Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 16


__ADS_3

[Chapter 16.]


[Gempar.]


[Silahkan Dibaca.]


“Jadi ini, alasanmu menolakku, Rina.” Ucap suara di belakang Kohta dan Rina, saat mereka mendengar suara tersebut, ekspresi Rina menjadi lebih dingin.


“Apa masalahmu, Thomas.” Ucap Rina, lalu Kohta dan Rina mengabaikannya dan masuk ke dalam Guild petualang.


“Berhenti kau, Ja*ang.” Ucap orang tersebut dengan keras, sambil mengarahkan tangannya ke bahu Rina.


Kohta yang mendengar ucapan orang tersebut, berhenti. Lalu, melihat tangan orang tersebut ingin memegang bahu Rina. Kohta menendang perut orang tersebut.


Bughhh.


Orang tersebut yang tak lain adalah Thomas, terkejut saat mendapati tendangan di perutnya. Dia terdorong mundur 10m dari tempatnya.


“Ugh.” Ucap Thomas, lalu menatap ke arah Kohta dengan tajam. Begitu juga Kohta menatap dengan tajam dan aura membunuh yang keluar.


Wushhh.


Thomas yang merasakan aura membunuh dari Kohta, seketika gemetar dan sedikit takut dengan Kohta. Lalu, Thomas menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Ban*sat, beraninya kamu.” Ucap Thomas, sedangkan Kohta menghilang di tempat dan muncul di depan Thomas dengan mengarahkan pedang di leher Thomas.


“Memangnya kenapa, kalau aku berani.” Ucap Kohta dengan dingin. Thomas menggigil ketakutan. Lalu, Kohta menyarungkan kembali pedangnya, berbalik pergi ke arah Rina.


Thomas benar-benar ketakutan, sampai-sampai dia kencing di celananya. Dia menatap ke arah Kohta, dengan tatapan takut, benci, marah, dan banyak hal.


‘Awas saja kamu, aku akan melaporkan kepada Ayahku. Apalagi kamu Rina, akan kubuat kau tunduk di kakiku.’ Batin Thomas berbalik pergi dengan cepat menuju ke rumahnya.


Di sebuah kegelapan di gang, terdapat sosok yang melihat hal tersebut. Dia tersenyum menyeringai, lalu menghilang kembali.


Di sisi Kohta dan Rina, mereka berada di dalam guild. Banyak orang berlalu lalang di guild tersebut, ada juga yang duduk sambil minum.


Kohta dan Rina, berjalan ke arah Resepsionis. Sampai di depan resepsionis, Rina berkata dengan santai kepada resepsionis.


“Nana, aku ingin mendaftarkan seseorang ke guild.” Ucap Rina, raut mukanya yang dingin berubah menjadi santai.


“Oh, Rina-chan. Siapa yang ingin kamu daftarkan?” Ucap Nana, lalu Rina menunjuk ke arah Kohta yang berada di sebelahnya.


“Dia, Suamiku.” Ucap Rina dengan santai, seketika seluruh Guild hening. Baik itu yang berlalu lalang, maupun yang sedang minum, mereka semua berhenti. Nana, pun juga berhenti. Lalu, tak lama kemudian mereka semua berteriak dengan keras.


“Apaaaaa.” Teriak semuanya membuat Kohta dan Rina menutup telinganya, suara seluruh orang di guild terdengar sampai keluar.


“Ratu es mendapatkan Suami, segera sebarkan berita ke seluruh kerajaan.” Teriak salah satu dengan memegang sebuah buku.

__ADS_1


“Ratu es menikah, apakah dunia akan berakhir.” Teriak orang lain dengan keras.


Banyak orang yang memandang Rina tidak percaya, mereka semua tahu seberapa dinginnya Rina, mereka semua menjadi heboh dengan berita tersebut.


Seluruh kerajaan Yunan, gempar seketika mendengar Ratu es mereka sudah memiliki Suami. Para Laki-laki yang mengejar cinta Ratu es, segera terduduk di tanah dengan air mata deras membasahi pipi mereka.


“Ratu esku, sudah dimiliki orang lain.” Ucap orang sedih tersebut.


“Apa arti hidup, tanpa Ratu es.” Ucap orang sedih lainnya. Sementara untuk para Perempuan mereka benar-benar senang karena Ratu es mereka memiliki pasangan.


“Kyaa, siapa Pria yang menikahi Ratu es?.” Ucap Perempuan senang tersebut.


“Pasti tampan.” Ucap Perempuan senang lainnya.


Sementara itu, di guild petualang terjadi kericuhan. Disana benar-benar menjadi heboh, dengan berita tersebut. Lalu, banyak laki-laki memandang ke arah Kohta dengan tatapan tak percaya dan benci.


“Sial, kau harus duel dengan kami. Sebelum memiliki Ratu es kami.” Teriak laki-laki yang tidak terima, sedangkan Kohta menatap ke arah Laki-laki tersebut sambil tersenyum.


