Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 99


__ADS_3

[Chapter 99.]


[Pergi menuju ke Utara.]


[Silahkan Dibaca.]


Masih dalam cerita King Arthur.


Sayembara di lakukan, banyak orang yang tertarik akan hal itu. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil. Berita Sayembara jatuh ke telinga seorang pemuda yang hidup di pedesaan, pemuda itu adalah Arthur.


Arthur memulai perjalanan menuju ke tempat Sayembara tersebut. Dia berjalan melalui hutan, pegunungan, perairan, dan gurun. Sampai akhirnya dia tiba di tempat Sayembara tersebut. Disana dia melihat tidak ada sama sekali orang, kecuali para prajurit yang duduk di dekat batu.


Arthur mendekat dan prajurit paham, Arthur naik ke atas batu. Para prajurit sudah menebak bahwa Arthur tidak akan bisa mencabut pedang tersebut. Namun, tebakan mereka salah ketika seluruh tubuh prajurit itu tertekan dan harus tunduk.


Cahaya keemasan muncul dan membumbung tinggi. 12 Kerajaan dan Negara melihat hal itu, mereka benar-benar terkejut dan tertekan dan harus tunduk apapun yang terjadi. Hati mereka semua seketika hanya ada rasa baik. Perasaaan jahat, buruk, dll hilang seketika.


Seluruhnya tertunduk dan mengarah ke tempat asal cahaya itu. Kemudian, Arthur mengangkat pedangnya ke atas. Cahaya semakin besar, seluruh orang yang tertunduk berteriak dengan sangat keras.


“Hidup Raja Britannia.”


Teriakan-teriakan serempak membuat Negara dan Kerajaan di luar wilayah Britania benar-benar terkejut, mereka juga melihat cahaya tersebut. Mereka juga merasakan tekanan untuk tunduk. Namun, karena cahaya itu jauh hanya membuat mereka menundukkan badan saja.


Selepas kejadian itu, Arthur diangkat menjadi seorang Raja. Raja tunggal untuk 12 Kerajaan dan Negara di wilayah Britania tersebut. Mereka semua menyatu dan Arthur mengganti nama Kerajaan menjadi Britannia Raya.


12 Mantan Pemimpin Kerajaan maupun Negara, berubah menjadi 12 Kesatria yang berada di bawah perintah langsung Arthur. Banyak Negara yang mendapatkan berita bahwa Pedang Excalibur dicabut. Dengan cepat Negara maupun Kerajaan mulai memulai perang dengan Britania Raya.


Perang terus dilakukan, berakhir dengan kemenangan Arthur sepenuhnya. Sampai akhirnya perang akhir selesai. Arthur duduk di ruang singgasana sendirian, seluruh pasukan dan Kesatria sibuk mengurus wilayah-wilayah baru yang didapatkan.


Seketika sebuah lubang hitam tepat di dekat Arthur menariknya ke dalam. Arthur terkejut, lalu dia bertemu dengan sosok yang mengaku Pencipta. Arthur tenang dan tidak terlalu khawatir, karena itulah dia memiliki sifat Raja Kedamaian.


Pencipta meminta Arthur untuk melakukan perjalanan 1 miliar Dunia. Tujuannya ialah, kembangkan Kerajaan dan harus menjadi Kerajaan terkuat di Dunia tersebut. Arthur mengangguk dan setuju, dia penasaran dengan kekuatan yang berada di Dunia berbeda tersebut.


***

__ADS_1


“Akhirnya aku mulai berpetualang dan berakhir di beri pilihan untuk memilih antara menjadi Dewa atau membantu seseorang. Aku memilih membantu seseorang dan orang itu adalah kau Kohta Hideoki.” Arthur menatap Kohta sambil tersenyum.


Kohta sendiri mengangguk paham, dia akhirnya tahu kejadian Arthur yang menghilang. Hal itu juga membuat dirinya tahu bahwa Pencipta itu orangnya suka menculik, tokoh terkemuka di Bumi. Pemuda itu masih bingung, apa keinginan asli dari Pencipta.


“Apakah kau tahu, keinginan dari Pencipta?” Kohta bertanya kepada Arthur. Sementara itu, Arthur menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar tidak tahu maksud dari Pencipta tersebut, bahkan dia tidak terlalu percaya kepada sosok yang mengaku Pencipta itu.


Oda menatap Arthur, dia tersenyum karena tahu bahwa Arthur tidak mempercayai sosok yang mengaku dirinya Pencipta. Dia melirik ke arah Kohta, kemudian meminum sake miliknya sambil berfikir, ‘Anak ini tidak mungkin bisa di atur nasibnya.’


