
[Chapter 21.]
[Sebelum berlatih.]
[Silahkan Dibaca.]
“Matilah kalian.” Ucap Kohta, lalu proyektil tebasan mengarah ke lima orang berjubah hitam tersebut. Mereka berlima menghindari proyektil tebasan tersebut.
Namun, di titik dia mereka menghindar sebuah serangan sihir es tepat mengenai mereka berlima. Sementara, Rina yang menggunakan sihir es tersebut, berkata.
“Berani melawan salah satu anggota kerajaan, kalian akan menerima akibatnya.” Ucap Rina, menatap ke lima orang tersebut yang kaki, tangan, tubuhnya terjebak oleh es, menyisakan kepala mereka.
“Apakah kamu ada sesuatu untuk memanggil, para pasukan kerajaan?.” Ucap Kohta, memandang ke arah Rina, sementara Rina mengangguk.
“Tadi, aku sudah menghubungi lewat burung, saat kamu akan selesai bertarung dengan Babi Hutan.” Ucap Rina sambil tersenyum memandang ke arah Kohta.
Tak lama kemudian, terlihat siluet kereta kerajaan bersama dengan 8 pasukan kerajaan. Kohta dan Rina menatap ke arah pasukan tersebut.
Pasukan dan kereta pun sampai di tempat, kemudian mereka melihat ke arah lima orang yang tertutup oleh Es, menyisakan kepala mereka saja.
“Nyonya, apakah ini orang yang menyerang anda?.” Ucap Kapten pasukan kerajaan tersebut, sementara itu Rina mengangguk.
“Bawa mereka untuk diinterogasi.” Ucap Rina, lalu dia dan Kohta berjalan menuju ke kereta dan masuk ke dalam kereta.
Para pasukan kerajaan mengangguk, lalu membawa para orang tersebut menuju ke kerajaan, begitu juga kereta melaju ke kerajaan.
Di dalam kereta, Kohta berbaring di paha milik Rina, dia menikmati momen mofu-mofu tersebut, sementara Rina dia terkikik melihat tingkah Kohta.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di mansion milik Kohta dan Rina. Sementara pasukan yang membawa orang yang berjubah hitam, mereka berbelok menuju ke Istana.
Sampai di Mansion, Kohta segera duduk. Kemudian, Kohta dan Rina keluar dari kereta bersama. Lalu, pasukan yang membawa kereta melaju keluar Mansion menuju ke Istana.
“Hmmm, Mansion ini masih kotor. Apakah kamu ada semacam tenaga untuk membersihkan Mansion ini, Rina?.” Ucap Kohta, sedangkan Rina tersenyum dan menjawab.
“Tenanglah, tidak perlu kita membersihkan dengan tenaga. Lihat saja, oke.” Ucap Rina, kemudian merapal sebuah sihir.
“Clean.” Ucap Rina, kemudian Mansion menjadi bersih kembali, sementara halaman masih tetap kotor. Kohta bertanya kepada Rina.
“Apakah itu hanya membersihkan bangunan?.” Ucap Kohta, sedangkan Rina mengangguk. Lalu, dia berkata.
“Itu benar, untuk halaman. Kita akan membeli budak di kota perbatasan.” Ucap Rina, sementara Kohta hanya mengangguk saja.
Kemudian, mereka berdua masuk ke dalam Mansion tersebut. Kohta benar-benar terkejut dan terpesona dengan isi Mansion tersebut.
“Luas, serta bersih.” Ucap Kohta, sedangkan Rina mengangguk puas. Lalu, mereka berdua naik ke lantai dua untuk mengecek setiap kamar.
Mereka mulai mengecek kamar yang ada 12 kamar, kemudian mereka mengecek tempat gudang, ruang makan, ruang mandi yang terpisah dari kamar, ruang pelatihan, ruang dapur, ruang belajar, dll.
__ADS_1
Selesai berkeliling mengecek seluruh ruangan. Mereka duduk di sofa ruang tamu. Sementara Rina, dia berada di ruang dapur untuk memulai memasak.
[Misi selesai.]
[System telah dinaikkan menjadi level 2.]
[System telah di konfigurasi.]
[Status baru.]
[Nama : Kohta Hideoki.]
[Umur : 18 Tahun.]
[Tingkat : Senior tingkat 1 ( 100% : 2 kali mencapai batas.).]
[Kekuatan : 56.]
[Kecepatan : 53.]
[Ketahanan : 58.]
[Kepintaran : 49.]
[Point Peningkatan : 43 Point.]
[Uang : 10 Gold 5 Perak.] (Uangnya belum kuhitung, jadi segitu aja dulu.)
[Status.]
[Misi.]
[Keterampilan (Dalam perbaikan).]
[Toko.]
[Peta.]
