
[Chapter 56.]
[Kebangkitan.]
[Silahkan Dibaca.]
Kota Sina.
Kohta, Rina, Tessa, dan Kansha melesat, mereka melihat keadaan Kota yang sangat kacau.
“Ini, sangat kacau,” ucap Kohta, mereka berhenti dan memandang Kota dengan wajah terkejut.
Terlihat berbagai rumah hancur, ledakan dimana-mana, orang-orang berlarian tidak tentu arahnya.
“Kita bagi tugas, Kansha, Tessa, kalian evakuasi warga sekitar,” ucap Kohta, kemudian dia melanjutkan.
“Rina kau bantu para petualang disana,” ucap Kohta, kemudian Rina mengerutkan keningnya dan bertanya.
“Kau akan kemana?” tanya Rina, membuat Kohta tersenyum dan berkata tanpa menatap belakang.
“Membunuh lebah dan menemukan penyebab lebah mengamuk,” ucap Kohta, ketiganya terpana. Namun, mereka segera menjawab.
“Baik,” ucap ketiganya, kemudian mereka bertiga menghilang dari tempat. Kohta sendiri menarik pedang Iblis miliknya.
“Kau temani aku menari sebentar,” ucap Kohta, kemudian dia melesat maju dengan cepat.
‘Clara menurutmu, apa penyebab segala kekacauan ini, apa yang membuat Lebah marah?’
[Ratu mereka diserang, keadaan ratu sekarat, lalu para lebah di pimpin oleh lebah penghancur.]
‘Lebah penghancur, ini menjawab segalanya, Clara tunjukkan lokasi ratu lebah,'
[Ikuti petunjuk itu, Tuan.]
Kohta melihat ke arah sebuah anak panah yang menuju ke luar kota, dia juga melihat berbagai lebah disana.
“Baiklah, ayo menari,” ucap Kohta, menambah kecepatan larinya dan menebas leher lebah dengan cepat, bahkan tanpa menunggu mereka bereaksi.
Slash Slash Slash Slash.
Kohta terus membunuh lebah, banyak orang yang terselamatkan oleh tindakan Kohta tersebut.
Mereka belum sempat berterimakasih, namun dalam hati mereka benar-benar berterimakasih kepada Kohta.
Di sisi Rina.
Rina tiba di dekat para petualang, kemudian ikut membantu membunuh para lebah spesial tersebut.
Para petualang terkejut dengan kehadiran dari Rina, kemudian seorang pria besar menatapnya dan mengerutkan keningnya.
‘Kenapa orang ini berada disini?’ batin orang besar tersebut, dia segera mengalihkan perhatiannya dulu dan dia akan bertanya nanti setelah serangan tersebut.
“Semuanya, Bunuh seluruh lebah tersebut,” teriak orang besar tersebut, kemudian para petualang berteriak dengan semangat.
“Siappp, Guildmaster,” teriak semua Petualang, sementara Rina dia tidak peduli dan mulai menciptakan 180 lingkaran sihir kecil.
“Ice Rain,” ucap Rain, kemudian muncul dari lingkaran sihir berbagai es kecil, kemudian melesat ke arah lebah.
__ADS_1
Wush Wush Wush Wush Wush.
Pyar Pyar Pyar Pyar.
Banyak es mengenai lebah, namun saat es kecil menyentuh tanah, seketika tanah menjadi es.
Para petualang terkejut, sementara Guildmaster menatap itu dengan sedikit terkejut.
“Gadis kecil ini benar-benar menjadi lebih kuat,” ucap Guildmaster, kemudian dia tersenyum.
Kapak yang berada di punggungnya, dia keluarkan. Guildmaster memegang kapak dengan dua tangannya.
Lingkaran sihir muncul di tanah dan ukuran dari lingkaran sihir besar, begitu juga muncul di kapaknya.
Brrrr.
Para petualang menatap ke arah Guildmaster dengan kagum, takut, dan bersemangat.
Tanah bergetar, lingkaran sihir di tanah menghilang, kemudian tanah hancur, Guildmaster mengayunkan kapaknya dengan keras.
Boooommmmm.
Gelombang kejut terkonsentrasi di satu arah, tepat mengenai seluruh lebah yang lurus di depannya.
Lebah-lebah di depannya hancur, tubuhnya menyebar ke segala arah, gelombang kejut berhenti di tembok kota.
Guildmaster tersenyum, dia benar-benar merasa senang bahwa kekuatannya belum berkurang.
Krek krek.
Rina menatap itu dengan wajah datar, dia tidak begitu peduli dengan hal yang tersebut, Rina sudah berkali-kali melihat kekuatan seperti itu.