“Kohta, sekarang kau harus kembali ke tubuh utamamu. Apimu juga dapat berubah menjadi api emas milikku.” Kohta mengangguk paham dengan Arthur, dia juga senang ketika mendengar kalimat terakhir Arthur.


Kohta kemudian menghilang dari Alam bawah sadar. Arthu dan Oda saling memandang, keduanya tersenyum dan Oda berkata, “Sosok itu kelihatannya ingin mengendalikan anak itu. Namun, hal itu percuma, karena Anak itu bukan orang yang gampang diatur.”


Arthur mengangguk dan setuju dengan perkataan Oda. Apa yang dibilang Oda benar, Kohta bukanlah orang yang mudah diatur. Dia adalah orang bebas yang mirip dengan seorang pemuda karet yang bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut.


***


Pegunungan Avrest Timur, Kohta yang terbaring perlahan-lahan membuka matanya. “Aduduh.” Kohta merasakan tubuhnya sakit. Dia tidak bisa berdiri, karena seluruh tubuhnya penuh dengan luka. Beruntungnya adalah tangan miliknya memegang tubuh Black Yeti.


“De..v..our.” Kohta mengeluarkan skill miliknya, seketika Black Yeti bercahaya kemudian terhisap ke dalam tubuh Kohta sepenuhnya. Pemuda itu merasakan banyak energi masuk ke dalam tubuhnya. Seluruh tenaganya pulih, bahkan fisiknya yang terluka tertutup kembali dan mengeras.


[Selamat, Tuan mendapatkan Elemen Dark.]


[Selamat, Tuan mendapatkan Elemen Snow.]


[Selamat, Tuan mendapatkan 1000 Poin Tingkatan.]


[Selamat, Tuan mendapatkan 500 Poin Pedang.]


Kohta kemudian duduk lotus, dia memejamkan matanya dan memulai mengendalikan seluruh energi yang masuk ke dalam tubuhnya. Pemuda itu berdiam diri sampai akhirnya membuka matanya, hal pertama yang dilihat ialah sebuah panel kembali.


[Selamat, Elemen Dark berubah menjadi Elemen Soul.]


[Selamat, Elemen Snow berubah menjadi Elemen Ice.]

__ADS_1


Kohta tersenyum melihat hal itu, dia mulai mengganti pakaian miliknya menjadi kimono biru dan putih. Pemuda itu berdiri, kemudian melihat ke arah pedang miliknya. Pedang Arsta yang berada di pinggangnya benar-benar cocok.


Wush Wush Wush Wush.


Kohta mengeluarkan rantai miliknya yang sekarang terlihat berbeda dari sebelumnya. Warna yang ditampilkan dari rantai itu adalah hitam keunguan. Pemuda itu mengangguk senang dengan perubahan rantai tersebut.


Selepas itu, Kohta menatap ke arah tebing. Dia mulai melesat ke arah tebing dan menancapkan ujung rantai miliknya ke tebing tersebut. Kemudian, pemuda itu mulai menaiki tebing es tersebut agar dapat keluar dari hamparan salju.


***


Kohta tiba di atas tebing, dia menatap ke arah depan dan mulai berjalan menuju ke arah jalan Utara pegunungan Avrest. Entah kenapa sekarang firasat Kohta mengatakan bahwa Utara akan ada hal yang menarik, bukan untuknya melainkan untuk istrinya.


‘Kau mau pergi kemana, Nak?’ Oda bertanya dengan penuh kebingungan. Sementara itu, Arthur juga sedikit bingung. Kohta sendiri berkata dengan jelas, “Aku mau pergi ke Utara, Pak Tua.” Oda mengedutkan bibirnya kembali, sementara Arthur tersenyum tak berdaya.


“Bocah bodoh, kau berjalan ke arah Selatan. Utar itu sebaliknya,” teriak Oda dengan kesal. Kohta berhenti dan berbalik, dia juga terlihat kesal dan berkata, “Salahkan jalannya yang memiliki wujud sama.”


Oda lagi-lagi mengedutkan bibirnya, dia tidak menyangka bahwa orang yang memiliki firasat baik, bisa-bisanya tidak tahu arah jalan. Arthur tertawa kecil melihat interaksi mereka. Sementara Kohta sendiri, dia sudah tidak kesal. Senyum di wajahnya terlihat.


“Waktunya berpetualang kembali.”


***


Wushhhhhhhhhhh.


Dalam sebuah gua dengan sebuah lambang Ice. Di dalamnya terdapat sosok makhluk besar. Di belakang sosok itu terdapat sebuah tugu dengan bahasa yang sangat asing. Sosok besar itu menatap ke depan dan mengaum dengan keras.


Rooooaaaarrrr.


“Ratu akan segera datang.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2