
[Chapter 77.]
[Lantai 1 selesai.]
[Silahkan dibaca.]
Pohon Abadi.
Tessa dan Kansha menatap ke arah Humanoid kayu di depannya, keduanya segera menjadi lebih serius dari biasanya.
Tessa kemudian melesat ke arah Humanoid kayu tersebut, kemudian sarung tangan miliknya terlapisi oleh mana.
Selepas itu, tangan Tessa berubah menjadi coklat, dia melesat dan tiba di dekat Humanoid kayu.
Melihat Tessa mendekat, Humanoid kayu mengayunkan palu kayu yang sudah terlapisi oleh api.
Tessa menyadari hal tersebut, kemudian dia mengayunkan pukulan miliknya tepat ke arah palu api tersebut.
Booommmmm.
Wushhhhhh.
Tessa terpental ke belakang dengan sangat keras, dia benar-benar terkejut merasakan betapa kuatnya palu milik Humanoid kayu.
“Tessa,” teriak Kansha, dia menangkap Tessa dengan mudah, kemudian turun ke lantai, Kansha memperhatikan Tessa, dia mengecek keadaan Tessa.
“Kau baik-baik saja?” tanya Kansha, Tessa mengangguk dan meludahkan darah ke samping, dia terluka sedikit.
“Aku tak apa, hanya saja sedikit terkejut. Sepertinya Palu itu sangat keras, ditambah dengan Api.”
Tessa menjelaskan rincian tentang Humanoid kayu tersebut, Kansha mengangguk paham. Dia kemudian berkata.
“Jangan menyerang sendiri, kita perlu mencari letak kelemahan dari Humanoid kayu ini,” ungkap Kansha.
Tessa mengangguk, dia setuju dengan Kansha. Mereka memperhatikan Humanoid kayu, meneliti setiap tubuh Humanoid kayu tersebut.
Namun, mereka segera bereaksi, ketika Humanoid kayu berlari menuju ke arah mereka.
Tessa dan Kansha saling memandang, kemudian saling mengangguk satu sama lain dan Kansha menghilang dari tempat.
Wushhhh.
Tessa mulai melapisi tangannya dengan tanah kembali, namun tanah tersebut lebih padat dari sebelumnya.
Tessa melesat ke arah Humanoid kayu, kemudian dia melihat dua tangan Humanoid kayu bergerak dan mengarah ke arahnya.
Wush Wush Wush Wush.
Tangan tersebut melesat, Tessa yang melihat hal tersebut, dia juga melihat tangan tersebut sangat tajam.
Tessa hanya bisa menghindar ke samping, kemudian dia melihat tangan yang seperti palu mengarah ke dirinya.
Boom Boom Boom Boom.
Palu turun ke bawah, diiringi ledakan dari kedua tangan Humanoid kayu yang menabrak tanah.
Tessa mempersiapkan posisi miliknya, dia mengayunkan tangannya ke arah Palu tersebut, kedua serangan bertemu untuk kedua kalinya.
Boooooommmmm.
Terlihat Humanoid kayu sedikit tersentak dan mundur selangkah ke belakang, Tessa sendiri tidak merasakan sakit, dia berteriak dengan keras.
“Kakak, sekarang!” teriak Tessa, kemudian Kansha muncul tepat di depan mata dari Humanoid kayu tersebut.
“Wind Cutter.”
__ADS_1
Kansha mengayunkan belati ke arah mata dari Humanoid kayu tersebut, angin tajam tercipta dan melesat ke arah mata tersebut.
Slashhh.
Jlebbbbb.
Angin tajam mengenai tepat mata dari Humanoid kayu, begitupun juga belati milik Kansha menancap di mata Humanoid kayu.
Kahhhhhhh.
Humanoid kayu meraung kesakitan, Kansha merasakan bahaya dari belakangnya, dia segera menghilang dan pergi dari tempatnya.
Buuuggghhh.
Terlihat sebuah tangan kayu memukul tepat mata Humanoid kayu, membuat Humanoid kayu mundur beberapa langkah.
***
Kansha muncul tepat di dekat Tessa, keduanya memandang ke arah Humanoid kayu yang terlihat memegang matanya.
“Sepertinya bukan mata,” Tessa melihat ke arah Kansha, sementara Kansha mengangguk menyetujui ucapan Tessa.
“Sepertinya ada inti dari Humanoid kayu,” Tessa kemudian melihat tubuh dari Humanoid kayu kembali.
Keduanya benar-benar memanfaatkan mencari kelemahan dari Humanoid kayu tersebut.
‘Apa kelemahannya?’ batin keduanya, mereka benar-benar fokus dengan apa yang mereka cari.
Sampai akhirnya, mereka melihat semacam kristal tepat di bawah dagu dari Humanoid kayu tersebut.
