Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 73


__ADS_3

[Chapter 73.]


[Situasi Negeri Elf.]


[Silahkan Dibaca.]


Jalan menuju ke arah Negeri Elf.


Rina, Tessa, dan Kansha melesat dengan cepat menuju ke arah Negeri Elf, mereka bertiga fokus melarikan diri untuk sekarang.


Namun, mereka segera merasakan 4 orang sedang mengejar mereka, Rina menatap ke arah Tessa dan Kansha.


“Kita bertarung?” tanya Rina, kemudian Tessa dan Kansha mengangguk, mereka berhenti dan bersiap untuk bertarung.


“4 orang tahap Senior puncak, kita sudah berada di Master awal tingkat 1,” Tessa dan Kansha paham maksud Rina.


Tap tap tap tap.


“Menyerahlah kalian dan terima kematian kalian, namun sebelum kalian mati akan kami cicipi dulu tubuh kalian.”


JH5, JH6, JH7 menyeringai mesum mendengar ucapan dari JH8, mereka berempat menatap mesum kepada ketiga istri Ryuto.


Rina, Tessa dan Kansha yang ditatap seperti itu, wajah mereka menghitam. Tatapan ketiganya menajam dan aura mengerikan keluar dari tubuh mereka.


“Nah, sepertinya kita harus menyiksa mereka,” Rina berkata dan disetujui oleh Tessa dan Kansha.


“Kau benar, saudari,” ucap keduanya secara bersama, Rina mengayunkan pedangnya yang sudah bercahaya ungu.


JH5-8 terkejut melihat hal tersebut, mereka gemetar melihat cahaya yang bersinar tersebut.


‘Sihir tingkat 3.’


Segera, mereka menjadi serius dan tangan kanan mereka bercahaya berwarna putih dan kuning.


“Dasar bodoh, Ice Prison,” Rina berkata sambil mengeluarkan sihir miliknya, seluruh medan berubah menjadi es, kemudian sebuah kurungan muncul dan memenjarakan keempat orang tersebut.


Tessa yang melihat hal tersebut, tangannya bercahaya ungu, kemudian Tessa memegang tanah.


“Lava field,” Tessa mengeluarkan sihir miliknya, kemudian tanah beku di bawah keempat orang berjubah hitam keluar sebuah lava.


Arhhhhhhh.


Teriak JH5-8, mereka benar-benar merasakan panas dan dingin di dalam kurungan tersebut, mereka benar-benar tidak bisa mengeluarkan sihir mereka sama sekali.


Kansha sendiri mengeluarkan belati miliknya, kemudian belati bercahaya berwarna kuning, kemudian Kansha menggunakan sihir miliknya.


“Wind Shredding,” seketika angin topan besar muncul di tengah-tengah penjara tersebut, membuat lava bahkan es ikut berputar.


Boooommmm.


Suhu tidak stabil membuat ledakan yang sangat besar, kemudian terlihat wilayah setengah es dan setengah lava, di tengah wilayah terdapat 4 abu yang tertiup oleh angin.


“Hufff, mari kita pergi,” Rina berkata dan berbalik diikuti oleh Tessa dan Kansha, ketiganya melesat pergi menuju ke Negeri Elf.


**


Di sisi Kohta.


Dia melesat pergi menuju ke Negeri Elf, dia bergerak sedikit tertatih karena luka yang diterima saat bertarung dengan Alexa.

__ADS_1


“Master awal tingkat 7 benar-benar menyusahkan, beruntung aku sudah menembus level Master awal tingkat 1 dan mendapatkan Ren.”


“Walaupun Ren masih sedikit, huff.”


Kohta benar-benar merasa bersyukur, dia benar-benar merasa berbeda saat sudah mencapai level Master.


Dia merasakan fisiknya naik dengan tajam, indra miliknya juga, terutama insting binatang miliknya.


Dia merasakan Ren berada dimana-mana, namun dia ingat bahwa batas penyerapannya masih kecil.


Wushh.


Tap.


Kohta berhenti di tempat, kemudian dia melihat medan yang sudah berubah menjadi lava dan es.


Kohta kemudian melihat ke arah tengah, dia menemukan sesuatu yang bercahaya di tempat tersebut.


“Clara, apa itu?”


[Jiwa rantai, disarankan Tuan untuk menghisap Jiwa rantai tersebut.]


(Note : Jiwa rantai hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki garis keturunan Chain.)


Kohta mengikuti saran dari Clara, dia datang ke tengah medan yang saling berbeda, kemudian Kohta memegang jiwa tersebut.


