Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 81


__ADS_3

[Chapter 81.]


[Riana.]


[Silahkan Dibaca.]


Tessa dan Kansha tiba di lantai 9, mereka melihat ada pintu besar disana, keduanya saling memandang dan mengangguk.


Tessa dan Kansha maju dan mendorong pintu besar tersebut, hingga pintu terbuka dengan lebar.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan di lantai 9 tersebut, selepas mereka masuk, pintu sebelumnya tertutup dengan cepat.


Brukkkk.


Tessa dan Kansha tidak panik, mereka sudah mengerti, pasti pintu akan tertutup secara otomatis.


Buk Buk Buk Buk Buk.


Seketika seluruh Obor menyala dengan warna api biru, ruangan yang gelap sekarang benar-benar terang.


Mereka berdua melihat ke depan, disana ada 100 orang dengan memakai jubah hitam, kemudian mereka mendengar suara.


“Selamat telah memasuki Lantai 9, silahkan kalahkan seluruh boneka manusia yang berada di depan kalian.”


Suara tersebut menghilang, Tessa dan Kansha mengerti dan menatap ke arah 100 boneka manusia tersebut.


Mereka berdua kemudian mengalirkan mana mereka ke tangan mereka, selepas mereka mendapatkan Ain banyak hal yang berubah.


Bushhh krakkkk.


Tangan mereka terlihat terlapisi sesuatu, tangan Kansha terlapisi oleh kobaran kegelapan.


Sementara itu, tangan Tessa dilapisi dengan tanah dan mengeras di tangannya, walaupun itu terlihat berat, sebenarnya itu ringan, karena Tessa pemiliknya.


Berbagai lingkaran sihir berwarna kuning muncul di depan para manusia Boneka tersebut, ada juga lingkaran sihir di tubuh mereka.


“Mulai,” dengan aba-aba tersebut, Kansha menghilang dan tidak terlihat oleh siapapun.


Tessa sendiri menghentakkan kakinya ke tanah, kemudian tanah hancur dan beberapa patahan naik ke atas.


Tessa mengayunkan tangannya, kemudian tanah mengeras dan menjadi batu, Tessa mengayunkan tangannya ke depan.


Bushhhhh.


Seluruh batu melesat ke arah para Manusia Boneka tersebut.


Wush Wush Wush Wush Wush.


Tessa mengangguk puas, dia juga ikut melesat ke arah boneka manusia tersebut, dia juga melihat bahwa lingkaran sihir sudah menghilang.


Boooommmm.


Bebatuan yang dilempar Tessa mengenai tepat beberapa boneka manusia, sisanya masih berhasil dalam mengeksekusi sihir mereka.

__ADS_1


Seketika pusaran api besar tercipta dan melesat ke arah Tessa, namun jika dilihat lebih dekat, pusaran tersebut terdapat tanah yang bersatu dengan api.


Brushhhhhhhh.


Tessa melihat hal tersebut, dia melompat dan menyatukan kedua tangannya, dia berteriak dengan keras.


“Transform.”


Seketika tubuh Tessa dilapisi oleh bebatuan dan batu terus menyatu dan membentuk sosok dari golem api.


Grooooo.


“Pusaran api yang buruk,” ungkap Tessa dalam mode Golemnya, dia mengepalkan tangan miliknya.


Tessa kemudian mengayunkan tangannya ke arah pusaran api tersebut, pukulan tangan tersebut benar-benar cepat.


Boooooommmmm.


Pusaran api terpukul dan meledak menjadi asap yang menyebar ke seluruh lantai 9.


Slash Slash Slash Slash Slash Slash Slash.


Kansha sendiri muncul tepat di dekat para boneka manusia tersebut dia menebas kepala-kepala boneka tersebut.


Dia benar-benar menjadi lebih nyaman ketika para Boneka tidak bergerak sama sekali, karena asap tersebut.


Asap menghilang dan menampilkan seluruh penyihir yang sudah terkapar di lantai, Kansha kemudian muncul di bahu Tessa yang berubah jadi Golem.


“Apakah begitu saja?” tanya Kansha, dia benar-benar terkejut melihat bahwa lantai 9 begitu mudah.


Namun, mereka memiliki kelemahan yaitu jika kepala mereka terputus, maka mereka tidak bisa bangkit lagi.


