
[Chapter 63.]
[Santai sebelum musuh akhir datang.]
[Silahkan Dibaca.]
Pertempuran telah usai.
Kohta berjalan ke arah ke tiga perempuan yang menyegel Nightmare Lord, dia berjalan santai dan melihat ke tiga perempuan yang terduduk kelelahan di tanah.
Kohta tiba di dekat mereka bertiga, dia tersenyum. Lalu, dia ikut duduk di tanah, kemudian berkata.
“Bagaimana keadaan kalian?, Juga selamat telah menyegelnya,” ucap Kohta, ketiganya tersenyum, kemudian Rina berkata.
“Kami tak apa, hanya kelelahan. Juga terimakasih karena membantu kami tadi,” ucap Rina, kemudian dia sedikit menunduk dan menatap Kohta dengan berkedip-kedipkan mata.
Kohta menatap Rina, kemudian dia paham. Lalu, Kohta mengulurkan tangannya dan menepuk kepala Rina.
Rina menikmati tepukan tersebut, dia sudah tidak tahan dan segera memeluk Kohta dengan cepat.
Grepp.
“Ohh, Rina,” Kohta terkejut dengan aksi dari Rina, kemudian dia tersenyum tak berdaya dan mengelus punggung Rina.
Tessa dan Kansha menatap dengan sedikit cemberut, mereka mendekat ke arah Kohta dan ikut memeluknya.
Kohta sendiri terkejut dengan tingkah mereka, namun dia lebih terkejut dengan Kansha yang memeluknya.
‘Tunggu, kenapa dia juga memelukku? Apakah dia juga memiliki perasaan?’ batin Kohta, dia benar-benar bingung dengan Kansha.
Sementara itu, Kansha sendiri memerah malu, dia baru pertama kalinya memeluk seorang laki-laki selain Ayahnya.
‘Awawawa, bagaimana aku bisa tiba-tiba memeluknya, juga kenapa tadi aku merasa iri dan mengambil inisiatif maju dan memeluknya, jantungku juga berdebar-debar,' batin Kansha.
Dia memeluk Kohta dengan wajah yang memerah, tanpa di sadari Kohta sendiri, karena dirinya sedang menikmati pelukan ketiganya.
Rina kemudian sadar, dia menatap ke arah Kohta dan bertanya dengan penuh penasaran.
“Kohta, bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan dari musuhmu tadi?, terlebih lagi ini lebih kuat,” tanya Rina.
Dia benar-benar penasaran, sejak awal dia merasa sedikit bingung dengan Kohta, terlihat dia seperti menyembunyikan sesuatu.
“Oh, rantai ini. Namanya adalah Chain, itu seperti garis keturunan. Aku menggunakan artefak milikku untuk mendapatkan garis keturunan ini,” ucap Kohta.
Dia jujur, bagaimanapun Rina adalah istrinya, begitu juga Tessa, sementara Kansha, dia masih bingung.
Rina, Tessa, Kansha terkejut dengan informasi tersebut, mereka juga paham, kenapa Kohta terlihat menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
“Apakah artefak seperti itu benar-benar ada?” tanya Rina, dia ingin memastikan. Dia belum pernah mendengar Artefak bisa menyerap garis keturunan.
“Ya, aku menyembunyikan dan aku belum mempercayai kalian, dulu,” ucap Kohta, dengan sedikit menekankan kata dulu.
Rina, Tessa paham, bagaimana merahasiakan sesuatu hal yang langka untuk keselamatan diri sendiri.
Kansha sendiri rumit, dia harus bagaimana. Dia menundukkan kepalanya, dia takut bahwa Kohta dan kedua istrinya menganggap dirinya akan mengambil Artefak milik Kohta.
Rina dan Tessa melihat ke arah Kansha, mereka juga Perempuan dan paham apa yang difikirkan Kansha.
“Kenapa kau tidak menjadi saudari kita, Kansha?” tanya Rina, Kohta sendiri terkejut mendengar itu.
Kansha juga terkejut, dia menatap ke arah Rina, dia melihat senyuman tulus Rina, dalam fikirannya.
‘Apakah aku bisa menjadi yang ketiga?’ batin Kansha, kemudian Rina dan Tessa mendekat ke Kansha dan memeluknya.
“Kau sudah kami anggap Saudari kami, tidak ada penolakan titik,” ucap Rina dan Tessa, tanpa sadar Kansha mengeluarkan air mata dan memeluk erat kedua istri Kohta.
