
[Chapter 57.]
[Guildmaster.]
[Silahkan Dibaca.]
Nightmare.
Seekor Makhluk mitos yang diagungkan bagi para pemuja Iblis, karena Makhluk tersebut pernah ikut berperang dengan para Iblis.
Makhluk tersebut digunakan bagi Iblis untuk menjadi prajurit mereka, walaupun begitu Makhluk tersebut jangan dipandang rendah.
Satu Nightmare, bisa menumbangkan beberapa Benua dalam satu hari.
Namun, mereka musnah tanpa tahu sebab, menurunnya prajurit Nightmare, membuat para ras dapat menghancurkan Nightmare yang tersisa.
Nightmare yang tersisa mulai tertekan, namun mereka tidak menyerah begitu saja, mereka semua melakukan penyatuan menjadi satu.
Lord Nightmare.
Raja dari para Nightmare bangkit, membuat seluruh ras mulai bersatu melawan hal tersebut.
Seluruh ras kalah, akhirnya 3 terkuat dari ras mulai menyegel Lord Nightmare, mereka menyegel Lord Nightmare kedalam kegelapan Neraka.
Kota Sina.
Lord Nightmare terbangun, dia menatap ke arah para petualang yang berkumpul, kemudian meraung dengan marah.
Raaaawwwwrrrr.
Gelombang angin menyerbu ke arah mereka semua, Guildmaster berdiri di depan semuanya.
Lingkaran sihir besar terbentuk di depannya, menghalangi hembusan angin besar tersebut.
“kalian semua bersiaplah,” ucap Guildmaster, kemudian seluruh petualang mulai bersiap-siap.
“Pak tua, bawa itu monster ke luar dari kota,” Kohta berkata dengan serius, Guildmaster yang mendengarkan hal tersebut, berkata.
“Kau benar, kita harus mengeluarkan monster ini dari Kota,” ucap Guildmaster, kemudian hembusan angin berhenti.
Nightmare kemudian pergi melesat ke arah Guildmaster dan yang lainnya, Nightmare melesat dengan cepat.
Guildmaster yang merasa bahwa dia jadi target, dia pun memposisikan kapaknya, lalu terlihat Mana menyelimuti kapak, namun Mana tersebut pecah dan berubah menjadi Ohma.
Kohta melihat hal tersebut tersenyum, kemudian dia memegang pedang Tresta miliknya.
Kohta menunduk dan terlihat berjongkok, kemudian dia diselimuti oleh Ken, Rina dan Tessa yang melihat itu mulai bersiap.
Nightmare tiba di depan mereka, punggungnya terdapat sebuah pedang besar yang terlihat lebar dan keras seperti batu.
Nightmare mengayunkan pukulan dengan keras ke arah Guildmaster yang berada di depan para petualang.
Guildmaster melihat hal tersebut, dia mengayunkan kapak miliknya yang sudah berwarna merah.
Booommmmmm.
Gelombang kejut besar menyebar ke segala arah, tembok yang berada di belakang Nightmare hancur, rumah dalam radius 2km hancur.
__ADS_1
Para petualang terpental sampai tempat pengungsian, sementara Rina dan Tessa berada di belakang Kohta yang menebas Gelombang kejut tersebut.
Nightmare melompat mundur dengan cara berputar, dia mengendus. Lalu, menatap lebih tajam ke arah Guildmaster.
Guildmaster sendiri tangannya gemetar hebat, dia benar-benar merasa tangannya mati rasa, namun dia tidak takut, justru bersemangat.
“Baru kali ini ada yang memaksaku untuk mengeluarkan teknik keluarga,” ucap Guildmaster.
Kemudian, sebuah lingkaran kecil muncul di sebuah kalung yang memiliki gembok, kemudian lingkaran menghilang diikuti kalung menghilang.
Brrrrr.
Tanah bergetar, Kohta dan kedua istrinya mundur beberapa langkah, mereka tahu bahwa pertempuran keduanya akan menjadi skala besar.
“Dimana Kansha?” tanya Kohta, dia baru sadar bahwa Kansha menghilang dari tempat. Tessa yang berada di sebelah juga baru sadar.
“Eh, tadi dia bersamaku,” ucap Tessa, lalu mereka melihat Kansha melesat ke arah atas tembok.
“Rina, Tessa kalian atasi orang yang berada di tembok, mereka adalah orang yang sama dengan orang yang melukai kak Grisela,” ucap Kohta.
Seketika Tessa dan Rina terkejut, lalu mereka memasang ekspresi serius, menatap ke arah tembok dimana ada Kansha yang melesat.
Keduanya tidak mau ketinggalan, mereka juga melesat dengan cepat, Kohta sendiri diam di tempat dan melihat ke arah Nightmare bertarung dengan Guildmaster.
