
[Chapter 50.]
[Mammoth Skeleton.]
[Silahkan Dibaca.]
Padanh rumput.
Rina dan Tessa melesat maju ke arah Mammoth Skeleton tersebut, mereka berdua bergerak sangat cepat.
Mammoth Skeleton yang melihat hal tersebut, meraung dengan keras. Kaki depannya naik dan turun dengan cepat.
Boooommmm.
Rawwwwwrrrrr.
Seketika muncul berbagai tulang dari tanah dan mengarah ke arah Rina dan Tessa dengan cepat.
Rina yang melihat hal tersebut, menambah kecepatan dan melesatkan serangan es ke arah tulang-tulang tersebut.
Wushhhh.
Boooooommmmm.
Rina menerjang tulang-tulang tersebut, setiap tulang yang dilewati Rina, semuanya akan membeku dan menjadi es.
Tessa yang melihat itu, dengan cepat berhenti dan memutar tangannya dan melayangkan naik ke atas.
Seketika tanah di bawah kakinya naik, lalu dengan cepat menghentakkan kakinya, tanah tersebut bergerak dengan cepat menuju ke depan.
Pyar Pyar Pyar Pyar.
Tulang yang sudah menjadi es, hancur oleh tubrukan tanah yang bergerak maju menuju ke Mammoth Skeleton.
Rina yang melihat Tessa melesat dengan kekuatan tanahnya, dia melompat. Tessa mengerti maksud lompatan Rina.
Dengan cepat Tessa melesat dan membuat pendaratan Rina di atas tanah miliknya.
“Kau tidak bilang memiliki seperti ini,” ucap Rina, kemudian Tessa tersenyum dan berkata dengan tenang.
“Jika tulang tidak kau bekukan, aku tidak akan memakai ini,” ucap Tessa, membuat Rina mengangguk.
Rina tahu bahwa tanah kalah sama tulang, kemudian kedua menatap ke arah Mammoth Skeleton.
Terlihat Mammoth Skeleton menghentakkan kakinya kembali, sekarang berbeda bukan tulang naik, melainkan tanah terbang di udara.
Rina dan Tessa tahu apa yang akan dilakukan Mammoth Skeleton, mereka berdua mengangguk.
Rina dengan cepat membuat sebuah es di udara, Mammoth Skeleton mengayunkan belalainya yang terbuat dari tulang tersebut.
Wushhhhhh.
Tanah yang berbentuk tak beraturan terbang menuju ke arah Rina dan Tessa. Kemudian, Terlihat Rina mengarahkan pedang ke depan.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Berbagai es yang mirip dengan tombak melesat ke arah tanah tersebut. Kemudian dua serangan bertemu.
Boom Boom Boom Boom.
Tessa berada di depan, dia memposisikan tangannya di samping, dia menggunakan kuda-kuda meninju.
__ADS_1
“Haaaa,” teriak Tessa, kemudian mengayunkan tangannya ke depan dengan cepat.
Boooommmmm.
Pyar Pyar Pyar Pyar Pyar.
Gelombang kejut yang besar menerjang maju ke depan dan menghancurkan tanah yang berubah menjadi es tersebut.
Rina dan Tessa hampir sampai di dekat Mammoth Skeleton, mereka menyiapkan serangan mereka.
Mammoth Skeleton melihat jarak mereka akan dekat, dia meraung dan menatap keduanya dengan ganas.
Mammoth Skeleton bersiap-siap menyerang mereka, kemudian dia dengan cepat melesat ke arah Rina dan Tessa.
Melihat hal tersebut, Rina dan Tessa tersenyum. Mereka berdua melompat ke atas dengan cepat.
Booommmmm.
Mammoth Skeleton menabrak tanah yang digunakan Rina dan Tessa untuk maju.
Tanah tersebut seketika hancur saat terkena tabrakan dari Mammoth Skeleton tersebut. Rina dan Tessa mendarat di belakang Mammoth Skeleton.
(Note : Next mungkin kubuatkan skill-skill para karakter, biar tidak sembarangan mengeluarkan serangan.)
Rina mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah Mammoth Skeleton, seketika Proyektil tebasan muncul dan melesat ke arah Mammoth Skeleton.
Swishhhh.
Tessa menggunakan sihir tanahnya, dengan cepat mengunci kaki dari Mammoth Skeleton tersebut.
Melihat hal tersebut, Mammoth Skeleton menatap biasa, namun saat proyektil tebasan tersebut sudah dekat, dia merasakan bahaya dari proyektil tebasan tersebut.
Booommmm.
Raaawwwrrr.
Terlihat Mammoth Skeleton tidak mengeluarkan darah, melainkan beberapa tulang yang terlihat banyak yang hancur.
