
[Chapter 19.]
[Quest berburu.]
[Silahkan Dibaca.]
Kohta selesai bersiap-siap, kemudian Kohta dan Rina keluar dari tempat perawatan di rumah sakit tersebut.
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke resepsionis Guild, banyak yang menatap Kohta penuh dengan kekaguman.
Sementara itu, Kohta sendiri bingung dengan tatapan orang-orang guild tersebut, Kohta hanya tersenyum dan berjalan bersama Rina ke tempat Resepsionis.
Sesampai di tempat Resepsionis, mereka berdua melihat Nana yang sedang berdiri disana. Kemudian, pandangan Nana terarah ke Kohta, lalu mengeluarkan sesuatu.
“Kohta-san, ini adalah kartu Identitas Huntermu. Menurut Guildmaster, kamu berada di peringkat E.” Ucap Nana, menyerahkan sebuah kartu berbentuk kotak, lalu terdapat sebuah kristal berwarna hitam.
“Nana-san, kristal ini untuk apa?.” Ucap Kohta, dia penasaran dengan kristal hitam di kartu Identitas Hunternya. Nana dengan senang menjelaskan.
“Kristal itu berfungsi untuk tanda bahwa Hunter mengambil sebuah Quest, kristal tersebut memiliki 3 warna. Hitam, Merah, dan Hijau.” Ucap Nana.
“Hitam bertanda bahwa, Hunter belum mengambil Quest apapun. Hijau artinya Quest sudah diambil dan sedang dijalankan. Merah artinya misi telah selesai di jalankan.” Lanjut Nana.
“Sebenarnya ada satu warna lagi, yaitu kuning. Warna tersebut artinya Quest yang dijalankan tidak diselesaikan, atau bisa dibilang quest gagal.” Lanjut Nana, dan berakhir.
“Oh, itu kegunaannya.” Ucap Kohta, kemudian Nana mengeluarkan sebuah cincin, lalu diserahkan kepada Kohta.
“Cincin ini adalah panduan tentang Hunter lengkap. Setiap Hunter, pasti memiliki ini untuk meninjau seperti barang khusus quest.” Ucap Nana, sementara Kohta mengangguk.
“Terimakasih, Nana-san.” Ucap Kohta, lalu Nana tersenyum dan mengangguk kemudian menjawab dengan senang.
“Sama-sama, untuk tempat quest disana, Rina-chan pasti tau.” Ucap Nana, sementara Kohta mengangguk, Rina hanya diam, ketika Nana selesai bicara, dia baru berkata.
“Baiklah, Nana-san kami akan pergi ke tempat quest.” Ucap Rina, sementara Nana menjawab sambil tersenyum.
“Silahkan.” Ucap Nana, kemudian Kohta dan Rina berjalan menuju ke tempat quest. Kohta bisa melihat banyak quest yang terdapat di papan quest tersebut.
“Hmmm, Kohta kita berburu ini saja.” Ucap Rina, dengan mata berbinar-binar. Sementara Kohta memiringkan kepalanya, lalu melihat isi Quest.
[Quest Rank E.]
[Buru sebuah Babi Hutan kelas Big.]
__ADS_1
[Hadiah : Daging Babi + Perak 2.]
[Hukuman : Poin Hunter dikurangi 4.]
“Hmm, baiklah ayo kita pergi berburu.” Ucap Kohta, kemudian Rina meminta kartu Identitas Kohta, lalu Rina mengeluarkan kartu identitas miliknya.
Lalu, Rina mengarahkan ke dua kartu ke Quest. Kemudian, terlihat kristal bersinar dan berubah warna menjadi Hijau.
“Oke, ayo kita berburu.” Ucap Rina, memegang tangan Kohta dan segera keluar dari Guild. Kohta hanya pasrah dengan tarikan Rina.
Mereka akhirnya keluar dari Guild, Rina dengan cepat menarik Kohta ke gerbang kerajaan. Sementara, Kohta yang pasrah merasakan sebuah tatapan yang tajam.
‘Menarik, apakah ada yang mengincar aku dan Rina. Baiklah, kutunggu saja sampai kau benar-benar keluar nanti.’ Batin Kohta dengan senyum misterius.
Di tempat gang, terdapat berbagai pasang mata yang melihat Kohta dan Rina yang sedang menuju ke gerbang kerajaan.
“Target akan keluar dari kerajaan. Beritahu, Duke Higurd kita harus melakukan apa?.” Ucap salah satu sosok tersebut.
“Baik.” Ucap sosok lain, lalu sosok tersebut menghilang dari gang tersebut.
Sementara itu, Kohta dan Rina sudah sampai di gerbang kerajaan. Kemudian mereka keluar dan menuju ke arah hutan.