Kohta hanya bisa tersenyum tak berdaya, melihat istrinya menambah istri baru untuknya.
Kemudian, Kansha mengusap air matanya, lalu dia menatap ke arah Kohta sambil melepaskan pelukannya.
“Kohta, apakah kau..” ucap Kansha, dia malu. Namun, saat akan menyelesaikan ucapannya. Kohta dengan cepat memeluk dirinya.
“Aku akan setuju jika, kedua istriku setuju. Namun, kau harus seperti mereka, buatlah aku bisa jatuh cinta kepadamu,” ucap Kohta.
Kansha mendengar hal tersebut, dia dalam hatinya sedikit sakit, namun dia tepis dengan rasa bahagia dan menetapkan satu kalimat dalam dirinya.
‘Aku akan membuatnya jatuh cinta.’
Kalimat tersebut akan selalu dia ingat, kemudian dia merasakan bibirnya tersentuh sesuatu, lalu dia terkejut, melihat Kohta menciumnya.
Cup.
Kohta menatap Kansha yang memerah dengan senyuman, lalu dia berkata dengan nada tulusnya.
“Ciuman pertama milikmu tetap kuambil, selanjutnya pastikan aku mencintaimu, agar aku dapat mengambil hal berharga darimu,” ucap Kohta.
Kemudian, dia juga mencium bibir kedua istrinya, lalu dia duduk di antara ketiga perempuan tersebut.
Kohta dalam hati dia benar-benar senang, walaupun ada hal yang tidak terduga seperti Kansha menjadi istrinya.
Ke empat orang tersebut menikmati suasana tenang tersebut, namun mereka berempat tidak bisa lama menikmati suasana tenang.
Mereka mendengar suara bising dari arah hutan, ke empat orang tersebut lupa akan sesuatu.
“Kita lupa dia,” ucap Kohta, kemudian dia berdiri. Kemudian, dia mengeluarkan pil pengembali mana kepada ketiga istrinya.
__ADS_1
Ketiganya melihat pil tersebut terkejut, lalu mereka saling memandang dan memakan pil tersebut.
Seketika mereka merasa tubuh mereka pulih, lalu dalam diri mereka merasakan perasaan hangat yang tak lain mana.
Ketiganya pulih, sementara Kohta berada di depan dengan sembilan rantai hitam muncul seketika.
Kring kring kring kring
Kring kring kring kring kring.
Mereka berempat memandang ke depan, mereka memandang sosok Makhluk besar yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.
Sosok monster besar dengan 2 antena besar dan lancip, tubuhnya terdapat sebuah bekas luka yang sudah tertutup.
Matanya terdapat 12 berwarna merah darah, kemudian tangannya terdapat enam dan seluruhnya tajam.
Perut yang kelihatan besar dengan sengatan yang sangat tajam dan terlihat sebuah cairan berwarna emas keluar dari sengatan tersebut.
Bzzt.
Tubuhnya penuh bulu berwarna kuning dan hitam, ada bentuk api berwarna merah ke hitaman.
Monster tersebut ialah Ratu para lebah spesial, Ashura Bee. Lebah yang berasal dari neraka dan sudah punah 10.000 tahun yang lalu.
Ryuto mengeluarkan kedua pedang miliknya, pedang Arshed berada di tangan kanannya, pedang Tresta berada di tangan kirinya.
Rina mengeluarkan pedang miliknya, pedang Blue Phoenix, pedang yang tipis dan tajam, pedang yang mengharuskan menggunakan kecepatan.
Tessa mengeluarkan sarung tangan miliknya, Buster Knuckle. Sarung tangan yang memiliki ketahanan dan kekuatan yang besar.
Kansha mengeluarkan belati miliknya, belati dengan motif daun, menandakan dia berasal dari Ras Elf.
(Note : Kohta, Rina, Tessa membeli senjata mereka di toko Sherry, toko yang berada di kerajaan Yunan. Belati milik Kansha itu, Belati normal berasal dari Ras Elf.)
Ke empat orang tersebut memandang ke arah Ashura Bee tersebut, Kohta yang berada di depan berkata dengan serius.
“Hati-hati, musuh kita walaupun bukan abadi seperti Nightmare Lord, dia memiliki kekuatan di atas Nightmare Lord,” ucap Kohta.
Ketiganya terkejut, namun segera menjadi serius kembali.
Pertempuran akhir dimulai.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.