
[Chapter 29.]
[Pertarungan selesai.]
[Silahkan Dibaca.]
Booomm.
Kohta dan Thomas mundur, beberapa langkah. Kohta memandang ke arah Thomas. Lalu, dia melesat dan mengayunkan pedangnya.
“Tebasan,” ucap Kohta, kemudian pedang terlapisi Ken. Thomas yang melihat itu dengan marah mengayunkan cakarnya.
Wushhh.
Booomm.
Kedua serangan bertemu, namun Kohta berhasil melukai tangan Thomas. Kohta kemudian melompat mundur.
Lalu, terlihat tangan Thomas yang terluka, mengeluarkan api. Kemudian menyembur ke arah Kohta.
Sementara itu, Kohta tertegun. Lalu, dia melakukan 12 langkah. Kohta dengan tenang menghilang di tempat.
“1..” ucap Kohta, lalu muncul di belakang Api tersebut. Kemudian, dia menghilang kembali.
“2...” ucap Kohta, kemudian muncul kembali di depan Thomas.
Melihat Kohta di depan, Thomas mengayunkan tangannya dengan keras menuju ke arah Kohta.
Woshhh.
“3...” ucap Kohta, menghilang kembali dan muncul di belakang Thomas. Namun, terlihat bahwa tangan Thomas yang digunakan untuk menyerang Kohta, terkena berbagai sayatan.
Slash Slash Slash Slash Slash.
“Matilah, Tebasan Mawar,” ucap Kohta, kemudian muncul berbagai kelopak bunga, dan menyatu dengan pedang Iblis.
Kohta mengayunkan dengan cepat ke arah leher Thomas. Sementara itu, Thomas melihat hal tersebut.
Dia ingin menghindari, namun kecepatan tebasan melebihi dari kecepatan miliknya. Seketika, Kohta berada di depannya.
(Dari belakang dan muncul di Depan.)
Slashhhh.
Leher Thomas bukan terputus, melainkan terbakar menjadi hebat. Kemudian, Thomas mengayunkan tangan yang lain ke arah Kohta.
Wushhh.
“Langkah mawar...” ucap Kohta, kemudian menghilang dan menyisakan mawar di tempat dia berdiri tadi.
Boomm.
Serangan Thomas mengenai tanah. Sementara Kohta, muncul tak jauh dari Thomas. Dia menatap ke arah Kohta, sembari bertanya ke Clara.
__ADS_1
‘Clara, bagaimana caraku mengatasi ini? Dia terlihat abadi?’ batin Kohta.
[Dia tidak abadi, Kohta. Jika kamu menebas dia terus menerus. Tubuhnya akan semakin kuat, namun dia akan semakin terbakar dan mati.]
‘Artinya, aku perlu menebas terus menerus, bukan?’
[Itu benar.]
Kohta tersenyum, dia akhirnya paham bagaimana mengatasi Thomas. Lalu, dia menghirup nafas dalam-dalam.
Lalu, mengeluarkan nafasnya dan memandang ke arah Thomas dengan sengit. Kemudian, Kohta melapisi pedangnya dengan Elemen Kegelapan.
Boshhhh.
Elemen kegelapan menyelimuti Pedang Tresta, membuat Pedang Tresta menjadi lebih kuat.
“Mari kita mulai Ronde baru, 12 Langkah,” ucap Kohta, kemudian dia menghilang dari tempat.
“1...” ucap Kohta, tiba di depan Thomas. Sementara itu, Thomas terkejut dan tidak bisa bereaksi.
“Tebasan,” ucap Kohta, dia mengayunkan pedangnya. Lalu, muncul garis di dada Thomas.
“Ahhhhh,” teriak Thomas benar-benar kesakitan, namun di garis tidak mengeluarkan darah atau cairan apapun, disana mengeluarkan api menyembur ke luar.
“2...” ucap Kohta, menghilang dan muncul di belakang Thomas, lalu dia mengayunkan kembali pedangnya.
“Tebasan,” ucap Kohta, dia menebas kembali punggung Thomas. Lalu, menghilang dan muncul lagi.
Kohta terus menyerang dan menghilang, sementara Thomas terus meraung sakit dan marah.
“Mati,” ucap Kohta, kemudian Thomas terbaring di tanah dan terbakar habis. Bahkan tulang-tulang miliknya ikut terbakar.
[Selamat telah membunuh Iblis tingkat Senior 1.]
[Hadiah : 10.000 Poin Sistem + pill pengerasan tulang.]
