Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 23


__ADS_3

[Chapter 23.]


[Memahami Kin.]


[Silahkan Dibaca.]


Pagi hari, 04.50.


Kohta terbangun dari tidurnya, dia melihat ke samping dan menemukan Rina tidur di sampingnya, dia hanya tersenyum dan turun dari tempat tidur.


‘Pagi, Clara.’


[Pagi, Kohta.]


Kemudian, Kohta berjalan keluar dari ruangan. Lalu, keluar dari mansion dan memulai pelatihan nerakanya. Porsi latihannya meningkat, dengan pengendalian dari Aura.


‘Hari ini, aku harus benar-benar bisa mengendalikan Aura, kemudian menyempurnakan.’ Batin Kohta, kemudian melanjutkan pelatihannya.


Sedangkan di sisi Rina, dia terbangun dan tidak mendapati Kohta di sampingnya. Lalu, dia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar.


“Kohta, kamu berada dimana?.” Ucap Rina, kemudian melihat pintu rumah terbuka. Rina, bergegas keluar dan dia melihat Kohta yang sedang melakukan latihan.


‘Dia benar-benar pekerja keras. Kalau begitu, aku akan membuatkan makanan yang akan membuatnya senang.’ Batin Rina dengan senang, lalu masuk kembali dan menuju ke dapur.


Di sisi Kohta.


Dia duduk lotus kembali, dia benar-benar perlu mengenal lebih jauh tentang Aura Kin. Kenapa Sistem tidak membantunya, karena itu permintaan Kohta sendiri.


‘Aura Kin, ini benar-benar berbeda dengan energi spiritual di Bumi. Aura Kin, ini memiliki karakteristik sendiri.’ Batin Kohta, kemudian membuka matanya.


“Sepertinya aku harus mencoba kembali.” Ucap Kohta, lalu mengambil ranting dan memasukkan Kin kepada ranting tersebut.


Lalu, Kohta berjalan ke arah pohon yang berada di dekatnya. Kemudian, dia menutup matanya dan dia seperti melihat sesuatu akan lepas dari ranting yang dia pegang.


“Jadi, begitu. Pantas banyak orang yang selalu gagal menguasai Kin ini.” Ucap Kohta, dia benar-benar senang bahwa akhirnya memahami apa itu Aura Kin.


“Kalau begitu, waktunya mencoba.” Ucap Kohta, lalu memejamkan matanya sebentar, kemudian membukanya kembali.


Pandangan yang dia lihat sekarang berubah, dia bisa melihat berbagai Aura di Dunia Deus tersebut. Setiap Aura saling berjauhan dan berdekatan.


“Jadi ini wujud dari Aura.” Ucap Kohta, tanpa dia sadari. Dia adalah pertama kali orang yang menemukan kegunaan Kin yang lain.


“Selepas dari mata, kita ubah ke tangan.” Ucap Kohta, kemudian mengalirkan Kin ke tangannya. Kemudian, mengarahkan secukupnya di ranting yang dia pegang.

__ADS_1


“Kin harus sedikit lebih besar di tangan, agar ranting bisa terjaga saat diayunkan.” Ucap Kohta, kemudian mengayunkan ranting miliknya.


Sratttt.


Terlihat Pohon tersasat dengan kedalaman setengah dari pohon tersebut. Kohta tersenyum senang melihat hal tersebut.


“Fyuhhh, aku kelelahan. Nanti, aku akan lanjut. Sekarang, apakah Rina sudah bangun?.” Ucap Kohta, saat melihat Mansion mengeluarkan asap di atas.


Kohta pergi masuk ke dalam Mansionnya, kemudian dia melihat Rina di dapur. Namun, yang membuat dia menjadi lebih semangat adalah apa yang Rina kenakan.


Kohta melihat Rina dengan Apron tanpa baju, hanya memakai pakaian dalam saja. Kohta pun mendekat ke arah Rina.


Rina dapat menyadari Kohta sudah tiba, dia bisa merasakannya dengan Aura miliknya yang dia sebar di dalam rumah tersebut. Rina melanjutkan saja memasak, sambil menunggu apa yang akan dilakukan Kohta.


Grep.


Rina sedikit terkejut, saat Kohta memeluknya dari belakang. Dia tidak berfikir bahwa Kohta akan memeluknya. Sekarang, Rina mukanya memerah dan berkata.


“Kenapa kamu memelukku tiba-tiba, aku sedang memasak.” Ucap Rina, sementara Kohta memeluknya lebih erat, yang membuat Rina semakin memerah.