“Apakah itu kelemahannya?” tanya Tessa, dia menunjuk ke arah kristal hijau yang berada di bawah dagu Humanoid kayu tersebut.
“Bisa jadi,” Tessa menjadi fokus kembali, melihat Humanoid kayu mulai berdiri tegak dan matanya tertutup.
Humanoid kayu tersebut marah, tanpa sadar Tessa dan Kansha melihat kristal yang semula hijau berubah menjadi merah.
“Aku akan menghancurkannya, cobalah untuk menahannya,” Tessa tidak menjawab dan mengangguk.
Humanoid kayu kemudian melesat dengan cepat menuju ke arah Tessa, dia benar-benar kesal dan harus membalas dendam.
Tessa sendiri melambaikan tangannya, kemudian muncul 10 batang besi mirip seperti bor.
“Drill Down.”
Bor tersebut melesat ke arah Humanoid kayu dengan sangat cepat, Humanoid kayu menatap hal tersebut dan mempersiapkan palu besar.
Humanoid kayu berhenti melesat, dia dengan erat mengayunkan palunya ke arah depan dengan keras.
Wushhhhh.
Booooommmm.
Ledakan terjadi, namun Bor tersebut menancap ke arah palu tersebut, perlahan-lahan terdengar suara retak.
Krakkk krakkk.
Ctarrrrr.
Palu kayu hancur tak bersisa, Bor tersebut berputar dan melesat dengan cepat ke arah Humanoid kayu.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Humanoid kayu ingin menahan seluruh Bor tersebut, namun dia sudah terlambat, Bor sudah tepat berada di depannya.
__ADS_1
Jlebbbbbbb.
Brakkkk.
Bor menancap di tubuh Humanoid kayu. Tangan dan kaki masing-masing terpasang dua bor, sisa dua bor menancap ke arah perut Humanoid kayu tersebut.
Humanoid kayu terjatuh, dia benar-benar terkejut. Kemudian, Kansha tepat muncul di bawah dagu Humanoid kayu.
“Matilah,” teriak Kansha, kemudian Kansha mencium dua angin tajam mengarah ke dagu dari Humanoid kayu.
Slashhh Slashhhh.
Pyarrrr.
Kristal yang berada di bawah dagu Humanoid kayu hancur, kemudian terlihat Humanoid kayu menguap dan asap menerbangkan Kansha mundur.
Bushhhhhhh.
Kansha menstabilkan jatuhnya, dia turun dan jatuh tepat di samping dari Tessa, keduanya menatap ke arah Humanoid kayu yang perlahan menghilang.
“Kita berhasil,” Tessa lega, dia benar-benar kehabisan mana, dia kemudian terhuyung-huyung dan jatuh ke lantai.
Brukkk.
Kansha sendiri juga sama, dia menguras banyak stamina dan Mana, bagaimanapun juga Stealth menguras banyak mana miliknya, apalagi dia harus berlari selepas menggunakan Stealh agar tidak terlalu menguras banyak mana.
“Selamat, kalian telah menyelesaikan lantai 1, lantai 2 terbuka dan juga, terimalah ini untuk kalian masing-masing.”
Sringgg.
Keduanya terkejut, ketika mereka disinari oleh sebuah cahaya, mereka merasa mana dan energi kembali lagi dan mereka juga merasa ada sesuatu yang meningkat dalam diri mereka.
Tessa dan Kansha duduk lotus, mereka mencoba mengerti sesuatu hal yang baru mereka dapatkan. Mereka berdua memasuki alam bawah sadar mereka masing-masing.
***
Alam bawah sadar Tessa.
Terlihat latar alam bawah sadar Tessa ialah bebatuan, Kugo juga bangun ketika dia merasakan sesuatu di Alam bawah sadar Tessa.
“Tessa, apa yang terjadi?” tanya Kugo, dia benar-benar sedikit terkejut melihat Tessa berada di alam bawah sadarnya.
“Aku mencari sesuatu, aku mendapatkan berkah da- Ketemu,” Tessa berhenti menjelaskan dan segera menuju ke sebuah perkamen aneh.
Kugo melihat hal tersebut, dia terkejut. Kugo kemudian berkata dengan nada serius miliknya.
“Perkamen Besi, ini barang berharga,” ungkap Kugo, sementara Tessa mengangguk dan membuka perkamen tersebut.
***
Alam bawah sadar Kansha.
Latar tempat miliknya adalah sebuah padang rumput di malam hari, dia juga bisa melihat bulan bersinar.
Kansha tidak fokus terhadap latarnya, melainkan dia fokus ke arah sosok Humanoid dengan jubah hitam robek-robek.
Tampilannya benar-benar terlihat seperti ninja bayangan, Kansha terkejut dengan hal tersebut.
“Sepertinya kau adalah Partnerku.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.