
[Chapter 86.]
[Akhir.] [Season 1 End.]
[Silahkan Dibaca.]
Negeri Elf, Pusat kota.
Tessa dan Kansha menatap ke arah Kurht yang mulai berubah, mereka menatap dengan tajam dan sedikit serius.
Seketika lonjakan mana terjadi pada Kurht, tubuhnya membengkak, matanya memerah darah, Kurht merasakan rasa sakit juga.
“Arhhhhhhhh.”
Teriak Kurht kesakitan, tubuhnya terlihat terus membengkak, tidak ada tanda-tanda berhenti, sampai akhirnya tubuhnya menjadi sebesar monster tingkat huge.
Kedua tangan menjadi lebih besar dari biasanya, rambutnya menjadi runcing dan membentuk tanduk dua ke atas.
Grooooo.
Pupil matanya berubah menjadi memanjang vertikal dengan iris mata berwarna merah cerah.
Tessa dan Kansha mengukur kekuatan Kurht, dia menemukan bahwa Kurht naik dari tingkat Master atas menjadi Master puncak.
“Hanya sampai Master Puncak?” tanya Tessa, dia kira Kurht akan menjadi di atasnya, tanpa disangka Kurht masih berada di bawahnya.
“Takutlah denganku kalian, Kyahahaha,” Kurht sombong dan tertawa dengan liar, dia merasa bahwa dia sudah berada di atas mereka berdua.
Namun sayang, ekspektasinya tidak sesuai dengan realita, kekuatan miliknya masih di bawah oleh Tessa dan Kansha.
“Karena kau sudah sombong, maka kami akan mulai melampiaskan seluruh rasa kemarahan kami,” ucap keduanya.
Wushhhh.
Seketika keduanya menghilang, Kurht benar-benar terkejut dengan hal tersebut, dia tidak bisa melacak keduanya.
‘Dimana mereka, bukankah mereka di bawahku?’ batin Kurht, dia menjadi panik, dia benar-benar tidak bisa mendeteksi Tessa dan Kansha sama sekali.
Tessa dan Kansha seketika muncul di depan mata Kurht, tangan Tessa sudah terkepal dengan warna merah cerah.
Kansha sudah memegang dua belati berwarna hitam pekat dengan kobaran kegelapan.
Tessa mengayunkan kepala tangannya ke arah tepat pipi dari Kurht, dia benar-benar memukul pipi Kurht dengan sangat keras.
Booooooommmmm.
Belum sempat bereaksi, Kurht merasakan tubuhnya akan terbang, namun dirinya merasakan berbagai rasa sakit di tubuhnya.
Slash Slash Slash Slash Slash.
Kansha menyayat seluruh tubuh Kurht dengan cepat, dia benar-benar sudah menyayat dari tangan, kaki, tubuh, dll.
Kurht terbang dengan luka yang parah, dia terbang terus sampai akhirnya menabrak sebuah batu besar.
Booommm.
__ADS_1
Krakkk.
“Arhhh,” Kurht benar-benar kesakitan, dia masih bingung dengan tingkat Tessa dan Kansha, namun tidak diberi waktu untuk mencerna seluruh informasi.
Tessa dan Kansha muncul kembali, mereka benar-benar marah dan terus menyerang Kurht tanpa henti.
Boom Boom Boom Boom Boom.
**
Kohta, Rina, dan Liliana menatap ke arah Tessa dan Kansha dengan terkejut, mereka tidak menyangka keduanya berkembang sejauh itu.
Rina ada sedikit iri, namun dia mengabaikan hal tersebut, karena setiap istri Kohta harus kuat.
Riana atau Liliana terkejut melihat adiknya yang begitu kuat, dia dulu tahu bahwa keduanya masih saling berlindung di belakang mereka.
Dia masih ingat dimana Tessa menghilang dan Kansha menuduh Kurht yang melakukan hal tersebut, alhasil Kansha diasingkan dan dirinya di kunci di bawah tanah.
Dia dikunci bukan karena Ayahnya, begitu juga Kansha. Dia juga diasingkan bukan karena Ayahnya, semuanya karena Pamannya yang benar-benar mendesak Ayah mereka untuk melakukan itu semua.
Namun itu adalah kisah lalu, sekarang Riana menatap ke arah dua adiknya yang bertempur dengan Kurht.
Kohta sendiri menatap ke arah keduanya, dia benar-benar merasa senang melihat hal tersebut, istrinya menjadi tambah kuat.