“Oh, kalau begitu, kumpulkan seluruh orang yang tidak terima, aku akan bertarung dengan mereka semua secara langsung.” Ucap Kohta.


Deklarasi perang tersebut menbuat percikan listrik muncul dimata mereka. Sedangkan, Rina yang berada di dekat Kohta, berkata.


“Sayang, apa kamu yakin?.” Ucap Rina dengan khawatir, sedangkan para laki-laki yang mendengar suara Rina, mereka serasa ada panah menusuk hati mereka.


Jleb


Jleb


“Mereka itu sudah jelek, bau, dan tidak tampan seperti mu.” Ucap Rina, seketika seluruh laki-laki yang mendengarkan ucapan Rina, merasa hati mereka retak dan hancur.


Krakkk Pyarr.


‘Ah, aku ingin mati, kenapa Dewa begitu kejam kepada kami.’ Batin mereka terduduk lemas di lantai. Lalu seseorang laki-laki besar turun dari tangga sambil tertawa.


“Gahahahahaha, deklarasimu sungguh menarik, Nak.” Ucap orang besar tersebut. Semua orang melihat ke arah orang besar tersebut, lalu berteriak.


“Guildmaster.” Teriak mereka, lalu mereka segera duduk di tempat semula. Kohta dan Rina mengarahkan pandangan ke Orang besar tersebut.


“Guildmaster? Apakah pemilik guild ini?.” Ucap Kohta, membuat seluruh orang di guild berkeringat dingin. Sementara orang besar itu menatap ke arah Kohta dengan tajam.


“Oh, kau benar, bocah.” Ucap Orang besar tersebut, sedangkan Kohta berjalan ke arah Guildmaster tersebut, dia menatap ke arah Guildmaster dengan tajam.


‘Apa yang ingin dilakukan, anak itu? Apakah dia ingin mati.’ Batin seluruh orang di guild. Sementara Guildmaster juga berjalan ke arah Kohta.


“Nah, Paman. Jika aku menang darimu, apakah aku akan diterima di guild ini.” Ucap Kohta, sambil memegang gagang pedangnya.


Seluruh orang terkejut, dengan pernyataan Kohta. Tak terkecuali dengan Rina, dia terkejut dan khawatir dengan Kohta.

__ADS_1


Sementara itu, Guildmaster menatap tajam ke arah Kohta sambil mengeluarkan tekanan peringkat masternya.


Wusshhhhh.


Brukkkk.


Seluruh orang yang berada di bawah tingkatan Guildmaster, semuanya jatuh ke tanah, sedangkan Rina, Nana mereka sudah biasa.


Kohta sedikit tertekan namun, membalas tekanan tersebut, yang membuat Kohta berdiri tegak menatap tajam ke arah Guildmaster.


Kohta merasakan, tubuhnya menjadi semangat saat melihat ada orang yang lebih kuat di depannya. Dia tersenyum lebar, membuat Guildmaster mengerutkan keningnya.


‘Bocah ini, sepertinya maniak bertarung.’ Batin Guildmaster, lalu tersenyum menyeriangi, kemudian menghilangkan tekanan dan berkata.


“Melawanku? Aku akan menunggumu di arena guild.” Ucap Guildmaster berjalan pergi menuju ke area guild.


Sementara itu, seluruh orang di guild memandang ke arah Kohta dengan mata kasihan, namun juga ada rasa senang. Rina segera berlari ke arah Kohta dan memeluknya sambil berkata.


“Kenapa kamu melakukan itu kembali, apakah kamu masih kurang jera setelah bertarung melawan Kakak Theo?.” Ucap Rina, sedangkan seluruh guild terkejut.


Mereka yang minum menyemburkan minumannya ke samping, mereka yang makan segera tersedak, lalu mereka berfikir.


‘Melawan Kakak Theo, bukankah bocah ini melawan Raja, apakah dia tidak takut mati.’ Batin mereka semua, menatap Kohta dengan ngeri.


“Tenanglah, sayang. Aku akan kembali kok.” Ucap Kohta, mengelus punggung Rina, kemudian Rina melepaakan pelukannya dan mencium bibir Kohta.


Cup.


“Kalau begitu, semangat.” Ucap Rina, dia tahu bahwa Suaminya keras kepala jika menyangkut pertarungan dengan orang kuat.


“Un.” Ucap Kohta mengangguk dan berbalik menuju ke arena guild, sedangkan semua orang mematung saat melihat Rina mencium Kohta.


Mereka semua sadar dan mengutuk ke Kohta, mereka semua berharap Guildmaster membunuh Kohta, lalu mereka semua juga ikut menuju ke arena guild.


Sampai di arena guild, semua orang berada di sisi penonton, mereka melihat ke arah arena guild. Sedangkan Kohta, berjalan menuju ke arena Guild yang sudah ada Guildmaster.


Rina berjalan ke arah tempat para penonton khusus perempuan, bersama dengan Nana.


Kohta berdiri tepat di depan Guildmaster dengan senyum semangat. Guildmaster menatap ke arah Kohta dengan senyum.


“Mari kita mulai, Nak.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2