
[Chapter 103.]
[Identitas Riana.]
[Silahkan Dibaca.]
Pegunungan Avrest Utara.
Riana yang berjalan menuju ke arah kiri dari jalan cabang sebelumnya berhenti tepat di sebuah garis pemisah warna tembok. Dia menatap ke arah warna dinding yang semula kuning biasa menjadi kuning yang sangat cerah.
Riana tidak peduli dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan jalannya tersebut. Dia berjalan dengan santai, akan tetapi kewaspadaan miliknya benar-benar penuh. Senjata panah miliknya keluar untuk berjaga-jaga jika ada serangan secara tiba-tiba.
Riana akhirnya tiba di ujung lorong yang memperlihatkan sebuah ruangan yang sangat luas. Dia memandang ke arah sekitar ruangan tersebut. Perempuan itu mengamati ruangan sampai akhirnya tatapannya jatuh ke sebuah sosok hitam besar yang sedang terbaring tak jauh di depannya.
Riana dengan cepat menjadi waspada, anak panah miliknya dia keluarkan dari tempat dan disatukan ke panah. Dia berjalan mengendap-endap sampai akhirnya perempuan itu melihat sosok hitam besar tersebut.
Terlihat sosok serigala dengan bulu emas, taring yang terlihat tajam, ekor yang panjang dan jumlahnya bukan hanya satu. Riana yang menatap serigala itu entah kenapa merasakan aura cahaya di dalam serigala emas tersebut.
Telinga serigala bergerak. Mata yang merah terbuka, tubuh yang besar bergerak bangun dari tidurnya. Riana melihat hal itu, seketika menjadi waspada. Perempuan itu mengarahkan anak panah ke Serigala emas tersebut.
Serigala emas menyadari hal itu, dia menatap ke arah Riana dan melebarkan matanya. Mata miliknya tanpa sadar mengeluarkan air mata yang besar. Entah kenapa, Riana merasakan bahwa tatapan tersebut adalah tatapan penuh kerinduan.
“Putri Riana, akhirnya Saya bertemu dengan Anda.” Serigala emas tersebut berteriak dengan keras, dia berlari ke arah Riana.
Namun, berhenti ketika menyadari sesuatu hal yang aneh terjadi kepada tuannya tersebut. Riana sendiri sedikit terkejut dan mulai mencari bidikan yang tepat, akan tetapi dia berhenti ketika serigala emas berhenti bergerak.
“Putri, apakah Kau kehilangan ingatan selepas melakukan sihir itu?” Serigala emas bertanya dengan penuh penasaran.
__ADS_1
Riana menatap ke arah serigala emas dengan bingung. Namun, dia sedikit mengendurkan kewaspadaan miliknya melihat serigala emas tidak menyerangnya. Perempuan itu kemudian menatap ke arah serigala emas.
“Aku tidak pernah bertemu denganmu, bahkan aku selalu berada di Penjara Elf, bagaimana aku bisa mengenalmu?” Riana menjelaskan keadaan dirinya dan mengajukan sebuah pertanyaan untuk serigala emas tersebut.
Serigala emas tersenyum dan sedikit bergeser ke samping. Riana bingung dengan tingkah serigala emas. Namun, dia akhirnya sadar ketika melihat sebuah cahaya bersinar di tengah lingkaran aneh. Perempuan itu kemudian mendengar suara serigala emas.
“Cobalah Anda kesana, Putri. Anda akan mendapatkan ingatan Anda nantinya.” Serigala emas berkata dengan tenang. Riana mengerutkan keningnya dan mengangguk mencoba untuk percaya kepada serigala emas.
Riana berjalan lurus ke arah cahaya tersebut, dia benar-benar penasaran dengan cahaya tersebut. Sampai akhirnya, dirinya tiba di dekat cahaya tersebut. Cahaya merasakan kehadiran yang ditunggunya.
Cahaya itu dengan cepat bersinar terang membuat Riana menutup matanya tiba-tiba. Di saat dia membuka matanya hal yang dia lihat adalah sebuah awan berwarna emas mengelilingi tempatnya. Lalu dia melihat seorang perempuan yang mirip dengan dirinya menatap sosok yang tidak jelas.
“..., Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau merubah dirimu menjadi Kurokami?” Riana samar-samar mendengar teriakan perempuan yang mirip dengannya.