“Keterampilanku, sedang diperbaiki.” Ucap Kohta, lalu dia mengangguk. Kemudian, dia melihat bahwa Rina berjalan ke arahnya dengan sebuah nampan berisi makanan.
“Ayo kita makan.” Ucap Rina, sementara Kohta membantu Rina membawa nampan tersebut menuju ke tempat makan.
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke tempat makan, sampai di tempat makan. Kohta menghidangkan piring makanan tersebut di depan Rina, serta dia mengambil piring makanan untuk dirinya sendiri.
“Selamat makan.” Ucap keduanya, lalu mereka berdua makan bersama. Kohta yang merasakan masakan dari Rina, dia tersenyum namun menunggu selesai baru berkomentar.
Beberapa menit kemudian, mereka selesai memakan makanan yang dihidangkan tersebut. Kohta, memandang ke arah Rina dan berkata.
__ADS_1
“Masakanmu sungguh enak.” Ucap Kohta, sedangkan Rina. Dia sangat senang mendengar pujian dari Kohta. Kemudian, Rina mengambil piring bekas tersebut.
“Aku akan selalu membuatkanmu makan.” Ucap Rina, kemudian menaruh piring bekas di nampan dan berjalan pergi menuju ke dapur. Saat sebelum keluar dari ruang makan, dia menoleh ke belakang dan berkata.
“Oh iya, kamu akan dilatih oleh Kak Theo. Aku melihat bahwa Auramu benar-benar kacau, dia akan mengajarimu tentang Aura.” Ucap Rina, berjalan kembali menuju ke dapur.
Sementara itu, Kohta yang mendengar hal tersebut sedikit terkejut dan tersenyum. Lalu, bergumam pelan.
“Itu benar, cara memakai aura disini berbeda dengan di Bumi. Entah kenapa, pernafasan disini sedikit lebih susah dibanding di Bumi. Namun, dalam cara penggunaan masih sama.” Gumam Kohta.
“Sepertinya aku harus benar-benar melatih Aura tersebut.” Ucap Kohta, kemudian dia berdiri dan berjalan pergi dari ruang makan.
Tak lama kemudian, pintu Mansion terbuka. Kohta yang baru saja keluar dari ruang makan, melihat ke arah pintu Mansion.
“Oh nak, apa kabar Hahahaha.” Ucap orang di pintu Mansion tersebut, lalu di belakang muncul seorang Wanita.
“Theo, dimana Rina?.” Ucap Wanita tersebut. Sementara Pria yang di pintu tersebut menggaruk kepalanya dan berkata.
“Aku tidak tahu, yang kutemukan bocah itu.” Ucap Pria tersebut, yang tak lain Raja kerajaan Yunan, Theo El Yunan.
“Ara, Kohta dimana Rina?.” Ucap Wanita tersebut yang tak lain, Ratu Grisela El Yunan. Sedangkan Kohta melihat kedua orang tersebut tersenyum dan berkata.
“Silahkan masuk, Raja Ratu. Serta, Rina berada di dap-“ ucap Kohta terpotong oleh sebuah suara di belakangnya.
“Eh, kakak.” Ucap Suara tersebut, yang tak lain Rina. Sementara itu, Grisela yang mendengar suara Rina, dia segera melesat ke arah Rina.
Mereka berdua seketika berpelukan sambil berputar, Kohta melihat itu tercengang dan berfikir. ‘Apakah ini sifat dari Ratu?’.
Theo berjalan ke arah Kohta, lalu menepuk bahu Kohta. Sementara itu, Kohta yang merasa bahunya di tepuk dia menoleh ke arah Theo.
“Kita akan mulai pelatihan hari ini, Nak.” Ucap Theo, sementara Kohta tersenyum dan mengangguk dengan senang.
“Tapi, Kak. Kenapa tidak besok atau lusa?.” Ucap Rina yang sudah melepas pelukan dengan Grisela. Sedangkan Theo menatap ke arah Rina dengan serius.
“Aku hanya memiliki waktu hari ini, Rina. Kau tahu, kita harus bersiap-siap untuk melawan Invasi Monster.” Ucap Theo blak-blakan, sedangkan Rina terkejut.
“Invasi?. Tunggu, Apa? Invasi Monster.” Ucap Rina, dia benar-benar terkejut. Grisela yang berada di samping Rina menjawab.
“Kau benar, Rina. Monster sudah bersiap-siap untuk perang.” Ucap Grisela, sementara Rina dia benar-benar terkejut. Sedangkan Kohta dia tersenyum dan menjawab.
“Ayo Paman, latih aku.” Ucap Kohta, berjalan keluar dari Mansion tersebut. Sedangkan, Theo tersenyum dan ikut keluar dari Mansion.
Rina dan Grisela juga ikut keluar untuk menonton pelatihan dari Kohta.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.