Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 11


__ADS_3

[Chapter 11.]


[Rina yang luluh.]


[Silahkan Dibaca.]


Pagi hari.


Kohta terbangun dari tidurnya. Lalu duduk dan melihat di sekitarnya, kemudian memandang ke arah jam yang menunjukkan pukul 04.32.


“Sudah pagi, waktunya olahraga sebentar.” Ucap Kohta, lalu turun dari tempat tidur dan berjalan ke pintu keluar.


Kohta keluar dari kamar, kemudian berjalan di lorong. Kohta juga melihat ke arah luar, dimana Bulan bersinar dengan indah.


“Area pelatihannya dimana sebenarnya?.” Ucap Kohta, lalu muncul sosok hitam di belakang Kohta. Sementara, Kohta yang merasakan bahaya di belakangnya, segera berguling ke depan dan mengeluarkan pedangnya.


“Siapa kamu?.” Ucap Kohta dengan mode waspadanya. Lalu, sosok hitam tersebut perlahan menunjukkan wujudnya.


“Maaf maaf, kukira tadi ada musuh. Ternyata adalah anda Tuan.” Ucap orang tersebut sambil tersenyum canggung.


“Huff, sebenarnya siapa kamu?.” Ucap Kohta sedikit mengendurkan kewaspadaannya. Orang tersebut menjawab.


“Aku pelindung dalam bayangan, Shadow.” Ucap orang tersebut, yang bernama Shadow. Kohta pun menyarungkan kembali pedangnya.


“Lalu, Tuan kenapa kamu berada di luar?.” Ucap Shadow penasaran, sedangkan Kohta menjawab dengan santai.


“Aku mau ke tempat latihan. Aku di jam ini selalu berlatih.” Ucap Kohta, sementara Shadow mengangguk. Lalu, Kohta bertanya.


“Apakah kamu tahu lokasi tempat latihan?, aku baru pertama kali di Istana, jadi bingung mau kemananya.” Ucap Kohta sambil menggaruk kepala belakangnya.


“Baik Tuan, ikuti aku.” Ucap Shadow, lalu berjalan terlebih dahulu untuk menjadi pemandu Kohta. Sedangkan, Kohta hanya mengikuti Shadow.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di pintu ruang pelatihan. Kohta menatap ke arah Shadow dan berkata.


“Terimakasih banyak, Shadow-san.” Ucap Kohta, lalu masuk ke dalam ruang pelatihan. Shadow mengangguk dan menjawab.


“Sama-sama, Tuan. Aku akan berjaga Istana kalau begitu.” Ucap Shadow, sementara Kohta mengangguk. Lalu, Shadow menghilang.


“Teknik yang menarik. Menghilang dari tempat.” Ucap Kohta, lalu berjalan ke dalam ruangan. Kohta akhirnya melihat bahwa tubuhnya sudah bisa membawa Beban tersebut dengan mudah.


“Sepertinya, aku perlu menaikkan.” Ucap Kohta, lalu mulai menaikkan 5kg lagi. Seketika lengan dan kakinya susah di gerakkan.


“10 kg, memang berbeda.” Ucap Kohta, lalu mulai melakukan Push Up terlebih dahulu. Kohta memposisikan diri untuk Push Up, lalu memulainya.

__ADS_1


“ 1..2..3..4..5..6..7..8...” Ucap Kohta, mulai menghitung. Nafas Kohta dengan mudah terengah-engah, karena pelatihan nerakanya.


Pukul 5.45, di lorong menuju kamar dari Kohta. Ada satu Wanita yang berjalan menuju ke kamar Kohta, wanita tersebut tak lain tak bukan adalah Rina El Yunan.


Rina sampai di kamar Kohta, lalu membuka pintu kamar Kohta. Dia terkejut melihat bahwa kamar Kohta kosong.


“Kohta menghilang, dia berada dimana?.” Ucap Rina, dia khawatir terjadi apa-apa dengan Kohta. Lalu, berfikir.


‘Apakah karena aku, Kohta pergi dari Istana?.’ Batin Rina, lalu tanpa terasa air mata juga keluar membasahi pipinya.


“Eh, ke-kenapa aku sedih?.” Ucap Rina, dia merasa hatinya sakit. Rina mengira bahwa dirinya ditinggalkan oleh Kohta.


Rina pun menangis, namun di tengah tangisnya. Dia mendengar suara seseorang yang membuatnya menangis, Rina berbalik dan menemukan Kohta yang dibasahi oleh keringat.


“Kohta.” Ucap Rina lirih, lalu dengan cepat memeluk Kohta. Sementara, Kohta terkejut dan mundur karena didorong oleh pelukan Rina.


