara Kansha menghilang menggunakan skill miliknya.


Rina mendahului Kohta, karena Rina memiliki kecepatan melebihi Kohta. Kemudian, Rina hampir tiba di dekat Ashura Bee.


Sementara itu, Ashura Bee yang melihat Ryuto dan ketiga istrinya melesat ke arahnya, dia mengayunkan tangannya dan antena miliknya dengan sangat cepat.


Swish Swish Swish Swish Swish Swish.


Muncul berbagai proyektil tebasan kecil melesat ke arah mereka berempat, Rina yang melesat dengan cepat, dia bisa menghindari seluruh proyektil tebasan tersebut.


Kohta sendiri, membiarkan proyektil tebasan tersebut, sampai akhirnya Tessa berhenti dan menghentakkan kakinya.


Lingkaran sihir berwarna coklat muncul tidak jauh di depan Ryuto, kemudian lingkaran sihir menghilang dan muncul tembok tanah yang sangat padat.


Booommmmm.


Proyektil tebasan mengenai tembok tersebut, tembok hancur tak bersisa. Kohta melewati sambil tersenyum.


Rina tiba di dekat Ashura Bee, dia memunculkan lingkaran sihir kecil di pedangnya, namun segera lingkaran sihir menghilang.


Pedangnya bercahaya biru, kemudian dengan cepat mengayunkan pedangnya tersebut dengan sangat cepat.


Ding Ding Ding Ding Ding Ding Ding.


Ashura Bee yang melihat itu, hanya melambaikan tangannya dengan santai, menahan seluruh serangan dari Rina.


Ashura Bee kemudian memunculkan lingkaran sihir di depan mulutnya, lingkaran sihir menghilang dan muncul Bola berwarna ungu.


Pushhh.


Ashura Bee dengan santai meludahkan bola tersebut ke arah Rina, bola melesat dengan cepat.


Namun, Rina dengan cepat menghindari bola tersebut, kemudian dia mulai menyerang kaki Ashura Bee tersebut.


Booommm.


Bola ungu meledak di tanah belakang Rina, kemudian terlihat dengan kecepatan miliknya menyerang ke arah perut Ashura Bee tersebut.


Slash Slash Slash Slash Slash.


Namun, bukannya terluka. Melainkan hanya bulu milik Ashura Bee yang tertebas, Rina terkejut.


Rina segera sadar kembali, ketika dia merasakan bahaya dari samping kiri miliknya, dia melakukan backflip dengan cepat.

__ADS_1


Booomm.


Rina berhasil menghindar, dia melihat sengatan Ashura Bee yang menusuk tanah dan tanah mulai terkikis.


“Korosif,” ucap Rina, dia merasakan bahaya kembali. Namun, segera tenang saat melihat tangan tajam Ashura Bee di tahan oleh sebuah pedang.


Tringgg.


Pedang merah muncul, Kohta tiba tepat waktu. Dia menahan serangan dari Ashura Bee tersebut.


Kemudian, dia mengayunkan pedang Tresta miliknya ke arah Ashura Bee. Sebuah proyektil tebasan besar tercipta dan melesat ke arah Ashura Bee.


Kedua Antena Ashura Bee dengan cepat menahan serangan tersebut, namun dia tetap mundur terdorong beberapa langkah.


Brurrr.


Tessa menghentakkan kakinya kembali, kemudian lingkaran sihir tepat di bawah kedua kaki dari Ashura Bee.


Lingkaran sihir menghilang, kemudian tanah menahan kaki tersebut, Ashura Bee marah dan meraung.


Kyakkkk.


Ashura Bee kemudian, melihat ke arah Kohta dan kedua istrinya, kemudian dia mengayunkan sengatan miliknya ke bawah.


Booommm.


Tanah pun menghilang, Ashura Bee bebas. Namun, dia melihat sebuah es dengan bentuk lancip terbentuk.


Rina membuat berbagai es lancip dan mengarah ke Ashura Bee, dia dengan cepat melesatkan es lancip tersebut.


Ashura Bee yang melihat hal tersebut, dengan cepat ke enam tangannya mengayun dan membentuk berbagai proyektil kecil.


Boom Boom Boom Boom Boom.


Asap dingin menyebar di medan Pertempuran tersebut, kemudian muncul Kansha di punggung Ashura Bee.


Ashura Bee merasakan bahaya di punggungnya, namun dia terlambat bereaksi.


Slashhhh.


