Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 87


__ADS_3

[Chapter 87.]


[Tiba di dekat Frozen Mountain.] [Season 2.]


[Silahkan Dibaca.]


Di dalam Hutan, terdapat lima sosok menuju ke arah Utara. Mereka melesat dengan cara melompati dari satu pohon ke pohon lainnya. Kemudian, kelima orang tersebut berhenti di pohon yang besar.


Tap tap tap tap tap.


“Kita beristirahat disini, kita akan lanjutkan ke Akademi,” salah satu sosok tersebut berkata. Sosok tersebut ialah laki-laki dengan pakaian Kimono, di pinggangnya ada dua pedang, laki-laki tersebut ialah, Kohta Hideoki.


“Un,” keempat sosok lainnya ialah perempuan. Keempat perempuan tersebut, mengangguk. Mereka duduk di sebuah batu yang besar di dekat pohon besar tersebut.


Keempat perempuan tersebut mengeluarkan bento yang mereka siapkan. Kohta mendekat dan duduk di antara mereka. Keempat perempuan itu ialah, Rina, Tessa, Kansha, dan Riana.


Mereka berlima memiliki tujuan selanjutnya ialah Akademi yang terletak di Ibukota Arslan. Ibukota yang berada di balik Frozen Mountain. Kelima orang itu pergi kesana, untuk bertemu dengan Ibu dari Tessa, Kansha, dan Riana.


“Berapa hari kita akan sampai ke Frozen Mountain?” tanya Kohta. Dia benar-benar ingin tahu akan hal tersebut. Tessa yang mengetahui rute tersebut, berkata.


“Hanya sekitar 12 jam,” jawab Tessa dengan jelas. Kohta mengangguk, kemudian dia mengambil makanan di kotak bento. Keempat istrinya juga mulai mengambil makanan tersebut. Mereka berlima makan sebelum melanjutkan perjalanan.


***


Mereka selesai makan, kemudian melakukan sedikit peregangan karena terlalu lama duduk. Kohta menatap ke arah keempat istrinya. Kemudian mereka mengangguk.


“Baiklah, ayo berangkat,” Kohta berkata dengan jelas. Ke-lima orang tersebut melesat kembali menuju ke arah Frozen Mountain. Mereka melesat dengan cepat, bahkan mereka melompati 4 pohon sekaligus.


***


Di sisi lain, jauh di dalam hutan. Sosok dengan tanduk dan sayap sedang melakukan eksperimen. Sosok tersebut ialah Iblis.


“Khekhekhekhe, dengan begini aku dan Legiun Monster akan menyerbu Ibukota Arslan,” Iblis tersebut tertawa liar. Dia benar-benar marah ketika dikalahkan oleh Tessa dan Kansha. Iblis tersebut mulai membuat cairan baru.


“Dengan cairan ini, Monster akan menjadi kuat, khekhekhekhe,” Iblis tersebut tertawa liar. Dia kemudian kembali fokus memperbanyak cairan tersebut. Cairan yang dapat membuat Monster menjadi lebih kuat dan mengerikan.


***


Kohta, Rina, Tessa, Kansha, dan Riana tiba di sebuah desa dekat dengan Frozen Mountain. Mereka melihat daerah sekitar yang bersalju dan banyak warga memakai jaket berbulu. Kelima orang tersebut pergi melihat-lihat desa tersebut.

__ADS_1


Beberapa warga ada yang memperhatikan mereka, namun langsung mengabaikan kembali. Kohta dan keempat istrinya menganggap hal tersebut normal. Sampai akhirnya ada yang menghentikan mereka.


“Berhenti, kalian!,” teriak seorang pria dengan tubuh kekar dan berpakaian jaket berbulu tebal. Kohta dan keempat istrinya menatap ke arah orang tersebut. Mereka mengerutkan keningnya ketika melihat siapa yang menghentikan mereka.


“Keempat perempuan itu, Boss ingin kalian melayaninya. Juga kau bocah, pergilah.”


Pria tersebut berteriak dengan kencang. Kohta menatap ke arah Pria tersebut, kemudian dia melihat ke belakang ada beberapa orang dan ditengahnya duduk seorang yang memandang istrinya dengan mesum. Kohta mengerutkan keningnya dan mendengar teriakan lagi.


“Apa yang ka-“ belum sempat pria tersebut mengenyelesaikan katanya. Kohta memenggal kepalanya dengan santai. Dia paling benci ada orang yang meremehkan, bahkan menatap istrinya dengan tatapan mesum.