Sringgg.


[Peningkatan garis keturunan.]


[Selamat, Tuan garis keturunan Chain meningkat.]


[Jumlah rantai yang dapat dipanggil ada 15.]


Bushhhhh.


Kohta mengeluarkan ke 15 rantai miliknya, rantai berayun dengan tenang dan santai, kemudian Kohta memasukkan 12 rantai ke dalam tubuhnya.


“Sementara 2 dulu, untuk mengejar Rina, Tessa, dan Kansha.”


Wushhhh.


Kohta dengan cepat melesat ke arah Negeri Elf, dia juga merasakan bahwa tubuhnya benar-benar menjadi ringan dan kuat.


Dia tersenyum dan fokus ke depan dan menambah kecepatan miliknya, dia terlihat melesat dengan cepat.


Wushhhhhhh.


**


Negeri Elf.


Rina, Tessa, Kansha tiba di Negeri Elf, mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat sekarang.


Seluruh tempat terlihat sudah terbakar, puing-puing bangunan berserakan dimana-mana, pohon-pohon besar juga terlihat hancur.


Tessa dan Kansha memandang dengan kosong, mereka tanpa sadar mengeluarkan air mata miliknya.


Rina yang mengetahui keadaan tersebut, dia segera memeluk Tessa dan Kansha. Rina menenangkan keduanya.

__ADS_1


“Hiks Huaaaa,” tangis keduanya pecah dan memeluk Rina dengan erat, mereka benar-benar sedih melihat Negeri mereka hancur dan terbakar.


Tap.


Kohta tiba di tempat, dia melihat Negeri Elf yang sudah habis terbakar, hanya menyisakan puing-puing bangunan dan batang pohon.


Kohta mendengar suara tangis, Kohta mencari suara tersebut dan akhirnya ketemu, Kohta mendekat ke arah kedua istrinya yang menangis dalam pelukan istrinya yang lain.


Greppp.


Kohta memeluk mereka, Rina terkejut begitu juga keduanya, namun mereka tidak melawan saat melihat siapa yang memeluk mereka.


**


Beberapa menit kemudian.


Tessa dan Kansha selesai menangis kencang, mereka sekarang terisak-isak dalam pelukan Kohta.


“Kalian harus tegar, ingat apa yang kukatakan. Kemungkinan besar, para Elf tidak meninggal dan sudah kabur pergi dari sini.”


Tessa dan Kansha sadar, mereka mencoba yakin dengan ucapan dari Kohta. Mereka melepaskan pelukan dan menatap ke arah Kohta.


“Kau benar, aku harus menjadi lebih kuat agar bisa membunuh orang yang menghancurkan Negeri Elf.”


Tessa bersumpah terhadap dirinya sendiri, Kansha juga melakukan hal sama, keduanya bersumpah tepat di Negeri Elf itu sendiri.


Sringg Sringg.


Mereka terkejut melihat Tessa dan Kansha mengeluarkan sebuah cahaya tepat di anting mereka.


Cahaya tersebut mengisyaratkan Tessa dan Kansha mengikutinya, keduanya saling memandang dan mengangguk.


Mereka berempat berjalan mengikuti cahaya tersebut, kemudian mereka tiba berhenti di sebuah pohon besar melebihi dari pohon lainnya.


“Hanya Elf yang bisa memasuki pohon besar.”


Sebuah suara terdengar halus di telinga mereka. Kohta dan Rina mengangguk paham, kemudian mereka berdua berhenti di pintu masuk.


Tessa dan Kansha juga berhenti, mereka memandang ke arah Kohta, mereka meminta persetujuan dari Kohta.


Menyadari hal tersebut, Kohta berkata, “Masuklah, kalian perlu kekuatan untuk membalaskan dendam kalian.”


Tessa dan Kansha senang, namun sebelum mereka masuk, Kohta mencium kening mereka.


Tessa dan Kansha merasa senang, mereka menatap ke arah Kohta dan berkata, “Terimakasih, sayang.”


“Semoga berhasil,” Kohta tersenyum, melihat Tessa dan Kansha bersemangat, kemudian dia menatap ke arah Rina.


“Ayo kita keliling, siapa tahu kita menemukan sesuatu yang menarik.” Rina yang mendengar ajakan Kohta mengangguk dengan senang.


Mereka berdua kemudian, mulai menjelajahi area Negeri Elf, mereka tidak tahu kapan Tessa dan Kansha selesai, maka dari itu mereka berkeliling dan mencoba menemukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi mereka.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2