Kohta tersenyum mendengar suara notifikasi sistem tersebut, lalu dia menyarungkan kembali
Rina dan Tessa yang sudah menyembuhkan Alen, mereka berlari menuju ke Kohta. Wajah yang mereka tampilkan adalah khawatir.
Tiba di dekat Kohta, mereka segera berlari ke arah Kohta, lalu mereka melompat dan memeluk Kohta.
Brukk.
Kohta yang terkejut dengan pelukan tersebut, dia tidak siap dan akhirnya terjatuh oleh dorongan pelukan dari Rina dan Tessa.
“Oh, ada apa dengan kalian?” ucap Kohta, dia membalas pelukan keduanya. Lalu, Rina menjawab dengan senang.
“Syukurlah kau tidak apa-apa,” ucap Rina, dia takut kejadian seperti sebelumnya terulang. Kejadian dimana Kohta akan pingsan setelah melawan musuh kuat.
“Bagaimana keadaanmu, Kohta?” ucap Tessa, dia sekarang benar-benar berubah. Kohta tidak ingin Tessa menjadi budak, akhirnya Tessa bersikap biasa.
Kohta yang melihat tersenyum, lalu dia mengelus kepala Tessa. Dia tidak ingin ada budak di dekat dirinya.
__ADS_1
Kembali sekarang.
“Aku baik-baik saja, hanya memakai beberapa energi Ken saja,” ucap Kohta, dengan ringan. Mereka berdua mengangguk dan menghela nafas.
Mereka berdua juga sudah tahu, bahwa Kohta bisa menyerap Aura Kin dan Ken dengan cepat.
“Setelah ini, kita akan kemana?” ucap Kohta, mereka bertiga berdiri kembali. Lalu, Rina yang sudah berdiri terlebih dahulu menjawab.
“Kita kembali ke Mansion,” ucap Rina, sementara Kohta dan Tessa mengangguk setuju.
Tessa ingin melihat Mansion dimana dia akan bekerja menjadi Maid Kohta.
Dia tidak peduli dengan status, dia hanya ingin melayani Kohta apapun yang dia inginkan, baik itu tubuh, maupun hal lainnya.
Lalu, mereka bertiga berjalan menuju ke gerbang Ibukota. Banyak prajurit yang melihat mereka bertiga, menundukkan kepala mereka.
Setelah masuk gerbang, mereka berjalan pergi menuju ke Mansion milik mereka. Namun, sebelum itu, Rina dan Tessa menarik Kohta menuju ke berbagai toko.
Kemudian, mereka bertiga pergi menuju ke Mansion. Mereka tidak tahu bahwa Raja dan Ratu sedang menyuruh para prajurit untuk mencari mereka.
Di sisi lain.
Sosok Iblis terkejut, dia tersenyum menyeringai dan benar-benar tak percaya.
“Heh, ekspreminku dibunuh,” ucap Iblis tersebut, kemudian berdiri dan berjalan keluar dari Gua persembunyiannya.
“Sepertinya sudah waktunya, meluncurkan serangan ke arah kerajaan Yunan,” ucap Iblis, lalu muncul sebuah seruling.
Iblis tersebut meniup seruling tersebut, kemudian 3 bayangan besar tiba di depannya. Iblis tersebut menatap ke arah 3 bayangan.
“Hahaha, akhirnya dengan tiga senjata ini, seluruh Dunia akan tunduk padaku,” ucap Iblis, sementara ketiga bayangan diam, mereka seperti menunggu perintah dari Iblis tersebut.
“Kalian, aku perintahkan. Pergi ke kerajaan Yunan, buat kekacauan disana!” perintah Iblis kepada 3 bayangan tersebut.
Lalu, tiga bayangan menghilang, dan menghancurkan pepohonan yang mereka lewati.
“Hahahaha,” tawa Iblis sambil menuju ke arah Gua miliknya. Dia sudah yakin, bahwa 3 monster buatan miliknya bisa menaklukan kerajaan Yunan.
Seluruh Monster di hutan, melihat 3 bayangan monster besar, mereka secara otomatis menunduk. Lalu, pergi mengikuti 3 bayangan Monster tersebut.
Mereka bergerak dengan cepat menuju ke arah kerajaan Yunan, pusat kerajaan, Ibukota Yunan.
Ada yang terbang, berlari, melompat pohon demi pohon. Tingkatan para monster berada di Big sampai Titan.
Invasi Monster telah dimulai, apakah kerajaan Yunan bisa menang, atau mereka akan kalah, dan para monster menghancurkan kerajaan Yunan.
Semua akan ditentukan di pertarungan yang akan mendatang.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san