Boneka tersebut di dasarkan pada manusia, maka dari itu Boneka tersebut memiliki kelemahan.


Mereka kemudian melihat pintu menuju ke arah lantai 10 terbuka, namun mereka tidak mendengar suara kembali.


“Apakah tidak akan muncul suara pohon abadi tersebut?” tanya Tessa, Kansha sendiri mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


Sringggg.


Tessa kemudian berubah menjadi wujud aslinya, Kansha juga sudah turun ke lantai, mereka berdua berjalan menuju ke arah tangga lantai 10.


“Sedikit berbeda,” ungkap Kansha, ketika dia melihat tangga tersebut, lalu keduanya merasakan suatu Aura menuju ke arah mereka.


Brushhhhh.


Tessa dan Kansha mengerutkan kening mereka, ketika merasakan Aura tersebut, Tessa kemudian berkata.


“Aura yang bocor, sepertinya lantai 10 lawan kita bukans sembarangan,” ungkap Tessa, sementara Kansha mengangguk.


Mereka saling memandang dan mengangguk bersama, keduanya kemudian naik ke lantai 10.


**

__ADS_1


Pohon kediaman Raja, Tanah bawah.


Kohta dan Rina menatap ke arah Elf emas tersebut, mereka tidak menyangka ada Elf yang terkunci di bawah.


Elf emas yang tak sadarkan diri, perlahan-lahan mulai membuka matanya, apa yang dia lihat pertama adalah ruangan kosong dan dua orang berdiri di dekatnya.


“Kau sudah siuman?” Kohta bertanya sambil menatap ke arah Elf emas, begitu juga Rina.


Elf emas tersebut menatap ke arah Kohta dan Rina, kemudian dia menunduk malu dan mengangguk.


“Ya, aku sudah siuman,” ungkap Elf Emas tersebut, dia tidak berani menatap ke arah Kohta dan Rina.


Kohta dan Rina sendiri saling memandang dan bingung satu sama lain, Kohta kemudian bertanya.


“Kenapa kau terkurung di bawah sini?” tanya Kohta, kemudian Elf Emas tersebut menatap ke arah Kohta dengan raut muka sedih.


Kohta paham bahwa Elf emas mengalami hal yang menyakitkan, Kohta kemudian memeluk Elf emas tersebut dan menenangkannya.


“Baiklah, kalau itu sangat menyakitkan jangan dibicarakan,” Kohta menenangkan Elf emas tersebut.


Rina menatap hal tersebut, senyum tipis muncul di wajahnya, kemudian dia bertanya kepada Elf emas.


“Namamu siapa?” tanya Rina, dia benar-benar penasaran dengan nama Elf emas tersebut, Kohta juga penasaran.


Elf emas tersebut sudah tenang, Kohta melepaskan pelukannya. Elf emas kembali menunduk malu dan berkata.


“Namaku adalah Riana, Putri pertama Negeri Elf ini,” ungkap Elf Emas tersebut, Kohta dan Rina benar-benar terkejut mendengar hal tersebut.


“Putri pertama? Apakah kau kenal dengan Tessa dan Kansha?” tanya Kohta, sementara Riana yang mendengar kedua nama tersebut, dia menatap ke arah Kohta dengan serius.


“Kau tahu adik-adikku?” tanya Riana, dia benar-benar tidak menyangka bahwa orang di depannya mengenal adiknya.


Kohta dan Rina sendiri terkejut, bahwa dugaan mereka benar. Namun yang masih jadi misteri adalah kenapa putri dipenjara di bawah tanah.


Mereka berdua penasaran, namun mereka segera merasakan suatu energi meletus dari Riana.


“Kalian berdua, kumohon menjauh sebentar,” ungkap Riana, namun Kohta dan Rina tidak menjauh, mereka mundur beberapa langkah saja sambil memegang pedang milik mereka.


Srinngggggg.


Kohta dan Rina melihat bahwa Riana bercahaya, kemudian redup dan terlihat iris mata yang berbeda.


Keduanya tahu apa yang terjadi terhadap Riana, bahwa roh dalam dirinya tidak bisa diajak berdamai dengan Riana sendiri.


Terlihat Riana menaikkan sudut mulutnya, membentuk sebuah senyuman, kemudian dia berkata yang membuat Kohta dan Rina terkejut.


“Arthur, Kirikasa, kalian berdua benar-benar adalah keturunan mereka berdua.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2