
[Chapter 98.]
[King Arthur.]
[Silahkan Dibaca.]
Pegunungan Avrest Timur, terlihat kedua sosok berbeda tinggi badan dan saling terpisah oleh sebuah kawah besar di depannya. Sosok kecil ialah seorang pemuda yang tak lain Kohta, sementara sosok besar ialah Black Yeti.
Kohta sekarang berubah menjadi seorang Ksatria dengan rambut emas panjang, tangan yang terlihat memegang sebuah pedang. Namun, pedang tersebut tidak terlihat. Aura api juga berubah menjadi kobaran emas. Kohta sekarang berganti jiwa menjadi King Arthur.
Arthur menatap ke arah Black Yeti yang sedikit terkejut melihat hal itu. Arthur tersenyum dan berkata sambil mengayunkan pedangnya. “Light Saber.” Pedang terayun kemudian terlihat sebuah Proyektil berwarna emas kehijauan melesat ke arah Black Yeti.
Wushhhh.
Black Yeti merasakan bahaya dari proyektil tebasan tersebut. Dengan cepat, Black Yeti mengalirkan energi gelap ke arah tangan miliknya. Energi tersebut sangat besar, kemudian dia mengayunkan pukulan ke arah proyektil tebasan tersebut.
Boooommmmm.
Ledakan terjadi, Black Yeti terdorong beberapa langkah ke belakang. Dia terkejut melihat hal itu, dia menatap ke arah Arthur. Namun, monster itu sama sekali tidak menemukan Arthur di tempat awal berada.
Black Yeti seketika merasakan bahaya dari bawah, dengan reflek dia menyilangkan kedua tangannya ke bawah. Kemudian, terlihat Arthur mengayunkan tangannya yang terlihat membawa pedang. “Light Saber.”
Booommmmmm.
Black Yeti terpukul kembali, tapi kali ini dia terlihat terangkat dan terdorong ke belakang dengan keras. Monster itu merasakan sakit di kedua tangannya, serangan Arthur benar-benar mengerikan. Apalagi hukum elemen Dark dan Light sama-sama kuat jika saling bertarung.
Arthur mendarat di tempat Black Yeti sebelumnya, dia melihat ke arah Black Yeti yang terdorong ke belakang. Seketika, Arthur melesat ke arah Monster itu. Pemuda tersebut mengandalkan kecepatan angin dan cahaya miliknya.
Wushhh.
__ADS_1
Dalam sekejap, Arthur berada di bawah Black Yeti. Pedang tak terlihat terlapisi oleh Api Emas, Arthur tidak segan-segan menambahkan kekuatan pada Api Emas tersebut, membuat Api Emas berkobar dengan liar.
Arthur memejamkan matanya sambil mengaktifkan skillnya. “King Style....” Pedang tak terlihat bercahaya dengan hebat, kobaran Api Emas semakin menggila. Arthur membuka matanya dan melesat ke atas.
Slashhhhhhhh.
“Thousand Divine Slashes.” Arthur muncul di atas Black Yeti. Dia berbalik dan melihat Black Yeti yang terbelah menjadi dua. Monster itu terkejut, dia tidak menyangka bahwa dirinya terbelah menjadi dua, kemudian Monster itu jatuh ke tanah diikuti bagian bawahnya.
Brukk Brukk.
Black Yeti berada di ambang hidup dan mati. Dia benar-benar terkejut, melihat dirinya sekarat seperti itu. Arthur turun di dekatnya dengan bantuan Angin. Monster itu melirik ke arah Arthur dan berkata, “Kau menang, Manusia.”
Black Yeti mengakui kekalahannya, Arthur tersenyum. Dia kemudian berkata, “Itu pertarungan yang menarik, Black Yeti. Mungkin di kehidupan selanjutnya, ketika kita bertemu mari lakukan duel kembali.”
Black Yeti tersenyum lalu menjawab, “Yah, kita akan berduel di kehidupanku selanjutnya.” Black Yeti menatap ke arah langit, lalu berkata dengan penuh kepuasan. ”Terimakasih dan sampai jumpa.” Monster itu menutup matanya, dia mati dengan senyuman lebar di wajahnya.
Arthur sendiri menghela nafas dan keluar dari tubuh Kohta. Di saat Arthur keluar, tubuh Kohta jatuh terbaring pingsan di tempat. Api-api yang berada di tubuh Kohta melakukan tugasnya yaitu menghangatkan tubuhnya.