“Hikss, kukira kamu pergi, karena kemarin malam.” Ucap Rina, sementara Kohta bingung namun dia bukan MC bodoh yang bingung dan membiarkan seorang Perempuan/Wanita menangis.


Kohta membalas pelukan Rina, dengan erat sambil menepuk punggungnya Rina, agar segera tenang. Lalu, Kohta berkata.


“Mana mungkin aku meninggalkan mu, kamu sudah mengakui perasaanmu. Jadi, aku akan berusaha untuk mencintaimu.” Ucap Kohta, sambil mengelus punggung Rina dan mencium keningnya.


Cup.


“Wow, Rina benar-benar luluh oleh Kohta.” Ucap Grisela, dia terkejut bahwa adik perempuannya bisa luluh oleh Laki-laki.


“Sepertinya, aku harus memberitahu Sean dengan hal ini.” Ucap Elli, sedangkan Grisela mengangguk dan berkata.


“Kau benar, Theo juga harus tahu ini.” Ucap Grisela, dan akhirnya mereka sepakat. Lalu, mereka memandang keduanya terlebih dahulu.


Di sisi Kohta, dia melepaskan pelukannya. Lalu, memegang dagu Rina dan menaikkan wajahnya agar bertatapan muka dengannya.


Grisela dan Elli benar-benar merasa akan terjadi adegan romantis. Perasaan mereka berdua benar, Kohta pun mencium bibir Rina dengan hangat.


Cup.


Sebuah ciuman tanpa adanya hawa nafsu, sebuah ciuman yang memiliki berjuta makna, dan di dalam makna tersebut, terdapat satu kata yaitu Cinta.


Selesai berciuman, Kohta dan Rina saling menatap dan tertawa pelan. Grisela dan Elli sudah tidak kuat lagi, melihat kemesraan Kohta dan Rina. Akhirnya keduanya pergi dari tempat tersebut.


“Baiklah, kau tak apa tadi, memelukku yang banyak keringat begin-.” Ucap Kohta, terkejut dengan apa yang dia lihat di depannya.


Terlihat, Rina dengan pakaiannya depan basah, dan memperlihatkan isi di dalam pakaian tersebut. Kohta tidak bisa tidak meneguk ludahnya.

__ADS_1


Gleg.


Namun, Kohta adalah Pria yang sejati. Dia mengeluarkan pakaian kimononya dan menutupkannya ke Rina, sementara Rina terkejut dengan Kohta memberikannya pakaian.


“Pakaian dalammu terlihat, aku tidak ingin nanti lepas kendali, dan memakanmu di pagi hari.” Ucap Kohta, sedangkan Rina tersenyum dan memerah karena malu.


“Terimakasih.” Ucap Rina pelan. Namun, Kohta mendengarnya karena tepat di depannya. Lalu, Kohta berkata.


“Kamu kembalilah, ganti bajumu. Aku akan mandi terlebih dahulu.” Ucap Kohta, lalu Rina menatap ke arah Kohta dan berkata.


“Baik, aku akan menunggumu di ruang makan.” Ucap Rina, lalu berlari pergi tanpa menunggu jawaban dari Kohta.


Sedangkan, Kohta dia masuk ke kamarnya dan pergi menuju ke kamar mandi. Kohta mandi sambil memikirkan kegiatan untuk hari ini.


“Clara, apakah kamu ada saran. Pergi ke Guild Hunter dulu atau pergi ke Guild pedagang. Aku tidak bisa, jika terus tetap di Istana.”


[Pergi ke Guild Hunter dulu saja, Kohta. Setelah itu menyewa penginapan, jika dirasa uang sudah cukup, baru Kohta beli rumah.]


“Saranmu benar juga, Clara. Terimakasih Clara, jika kamu perempuan mungkin akan kunikahi, bersama dengan Rina.” Ucap Kohta terang-terangan.


[(Blush.) Clara bisa berubah ke bentuk Manusia, Kohta. Namun, kekuatan Clara masih belum cukup.]


Kohta terkejut dengan hal tersebut. Dia antara senang dan bingung sekarang. Senang karena Clara bisa berubah ke manusia, bingung dengan maksud Clara.


[Clara itu adalah pemandu System. Jadi, Clara akan terhubung dengan System. Clara bisa berubah menjadi manusia jika Level System menjadi level 10.]


“Kalau begitu, bagaimana caraku menaikkan Level System?.” Ucap Kohta, kemudian muncul Panel System.


[Naik Level 2 : 100 Emas.]


“Jadi, intinya adalah uang.”


[Itu benar, Kohta. Namun, ada satu fitur yang bisa membuat Kohta mendapatkan lebih banyak Uang.]


“Apa itu, Clara?.”


[Fitur : Misi.]


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2