Sisi Duel.
Guildmaster sudah menghilangkan kalung miliknya, selepas menunggu beberapa detik, sebuah sinar berwarna coklat muncul.
Dua lingkaran sihir muncul, satu di atas Guildmaster, satu di bawah Guildmaster, cahaya coklat menyinari Guildmaster.
Cahaya coklat perlahan menghilang, lalu menampilkan Guildmaster dalam bentuk barunya yaitu Raksasa.
Ras raksasa, Ras yang paling terkuat ke 3 setelah Ras Iblis dan Ras Naga, walaupun Ras terkuat ke tiga, Ras raksasa dapat bersaing dengan seluruh Ras.
“Ayo kita lanjutkan,” ucap Guildmaster yang sudah menjadi besar, Nightmare hanya mendengus.
Keduanya saling menatap, kemudian mereka berdua melesat maju, tiba di tengah mereka saling mendorong satu sama lain.
Bughhhh.
Keduanya saling mendorong satu sama lain, mereka terlihat sama-sama kuat dalam hal dorong.
Guildmaster mulai menambahkan kekuatan miliknya, sampai akhirnya Nightmare terdorong keluar dari Kota.
Brukkkk.
Nightmare terjatuh di sebuah hutan, kemudian Guildmaster mengayunkan pukulan ke arah Nightmare dengan keras.
Boom Boom Boom Boom.
Rawwwwww.
Guildmaster tak berhenti, sampai tangannya terhenti oleh dari Nightmare tersebut, Nightmare menendang perut Guildmaster.
Bughhhh.
Guildmaster tersentak dan mundur bebeapa langkah, Nightmare berdiri dan menatap lebih tajam dan marah.
__ADS_1
Rawrrrrrrr.
Nightmare berteriak keras, lalu tubuhnya membengkak, sebuah tangan baru tercipta di punggungnya.
Guildmaster melihat hal tersebut terkejut, dia mengira Nightmare akan kalah dan terluka oleh pukulannya.
Namun, hal yang dia dapati sedikit membuatnya menjadi lebih waspada, Guildmaster dengan cepat mengambil kapaknya.
Nightmare yang melihat hal tersebut, dia mengambil pedang miliknya, pedang yang sangat berat, keempat tangan menariknya bersama.
(Note : Pedangnya kek Mc di BTTh, namun lebih kuat dan besar dari milik Mc.)
Kohta keluar dari kota dan melihat pertarungan tersebut, namun dia harus berhenti melihat saat mendengar suara.
“Oi, bocah,” ucap suara tersebut, Kohta berbalik dan melihat seorang pria dengan jubah hitam lambang dua tangan satu mata.
“Kau, teman mereka dan kau penyebab kekacauan ini,” ucap Kohta, dia menarik pedang Tresta dan Iblis.
“Hahahaha, kau sudah tahu ternyata ya, kalau begitu kau akan mati di tanganku,” ucap berjubah hitak tersebut.
“Dari jumlah kalian, kau adalah pemimpin mereka,” ucap Kohta, kemudian memasangkan Haori ke kepala miliknya.
“Ya, aku yang memimpin mereka, biasanya mereka memanggilku Master,” ucap orang berjubah hitam tersebut.
“Peduli, aku akan mengalahkanmu dengan cepat,” ucap Kohta, namun dia mendapati tawa Pemimpin tersebut.
“Hahaha, cecunguk tingkat Senior melawan seorang yang sudah Grandmaster,” ucap pemimpin orang berjubah hitam tersebut.
“Karena aku sangat bosan, majulah pua-“ ucap pemimpin terhenti ketika melihat Kohta menunduk dan memegang gagang pedang.
“Moon art.....” ucap Kohta berhenti, kemudian gelombang angin tipis menyebar ke segala arah, pemimpin orang berjubah hitam mengerutkan keningnya.
“Moon Slash,” ucap Kohta, kemudian muncul tepat di belakang Pemimpin berjubah tersebut.
Klik.
Jressss.
Pemimpin orang berjubah hitam pun melihat tubuhnya yang sudah tertebas oleh pedang Kohta.
Pemimpin orang berjubah hitam jatuh ke tanah, namun Kohta tahu dia berpura-pura.
“Berhentilah berakting,” ucap Kohta, kemudian dia mengalirkan Ken dan Kin, lalu tawa terdengar dari pemimpin orang berjubah hitam.
“Hahaha, aku ketahuan ternyata,” ucap pemimpin orang berjubah hitam, kemudian dia berdiri.
Kemudian, berbalik menatap ke arah Kohta dengan seringai miliknya, sedangkan Kohta menatap dengan datar, Kohta lalu berkata.
“Ayo mulai,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1