***
“Dimana aku ini?” Kohta bingung, sampai akhirnya dia melihat sebuah batu yang memiliki bentuk persegi panjang. Dia ingat satu tempat dengan ciri khas batu tersebut. “Tunggu, kenapa aku berada disini?” Pemuda itu bingung, dia penasaran kenapa kembali ke tempat yang sudah pernah dia kunjungi.
Namun, sebelum Kohta bertanya-tanya kembali. Dia melihat berbagai cahaya muncul di dekat batu persegi panjang tersebut. Kohta penasaran dengan hal itu, dia kemudian berjalan ke arah batu panjang dengan waspada.
Cahaya berkumpul dan menampilkan seorang pemuda yang memiliki rambut emas, tak lain tak bukan adalah King Arthur. Kohta yang berjalan ke batu tersebut berhenti, dia terkejut melihat Arthur.
“Tunggu, bukankah dia Arthur Pendragon?” Kohta benar-benar terkejut, melihat sosok yang terkenal di Dunia miliknya dulu. Arthur menatap ke arah Kohta, lalu dia tersenyum dengan damai. Kohta membalas senyuman itu dan berjalan menuju ke arah batu panjang tersebut.
***
__ADS_1
Tiba di dekat batu panjang, Arthur menatap Kohta dan berkata, “Salam kenal, Kohta Hideoki. Aku adalah orang yang diutus oleh Pencipta untuk membantumu menuju ke puncak.” Kohta berhenti, dia sedikit terkejut mengenai hal itu.
“Pencipta? Apakah kau sama dengan Oda Nobunaga, Arthur Pendragon?” Arthur tersenyum dan mengangguk. “Kau benar, aku sama dengan Raja iblis itu.” Kohta terkejut, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Arthur akan menjadi pengasuhnya seperti Oda.
Kohta sedikit berfikir, dia berterimakasih kepada Pencipta. Lalu menatap ke arah Arthur dan bertanya, “Apakah kisahmu mirip dengan Oda?” Arthur sedikit bingung maksud dari Kohta. Lalu, Arthur berkata, “Lebih jelasnya akan kuceritakan kisahku.” Kohta duduk dan memasang telinga untuk mendengarkan cerita tersebut.
Namun, sebelum Arthur memulai. Pusaran hitam di dekat Kohta muncul, membuat Kohta terkejut. “Aku ikut mendengarkan cerita anak muda.” Suara familiar tersebut terdengar. Pemilik suara tersebut ialah Oda Nobunaga. Pria itu muncul sambil membawa Sake.
Arthur mengangguk, Kohta menghela nafas lega. Kemudian, Kohta duduk dengan tenang dan menatap ke arah Arthur tanda bahwa dia sudah siap. Arthur kemudian mulai bercerita tentang kisah dirinya.
***
Dulu sekali, terdapat sebuah Kerajaan dimana Kerajaan itu akan memilih Raja mereka dengan mengangkat sebuah pedang yang tertancap di sebuah batu. Pedang itu bukan pedang normal, karena ketika pedang itu tercabut, maka semua orang akan tunduk.
Pedang itu benar-benar diincar oleh seluruh Negara dan Kerajaan. Namun, ujungnya mereka tidak bisa mengangkat pedang tersebut. Konon katanya pedang itu hanya dapat dicabut oleh keturunan asli Kerajaan Britannia.
Namun, seluruh keturunan asli Kerajaan Britannia sudah mencoba untuk mencabutnya, alhasil juga sama, pedang tidak bisa tercabut. Karena hal itu, banyak orang mulai tidak peduli kembali dengan pedang tersebut.
Pedang itu juga memiliki jiwa, ketika pedang itu dijauhi maka malapetaka akan datang. Hal itu benar terjadi, dalam sekejap seluruh Negara dan Kerajaan yang pernah mencoba mencabut pedang itu, mengalami hal yang sama yaitu kekeringan massal.
Banyak orang tidak percaya akan hal itu, namun sekian waktu berlalu akhirnya mereka yakin bahwa seluruhnya terkena karma karena mengabaikan pedang tersebut. Seluruh Kerajaan dan berbagai Negara mulai melakukan konferensi.
12 Kerajaan maupun Negara hadir di tempat tersebut. Mereka mulai mendiskusikan masalah terkait kekeringan massal tersebut. Keputusan akhirnya adalah adakan Sayembara untuk mencabut pedang tersebut kepada seluruh warga penduduk Kerajaan dan Negara masing-masing.
Akhirnya dimulailah Sayembara tersebut.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.