Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 76


__ADS_3

[Chapter 76.]


[Eika.]


[Silahkan Dibaca.]


Negeri Elf, bagian Timur.


Kohta keluar dari bangunan kuno tersebut, dia melihat ke arah Rina yang masih menstabilkan dirinya sendiri.


***


Alam bawah sadar Rina.


Rina menatap ke arah telur yang retak, dia menatap ke arah telur bersama dengan Sigmarus.


“Apakah ini memerlukan banyak energi?” tanya Rina, dia tidak hanya melihat. Melainkan menyalurkan energi mana, bahkan Ohma kedalam telur tersebut.


Krakk Krakkk.


“Tahanlah, Rina. Sebentar lagi telur itu akan menetas,” Sigmarus berkata dengan nada serius, dia benar-benar menantikan apa yang keluar dari telur tersebut.


Pyarrrr.


Telur pecah, kemudian muncullah sosok monster yang mirip dengan perempuan, sosok tersebut putih dengan pakaian biru.


“Ma...ma,” sosok tersebut berkata dengan terbata-bata, Rina terkejut dengan perempuan kecil tersebut (kita ubah nama menjadi gadis.)


Gadis tersebut menyebut Rina dengan sebutan Mama, karena pertama kali dia keluar dan yang terlihat pertama ialah Rina.


Rina entah kenapa merasa senang, dia mendekati gadis tersebut, kemudian Rina memeluknya dengan erat.


“Uwaa, aku tidak menyangka seorang gadis begitu imut sekali,” Rina benar-benar merasa lucu terhadap gadis tersebut.


Sigmarus menatap ke arah gadis tersebut dengan terkejut, dia masih ingat dengan gadis tersebut.


“Rina, kau beruntung, mendapatkan monster itu,” Sigmarus benar-benar merasa Rina sangat beruntung hari ini.


“Dia bukan Monster, Sigma. Aku tidak akan menyebutnya monster, dia adalah Eika,” Ungkap Rina, dengan senang mengusap kepala gadis tersebut.


“Kau tahu, Rina. Gadis ini adalah Snow Queen, dia adalah Monster yang dapat mengendalikan salju sesuka hatinya, namun wujudnya tetap akan seperti manusia, keseluruhan juga manusia.”


“Dikatakan dalam legenda, bahwa Monste Snow Queen dan saudarinya, diberikan mantra aneh, yang membuat mereka berubah jadi manusia, tanpa bisa kembali ke bentuk semula.”


Sigmarus memberitahu segalanya tentang Eika, Rina sendiri mengangguk dan mendengarkan dengan serius.


Namun, dalam hatinya. Dia tidak peduli, dia tetap menganggap Snow Queen tersebut adalah putrinya.


“Nah, Eika. Bagaimana kalau kita bertemu dengan Papa?” tanya Rina, kemudian Eika terlihat bingung namun tetap mengangguk.

__ADS_1


Rina kemudian menutup matanya, lalu menghilang dari alam bawah sadar, diikuti oleh Eika.


***


Depan Bangunan Kuno Timur.


Kohta yang menunggu Rina selesai, dia merasakan hawa dingin di tempat Rina, dia menatap Rina dan menemukan seorang gadis duduk di pangkuan Rina.


Kohta mengerutkan keningnya, kemudian dia melihat Rina membuka matanya dan memeluk gadis tersebut.


“Sayang, siapa gadis ini?” tanya Kohta, dia penasaran. Rina yang mendengar pertanyaan Kohta, sambil tersenyum dia menjawab.


“Ini anak kita,” Kohta mendengar hal tersebut, sedikit terkejur. Kemudian, dia menatap ke arah gadis dan mengerutkan keningnya, lalu membelalakkan matanya.


“Roh?” Kohta berkata dengan nada terkejut, dia menatap ke arah Rina untuk kepastian, Rina yang ditatap, menganggukan kepalanya tanda bahwa Gadis tersebut Roh.


“Dia adalah Eika, Snow Queen,” ungkap Rina, Kohta terkejut namun segera sadar kembali, dia menatap ke arah Eika dan tersenyum.


“Salam kenal, aku Kohta, panggil aku Papa, Eika,” Kohta berkata dengan nada lembutnya, Eika menatap ke arah Kohta, kemudian tersenyum dan berkata.


“Pa..Pa,” Eika berkata dengan terbata-bata, namun walaupun terbata-bata, Kohta senang dengan sebutan Papa tersebut.


Kohta mendekat dan memeluk Rina beserta dengan Eika, dia benar-benar senang hari ini, bukan hanya mendapatkan kekuatan, dia juga mendapatkan putri.