Di sisi Tessa dan Kansha.
“Semuanya segera menuju ke sana,” teriak Kansha, mengarahkan para warga menuju ke tempat pengungsian.
Tessa juga ikut mengarahkan para warga sambil membunuh berbagai lebah yang mengincar warga.
Para petualang juga membantu, terutama yang memiliki sihir penyembuhan, mereka menyembuhkan luka warga.
Di sisi lain.
Di tembok Kota terlihat 8 orang berjubah hitam dengan memiliki lambang dua tangan dan satu mata.
“Ketua Arges, Master meminta kita untuk mulai melakukan sihir terlarang itu,” ucap orang berjubah hitam1.
“Kalau begitu, mari kita mulai,” ucap orang berjubah hitam8 dengan senyum gilanya, orang tersebut ialah Arges.
Ke 8 orang tersebut, mengarahkan kedua tangannya ke sisi Kota, kemudian sebuah lingkaran sihir berwarna merah dan hitam muncul.
Kohta yang sedang melesat ke arah gerbang Kota, dia mengerutkan keningnya saat melihat lingkaran sihir besar muncul di tembok Kota.
“Firasat ku menjadi Buruk,” ucap Kohta, kemudian dia melesat ke arah lingkaran sihir tersebut muncul.
Sisi Rina.
Rina dan para petualang selesai membasmi para lebah, namun mereka segera menatap ke arah tembok kota.
__ADS_1
Mereka merasakan mana yang terkonsentrasi sangat besar di sana, lalu mereka juga melihat lingkaran sihir Merah campur Hitam.
“Sial, kita harus menghentikan itu,” teriak Guildmaster tiba-tiba, membuat seluruh para petualang terkejut.
Mereka tidak tahu apa yang terjadi, mereka hanya menuruti dan melesat ke arah lingkaran sihir tersebut.
Rina melesat terlebih dahulu ke arah tersebut, setiap mereka melewati Lebah, mereka dengan cepat membunuhnya.
Sisi Tessa dan Kansha.
Tessa dan Kansha sudah mengevakuasi seluruh warga kota, mereka tersenyum senang, namun segera berhenti dan berbalik menatap ke arah tembok kota.
Mereka berdua juga merasakan Mana terkonsentrasi dengan hebat, lalu mereka juga melihat lingkaran sihir merah dan hitam.
Kansha membelalakkan matanya saat melihat hal tersebut, dia berteriak dengan kencang.
“Kita harus menghentikan sihir itu,” teriak Kansha, membuat para petualang, Tessa dan para warga terkejut.
Para warga di jaga oleh beberapa petualangan, sementara Tessa dan Kansha melesat pergi menuju ke lingkaran sihir tersebut.
Di sisi tembok.
Arges melihat banyak orang melesat ke arahnya, dia tersenyum dengan lebar, dia benar-benar tertawa dengan gila.
“Ayo, hahahaha, Ayo hentikan kami,” tawa gila Arges mengejek orang-orang yang melesat ke arahnya.
Lingkaran sihir pun bercahaya terang, langit disekitar mulai berubah merah, kemudian terlihat sebuah tangan besar muncul.
Seluruhnya tiba di dekat lingkaran sihir tersebut, mereka berkumpul menjadi satu, lalu mereka mendengar suara gila.
“Sayangnya, Kalian sudah telat, hahahaha,” tawa gila Arges, terdengar oleh orang yang berkumpul tersebut.
“B*jingan, kau berniat menghancurkan Benua!” raung marah Guildmaster tersebut, namun hanya ditanggapi dengan tawa gila.
“Kalian semua bersiaplah, kita harus membunuhnya apapun yang terjadi,” teriak Guildmaster kepada seluruh orang yang berkumpul.
Tangan kedua muncul, kedua tangan memegang sisi cahaya seperti pintu, kemudian kaki yang terlihat seperti Singa muncul.
Tubuh yang terlihat kekar dan memiliki berbagai jahitan terlihat, kemudian wajahnya pun terlihat.
Tanduk melingkar, kepala kambing, lalu ketiga mata terbuka, iris mata berwarna merah menyala. Nafas terdengar oleh seluruh orang disana. Kemudian, Makhluk itu meraung keras.
Roarrrrrrrr.
Raungan yang menggelegar, bangunan di depannya terbang dan tidak bersisa di dekatnya.
Hanya satu bangunan yang berdiri, bangunan tersebut tempat berkumpulnya para petualang dan kelompok Kohta.
“Dia telah bangkit, Nightmare,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1