Dia tidak akan khawatir, jika istrinya melawan musuh nantinya, dia juga menatap ke arah Rina yang juga tersenyum senang menatap ke pertarungan.
Plukk.
“Kau juga kuat, kalian adalah istriku, jadi kalian pastilah kuat.”
Dia tersenyum, lalu memeluk lengan Kohta dengan mesra, dia benar-benar senang karena Kohta tidak membeda-bedakan para istrinya.
Riana melihat hal tersebut, dia memeluk lengan Kohta yang lainnya, dia juga ingin ikut dalak kemesraan tersebut.
Kohta dan Rina menatap ke arah Riana dengan lucu, kemudian mereka bertiga menatap ke arah Tessa dan Kansha yang akan membunuh Kurht.
**
Tessa dan Kansha menatap ke arah Kurht, mereka berdua benar-benar sudah menyiksa Kurht sampai babak belur.
Terlihat seluruh tubuh Kurht penuh dengan sayatan dan tubuhnya terlihat melepuh tepat di sayatan, itu benar-benar menyakitkan.
Kulit luar saja akan kesakitan mendapati panas magma, bagaimana dengan luka sayatan, pasti lebih menyakitkan.
Kurht sekarang benar-benar tidak bisa berteriak kembali, pita suara miliknya dipotong oleh Kansha.
Kurht terduduk tak berdaya, dia menatap ke arah Tessa dan Kansha dengan benci, dia benar-benar benci karena keduanya menggagalkan rencana miliknya.
Tessa dan Kansha yang ditatap seperti itu, mereka menjadi lebih dingin, kemudian Tessa berkata dengan datar.
“Waktunya kau mati,” Tessa mengarahkan jari telunjuknya ke arah jantung milik Kurht, kemudian lingkaran sihir berwarna putih muncul.
Swishhh.
Sinar merah melesat dan menembus jantung dari Kurht, kemudian perlahan-lahan dari jantung Kurht berubah menjadi abu-abu dan menyebar ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Kurht akhirnya mati menjadi Abu, Tessa dan Kansha memandang abu Kurht, kemudian dia berbalik menghadap ke arah Kohta.
**
Kohta, Rina, dan Riana menatap Tessa dan Kansha yang sedang berjalan ke arah mereka.
Riana yang melihat kedua adiknya sudah selesai membunuh Kurht, dia melesat ke arah keduanya.
Tessa dan Kansha terkejut melihat sosok Elf yang familiar melesat ke arah mereka dengan cepat.
Greppp.
Riana memeluk Tessa dan Kansha, dia benar-benar merindukan kedua adik-adiknya, dia memeluk keduanya dengan penuh rindu.
Sementara itu, Tessa dan Kansha terkejut kembali ketika di peluk, lalu mereka akhirnya tau siapa Elf perempuan tersebut.
Tanpa sadar air mata mereka mengalir dan membasahi pipi mereka, dengan cepat keduanya memeluk Riana.
Greppp.
“Kakak.”
Sungguh kerinduan yang begitu besar, mereka berpisah sudah sangat lama, lalu kembali bertemu kembali baru sekarang.
Ketiganya saling memeluk erat, mereka benar-benar terlihat melepas rindu satu sama lain, reuni adik dan kakak akhirnya terjadi.
Kohta dan Rina menatap hal tersebut dengan senyum bahagia mereka, keduanya menunggu mereka bertiga selesai melakukan reuni.
Ketiganya melepaskan pelukan mereka, lalu memandang ke arah Kohta dan Rina, ketiganya berjalan ke arah mereka berdua.
Tanpa berfikir panjang, mereka memeluk Kohta dan Rina, mereka tidak ingin momen kebahagiaan mereka hanya dinikmati dengan bertiga.
Kohta sendiri menerima pelukan mereka, dia mengusap punggung semua istrinya dan berkata.
“Selamat.”
Kohta hanya mengucapkan satu kata tersebut, karena kata tersebut mewakili dari segala hal, mereka mengangguk.
Kelima orang tersebut mengingat awal mula datang ke Negeri Elf, dan sebagainya. Siluet kenangan tentang Negeri Elf muncul di ingatan mereka.
Keempat perempuan tersebut memeluk Kohta dengan erat, mereka berempat berkata dengan nada lega dan bersamaan.
“Terimakasih, Sayang.”
[Arc 4 End.]
[Season 1 End.]
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1