Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 27


__ADS_3

[Chapter 27.]


[Perubahan System.]


[Silahkan Dibaca.]


2 Minggu berlalu.


Kohta sudah memperbaiki setengah Roh miliknya. Sementara Rina dan Tessa sudah menguasai Ohma sepenuhnya.


Kohta juga sudah bisa menguasai Ken, dan juga dia akhirnya selesai menembus batas manusia terakhir miliknya satu minggu yang lalu.


Saat, Kohta menembus batas. Aura yang dia miliki bertambah lebih kuat, tingkat yang dia miliki adalah Senior tingkat 4. Namun, dia dapat mengalahkan Grandmaster tingkat 2.


Ting Ting.


“Berhenti,” ucap Kakek Shi terhadap Kohta, dia memandang ke arah muridnya sambil tersenyum. Lalu, dia berkata.


“Dari ketiga muridku, kau yang paling kerja keras, serta paling cepat berkembang,” ucap Kakek Shi.


“Terimakasih, Kakek Shi,” ucap Kohta dengan tenang, dia tidak ingin sombong atau tinggi hati, hanya karena pujian.


Kakek Shi benar-benar senang, dengan Kohta. Dia tidak mengeluh, serta tidak sombong. Rina dan Tessa juga, namun tujuan mereka adalah bersama dengan Kohta.


Kakek Shi juga terkejut, lalu dia berfikir 'Sungguh cinta yang dalam,'


Kohta selesai sparing dengan Kakek Shi, dia berbicara dalam hati dengan Clara yang sudah benar-benar berubah.


‘Clara, buka Status,'


[Status.]


[Nama : Kohta Hideoki.]


[Umur : 18.]


[Job : Pendekar Pedang.]


[Peringkat : Senior tingkat 4.]


[Elemen : Gelap, Api, (?), (?), -]


[Str : 250.]


[Def : 200.]


[Agi : 350.]


[Int : 250.]


[Kin : 231 / 1540.]


[Ken : 200 / 200.]


[Kenryu : Terkunci.]


[Poin : 1500.]


‘Clara, buka fitur.’


[Status.]


[Map.]


[Seni Pedang.]


[Penyimpanan.]


[Toko.]


[Terkunci.]


‘Buka Toko,'


[Toko]


[Poin :1500.]


[Pedang.]


[Item.]


[Terkunci.]

__ADS_1


‘Hmmm, sekarang berbeda dengan pertama. Kalau begitu, coba buka Pedang, Clara,'


[Pedang.]


[Pedang kayu : 1 Poin.]


[Pedang kayu Elit : 10 Poin.]


[Pedang kayu pertama : 100 Poin.]


[Pedang kayu Dewa : 1000 Poin.]


[...


[Pedang kayu pembunuh Dewa : 100.000 Poin.]


[Pedang normal : 10 Poin.]


[Pedang Tingkat 2 : 100 Poin.]


[Pedang Tingkat 3 : 1000 Poin.]


[Pedanh Tingkat 4 : 10.000 Poin.]


[......]


[Pedang Tingkat 10 : 10.000.000.000 Poin.]


[Pedang penyembuhan : 100.000.000.000 Poin.]


[.....]


‘Daftar banyak sekali, pedang kayu pembunuh dewa?, apa maksudnya?’


[Pedang kayu pembunuh Dewa.]


[Pedang ini diambil dari pohon yang telah membunuh Dewa. Pohon itu sudah hidup 1.000.000.000.000.000.....000 Tahun. Pedang ini, hanya bisa membunuh Dewa tingkat rendah.]


‘Ini.... Bukankah pedang ini terlalu kuat. Lalu, pedang Bunga, Iblis, Serigala, dan Tresta berada di tingkat apa?’


[Pedang Bunga : Pedang Tingkat 2.]


[Pedang Iblis : Pedang Tingkat 3.]


[Pedanh Serigala : Pedang Tingkat 2.]


‘Kukira berada di Tingkat 8, 9, atau 10,'


[Tidak semudah itu, Kohta. Jalan menjadi Pendekar Pedang terkuat itu masih jauh.]


‘Kau benar, kalau begitu buka Seni Pedang.’


[Seni Pedang.]


[Seni Pedang Original :]


[- Teknik Tebasan.]


[- Teknik 12 langkah.]


[Seni Pedang Bunga Mawar.]


[- Tebasan Mawar.]


[- Langkah Mawar.]


[Terkunci (50%)]


[Seni Pra]


[Seni Pedang Serigala (1/5).]


[Seni Pedang Iblis (1/10).]


‘Oh, benar-benar berubah, berbeda dari awal yang masih berantakan,' batin Kohta.


Lalu, Kohta mendengar suara dari Rina dan Tessa, yang berada di samping dirinya.