Kohta dan Rina berjalan dengan tenang di hutan tersebut, mereka santai namun tetap waspada dengan keadaan sekitar.
“Kau benar, sayang. Biasanya akan ada serangan awalan berupa Domba bertanduk satu. Namun, di sekitar tidak menemukan sama sekali monster tersebut.” Ucap Rina.
Mereka meningkatkan kewaspadaan, lalu Kohta mendengar sebuah nafas di balik sebuah semak-semak, Kohta memfokuskan pandangannya ke semak-semak tersebut.
“Rina, tetap di dekatku.” Ucap Kohta, lalu sedikit mengeluarkan pedangnya dari sarung. Kemudian, dari semak-semak keluarlah sebuah domba bertanduk.
Namun, domba bertanduk tersebut terlihat berbeda dari biasanya. Terlihat, mata yang dia miliki berwarna merah penuh. Sementara tanduknya memiliki cabang tiga.
“Domba ini bermutasi.” Ucap Rina, lalu mengeluarkan pedangnya yang berwarna biru dengan gagang terdapat simbol salju.
“Guarhhhh.” Teriak Domba tersebut, dengan cepat berlari ke arah Kohta. Sementara Kohta, dia mengerutkan keningnya saat merasakan nafas Domba tersebut.
“Marah, Benci, Tolong, Bunuh.” Ucap Kohta dengan pelan, namun Rina mendengar ucapan Kohta. Dia benar-benar bingung dengan ucapan Kohta.
“Rina, kita harus membunuhnya. Monster ini, benar-benar sudah berubah.” Ucap Kohta, sementara Rina mengangguk, lalu mengarahkan pedangnya ke arah Domba tersebut.
“Es Vertikal.” Ucap Rina, kemudian dengan cepat menghilang dan muncul tepat di belakang domba bertanduk tersebut.
__ADS_1
Terlihat domba bertanduk, terdapat sebuah garis es di atas kepalanya sampai ke belakang. Kohta benar-benar terkejut dengan teknik Rina.
“Sungguh cepat.” Ucap Kohta, kemudian Rina berjalan ke arah Kohta. Namun, sebuah bayangan besar tepat di belakangnya.
Kohta yang melihat hal tersebut, dengan cepat berlari ke arah Rina. Sementara, Rina dia terkejut dengan Kohta yang berlari ke arahnya.
Kemudian, Rina menyadari sesuatu di belakangnya. Sebuah bayangan besar sedang menuju ke arahnya, lalu perlahan Rina bisa melihat bayangan tersebut.
“Babi hutan tingkat Big.” Ucap Rina dengan terkejut, dia segera bersiap. Namun, sudah telat. Babi hutan tersebut sudah tepat di depannya.
Rina merasakan bahaya dan ingin segera menghindar, namun sebuah siluet seseorang muncul di atasnya, siluet tersebut tak lain tak bukan adalah Kohta.
Kohta dengan cepat mengayunkan pedangnya, sementara Babi Hutan menaikkan tanduk runcing miliknya.
Dingggg.
Kedua serangan tersebut bertemu, Babi Hutan berhenti sementara Kohta backflip dan muncul di depan Rina.
“Rina, serahkan Babi hutan ini kepadaku.” Ucap Kohta, lalu berdiri dengan tegak dan mengeluarkan pedang bunganya.
Kohta tersenyum memandang ke arah Babi Hutan tersebut. Sementara Babi Hutan, memerah marah karena larinya dihentikan oleh Kohta.
Babi Hutan menaikkan kaki depannya dan menurunkan dengan cepat. Lalu, keluar asap dari hidungnya.
“Onnnnkkkk.” Teriak marah Babi Hutan tersebut, Rina menatap dalam Babi hutan tersebut, lalu menemukan sesuatu.
“Kohta, Babi ini juga bermutasi.” Ucap Rina, melihat tanduk babi tersebut yang semakin tajam, serta bulu yang seharusnya coklat berubah menjadi hitam.
“Ya, aku juga merasakan hal tersebut. Sepertinya, Hutan ini mengalami hal aneh.” Ucap Kohta, kemudian melanjutkan ucapannya.
“Nanti kita bahas soal ini, sebelum itu aku akan melawan babi hutan ini.” Ucap Kohta, lalu menurunkan kedua pedangnya.
Seketika, Aura dari Kohta berubah. Semula biasa menjadi seorang pendekar pedang sejati. Rina benar-benar kagum dengan perubahan Aura tersebut, walaupun dia sudah berkali-kali melihat perubahan tersebut, namun dia tetap kagum.
“Mari kita mulai, Babi Hutan.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.