Kohta melepaskan pelukannya dan mengelus rambut Eika, dia kemudian menatap ke arah Rina dan berkata.


“Tapi, aku masih bingung. Sebenarnya kita bisa memiliki roh berapa?” tanya Rina, dia benar-benar ingin tahu akan hal tersebut.


Kohta yang mendengar pertanyaan tersebut, hanya bisa mengangkat bahunya, dia benar-benar tidak tahu akan hal tersebut.


“Aku kurang tahu,” jawab Kohta, kemudian dalam fikirannya, '5 hari lagi, mungkin aku bisa tahu.’


“Baiklah, ayo kita lanjutkan berkeliling,” seru Rina, dia benar-benar perlu menyelidiki tempat Negeri Elf tersebut.


“Ya, kita selidiki secara menyeluruh, Negeri Elf bukan tempat sembarangan, tempat ini penuh akan sejarah dan misteri sendiri.”


Rina mengangguk menyetujui ucapan Kohta, keduanya berdiri dan Kohta menggendong Eika, namun terlihat Eika mengantuk.


“Biarkan dia masuk dulu, ke tempat Alam bawah sadarmu, Sigmarus akan menjaganya nanti,” Kohta kemudian menyerahkan Eika ke Rina.


Rina mengangguk dan memasukkan Eika ke dalam alam bawah sadar miliknya, disana Rina juga sudah memberikan tempat untuk Eika istirahat.


Selepas itu, Kohta dan Rina mulai menyusuri kembali Negeri Elf tersebut, Negeri yang penuh akan sejarah dan misteri.


***


Di sisi Tessa dan Kansha.


Mereka berdua sudah menghancurkan 9000 Pasukan kayu tersebut, keduanya terlihat berkeringat dan nafasnya mulai berantakan.

__ADS_1


“Sisa 1000, namun pasukan ini benar-benar lebih kuat,” ungkap Tessa, dia benar-benar terlihat agak kelelahan.


“Ya, kayu ini benar-benar lebih kuat, sebelumnya kita menghadapi dengan Api, mereka akan hancur selepas 10 Api ditembakkan,” Kansha benar-benar terkejut.


Fakta bahwa kayu bisa menahan Api selama 10 Api diluncurkan itu adalah hal yang menarik dan tak biasa.


1000 pasukan tersisa mulai memandang satu sama lain, kemudian mereka mendekat menjadi satu kelompok.


Tessa dan Kansha merasakan hal buruk tentang pasukan kayu yang berkelompok tersebut.


“Aku merasakan firasat buruk, tentang mereka,” Tessa mengerutkan keningnya, dia benar-benar merasa tidak nyaman ketika melihat pasukan kayu membentuk kelompok.


Kansha sendiri juga sama, dia mengangguk membenarkan ucapan dari Tessa, keduanya menstabilkan nafas, agar bisa menghadapi hal buruk tersebut.


Lingkaran sihir besar berwarna biru muncul di bawah kelompok pasukan kayu tersebut, kemudian seluruh pasukan kayu bercahaya.


Cahaya tersebut perlahan-lahan menyatu dan membentuk sosok Humanoid besar, dengan 16 tangan dan 18 kaki.


Kepala yang dimiliki ada 4, menyatu menjadi satu, setiap tangan memiliki bentuk lancip di ujungnya, sementara kaki Humanoid tersebut terlihat seperti kaki Manusia.


“Seperti yang kuduga, mereka akan bergabung menjadi satu,” Tessa benar-benar sudah menduga apa yang akan terjadi dengan kelompok pasukan kayu tersebut.


“Humanoid kayu, Monster tingkat Titan atas, tahap 10.”


**


Di sebuah tempat, bawah tanah.


Terdapat sebuah pintu yang sangat besar, pintu tersebut diukir dengan sangat detail dan teliti.


Pintu tersebut memiliki ukiran dengan sebuah gambar Elf yang terdapat sosok makhluk besar di belakangnya.


Sosok makhluk tersebut memiliki sayap sobek dan kukunya panjang, telinganya juga panjang, senyum lebar tercetak di sosok tersebut.


Di dalam pintu tersebut, terdapat seorang Elf yang di rantai, baik itu kaki, tangan, perut, bahkan lehernya.


Elf tersebut membuka matanya, iris mata berwarna kuning terlihat, dia juga menampilkan senyum manis miliknya.


Elf tersebut kemudian membuka mulutnya dan berkata dengan suara yang sangat lirih dan mengandung penuh arti.


“Sem...oga, me..reka be...rdu..a tib..a disi...ni, ke..tur..un..an Ar..thu...r da..n Kir..ika..sa,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2