“Kohta,” ucap Rina dengan lembut. Lalu, Kohta memandang ke arah Rina dan Tessa, kemudian berkata.


“Ada apa?” ucap Kohta, dia memiringkan kepalanya, bingung. Rina, kemudian berkata kembali.


“Kita harus kembali, aku menerima pesan dari Kak Grisela bahwa Kerajaan di serang oleh Thomas,” ucap Rina.

__ADS_1


Kohta terkejut, lalu dia memandang ke arah Rina dengan ekspresi serius. Kemudian, dia berkata.


“Kita harus pergi,” ucap Kohta, lalu berdiri. Kemudian menoleh ke arah Kakek Shi, selaku gurunya.


Merasakan tatapan dari Kohta, Kakek Shi mengangguk menyetujui Kohta. Lalu, Kohta menundukkan kepalanya, diikuti Rina dan Tessa.


“Kami pergi dulu, Guru,” ucap mereka bersama. Sementara, Kakek Shi tersenyum dan berkata dengan lantang.


“Pergilah, bunuh yang ingin melawan Kerajaan,” ucap Kakek Shi dengan lantang. Mereka bertiga menegakkan diri dan tersenyum, lalu berbalik pergi meninggalkan tempat tersebut.


Kakek Shi berbalik dan masuk ke dalam rumahnya.


Di sisi Kerajaan.


“Thomas, apa yang kau lakukan?” ucap lantang seorang laki-laki yang berdiri di tembok.


Laki-laki tersebut, memakai armor dengan jubah merah berkibar. Iris mata merah, digabungkan dengan rambut berwarna merah.


[Alen Siran.]


[20 tahun.]


[Peringkat : Senior tingkat 2.]


Alen memandang ke arah Thomas yang memiliki penampilan yang berbeda dari biasanya.


“Orang ini, apa yang terjadi padanya?” ucap Alen, penasaran dengan apa yang terjadi dengan Thomas.


Namun, saat Alen sedang berfikir. Thomas memunculkan api miliknya, lalu melemparnya ke arah Alen.


Wushhh.


“Awas, Kapten Alen,” teriak seorang prajurit, kepada Alen. Sementara itu, Alen yang mendengar teriakan prajurit, segera menghindar ke samping.


Api melewati tempat dia berdiri sebelumnya. Lalu, Alen menatap ke arah Thomas. Dia benar-benar terkejut, kemudian wajahnya berubah menjadi serius.


“Kau meminta,” ucap Alen, kemudian melompat ke bawah dengan cepat, dia melihat bahwa Thomas terus melempari Api.


Wush Wush Wush Wush.


Alen yang terjun ke bawah, dia berbelok terus menghindari Api yang mengarah kepada dirinya.


Boomm.


Alen tiba di bawah, lalu dia menatap tajam ke arah Thoma, kemudian mengeluarkan pedang miliknya dari sarung.


Sringg.


“Karena kau berkhianat maka mati adalah jalanmu,” ucap Alen, dia tidak peduli dengan Thomas adalah teman sekelas di Akademi dulu.


“Mati..mati..mati.mati,” teriak Thomas melempar bola Api terus menerus ke arah Alen.


Sementara itu, Alen melesat maju dengan cepat. Dia juga menghindari Api yang mengarah kepada dirinya.


Tiba di depan Thomas, Alen segera mengayunkan pedangnya. Namun, Thomas dengan mudah menangkis pedang tersebut.


Tinggg.


Alen merasa akan ada serangan dari bawah. Dia melompat ke belakang dengan cepat, kemudian mendarat dan menatap ke arah Thomas.


Alen terkejut melihat penampilan Thomas dari dekat. Seketika, Alen menjadi lebih serius dari biasanya.


Alen melihat Thomas, wajah memiliki sebuah Tato dan mata merah. Lalu, sebuah tangan muncul di tempat Alen sebelumnya.


Tangan tersebut, ialah tangan kanan Thomas. Alen sekarang tahu apa yang terjadi dengan Thomas, dan Alen sekarang yakin bahwa Thomas sudah mati.


“Aku tidak tahu, kau mati begitu saja, Thomas,” ucap Alen, kemudian mengeluarkan mana miliknya dan memasukkan ke pedang miliknya.


“Sekarang, kau bukan Thomas lagi,” ucap Alen, lalu pedang miliknya diselimuti oleh Api.


[Job : Ahli pedang Sihir.] (Swordmagic.)


[Class : Langka.]


[Swordmagic adalah Ahli pedang yang memiliki Mana untuk mengaktifkan sihir Elemen miliknya.]


Alen memandang ke arah Thomas dengan pandangan tajam, dingin dan niat membunuh. Alen kemudian berkata.


“Bersiaplah kau, Iblis bangs*t,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks for Minna-san.


__ADS_2