“Lili, ini adalah pilihanku. Kurokami adalah tempatku berada, aku akan turun ke bawah dan ini adalah perpisahan kita.” Laki-laki itu berkata dengan nada serius.
Riana yang melihat laki-laki itu dia hanya melihat sayap hitam saja, entah kenapa dirinya tidak bisa melihat wajah dari laki-laki itu. Perempuan yang bernama Lili tersebut bergerak maju menuju ke arah laki-laki tersebut dan memeluknya.
“Lili, aku minta maaf tidak bisa menepati janjiku. Aku menjadi Kurokami sementara Kau adalah Shirokami. Kita sudah berbeda namun aku berharap di kehidupan Kita selanjutnya, bisa bersama.....” Riana mendengar ucapan laki-laki tersebut namun dia tidak mendengar kalimat terakhir dari laki-laki itu.
Laki-laki tersebut membentangkan sayap hitamnya yang lebar. Lalu, melesat terbang meninggalkan tempat tersebut. Lili terduduk lemas di awan emas, dirinya benar-benar merasa sedih ketika orang yang dia cintai pergi.
Riana yang ingin mendekat seketika berpindah tempat ke sebuah medan pertempuran. Dia melihat berbagai ras mati di tempat itu. Pandangannya terfokus ke arah seorang perempuan yang mirip dengannya yaitu Lili.
Lili memakai pakaian armor emas dengan pelindung kepala yang terdapat sebuah bulu burung emas disampingnya. Dia menunggangi Serigala emas yang sangat agung. Riana mengetahui bahwa Serigala emas tersebut sesuai dengan yang dia lihat sebelumnya.
Riana melihat Lili menuju ke arah berbagai monster dengan wujud manusia namun bertanduk dan bersayap. Riana mengetahui ras itu, ras paling pembuat onar di seluruh tempat, ras Iblis. Dirinya entah kenapa membenci para iblis tersebut.
__ADS_1
Riana terus melihat Lili bertarung dengan Iblis. Dia benar-benar kagum dengan cara Lili bertarung, sampai akhirnya Lili berhenti dan menatap ke arah sosok berjubah hitam. Riana menatap sosok berjubah hitam tersebut, dia mengerutkan keningnya karena tidak pernah bertemu dengan sosok tersebut.
Lili terlihat melakukan percakapan, Riana tidak bisa mendengarkan percakapan keduanya karena suara gemuruh medan perang yang sangat keras. Kemudian, Riana melihat Lili mengeluarkan sebuah panah yang memiliki warna emas.
Bentuk panah itu benar-benar indah karena dikelilingi oleh berbagai cahaya. Riana terpesona dengan panah itu. Sampai akhirnya Lili melancarkan panah yang bercahaya ke arah sosok berjubah hitam tersebut.
Sosok berjubah hitam itu menghindarinya dan mulai menghilang sambil mengatakan, “Putri ....., Tidak mungkin bisa mengalahkan diriku, carilah Putra Mahkota asli yang menghilang, karena hanya dirinya yang bisa melawan diriku.”
Riana mendengar dengan jelas namun tetap saja dia tidak tahu identitas Lili sepenuhnya. Riana cemberut namun menatap kembali ke arah Lili yang terlihat menatap ke sekelilingnya. Kemudian, Lili menepuk kepala serigala emas.
“Tersa, apakah kau akan mengikuti mencari dirinya yang menghilang?” Riana mendengar pertanyaan Lili kepada tunggangannya tersebut.
“Saya bersedia, Putri. Kita harus membawa Putra Mahkota itu.” Serigala emas tersebut menjawab dengan tatapan serius.
Lingkaran sihir emas dan perak muncul di bawah keduanya. Mereka berdua tertelan namun keduanya tidak tahu efek samping melakukan sihir tersebut. Hanya Lili yang merasakan hal tersebut.
Riana melihat seluruh kejadian tersebut, kemudian dia ditarik keluar dan kembali ke tempat sebelumnya. Riana sekarang menyatu dengan ingatan milik Lili namun hanya sampai perang dan tidak tahu identitas asli dllnya.
“Tersa, bagaimana caraku mengembalikan ingatan sepenuhnya?” Riana bertanya kepada serigala emas miliknya.
Tersa yang mendengar pertanyaan tersebut, menjadi serius. Kemudian dirinya duduk di dekat Riana, lalu berkata, “Cara mengembalikan seluruh ingatan anda ialah......
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.