Slasshhhhh.


Jresssss.


Kepala pria tersebut terlepas, darah terlihat seperti air mancur. Kepala pria tersebut jatuh dan menggelinding tepat di depan orang yang bernama Bos tadi. Seluruh orang terkejut, para orang-orang tadi berdiri, para warga segera kabur.


“Bjngan, apakah kalian tahu, aku siapa, hah?” raung orang yang di tengah tersebut, para sekelompok orang tersebut menyiapkan senjata mereka. Kohta sendiri berjalan pelan ke arah mereka. Namun, Kohta berhenti ketika bahunya dipegang oleh istrinya.


“Kohta, bisakah kau serahkan dalam pembantaian kepada kami?” pinta Rina. Entah kenapa dia ingin membantai mereka. Kedua istrinya juga merasakan hal tersebut. Sementara, Riana hanya mengikuti saja.


Kohta menyarungkan pedangnya, dia mengangguk. Ketiga istrinya tersenyum senang, mereka kemudian mengeluarkan senjata mereka. Riana sendiri, bingung dengan tingkah saudarinya.


“Bunuh pria itu, buat perempuan itu tidak bisa bergerak!” raung orang bernama Bos tersebut. Lalu, para orang-orang bersenjata melesat ke arah Kohta dan istrinya. Mereka menyeringai dengan liar.


Wush Wush Wush.


***


Rina menatap ke arah 10 orang di depannya, dia tersenyum. Lalu, dia mulai mengayunkan pedang miliknya, tepat leher salah satu dari mereka. Ke-9 sisanya terkejut dengan hal tersebut, mereka tidak menyangka musuhnya sangat cepat.


Slash Slash Slash Slash Slash


Jressss.


Rina membunuh 5 orang dengan mudah, tersisa 5 orang yang gemetar ketakutan. Mereka melihat ke arah Rina untuk memohon. Namun, sebelum mereka turun, kepala mereka terputus dengan cepat.


Slash Slash Slash Slash Slash.


Jresssss.

__ADS_1


“Kau kira bisa kabur, selepas merendahkan kami,” Rina berkata dengan dingin. Dia menatap ke arah 10 mayat tersebut, kemudian dia menatap ke arah Kohta. Rina berjalan ke arah Kohta.


***


Tessa melawan 10 orang dengan mudah, dia terus memukul lawannya. Baik itu wajah, tubuh, tangan, dan kaki lawan semuanya hancur. Tessa memukul tidak main-main, dia membunuh mereka dalam sekejap.


Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.


Krak krak krak krak krak.


Tessa tidak akan membiarkan mereka bernafas. Dia juga tidak akan membiarkan tulang-tulang mereka utuh. Perempuan tersebut benar-benar tidak menyisakan apapun.


“Kalian, sudah berani menghentikan kami, inilah akibatnya,” ucap Tessa tajam. Dia menatap ke arah mayat yang sudah seperti kertas. Tendon, tulang, otot, seluruh isi mayat tersebut hilang. Tessa berbalik dan menatap ke arah Kohta, kemudian berjalan dengan suasana hati yang kembali baik.


***


Kansha melawan 10 orang dengan mengerikan. Dia benar-benar menyayat mereka dengan kejam. Kansha menyiksa 10 orang tersebut.


Slash Slash Slash Slash Slash.


“Arhhh, sakit,” teriakan-teriakan dari 10 orang tersebut bergema. Mereka benar-benar kesakitan, di cuaca dingin tanpa pakaian dan tubuh yang penuh dengan luka terbuka. Saat mereka akan pingsan, Kansha akan menyayat mereka, kemudian mereka bangun kembali.


“Waktunya kalian mati,” Kansha berkata dengan dingin. Dia juga sudah bosan menyiksa mereka, dengan cepat Kansha menyayat leher mereka. Kansha mengakhiri hidup ke-10 orang tersebut.


Slash Slash Slash Slash Slash


Slash Slash Slash Slash Slash.


Kansha menatap ke-10 orang dengan dingin. Kemudian, dia menatap ke arah Kohta dan berjalan ke arahnya. Mood Kansha menjadi lebih baik dari sebelumnya.


***


Kohta melihat ke arah ketiga istrinya tersebut. dia benar-benar sedikit terkejut dengan tingkah ketiganya. Lalu, Kohta berfikir dan membelalakkan matanya.


‘Keinginan akan sesuatu...Cepat marah...apakah mereka...’


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2