“Nyaman, aku ingin sekali memeluk perempuan dari belakang, saat mereka memasak dengan memakai Apron.” Ucap Kohta, dia benar-benar menikmati memeluk Rina.


(Apron : Celemek.)


Rina entah kenapa merasa bahwa sedikit sedih, namun segera dia abaikan karena masakan akan segera siap.


Tak lama kemudian, Rina keluar dari dapur dengan nampan berisi makanan. Lalu, Rina menghidangkan makanan tersebut di meja makan.


“Aku sudah tidak sabar ingin memakan makanan Rina kembali.” Ucap Kohta, membuat Rina terkikik melihat tingkah Kohta.


Makanan sudah dihidangkan, Rina duduk dan mereka mulai makan. Selama makan mereka tidak akan berbicara.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai makan. Kohta menatap ke arah Rina dan berkata sambil tersenyum.


“Nah, ayo kita mandi bersama, Rina.” Ucap Kohta, sedangkan Rina, dia sedikit terkejut dan memerah. Lalu, menjawab.


“Un, tunggu aku selesai membawa piring bekas ke dapur.” Ucap Rina, namun Kohta segera membantu Rina membawa piring tersebut ke dalam dapur.


Rina sedikit terkejut dan tersenyum melihat bahwa Kohta membantunya. Selesai bersihkan dan membawa piring ke dapur, mereka berjalan ke kamar mandi.


Sampai kamar mandi, mereka masuk. Lalu, Kohta melepaskan seluruh pakaiannya, begitu juga Rina. Mereka saling menggosok punggung mereka, kemudian berendam bersama.


“Berendam memang menyegarkan.” Ucap Kohta, sedangkan Rina terkikik dengan ucapan dari Kohta, dia berkata.

__ADS_1


“Kamu sudah seperti, Kakek-kakek saja, Sayang.” Ucap Rina, berendam di dekat Kohta. Sementara Kohta, mengabaikan ucapan Rina, dan berkata.


“Jadi, hari ini kita akan ngapain?.” Ucap Kohta, lalu terlihat Rina sedang berfikir dan berkata dengan nada santai.


“Bukankah kita akan pergi ke Kota sebelah, untuk membeli budak?.” Ucap Rina sambil memandang Kohta. Sedangkan Kohta, dia mengangguk dan menjawab.


“Kau benar, membeli budak.” Ucap Kohta, kemudian menatap ke arah Rina. Lalu menariknya untuk lebih dekat dengannya.


“Kyaa, Unnn.” Teriak Rina namun tergantikan oleh suara manisnya. Kohta entah kenapa tidak tahan dengan tubuh Rina, akhirnya Kohta bermain namun tidak sampai memasukkan.


Beberapa menit kemudian, mereka keluar dan memakai pakaian santai mereka. Kemudian, mereka keluar dari Mansion dan menguncinya.


Sampai di depan gerbang, mereka melihat ada kereta dan kuda di sana. Kereta tersebut adalah Kereta Kerajaan.


“Kamu kapan meminjam kereta ini?.” Ucap Kohta, sedangkan Rina menjawab dengan santai.


“Kemarin, saat kamu dilatih oleh Kak Theo, aku bilang ke Kak Grisela bahwa aku meminjam kereta untuk hari ini.” Ucap Rina.


“Ohh, begitu.” Ucap Kohta, lalu keduanya masuk ke dalam Kereta. Sementara Kusir yang melihat mereka berdua masuk menjalankan kudanya.


Di sebuah tempat.


Terlihat ada seorang Pria Tua dengan tubuh kekar, dia memiliki kalung budak dan memakai pakaian biasa, Pria tersebut terlihat santai walaupun terkurung.


“Ini makanlah, Pria Tua.” Teriak seorang laki-laki gendut. Pria tersebut diam, sampai akhirnya laki-laki gendut tersebut keluar dari tempat Pria tersebut.


Pria Tua tersebut memakan makanan yang diberikan Laki-laki gendut tersebut dengan santai, kemudian saat akan mengakhiri makanannya, dia tersenyum.


Lalu, Pria Tua tersebut mengeluarkan sebuah botol Sake di sakunya. Lalu, meminum Sake dalam botol tersebut, namun saat meminumnya, Pria Tua tersebut sedikit menaikkan alisnya.


“Oh, sake ku sudah habis.” Ucap Pria Tua tersebut, kemudian Pria Tua tersebut merasakan sesuatu yang menarik perhatiannya, lalu sudut mulutnya menjadi lebih naik.


“Aura ini, menarik. Siapa pemilik Aura ini.”


[To be Continued.]


Info : Maaf novel ini selalu telat, aku belum buat kerangka, besok kemungkinan dah aktif up 2x


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2