“Apakah berhasil?” Rina menatap dengan penasaran, benar serangan terkena telak namun Mammoth Skeleton terbuat dari tulang, pasti memiliki regenerasi.
Tepat sesuai fikiran Rina, Mammoth Skeleton seketika beregenerasi tulangnya kembali, tulang yang hancur menghilang.
Mata Mammoth Skeleton bersinar, kemudian sebuah sinar lurus menyerang ke arah Rina dan Tessa.
Rina dan Tessa sudah mengetahui hal tersebut, mereka dengan cepat menghindari sinar tersebut.
Boommm Boooommm.
Rina menatap ke tempat dia berdiri semula, kemudian dia menatap ke arah Mammoth Skeleton.
“Pasti ada kelemahan,” Rina mulai berlari mengelilingi Mammoth Skeleton mencari kelemahan makhluk tersebut.
Tessa juga sepemikiran dengan Rina, dia juga mulai berlari dan menyerang dengan melayangkan tanah berbentuk kotak-kotak.
Selama pertarungan mereka, Greg, Kohta, bahkan Pemimpin Bandit terkejut, mereka tidak berbicara dan fokus dengan pertarungan tersebut.
“Mammoth, segera bunuh mereka,” raung Pemimpin bandit tersebut, kemudian terlihat Mammoth Skeleton matanya bersinar kembali.
Sringgggg.
Boooommmm.
__ADS_1
“Rina, Tessa,” teriak Kohta, melihat serangan cahaya yang sangat cepat menuju ke arah kedua istrinya.
Boomm Boomm.
“Arhhhh, menyebalkan,” teriak Rina, dia frustasi melihat Mammoth Skeleton yang tidak terlihat kelemahannya.
“Tenang, Rina,” ucap Tessa, dia langsung menyebutkan namanya, agar lebih menjadi akrab.
Rina yang mendengar hal tersebut, tersenyum dan terkejut. Dia senang akhirnya Tessa mau menyebut namanya.
“Tessa, akhirnya kau menyebut namaku,” ucap Rina dengan senang, namun segera menekan kesenangan tersebut.
“Hufff, maaf. Waktunya kita serius, Tessa,” ucap Rina, walaupun dia sebelumnya marah, namun entah kenapa dia bisa berubah dengan cepat.
Rina mengangkat pedangnya dan mengarahkan ke Mammoth Skeleton, tatapannya menjadi dingin.
Tessa tidak sempat menjawab, dia dengan cepat berkomunikasi dengan Kugo, roh golem miliknya.
‘Kugo, bisakah aku meminjam kekuatanmu,' ucap Tessa, kemudian dia mendengar suara dalam dirinya yang tak lain Kugo.
‘Ya, aku sudah pulih,' ucap Kugo, kemudian Tessa bersinar dan tanah mulai mengelilingi dirinya.
Boooommm.
Tessa mulai terlihat memakai armor yang berwarna hitam dengan coklat, dan garis-garis berwarna merah.
Rina masih fokus dengan sihir miliknya, dia selesai mempersiapkan segalanya, lalu udara menjadi dingin.
“Terima ini, Frozen Wind,” ucap Rina, kemudian angin dingin dengan cepat melesat ke arah Mammoth Skeleton tersebut.
Seketika Mammoth Skeleton berubah menjadi patung es besar, hal tersebut benar-benar membuat terkejut pemimpin bandit.
Namun, sebelum mengatakan apapun. Dia mendengar suara teriakan seseorang yang tak lain ialah Tessa.
“Arhhhhh hancurlah, Earth Tomb,” teriak Tessa, membuat semuanya terkejut, bahkan Rina sendiri.
Terlihat tanah yang sangat besar berbentuk bulat muncul di depan Tessa, lalu Tessa mengayunkan tangannya dan melemparkan tanah tersebut.
Wushhhhhh.
Booooooommmmmm.
Mammoth Skeleton hancur tanpa sisa, pemimpin bandit terkejut, lalu dia tersentak saat merasakan gejolak dalam dirinya.
“Urhhh,” ucap pemimpin bandit tersebut, dia mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Dia terduduk secara tiba-tiba.
Rina dan Tessa menatap ke arah pemimpin bandit, namun mereka menatap dengan dingin.
“Kalian beristirahat lah, tidak cocok untuk kalian membunuhnya,” ucap Kohta berada di sebelah mereka.
“Tidak, biarkan kami,” ucap keduanya, membuat Kohta diam, dia benar-benar mengangguk setuju.
Rina dan Tessa berjalan ke arah pemimpin bandit, mereka menatap dengan seringai di wajah mereka.
“Waktunya kami menyiksamu,”
[To be Continued.]
Note : Sepertinya perlu buat nanti, benar-benar bingung kalau langsung sembarangan ucap skill.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.