Sayap milik Ashura Bee terpotong oleh Kansha, kemudian dia menghilang kembali.


Melihat sayapnya jatuh ke bawah, Ashura Bee marah dan mulai kehilangan keseimbangan dalam terbang dan terjatuh ke tanah.


Booommmm.


Kyakkkkkk.


Ashura Bee jatuh, kemudian dia bangun kembali dengan cepat, dia tidak bisa terbang kembali sekarang.


Kohta tersenyum melihat hal tersebut, dia ingin melesat, namun terhenti saat sebuah mana terkonsentrasi pada satu titik, yaitu Ashura Bee.


“Apa itu?” tanya Rina yang berada di sebelah Kohta, sementara Tessa dan Kansha tahu apa yang akan dilakukan oleh Ashura Bee.


“Dia ingin berubah, menjadi Rashura Bee,” ucap keduanya, Kohta sendiri mengerutkan keningnya.

__ADS_1


[Rashura Bee, itu adalah tingkat di atas Nightmare Lord, Tuan.]


“Sepertinya lebih berbahaya,” ucap Kohta, sementara Tessa dan Kansha mulai bersiap menyerang.


“Apakah kalian masih ada mana tersisa?” tanya Kohta, ketiganya mengangguk. Kemudian dia berkata.


“Kalian lancarkan serangan terkuat kalian,” ucap Kohta, kemudian dia dengan cepat memasukkan Ken dan Kin ke dalam kedua pedangnya.


Ketiga istrinya mengangguk, Rina dan Tessa mengeluarkan Ohma mereka, kemudian melapisi diri mereka.


Sementara Kansha, menggunakan energi lain di tambah dengan mana, dia mengalirkan energi tersebut ke seluruh tubuhnya.


“Rina / Tessa, kita bergabung,” ucap Sigmarus / Kugo secara bersamaan, membuat kedua perempuan tersebut terkejut.


“Kau yakin?” tanya keduanya kepada roh mereka masing-masing, kedua roh mengangguk.


Rina dan Tessa tersenyum kemudian, mereka mulai memasukkan energi roh ke dalam tubuh mereka.


Keduanya bercahaya, membuat Kohta dan Kansha menatap ke arah keduanya. Mereka berdua terkejut melihat Rina dan Tessa.


Rina berubah, dia memakai pakaian ratu berwarna biru (dress), dengan tatapan tajam dan iris matanya berwarna biru cerah, pedang miliknya terlihat bersinar dan berubah menjadi putih.


Tessa juga berubah, dia menggunakan armor berwarna emas, dia terlihat seperti Valkry, kedua tangannya di lapisi magma yang terlihat seperti sarung tangan.


(Note : Aku tidak bisa mendeskripsikan detailnya, karena kendala sesuatu.)


Kohta dan Kansha menatap dengan ekspresi terkejut di wajahnya, Kohta segera sadar dan tersenyum.


Sementara itu, Kansha merasa rumit, karena di antara mereka, dia yang paling terlemah. Kohta mengetahui fikiran Kansha.


Dia menepuk kepala Kansha, membuat Kansha menoleh ke arahnya, kemudian dia berkata dengan lembut.


“Selepas ini kau juga akan bisa seperti mereka,” ucap Kohta, membuat Kansha senang dan mengangguk.


Kohta memandang ke arah Ashura Bee yang sudah selesai berubah menjadi Rashura Bee, dia menjadi lebih serius, ketika mendengar ucapan dari Oda.


‘Nak, jika kau terdesak, akan ku gantikan. Musuh di depanmu, bukan main-main,' ucap Oda dalam dirinya.


‘Ya, pak tua. Aku akan berusaha terlebih dahulu,' ucap Kohta, kemudian dia mengencangkan Haori hitam miliknya.


Kin dan Ken yang sudah berada di pedangnya mulai membesar dengan liar, Kansha sendiri terkejut melihat hal tersebut.


Dia juga sudah bersiap, lalu menghilang menggunakan skill miliknya, Rina dan Tessa maju dan berdiri di sebelah kanan dan kiri Kohta.


Rashura Bee menatap dingin ke arah ketiga orang di depannya, dia mulai mendesis dan muncul uap berwarna hitam dalam mulutnya.


Kohta, Rina, dan Tessa melihat hal tersebut hanya tersenyum, kemudian Kohta berkata dengan nada semangat.


“Nah, mari kita mulai Ronde kedua,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2